Prihma Sinta Utami, Prihma Sinta
SMP Muhammadiyah 10 Yogyakarta

Published : 11 Documents
Articles

Found 11 Documents
Search

PENGARUH METODE PEMBELAJARAN DAN GAYA BELAJAR SISWA TERHADAP HASIL BELAJAR IPS DI SMP NEGERI DI KOTA YOGYAKARTA Utami, Prihma Sinta; Gafur, Abdul
Harmoni Sosial: Jurnal Pendidikan IPS Vol 2, No 1 (2015): Maret
Publisher : Harmoni Sosial: Jurnal Pendidikan IPS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh: (1) metode pembelajaran terhadap hasil belajar IPS, (2) pengaruh gaya belajar terhadap hasil belajar IPS, (3) antara metode dan gaya belajar terhadap hasil belajar IPS. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen dengan desain factorial 2x2. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 15 Yogyakarta dan sampelnya adalah siswa kelas VII B, VII E, VII H dan VII J, yang ditentukan dengan teknik simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan tes dan angket. Validitas instrumen diukur dengan rumus analisis faktor, dan reliabilitasnya dengan rumus Cronbach’s Alpha. Normalitas data diuji dengan rumus Kolmogorof-Smirnov dan homogenitas data diuji dengan rumus Levene Test. Uji hipotesis dengan teknik Two-way Anova satu pihak dengan taraf signifikansi 0, 05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat pengaruh antara metode pembelajaran terhadap hasil belajar IPS siswa dan hasil belajar dengan metode Think Pair Share lebih tinggi dibandingkan hasil belajar dengan metode Problem-Based Learning; (2) terdapat pengaruh antara gaya belajar terhadap hasil belajar IPS siswa dan hasil belajar dengan metode Think Pair Share lebih tinggi dibandingkan hasil belajar dengan metode Problem-Based Learning pada kelompok gaya belajar visual; (3) hasil belajar dengan metode Think Pair Share lebih tinggi dibandingkan hasil belajar dengan metode Problem-Based Learning pada kelompok gaya belajar auditorial; (4) tidak terdapat pengaruh antara metode pembelajaran dan gaya belajar terhadap hasil belajar IPS. Kata kunci: metode, gaya belajar, hasil belajar IPS.______________________________________________________________ THE EFFECT OF LEARNING METHOD AND LEARNING STYLE ON THE ACHIEVEMENT IN IPS OF THE STUDENTS OF JUNIOR HIGH SCHOOLS IN YOGYAKARTA Abstract This research aims to revealthe effect of: (1) teaching methods on IPS learning outcomes, (2) the influence of learning styles on IPS learning outcomes, (3) the methods and learning styles on IPS learning outcomes. This research was a quasi experiment using the 2x2 factorial design. This research was conducted at SMP Negeri 15 Yogyakarta. The sample was VII B, VII E, VII H, and VII J classes, which was established using the simple random sampling technique. The data collection used a test and questionnaire. The instrument validity was measured by using the product moment formula and its realiability was measured by using Cronbanch’s Alpha. The data normality was tested by using Kolmogorof-Smirnov and the homogeneity test was tested by using Levene Test. The hypothesis of this research was tested by using the two-way Anova technique at the significance level of 0,05. The result of this research shows that: (1) the achievement in IPS of the students taught using the Think Pair Share method is higher than that of those taught using the problem-based learning method; (2) the achievement of the students taught using the Think Pair Share method is higher than that of those taught using the problem-based learning method for group of visual learning style; (3) the achievement of the students taught using the Think Pair Share method is higher than that of those taught using the problem-based learning method for group of auditorial learning style; and (4) there is no interaction between teaching method and learning style in influencing students’ achievement in IPS subject matter. Keywords:methods, learning style, IPS subject outcomes
PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP PENDIDIKAN MORAL SISWA Utami, Prihma Sinta
Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 2, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (43.212 KB)

Abstract

Abstract: Referring to the national educational objectives that the subjects of PPKn (Civic and Pancasila Education) prepare students to be good citizens. Moral education is one element in the study of subject areas of PPKn that must be given to the students as a guide in plunging in the community. Students of PPKn study program are prepared as prospective educators who are able to integrate various aspects of citizenship problems and social problems. Not separated from the role of students in the program of PPKn, it is necessary understanding for each student in knowing the extent of moral education role for students. The purpose of this study is to understand and to know the perception of PPKn's student Faculty of Education University Muhammadiyah of Ponorogo to moral education students in Ponorogo regency. The research method used in this research is descriptive qualitative. It can be concluded that student perception about moral education consisting of three main aspects of moral education of students related to morality of God, morals to fellow human beings, and morals to the environment indicates that for morale students of God and fellow human beings are said to have good enough and moral education Has been done as it should. As for the moral education of students related to morals to the environment indicates that it is still at a level that is less and needs to be improved again, especially for some related parties Abstrak: Mengacu pada tujuan pendidikan nasional bahwasannya mata pelajaran PPKn mempersiapkan siswa untuk menjadi warga negara yang baik. Pendidikan moral merupakan salah satu elemen dalam kajian bidang mata pelajaran PPKn yang wajib diberikan kepada siswa sebagai pedoman dalam terjun di masyarakat. Mahasiswa prodi PPKn dipersiapkan sebagai calon pendidik yang mampu mengintegrasikan berbagai aspek dalam permasalahan kewarganegaraan maupun permasalahan sosial. Tidak lepas dari peran mahasiswa prodi PPKn tersebut, maka diperlukan pemahaman bagi setiap mahasiswa dalam mengetahui sejauh mana peran pendidikan moral bagi siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami dan mengetahui persepsi mahasiswa Prodi PPKn FKIP Universitas Muhammadiyah Ponorogo terhadap pendidikan moral siswa di Kabupaten Ponorogo. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Dapat disimpulkan bahwa persepsi mahasiswa tentang pendidikan moral yang terdiri dari tiga aspek utama yaitu pendidikan moral siswa terkait akhlak terhadap Tuhan YME, akhlak terhadap sesama manusia, dan akhlak terhadap lingkungan menunjukkan bahwa untuk moral siswa terhadap Tuhan dan sesama manusia dikatakan sudah cukup baik dan pendidikan moral sudah terlaksana sebagaimana mestinya. Sedangkan untuk pendidikan moral siswa terkait akhlak terhadap lingkungan menunjukkan bahwa masih berada pada taraf yang kurang dan perlu untuk ditingkatkan lagi khususnya bagi beberapa pihak yang terkait DOI : http://dx.doi.org/10.17977/um019v2i12017p048
PENGEMBANGAN PEMIKIRAN JAMES A. BANKS DALAM KONTEKS PEMBELAJARAN Utami, Prihma Sinta
JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) Vol 2, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.066 KB) | DOI: 10.24269/v2.n2.2017.68-76

Abstract

Artikel ini ditulis untuk memberikan gambaran kepada guru dalam mengimplementasikan dimensi pendidikan multikultural dari pemikiran James A. Banks sesuai dengan realitas masyarakat Indonesia. Seperti yang sudah diketahui konteks masyarakat Indonesia yang beragam mulai dari perbedaan agama, suku, budaya, ras, bahasa daerah hingga adat istiadat menunjukkan bahwa Indonesia merupakan masyarakat multikultural. Indonesia dengan populasi didominasi oleh masyarakat beragama muslim, namun tidak menyatakan bahwasannya negara ini adalah negara muslim tetapi negara dengan berbagai agama yaitu Kristen, Hindu, Budha, dan Kong Hu Chu. Realitas tersebut menjadikan Indonesia dikenal dengan negara yang menganut sistem demokrasi terbesar ketiga di dunia. Hal ini juga yang mendorong negara ini untuk terus mengembangkan arus demokratisasi dalam masyarakat untuk membentuk civil society dengan mengangkat semboyan Bhineka Tunggal Ika. Pendidikan multikultural menjadi salah satu cara untuk dapat membantu merealisasikan tujuan tersebut. James A. Bank mempunyai suatu gagasan untuk pengembangan dimensi pendidikan multikultural pada sekolah-sekolah di negara yang mengembangkan tentang konteks pendidikan multikultural. Pengembangan dimensi pendidikan multikultural tersebut dijabarkan menjadi 14 point utama yang dapat dijadikan sebagai acuan guru dalam proses pembelajaran
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN BERBASIS MULTIKULTURAL MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING PADA MAHASISWA PRODI PPKn UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONOROGO Utami, Prihma Sinta; Cahyono, Hadi
JURNAL DIMENSI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN Vol 6, No 1 (2018): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.895 KB) | DOI: 10.2426/dpp.v6i1.%y.pp%

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hasil dari implementasi pendidikan berbasis multikultural melalui model pembelajaran Problem Based Learning pada mata kuliah pendidikan ilmu sosial. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Jenis penelitian ini merupakan penelitian studi kasus kualitatif dengan subjek penelitian secara purposive. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Pada indikator pengamatan kasus/ masalah,  kerjasama mahasiswa semakin meningkat dalam hal melakukan pengamatan suatu kasus serta tidak ada tendensi pada kelompok tertentu; (2) Pada indikator mandiri mencari literasi penyelesaian kasus ,mahasiswa secara mandiri telah melakukan kegiatan pencarian literasi dalam penyelesaian masalah, dosen hanya sebagai fasilitator; (3) Pada indikator sikap demokratis, secara demokratis mahasiswa menyampaikan solusi masalah dan memberikan kesempatan yang sama mahasiswa lainnya tanpa melihat budaya yang dominan di kelas; (4) Pada indikator berinteraksi dengan berbagai kelompok dalam menciptakan suasana akademik menunjukkan bahwa interaksi mahasiswa dengan antar kelompok masih kurang, keaktifan mahasiswa masih dominan pada kelompok kecil saja.
PENGARUH GAYABELAJAR DAN METODE PEMBELAJARAN TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA SMP Utami, Prihma Sinta
JURNAL DIMENSI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN Vol 4, No 1 (2016): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.486 KB) | DOI: 10.2426/dpp.v4i1.%y.pp%

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: (1) pengaruh gaya belajar terhadap hasil belajar, (2) pengaruh metode pembelajaran terhadap hasil belajar.Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian quasi eksperimen dengan desain factorial 2x2. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 15 Yogyakarta, sedangkan sampelnya adalah siswa kelas VII B, VII E, VII H, VII J. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat pengaruh antara gaya belajar terhadap hasil belajar dan hasil belajar siswa dengan metode Think Pair Share lebih tinggi dibandingkan hasil belajar dengan metode Problem-Based Learning pada gaya belajar visual maupun auditorial, (2) terdapat pengaruh antara metode pembelajaran terhadap hasil belajar dan hasil belajar dengan metode Think Pair Share lebih tinggi dibandingkan hasil belajar dengan metode Problem-Based Learning
IMPLEMENTASI PRINSIP CHECKS AND BALANCES ANTARA BADAN PERMUSYAWARATAN DESA DENGAN PEMERINTAH DESA DALAM PENYUSUNAN PERATURAN DESA (Studi Kasus Desa Tegalombo, Kecamatan Tegalombo, Kabupaten Pacitan) ., Ismail; ., Sulton; Utami, Prihma Sinta
EDUPEDIA Vol 2, No 1 (2018): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ed.v2i1.93

Abstract

The great agenda of reform is the government system of the State of Indonesia in the form of decentralization that is a government that gives authority to the regions to manage their own households. The emergence of regional autonomy is marked by the issuance of Law No. 22 Th 1999, then revised into Law No. 32 Th 2004, and refined into Law No. 23 Th 2014. Regional autonomy gives authority to the village to manage the potential of the village owned by this is reinforced by the issuance of Law No. 6 Th 2014 About Village. The purpose of this research is; 1). To know the implementation of the checks and balances principle of the Village Consultative Body with the village government in drafting the village regulations, 2). To know the implementation of the checks and balances principle of the Village Consultative Body with the village government in the discussion of village regulations draft, 3). To know the implementation of the principle of checks and balances of the Village Consultative Body with the village government in determining the village regulation draft. The type of this research is qualitative research object in Tegalombo Village, Tegalombo District Pacitan Regency, the type of research used is case study, the procedure used to collect data is observation, interview, and documentation. Data analysis techniques used data reduction, data presentation, and conclusions. The results of this study are: 1). In the preparation of village regulation draft has not happened checks and balances because the formulation of village regulations is dominated by the village government where the Village Consultative Council is powerless to propose the draft of village regulations there are three factors that menyebapkan the empowerment of the Village Deliberation Agency include: Anggae Angotanya, weakness of political education resulting perception errors In relation to its position and duties, and the Village Consultative Body does not have administrative and kaitanya communication with its duties and authorities, 2). In the discussion of the village regulation draft, there have been no checks and balances since the Village Consultative Board has no effort to control the village regulation draft proposed by the village government. This empowerment is not permitted because BPD does not have a set of rules for the preparation of village regulations because it lacks political education 3) . In the determination of village regulations there has not been any checks and balances due to the regulations set forth although the Village Deliberative Council agreed but the approved draft regulation does not contain the following principles: protection, justice, equality, orderliness, and balance. The core has not been able to prosper the community as a whole. 
TEACHERS ROLE IN BUILDING VISUAL-IMPAIRMENT STUDENTS’ CONFIDENCE (A Case Study of Education Pattern in SLB-A’Aisyiyah Ponorogo). Fiana, Wiwik; Cahyono, Hadi; Utami, Prihma Sinta
EDUPEDIA Vol 1, No 1 (2017): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ed.v1i1.173

Abstract

This research aims to: 1) know teacher’ role in building visual-impairment students’ confidence; 2) know how positive are the impacts felt by students on teacher’s role in building visual-impairment students’ confidence. Method the used was qualitative with intake data used data source in the form of 1) primary data 2) data of secondary and as for data collecting technique the used was 1) Observation 2) Interview 3) documentation. used Data analysis in the form of data discount, presentation of data, verification. Result of from this research that is 1) School provide teacher as according to requirement of student. Teacher comprehend how student character and condition seen student enthusiasm and talent. Teacher grow to feel self confidence at student as according to potency and character had by student. Teacher parked to student to always dare to 2) Affect which was felt by student. Student feel more self confidence and dare to. Student can fulfill its requirement did everyday activity self-supportingly. Student earn and berkominukasi  have interaction with environment around and student can develop owned potency.
PENGARUH PROFESI TENAGA KERJA INDONESIA TERHADAP ANGKA PERCERAIAN DI KABUPATEN PONOROGO TAHUN 2018 Nissaq, Khayrotun; Mahardhani, Ardhana Januar; Utami, Prihma Sinta
EDUPEDIA Vol 2, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ed.v2i2.149

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: 1) mengetahui adakah pengaruh profesi TKI terhadap angka perceraian di Kabupaten Ponorogo tahun 2018 ;2) untuk mengetahui seberapa besar pengaruh yang diberikan antara profesi TKI  terhadap perceraian di Kabupaten Ponorogo tahun 2018. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survey yang dilakukan di Kabupaten Ponorogo dengan populasi TKI yang mengalami kasus perceraian, tersebar di 21 kecamatan. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive random sampling,sampel yang terpilih adalah kecamatan Sukorejo dengan jumlah sampel sebanyak 40 orang. Teknik pengumpulan data dengan kuesioner dan dokumentasi. Teknik Analisis Data menggunakan Regresi dengan bantuan SPSS 18. Adapun hasil penelitian yang diperoleh dari penelitian ini adalah: 1) ada pengaruh positif dan signifikan yang diberikan TKI terhadap perceraian dengan nilai sig 0,000 < 0,05; 2) TKI memberikan pengaruh terhadap perceraian sebesar 0,314 atau  31,4 %. Hal tersebut dikarenakan 68,6% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini seperti latar belakang pendidikan, usia, keyakinan dan agama serta adanya ketidakcocokan.
The Correlation Between Watching Television and Bodily-Kinesthetic Intelligence of 6 Years Old Children Fadhli, Muhibuddin; Utami, Prihma Sinta
Indonesian Journal of Early Childhood Education Studies Vol 7 No 2 (2018): November 2018
Publisher : Indonesian Journal of Early Childhood Education Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.191 KB) | DOI: 10.15294/ijeces.v7i2.28552

Abstract

The aim of this research is to find out the correlation between duration of watching television and bodily-kinesthetic intelligence of 6 years old. Six development scopes according to Regulation of National Education Minister of Indonesia Number 137 in 2014, what must be stimulated in accordance with the achievement level of six years old children’s development cover language, art, physical, social emotional, cognitive, moral, and religion. Bodily-kinesthetic or physical ability, according to Gardner, becomes one of competences that must be developed at early age. The research method used was quantitative research. The analysis was done by using correlation product moment with two variables; independent variable which is the duration of watching television (variable X) and dependent variable which is bodily-kinesthetic intelligence (variable Y). The decision criteria if “r” score (r count) along with significance (sig.) &lt;0,05, then independent variable has strongly convincing correlation with dependent variable. If “r” score (r count) along with significance (sig.) &gt; 0,05, then the independent variable has strongly convincing correlation with the dependent variable. The results of the research showed correlation coefficient (r) = 0,842 along with significance 0,000. Based on the decision criteria above, it can be concluded that correlation from both variables is significant because its significance is smaller than 0,05 (0,000 &lt; 0,05). Then in can be concluded that there is strong correlation, in which the longer the children watch television then the higher their bodily kinesthetic intelligence was.
ANALISIS INTERNALISASI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL PADA PEMBELAJARAN DI PERGURUAN TINGGI (STUDI KASUS PADA PRODI PPKn UNMUH PONOROGO TAHUN 2018) Utami, Prihma Sinta
Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/citizenship.v7i1.3725

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menyampaikan hasil penelitian tentang analisis pelaksanaan pendidikan multikultural pada pembelajaran di Perguruan Tinggi study kasus pada prodi PPKn Unmuh Ponorogo. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya internalisasi pendidikan multikultural melalui 5 dimensi James A.Banks, yaitu: 1) Content Integration nampak pada integrasi budaya melalui sebaran mata kuliah, 2) Knowladge Construction melalui pemahaman kebudayaan nusantara melalui kegiatan observasi lapangan terkait satu budaya tertentu, 3) An Equity Pedagogy nampak pada keterlibatan mahasiswa dalam pembuatan history project , 4) Prejudice Reduction meminimalisir sikap rasis mahasiswa melalui penerapan metode diskusi aktif, 5) An Empowering School Culture tergambar pada kegiatan akademis melalui pembelajaran di kelas dan kegiatan seminar, lomba kebangsaan serta kegiatan sosial di kampus atau diluar kampus untuk non akademis.