Articles

Found 8 Documents
Search

Membangun Tradisi Akademik Pendidikan Pesantren Dalam Pembentukan Karakter Munib, Munib
KABILAH : Journal of Social Community Vol 2 No 1 (2017): (Juni)
Publisher : LP2M STAI Nazhatut Thullab Sampang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (652.377 KB)

Abstract

Abstrak: Menetapkan tradisi akademis dalam pendidikan di dunia sekunder lebih rendah adalah sesuatu yang penting di lembaga formal dan informal baik di sekolah, universitas maupun di Pondok Pesantren. Keberhasilan MAN 3 Malang dan MAN Malang II Batu sebagai institusi unggulan dibantu oleh hadirnya sekolah-sekolah pendidikan (Ma'had) di sekolah dengan tradisi pendidikan pesantren dan budaya pesantren (Ma'hady culture) sehingga Para siswa di samping dilengkapi dengan sains mereka juga mendapat bimbingan di bidang teologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap tradisi akademis di pesantren ma'had al-Qalam MAN 3 Malang dan pesantren (ma'had) siswa al-Ulya MAN Malang II Batu dalam pembentukan karakter, dengan sub-fokus. meliputi: (1) tradisi akademik pendidikan pesantren, (2) nilai-nilai luhur tradisi Pondok Pesantren dalam membentuk karakter siswa yang menjadi tradisi atau budaya ma'had al-Qalam MAN 3 Malang dan ma'had al -Ulya MAN Malang II Batu.   Kata Kunci: Tradisi Akademik, Pendidikan, Karakter   Abstract: Establishing an academic tradition in education in the world of lower secondary is something that is important in the formal and informal institutions be it in schools, universities and in the Boarding School. The success of MAN 3 Malang and MAN Malang II Batu as a superior institution is helped by the presence in schools of education (Ma'had) in the school with a tradition of academic and cultural boarding school education(Ma'hady culture) so that the students in addition equipped with the science they also received guidance in the field of theology. This study aims to reveal the academic tradition in the boarding school(ma'had) al-Qalam MAN 3 Malang and boarding school(ma'had) al-Ulya MAN Malang II Batu students in the formation of character, with a sub-focus include: (1) academic tradition of boarding school education, (2) the noble values ​​of the Boarding School tradition in forming the character of students who become a tradition or culture in ma'had al-Qalam MAN 3 Malang and ma'had al-Ulya MAN Malang II Batu.   Keywords: Academic Tradition, Education, Character
PENGARUH TEMPERATUR KALSINASI DAN SUBSITUSI LOGAM NIKEL PADA PEMBENTUKAN FASA BARIUM M-HEXAFERRITTE (BAFE12-XNIXO19) MENGGUNAKAN FTIR (FOURIER TRANSFORM INFRA RED SPECTROSCOPY) Susilawati, Susilawati; Munib, Munib; Doyan, Aris
Jurnal PIJAR Vol 10, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal PIJAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sintesis Barium M-Hexaferrite (BaFe12-xNixO19) doping logam nikel telah dilakukan dengan metode korpresipitasi dan efeknya terhadap perubahan temperatur dan subsitusi dopan. Bahan dasar yang digunakan dalam sintesis BaCO3, FeCl3.6H2O dan logam nikel. Dalam penelitian ini digunakan variasi temperatur kalsinasi 80, 400, 600 dan 800°C selama 4 jam dengan variasi dopan 0; 0,4; 0,7 dan 0,9. Hasil sintesis dikarakterisasi dengan FTIR (Fourier Transform Infra Red Spectroscopy) merek Shimidzu tipe 8400 s. Hasil pembentuka fasa dari barium M-hexaferrite (BaFe12-xNixO19) diketahui melalui data FTIR seiring dengan meningkatkan temperatur kalsinasi yang digunakan diperoleh puncak yang muncul pada rentang bilangan gelombang 800 - 1650 cm-1 semakin sedikit, sehingga pembentukan fasa barium M-hexaferrite yang signifikan terbentuk pada temperatur kalsinasi 800 °C dan pada variasi dopan 0,7.
Pengembangan model pembelajaran tematik kelompok mata pelajaran Pendidikan Agama Islam berbasis artikulasi untuk mengembangkan keterampilan berfikir kritis siswa kelas X pada MAN I Kota dan MAN Sooko Mojokerto Munib, Munib
Ta'dibia: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol 6 No 2 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Raden Wijaya Mojokerto

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (635.083 KB)

Abstract

Articulation of cooperative learning model is one model of learning that can be used to improve student learning outcomes, especially on thematic learning. Because this model has several advantages, namely a student's readiness to train, train students' absorption, interaction easier.. The purpose of this research is the development of: Model making thematic learning groups of subjects of Islamic education based articulation that has been applied in MAN I Cities and Sooko MAN Mojokerto. Product Model thematic learning groups of subjects of Islamic education based articulation has been accomplished based analysis of trial data. Based on the measures that have been implemented can be concluded as follows. 1). Products are revised based on test results of theoretical and empirical are: assessment experts do not indicate a revision, but the results of the questionnaire, the revision by the student based on the questionnaire: (1) improving the use of resources in implementing the model (2) Changing the way the evaluation of the use of the model (3) Fix the model view or change the learning strategy. 2.) The products developed interesting for classical learning in the classroom and independently. 3) The product of these products can ease the burden of teachers in teaching. 4) The results of expert validation and testing, Model thematic learning groups of subjects based articulation of Islamic Education to develop critical thinking skills is fit for use for learning tematik.5) Products that are developed can increase students' motivation, and motivation is one of the conditions of the implementation of productive learning model in the form of thematic learning model subject groups based articulation of Islamic Education to develop critical thinking skills.
TAX AVOIDANCE (PENGHINDARAN PAJAK) OLEH WAJIB PAJAK DALAM PERSFEKTIF ISLAM emzaed, Ali murtado; Syaikhu, Syaikhu; soeradji, elvi; norwili, norwili; munib, munib; fitria, erry
eL-Mashlahah Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PALANGKA RAYA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tax Avoidance mempunyai spektrum persoalan yang luas, salah satunya adalah  transfer harga(transfer pricing). Transfer pricing merupakan salah satu  cara yang dipakai oleh wajib pajak perusahaan multinasional untuk  melakukan penghindaran pajak. Perilaku transfer pricing ini tidak dipandang sebagai perilaku yang  melanggar norma hukum  positif yang berlaku di negara kita. Padahal perilaku ini jelas-jelas telah menggerus pendapatan negara dari sektor perpajakan. Ada gap yang serius  antara aras substansi yang menjadi tujuan hukum (doelmatigheid) dengan aras kepastian hukum(rechtsmatigheid). Pada aras tujuan hukum bahwa aturan perpajakan dimaksudkan untuk pengumpulan pajak, sedangkan pada aras kepastian hukum bahwa penghindaran pajak tidak dikategorikan sebagai perbuatan yang bertentangan dengan aturan perpajakan itu sendiri. Artinya penghindaran pajak bertentangan dengan  tujuan hukum perpajakan. Peneliti  melihat persoalan ini dari perspektif hukum Islam yang didasarkan pada pendekatan normatif argumentatif. Penelitian ini telah menemukan adanya I’tikad tidak baik dari wajib pajak dalam memenuhi kewajibanya membayar pajak.
TAX AVOIDANCE (PENGHINDARAN PAJAK) OLEH WAJIB PAJAK DALAM PERSFEKTIF ISLAM emzaed, Ali murtado; Syaikhu, Syaikhu; soeradji, elvi; norwili, norwili; munib, munib; fitria, erry
eL-Mashlahah Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PALANGKA RAYA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tax Avoidance mempunyai spektrum persoalan yang luas, salah satunya adalah  transfer harga(transfer pricing). Transfer pricing merupakan salah satu  cara yang dipakai oleh wajib pajak perusahaan multinasional untuk  melakukan penghindaran pajak. Perilaku transfer pricing ini tidak dipandang sebagai perilaku yang  melanggar norma hukum  positif yang berlaku di negara kita. Padahal perilaku ini jelas-jelas telah menggerus pendapatan negara dari sektor perpajakan. Ada gap yang serius  antara aras substansi yang menjadi tujuan hukum (doelmatigheid) dengan aras kepastian hukum(rechtsmatigheid). Pada aras tujuan hukum bahwa aturan perpajakan dimaksudkan untuk pengumpulan pajak, sedangkan pada aras kepastian hukum bahwa penghindaran pajak tidak dikategorikan sebagai perbuatan yang bertentangan dengan aturan perpajakan itu sendiri. Artinya penghindaran pajak bertentangan dengan  tujuan hukum perpajakan. Peneliti  melihat persoalan ini dari perspektif hukum Islam yang didasarkan pada pendekatan normatif argumentatif. Penelitian ini telah menemukan adanya I’tikad tidak baik dari wajib pajak dalam memenuhi kewajibanya membayar pajak.
Sinerjitas Pesantren Dan Perguruan Tinggi STAI Nazhatut Thullab Sampang Dalam Pemberdayaan Masyarakat Perspektif Manajemen Munib, Munib; Ismail, Ismail
KABILAH : Journal of Social Community Vol 3 No 1 (2018): (Juni)
Publisher : LP2M STAI Nazhatut Thullab Sampang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.937 KB)

Abstract

Abstrak: Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Keberhasilan pendidikan pada semua jalur, jenis, dan jenjang pendidikan dalam pemberdayaan masyarakat akademis (santri) sangat dipengaruhi adanya lembaga pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan masyakat yang berada di lingkungan pesantren. oleh sebab itu perlu adanya sinerjitas pesantren dan perguruan tinggi dalam pemberdayaan masyarakat. Tujuan kami dalam penulisan artikel ini adalah untuk meneliti dan mengetahui sejauh mana adanya sinerjitas pesantren dan perguruan tinggi dalam pemberdayaan masyarakat dalam perspektif manajemen di STAI Nazhatut Thullab Sampang.   Kata Kunci: Sinerjitas Pesantren, Manajemen, Perguruan Tinggi, Pemberdayaan Masyarakat.   Abstract: National education function to develop ability and form the character and civilization of dignified nation in order to educate the life of the nation, aims to the development of the potential of learners to become human beings who believe and pious to God Almighty, noble, healthy, knowledgeable, skilled, creative, independent and become a democratic and responsible citizen. The success of education in all pathways, types, and levels of education in the empowerment of academic societies (santri) is strongly influenced by educational institutions in accordance with the needs of the communities in the pesantren environment. therefore the need for synergy of pesantren and universities in community empowerment. Our goal in writing this article is to examine and find out the extent to which the synergy of boarding schools and universities in community empowerment in management perspective in STAI Nazhatut Thullab Sampang.   Keywords: Pesantren Synergy, Management, Higher Education, Community Empowerment.
TAX AVOIDENCE (PENGHINDARAN PAJAK) OLEH WAJIB PAJAK DALAM PERSFEKTIF ISLAM Emzaed, Ali Murtadho; Syaikhu, Syaikhu; Soeradji, Elvi; norwili, norwili; munib, munib; Fitria, Erry
eL-Mashlahah Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PALANGKA RAYA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.512 KB)

Abstract

Tax Avoidance mempunyai spektrum persoalan yang luas, salah satunya adalah transfer harga(transfer pricing). Transfer pricing merupakan salah satu cara yang dipakai oleh wajib pajakperusahaan multinasional untuk melakukan penghindaran pajak. Perilaku transfer pricing initidak dipandang sebagai perilaku yang melanggar norma hukum positif yang berlaku di negarakita. Padahal perilaku ini jelas-jelas telah menggerus pendapatan negara dari sektor perpajakan.Ada gap yang serius antara aras substansi yang menjadi tujuan hukum (doelmatigheid) denganaras kepastian hukum(rechtsmatigheid). Pada aras tujuan hukum bahwa aturan perpajakandimaksudkan untuk pengumpulan pajak, sedangkan pada aras kepastian hukum bahwapenghindaran pajak tidak dikategorikan sebagai perbuatan yang bertentangan dengan aturanperpajakan itu sendiri. Artinya penghindaran pajak bertentangan dengan tujuan hukumperpajakan. Peneliti melihat persoalan ini dari perspektif hukum Islam yang didasarkan padapendekatan normatif argumentatif. Penelitian ini telah menemukan adanya I’tikad tidak baik dariwajib pajak dalam memenuhi kewajibanya membayar pajak.
Pengaruh Core Skills Training, pedagogical reflective training, In-service training terhadap Motivasi kerja serta dampaknya terhadap Kinerja Dosen Tetap di Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Raden Wijaya Mojokerto Munib, Munib
Ta'dibia: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol 7 No 2 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Raden Wijaya Mojokerto

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.317 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah : 1) Untuk mengetahui Core Skills Training, pedagogical reflective training, dan  In-service training berpengaruh secara simultan terhadap motivasi kerja. 2) Untuk mengetahui Core Skills Training, pedagogical reflective training, dan  In-service training berpengaruh secara parsial terhadap motivasi kerja. 3) Untuk mengetahui diantara ketiga variabel yang berpengaruh paling dominan diantara Core Skills Training, pedagogical reflective training, dan  In-service training terhadap motivasi kerja. 4) Untuk mengetahui Core Skills Training, pedagogical reflective training,  In-service training dan motivasi kerja berpengaruh secara simultan terhadap Kinerja. 5) Untuk mengetahui Core Skills Training, pedagogical reflective training,  In-service training dan motivasi kerja berpengaruh secara parsial terhadap Kinerja 6) Untuk mengetahui diantara keempat variabel yang berpengaruh paling dominan diantara Core Skills Training, pedagogical reflective training,  In-service training dan motivasi kerja terhadap Kinerja. 7) Untuk mengetahui Core Skills Training, pedagogical reflective training, dan  In-service training berpengaruh secara tidak langsung terhadap Kinerja melalui motivasi kerja. Penelitian ini adalah penelitian explanatory research. jumlah populasi dalam penelitian ini hanya 21 orang. Dalam penelitian ini penulis menggunakan teknik analisis regresi linear berganda dengan analisis jalur untuk mengetahui adanya pengaruh langsung / direct effect dan pengaruh tidak langsung / indirect effect. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut : 1) Terdapat pengaruh secara simultan Core Skills Training, pedagogical reflective training, dan  In-service training terhadap motivasi kerja. 2) Terdapat pengaruh secara parsial Core Skills Training, pedagogical reflective training, dan  In-service training terhadap motivasi kerja. 3)  In-service training berpengaruh paling dominan terhadap motivasi kerja. 4) Terdapat pengaruh secara simultan Core Skills Training, pedagogical reflective training,  In-service training dan motivasi kerja terhadap Kinerja. 5) Terdapat pengaruh secara parsial Core Skills Training, pedagogical reflective training,  In-service training dan motivasi kerja terhadap Kinerja. 6)  In-service training berpengaruh paling dominan terhadap Kinerja. 7) Core Skills Training, pedagogical reflective training, dan  In-service training berpengaruh secara tidak langsung terhadap Kinerja.