Laila Faizah, Laila
Program Diploma Teknik Kimia, Fakultas Teknik, UNDIP. Jl. Prof. Sudarto, SH Tembalang, Semarang 50239

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

PENINGKATAN KADAR ZINGIBEREN DALAM MINYAK JAHE DENGAN EKSTRAKSI CAIR-CAIR Handayani, Dwi; Paramita, Vita; Faizah, Laila
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2015): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 6 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minyak jahe merupakan salah satu komoditas eksport minyak atsiri. Selama ini minyak jahe yang dihasilkan produsen atsiri di Indonesia masih banyak yang belum memenuhi standard yang telah ditetapkan sehingga harganya tidak dapat bersaing di pasaran internasional.Hal ini disebabkan kadar Zingiberen yang rendah yaitu lebih kecil dari 20% dan kadar kamfen serta impuritasnya yang tinggi. Zingiberen mempunyai putaran optik yang negatif, sedangkan kamfen mempunyai putaran optik positif. Karena kadar zingiberen yang rendah dan kadar kamfen yang tinggi maka mempunyai putaran optik positif. Pada hal menurut ISO Internasional 7355 putaran optik yang diharapkan (-20o)-(-45o) sedangkan minyak jahe yang diproduksi di Indonesia antara (+6o)–(+12o)sehingga perlu adanya upaya untuk meningkatkan kadar Zingiberen atau menurunkan kadar kamfen, yaitu dengan ekstraksi cair-cair. Penelitian bertujuan untuk mengetahuipeningkatan kadar Zingiberen dan faktor yang paling berpengaruh pada ekstraksi cair-cair.Ekstraksi dilakukan dengan pelarut alkohol 95% dan variabel yang diuji adalah ratio solute : solven ; waktu ekstraksi dan kecepatan pengadukan. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang paling berpengaruh pada ekstraksi adalah banyaknya pelarut yang digunakan yaitu 5 kali volume minyak jahe. Sedangkan kadar zingiberene mengalami kenaikan dari 10,42% menjadi 18,02%. Kata kunci : ekstraksi, ,minyak jahe, zingiberene
MENINGKATKAN PENDAPATAN NELAYAN DAN MASYARAKAT PENGOLAH IKAN PANGGANG DENGAN MEMANFAATKAN ASAP CAIR Handayani, Dwi; Faizah, Laila; TS, Margaretha; Arifan, Fahmi
METANA Vol 10, No 02: Desember 2014
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.532 KB) | DOI: 10.14710/metana.v10i02.11050

Abstract

Abstract Tambaklorok village, particularly around TPI has 250 households of population which approximately 70 % is poor to work as fishermen, fish sellers, laborers and unemployed so erratic income or below the minimum wage and some have no income at all. So they need business partnership to transfer the technology for improving the quality of human resources by empowering fishing communities, especially fishermen and fish processors to increase the income and standard of living of fishermen. During curing fish is traditionally done so much polluting and quality results are not optimal. Therefore, the transfer of the technology to be applied is the manufacture of liquid smoke with pirolisator to make grilled fish and the use of vacuum packaging so that the result is better quality and durable in storage. Fish as food is a source of high quality protein, 10 essential amino acids available include the amino acids lysine, methionine and histidine. Lysine is one of the essential amino acids, and its presence in fish is highly perishable, so it needs to be applied in the form of community service how to produce processed fish that the lysine amino acid content does not change that fumigation with liquid smoke flavored liquid. Curingin fish especially lemuru (Sardinillalongceps) has been done because this type of fish is widely available in Indonesia and many people consuming these types of fish because the price is affordable. Of training undertaken smoked fish can be produced with a more yellow color and a longer shelf is 7-10 days. With the quality of smoked fish better so increase the selling price and will increase the income of fishing communities. Keywords: marine fish, liquid smoke, pirolisator Abstrak Kelurahan Tambaklorok , khususnya  disekitar TPI  yang berpenduduk 250 kk dimana  sekitar 70 % merupakam warga miskin dengan pekerjaan sebagai nelayan, penjual ikan,buruh dan pengangguran sehingga penghasilanya tidak menentu atau dibawah UMR  bahkan ada yang tidak berpenghasilan sama sekali.Untuk itu perlu adanya pola kemitraan usahadenganmentransfer teknologi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan memberdayakan nelayan khususnya nelayan dan masyarakat pengolah ikan untuk meningkatkan pendapatan dan taraf hidup nelayan. Selama ini pengasapan ikan yang dilakukan secara tradisional sehingga banyak menimbulkan polusi dan kualitas hasilnya tidak maksimal. Oleh karenanya transfer teknologi yang akan diterapkan adalah dengan pembuatan asap cair dengan pirolisator untuk membuat ikan panggang dan penggunaan pengemasan vacuum sehingga hasilnya lebih berkualitas dan tahan lama dalam penyimpanannya.Ikan sebagai bahan pangan merupakan  sumber protein yang tinggi kualitasnya, 10 jenis asam amino esensial tersedia diantaranya  asam-asam aminolisin,  metionin dan histidin.Lisin  merupakan salah satu asam amino esensial, dan keberadaanya dalam ikan sangat mudah rusak, sehingga perlu diaplikasikan dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat bagaimana cara memproduksi olahan ikan agar kandungan asam amino lisin tidak berubah yaitu pengasapan dengan asap cair .Pengasapan cair bercitarasa pada  ikan terutama ikan lemuru (Sardinilla longceps) sudah dilakukan  karena jenis ikan ini banyak terdapat di Indonesia dan masyarakat banyak mengkonsumsi jenis ikan ini karena harga yang terjangkau. Dari pelatihan yang dilakukan dapat dihasilkan ikan asap dengan warna yang lebih kuning dan daya simpannya lebih panjang yaitu 7-10 hari. Dengan kualitas ikan asap yang lebih baik sehingga harga jualnya naik dan akan meningkatkan pendapatan masyarakat nelayan. Kata kunci  :ikan laut, asap cair, pirolisator
OPTIMASI WAKTU PERENDAMAN DAN KONSENTRASI NATRIUM METABISULFIT PADA PROSES PRODUKSI TEPUNG SUKUN Kusumayanti, Heny; Faizah, Laila; Broto, R TD. Wisnu
METANA Vol 10, No 02: Desember 2014
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.085 KB) | DOI: 10.14710/metana.v10i02.11051

Abstract

Abstract The breadfruit plants were included in the tribe Moraceae produce breadfruit. Breadfruit can be used and consumed by the public into processed foods for a snack, can be in the form of fried breadfruit, boiled breadfruit, gethuk breadfruit. To overcome the breadfruit harvest time, and to extend the shelf life of breadfruit, breadfruit then can be made into other processed food products, including breadfruit can be processed into flour breadfruit. Breadfruit flour can be made using raw materials made breadfruit chips of a certain size, then the chips is soaked with a solution of natrium  metabisulphite with various concentrations and soaking time varies. In immersion chip by using solution of natrium metabisulphite 0,8 % yield breadfruit flour carbohydrate 25.87% with a soaking time 55 minutes. Key Words: breadfruit, breadfruit flour Abstrak Tanaman sukun yang termasuk dalam suku Moraceae menghasilkan buah sukun. Buah sukun dapat dimanfaatkan serta dikonsumsi masyarakat menjadi makanan olahan untuk camilan, bisa dalam bentuk sukun goreng, sukun rebus, gethuk sukun. Untuk mengatasi waktu panen raya sukun, dan untuk memperpanjang umur simpan buah sukun, maka buah sukun bisa dibuat menjadi produk olahan pangan yang lain, diantaranya buah sukun tersebut dapat diolah menjadi tepung sukun. Tepung sukun dapat  dibuat dengan menggunakan bahan baku buah sukun yang dibuat chip dengan ukuran tertentu, selanjutnya chip tersebut direndam dengan menggunakan larutan natrium metabisulfit dengan berbagai konsentrasi dan waktu perendaman yang bervariasi. Pada perendaman chip dengan menggunakan larutan natrium metabisulfit 0,8 % menghasilkan tepung sukun dengan kadar karbohidrat 25,87 % dengan waktu perendaman 55 menit. Key Words : buah sukun, tepung sukun