Articles

Found 15 Documents
Search

Analysis of Biodiesel Conversion on Raw Material Variation Using Statistical Process Control Method Andalia, Winny; Pratiwi, Irnanda; Arita, Susila
IJFAC (Indonesian Journal of Fundamental and Applied Chemistry) Vol 4, No 1 (2019): February 2019
Publisher : IJFAC (Indonesian Journal of Fundamental and Applied Chemistry)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.82 KB)

Abstract

Biodiesel is a alternative fuel that can be obtained from vegetable oils or animal fats through transesterification reactions with alcohol. Biodiesel has numerous advantages compared to diesel oil, namely: it is a renewable energy resource, it is not toxic, and it is environmentally friendly because the raw material does not contain sulfur and low emissions. Biodiesel production is inseparable from the availability of raw materials, until now the raw materials that meet the needs of production capacity are palm oil (CPO). To overcome this problem, in this study we want to find out how much biodiesel conversion percentage if we use other raw materials such as: CPO oil, corn oil, VCO oil, and waste cooking oil. The analysis used in this study was the analysis of the use of raw materials to the value of biodiesel conversion using the Stastical Process Control (SPC) method. SPC method was used to analyze, manage, control, and improve a product and process using statistics. The objective of this study was to produce high conversion percentage biodiesel, and analyze and control the quality of research products. By having this statistical methods, it could be found errors in a study or out of control production so that further action can be taken to overcome them. In this study, it was found that the product which was outside of the control limit was biodiesel made from CPO and waste cooking oil. The results of the analysis using cause and effect diagrams could determine the causes of damage in the production process, which come from the factors of workers/humans, production machines, working methods, materials/raw materials and work environment. 
Usulan Model Keputusan Multikriteria Untuk Pemilihan UKM Penerima Pinjaman Modal Kerja di Kota Palembang Pratiwi, Irnanda; HAK, Abu Amat; Erdiyansyah, Alfonsius
JURNAL DESIMINASI TEKNOLOGI Volume 2 No. 2 Juli 2014
Publisher : UNIVERSITAS TRIDINANTI PALEMBANG

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.623 KB)

Abstract

Abstrak : Analytical Hierarchy Process (AHP) merupakan suatu metodepengambilan keputusan terhadap masalah penentuan prioritas pilihan dariberbagai alternatif, termasuk dalammenentukan urutan prioritas UKMpenerimapinjaman modal kerja. Penggunaan AHP dimulai dengan membuat strukturhirarki. Matriks perbandingan berpasangan digunakan untuk membentukhubungan didalam struktur dan akan dicari bobot dari tiap-tiap kriteria. Nilaivektor eigen normalisasi akan diperoleh darimatriks ini. Pada prosesmenentukanfaktor pembobotan hirarki maupun faktor evaluasi, uji konsistensi harusdilakukan (CR<0,100). PenerapanAHP dalampenelitian ini adalahmenentukanurutan prioritas UKM penerima pinjaman modal kerja. Hasil dari analisisAHPdiperoleh kesimpulan bahwa UKM Percetakan menjadi prioritas pertamapenerima pinjaman modal kerja (0,529), diikuti UKM Pempek (0,381) danterakhir UKM Pedagang Sembako (0,172).Kata Kunci : AHP, UKM, Penerima Pinjaman Modal Kerja
PERANCANGAN MODEL KEPUTUSAN MULTIKRITERIA PEMILIHAN LAYANAN E-COMMERCE UNTUK KEPUASAN PELANGGAN Pratiwi, Irnanda; Andalia, Winny
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (898.32 KB)

Abstract

Indonesia yang saat ini merupakan negara dengan pertumbuhan e-commerce tertinggi di dunia. Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan usaha perdagangan berbasis online ini sangat signifikan. Setidaknya hingga saat ini total jumlah e-commerce di Indonesia mencapai 26.2 juta (Deny, 2016). Tujuan dalam penelitian ini adalah menganalisis dan merancang model multikriteria pemilihan layanan e-commerce untuk kepuasan pelanggan dan meningkatkan daya saing dengan mengetahui kriteria e-commerce seperti apa yang paling diutamakan oleh pelanggan. Sistem pendukung keputusan yang akan dibangun yaitu dengan menggunakan metode Analytic Hierarcy Process . Penilaian kriteria pemilihan layanan e-commerce dengan bobot kriteria yang tertinggi adalah kriteria bebas ongkos kirim dengan nilai bobot adalah 0,33. Sedangkan Penilaian sub kriteria kesesuaian produk terhadap spesifikasi, sub kriteria harga mahal dan sub kriteria ketepatan waktu pengiriman dengan masing – masing nilai bobot 0,59; 0,67 dan 0,53.Alternatif yang dipilih berdasarkan dari kriteria bebas ongkos kirim, kualitas produk, harga produk dan jasa ekspedisi yaitu Shopee dengan bobot nilai tertinggi yaitu 0,34, dilanjutkan dengan Lazada dengan nilai bobot adalah 0,29; Bukalapak dengan nilai bobotnya 0,19 dan Tokopedia dengan nilai bobotnya 0,18.
ANALISIS KUALITAS CHIP UNTUK BAHAN BAKU PULP (Studi Kasus di PT. Tanjung Enim Lestari Pulp and Paper) Pratiwi, Irnanda; Husin, Iskandar; Lazim, Muhammad
JURNAL DESIMINASI TEKNOLOGI Volume 4 No. 1 Januari 2016
Publisher : UNIVERSITAS TRIDINANTI PALEMBANG

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.498 KB)

Abstract

Abstrak: Chip merupakan bahan baku untuk pembuatan pulp, sedangkan Log adalah bahan baku untuk pembuatan chip. Chip adalah kayu yang telah dipotong-potong menjadi kecil dengan ukuran dan ketebalan tertentu. Keseragaman dari chip dan produktivitas dari sebuah pabrik pulp tergantung oleh banyak faktor, tetapi kualitas chip adalah faktor yang terpenting. Tujuan yang akan dicapai dari penelitian ini adalah menganalisis kualitas Chip dengan menggunakan metode pengendalian kualitas statistik (Statistical Quality Control). Berdasarkan diagram kontrol individual pada sampel bulan Juni 2015,terjadi penyimpangan proses tak terkendali sehingga diperlukan tindakan analisis serta perbaikan. Sedangkan sampel pada bulan Juli 2015 didapatkan semua data berada dalam batas kendali. Dari hasil analisis data dengan metode Diagram fishbone didapatkan bahwa faktor utama dalam penyebab terjadinya variasi dalam accepted chip adalah faktor bahan baku (Material), tenaga kerja (Man) dan Mesin (Machine).Kata Kunci: Chip, Pulp, Pengendalian Kualitas, Diagram Fishbone
PENGUKURAN TINGKAT KEPUASAN LAYANAN INTERNET BROADBAND UNTUK FOKUS STRATEGI PEMASARAN DENGAN METODE ANALISA MULTIVARIAT Pratiwi, Irnanda
JURNAL DESIMINASI TEKNOLOGI Volume 1 No.1 Januari 2013
Publisher : UNIVERSITAS TRIDINANTI PALEMBANG

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.684 KB)

Abstract

Penelitian ini membahas tentang tingkat kepuasan pelanggan yang merupakan tingkat dari pernyataan perasaanseseorang terhadap kinerja layanan internet broadband. Penelitian ini tentang faktor - faktor yang mempengaruhikepuasan pelanggan pada layanan internet broadband. Penelitian ini menggunakan metode analisa multivariat yaituStructural Equation Modeling (SEM) dan analisa kluster. Metode – metode ini digunakan untuk melihat tingkat signifikanantara variabel – variabel secara umum dan tiap – tiap kategori responden. Dari penelitian ini dihasilkan model strukturaluntuk mengukur tingkat kepuasan layanan internet broadband untuk fokus pada strategi pemasaran layanan internetbroadband.Kata kunci ;Kepuasan pelanggan, layanan internet broadband, analisa multivariat
EVALUASI TINGKAT KECACATAN KEMASAN PUPUK DENGAN METODE SIX SIGMA Oktarini, Devie; Pratiwi, Irnanda; Aprilyanti, Selvia
JURNAL DESIMINASI TEKNOLOGI Volume 5 No. 2 Juli 2017
Publisher : UNIVERSITAS TRIDINANTI PALEMBANG

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1032.824 KB)

Abstract

Abstrak: PT. Pusri merupakan salah satu perusahan pupuk urea terbesar di Indonesia dimana pada Unit pengantongan 1B masih sering bermunculan defect atau kecacatan terutama pada kemasan pupuk saat produksi.  Six Sigma adalah metode yang digunakan untuk mengetahui penyebab cacat kemasan dan memberikan perbaikan untuk masa yang akan datang. Untuk menurunkan tingkat kecacatan, perusahaan menggunakan Six Sigma yang terdiri dari 5 tahapan yaitu DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control). Dari Hasil penelitian diperoleh data kecacatan defect yang sering terjadi yaitu Penjahitan tidak sempurna dengan prosentase sebesar 42,1%, Karung pupuk rusak (pecah) dengan prosentase sebesar 32,9%, Berat packaging pupuk yang tidak sesuai dengan persentase sebesar 23,8%, dan lain-lain dengan persentase sebesar 1,2%. Jenis kecacatan digambarkan dalam bentuk diagram pareto chart untuk mengetahui frekuensi penyebab yang sering terjadi defect. Berdasarkan hasil pengumpulan dan perhitungan data diperoleh level sigma sebesar 4, 798588 dan DPMO sebesar 485.862826 kantong, nilai ini menyatakan bahwa perusahaan belum optimal dalam mengontrol kualitas karena nilai level sigma masih jauh dari target standar sebesar 6σ. Dari Fish bone diagram penyebab cacat terdiri dari faktor manusia, mesin, material , dan lingkungan.Kata kunci:  DMAIC, jumlah cacat, level sigma, six sigma
ANALISIS PERAMALAN PERMINTAAN JUMLAH PRODUK LORI SAWIT TERHADAP KURS DOLLAR AMERIKA (STUDI KASUS DI PT. SWAKARYA ADHI USAHA) Pratiwi, Irnanda; MZ, Hermanto
JURNAL DESIMINASI TEKNOLOGI Volume 4 No. 2 JULI 2016
Publisher : UNIVERSITAS TRIDINANTI PALEMBANG

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pada penelitian ini peramalan permintaan akan dilakukan dengan menerapkan beberapametode yaitu regresi linier, moving average, exponential smoothing dan metode kuadrat terkecil.Penggunaan keempat metode peramalan tersebut untuk membandingkan metode peramalan yang yanglebih akurat dan mendekati nilai aktual permintaan. Metode penelitian dimulai dari pengumpulan datahistoris dari tahun 2005 sampai dengan 2015, perhitungan peramalan, pemilihan peramalan, danpengambilan kesimpulan. Berdasarkan hasil pengujian didapatkan hasil peramalan untuk masingmasingmetode peramalan yaitu metode regresi linier ramalan permintaan sebesar 123 unit lori,metode moving average sebanyak 146 unit lori, metode eksponensial smoothing dengan pembobotanα; 0,1 , α; 0,5 dan α; 0,9 masing-masing sebanyak 102, 145, dan 146 unit lori dan metode kuadratterkecil sebanyak 251 unit lori sawit. Setelah hasil peramalan diketahui maka dilakukan pengujiankesalahan peramalan untuk mengetahui metode mana yang terbaik dengan menggunakan metodestandar kesalahan peramalan (SKP).hasilnya, metode moving average dan kuadrat terkecil memilikiSKP yang lebih kecil yaitu  MAD moving average sebesar 29, MSE = 1.439 dan MAPE = 9% danmetode kuadrat terkecil sebesar 60 unit.Kata kunci: peramalan permintaan, regresi linier, moving average, exponential smoothing, kuadratterkecil.
ANALISIS PENYEBAB KECACATAN PRODUK ROTI PIA DENGAN MENGGUNAKAN METODE FAULT TREE ANALYSIS (FTA) DAN FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS ( FMEA) ( Studi Kasus di Home Industry Sahabat Cake ) Pratiwi, Irnanda; MZ, Hermanto; Suryani, Faizah
JURNAL DESIMINASI TEKNOLOGI Volume 6 No. 2 JULI 2018
Publisher : UNIVERSITAS TRIDINANTI PALEMBANG

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.201 KB)

Abstract

Perkembangan dunia industri saat ini semakin pesat sehingga harus diiringi dengan perkembangan kualitas yang menuntut perusahaan untuk selalu menghasilkan sesuatu yang benar-benar berkualitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi penyebab kecacatan yang akan terjadi pada produksi roti pia berdasarkan Risk Priority Number. Kecacatan produksi disebabkan oleh cacat bentuk, cacat gosong, dan cacat kemasan. Kecacatan ini mengakibatkan penurunan kualitas roti pia Sahabat Cake. Metode pengendalian kualitas yang digunakan untuk mengetahui penyebab kecacatan adalah Fault Tree Analysis (FTA) dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Hasil akhir dari analisis data menggunakan kedua metode tersebut adalah penyebab kecacatan tertinggi adalah cacat gosong dengan nilai RPN 576, cacat kemasan dengan nilai RPN 448, sementara cacat bentuk dengan nilai RPN 336. Dengan mengetahui kecacatan tersebut maka pihak home industry harus melakukan perbaikan kualitas produksi.Kata kunci: Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), Fault Tree Analysis (FTA), kecacatan, kualitas, roti pia
ANALISIS PENYEBAB KECACATAN PRODUK ROTI PIA DENGAN MENGGUNAKAN METODE FAULT TREE ANALYSIS (FTA) DAN FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS ( FMEA) ( Studi Kasus di Home Industry Sahabat Cake ) Pratiwi, Irnanda; MZ, Hermanto; Suryani, Faizah
JURNAL DESIMINASI TEKNOLOGI Volume 6 No. 2 Juli 2018
Publisher : UNIVERSITAS TRIDINANTI PALEMBANG

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (679.264 KB)

Abstract

Abstrak: Perkembangan dunia industri saat ini semakin pesat sehingga harus diiringi dengan perkembangan kualitasyang menuntut perusahaan untuk selalu menghasilkan sesuatu yang benar-benar berkualitas. Tujuan dari penelitian iniadalah untuk mengidentifikasi penyebab kecacatan yang akan terjadi pada produksi roti pia berdasarkan Risk PriorityNumber. Kecacatan produksi disebabkan oleh cacat bentuk, cacat gosong, dan cacat kemasan. Kecacatan inimengakibatkan penurunan kualitas roti pia Sahabat Cake. Metode pengendalian kualitas yang digunakan untukmengetahui penyebab kecacatan adalah Fault Tree Analysis (FTA) dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA).Hasil akhir dari analisis data menggunakan kedua metode tersebut adalah penyebab kecacatan tertinggi adalah cacatgosong dengan nilai RPN 576, cacat kemasan dengan nilai RPN 448, sementara cacat bentuk dengan nilai RPN 336.Dengan mengetahui kecacatan tersebut maka pihak home industry harus melakukan perbaikan kualitas produksi.Kata kunci: Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), Fault Tree Analysis (FTA), kecacatan, kualitas, roti pia
PEMILIHAN SUPPLIER TERBAIK PENYEDIA BARANG CONSUMABLE MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (Studi kasus di Departemen Pengadaan Barang PT. PUSRI) Pratiwi, Irnanda; MZ, Hermanto; Aprilyanti, Selvia
Jurnal Manajemen Industri dan Logistik Vol 2, No 2 (2018): page 106 - 205
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.348 KB)

Abstract

Supplier selection is one of the most important activity of company’s procurement of goods and services function. One of the methods that can be used is Analytical Hierarchy Process (AHP). This research was conducted in Procurement Department of PT. PUSRI Palembang. This study focuses on suppliers of consumable goods because this goods most often purchased. The sample of  the research were the employees in the department of goods procurement that handle the purchase of consumable goods. The final result of relative importance’s supplier selection criteria was found :First  Priority is Price (0,42), Second Priority is Quality (0,33), Third Priority is Response (0,11) and Fourth Priority is Delivery (0,09) and last priority is customer care (0,08 ). The fisrt priority supplier is PT. Kokai Indo Abadi (0.47). The result of this study that PT. Kokai Indo Abadi is the most consistent company in the procurement of consumable goods so it can be included in the next auction.