Sugeng Hari Wisodo, Sugeng Hari
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

MUSIM DAN DAERAH PENANGKAPAN IKAN CAKALANG DI LAUT BANDA DAN SEKITARNYA PROVINSI MALUKU Waileruny, Welem; Wiyono, Eko Sri; Wisodo, Sugeng Hari; Purbayanto, Ari; Nurani, Tri Wiji
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 1 (2014): MEI 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24319/jtpk.5.41-54

Abstract

Suhu permukaan laut (SPL) dan klorofil-a (CHL) merupakan parameter oseanografi yang penting dan sering digunakan untuk memprediksi daerah penangkapan potensial menggunakan remote sensing. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dan memetakan daerah penangkapan ikan cakalang di Laut Banda dan sekitanya Provinsi Maluku berdasarkan perubahan musim. Data SPL dan CHL diambil dari analisis data citra satelit, hasil observasi sensor Aqua MODIS level 3 dengan resolusi spasial 4 km dan resolusi temporal bulan dan musiman. Data citra dianalisis dengan program SEADAS 5.2. Hasil analisis menunjukkan suhu permukaan laut (SPL) dan konsentrasi klorofil-a di Laut Banda dan sekitarnya mengalami fluktuasi dari bulan ke bulan. Kondisi ini mempengaruhi fluktuasi SPL dan CHL musiman. Rata-rata suhu tertinggi berada pada musim barat dan pancaroba pertama sedangkan suhu terendah di musim timur. Berbeda dengan konsentrasi klorofil-a, tertinggi pada musim timur dan terendah pada musim pancaroba pertama. Ada korelasi antara peningkatan suhu dan penurunan konsentrasi klorofil-a. Suhu permukaan laut juga memiliki korelasi negatif dengan CPUE dan mempengaruhi pembentukan daerah penangkapan ikan. Daerah penangkapan cakalang di Laut Banda dengan CPUE tertinggi pada semua musim ada di sebelah barat Pulau Seram sekitar Pulau Buano, Kelang dan Manipa atau pada posisi 126,7º-128º BT dan 2.6º-3.4º LS, di sekitar Laut Banda pada posisi 127º-130,3º BT dan 3.2º-4º LS.
LAMPU LED BAWAH AIR SEBAGAI ALAT BANTU PEMIKAT IKAN PADA BAGAN APUNG Sulkhani, Eko; Purbayanto, Ari; Wisodo, Sugeng Hari; Mawardi, Wazir
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 1 (2014): MEI 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24319/jtpk.5.83-93

Abstract

Penelitian lampu LED bawah air dilakukan untuk merancang dan membuat lampu LED bawah air sebagai alat bantu pemikat ikan, untuk menganalisis kekuatan bahan yang digunakan, untuk menganalisis nilai iluminasi cahaya dan distribusi yang dihasilkan dari lampu, dan untuk mendeskripsikan dan menganalisis hasil tes dari lampu LED bawah air. Penelitian ini dibagi atas tiga tahap, kegiatan pengujian material, perancangan dan pembuatan lampu LED bawah air, dan uji coba lapangan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai beban maksimum yang dapat ditahan oleh resin berkisar antara 914.27-1177.34 kgf/cm2 . Nilai beban maksimum yang dapat ditahan oleh akrilik 1.238.65-1539.30 kgf/cm2 . Desain instrumen dibangun untuk digunakan dalam air, dengan bahan dan resin akrilik sebagai perlindungan/ tahan air. Desain lampu yang dibuat terintegrasi dengan sistem kamera CCTV untuk memudahkan deteksi ikan. Lampu LED yang digunakan adalah jenis tipe RGB High Power LED 10 watt yang dihubungkan dengan water proof driver step down tipe CC-CV (QSKJ) LED driver dengan spesifikasi IN: DC.7-35V OUT: DC.2-30V. Jumlah driver yang digunakan adalah sebanyak 9 buah, dimana lampu bagian atas sebanyak 6 lampu dihubungkan dengan 1 driver untuk setiap warna. Sedangkan pada lampu bagian bawah, setiap 3 lampu dihubungkan dengan 1 driver pada setiap warna. Hasil pengukuran intensitas cahaya pada medium udara menunjukkan cahaya biru memiliki intensitas yang tertinggi dibandingkan dengan warna merah dan putih. Jenis ikan yang ditangkap selama 5 kali trip bagan apung adalah sebanyak 8 spesies, terdiri dari Auxis sp., Loligo sp., Rastrelliger sp., Trichiurus sp., Sardinella sp., Decapterus sp., dan Leiognathus sp. Hasil pengujian yang dilakukan selama 5 trip menunjukkan tangkapan dominan adalah ikan petek (Leiognathus sp.) sebanyak 288 spesies, dan Loligo sp. sebanyak 266 spesies. Rumpon elektronik pada bagan yaitu dengan menambah intensitas dan daya pada atraktor cahaya, serta adanya kajian lebih dalam terhadap frekuensi suara yang direspon oleh ikan.
STRATEGI SISTEM PENANGANAN IKAN TUNA SEGAR YANG BAIK DI KAPAL NELAYAN HAND LINE PPI DONGGALA Mboto, Normawati K; Nurani, Tri Wiji; Wisodo, Sugeng Hari; Mustaruddin, Mustaruddin
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 2 (2014): NOVEMBER 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24319/jtpk.5.189-204

Abstract

Mempertahankan kesegaran ikan tuna hasil tangkapan sangat penting demi mendapatkan mutu ikan tuna yang baik sehingga memiliki nilai jual yang tinggi. Kesegaran ikan tuna dapat dipertahankan jika terbentuk suatu strategi sistem penanganan ikan tuna segar yang baik di atas kapal. Tujuan penelitian ini adalah merumuskan suatu strategi untuk membantu meningkatkan mutu ikan tuna hasil tangkapan nelayan hand line karena melihat permasalahan mutu ikan tuna yang dihadapi oleh nelayan hand line PPI Donggala maka diperlukan suatu tindakan untuk mengubah sistem penangaan ikan tuna segar ke arah yang lebih baik. Metode yang digunakan dalam pengambilan data yaitu observasi dan wawancara dengan nelayan, pengumpul serta instansi terkait. Analisis data untuk menyusunan strategi pada sistem penanganan ikan tuna segar skala nelayan hand line dilakukan melalui pendekatan analisis SWOT dengan mengidentifikasi berbagai faktor lingkungan internal dan eksternal secara sistematik dan dilanjutkan dengan merumuskannya. Kemudian dengan membandingkan antara faktor internal yaitu kekuatan (Strengths), dan kelemahan (Weakness) dengan faktor eksternal yaitu peluang (Opportunities) dan ancaman (Threats). Berdasarkan hasil analisis didapatkan beberapa strategi untuk menangani masalah yang dihadapi nelayan hand line yaitu Strategi SO yang meliputi pengaturan sistem operasi penangkapan nelayan hand line dan perbaikan sistem rantai pemasaran ikan tuna segar, strategi ST yang meliputi penerapan sistem manajemen mutu terpadu dan pembuatan SOP penanganan ikan tuna segar diatas kapal hand line, strategi WO yang meliputi penerapan sertifikasi tentang cara penanganan ikan yang baik di atas kapal hand line dan pendampingan oleh teknisi dari instansi terkait kepada nelayan hand line tentang cara penangkapan dan penanganan ikan tuna segar yang baik serta strategi WT yang meliputi penambahan dan perbaikan alat bantu penanganan ikan tuna segar yang lebih baik.
KELEMBAGAAN KEUANGAN MENDUKUNG INDUSTRI PENANGKAPAN TUNA DI INDONESIA Purba, Charles Bohlen; Haluan, John; Simbolon, Domu; Wisodo, Sugeng Hari
Jurnal Kebijakan Perikanan Indonesia Vol 1, No 1 (2009): (Mei 2009)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jkpi.1.1.2009.77-85

Abstract

Perikanan tuna berpeluang dikembangkan di Indonesia. Kekurangan dana dan perhatian institusi perbankan merupakan salah satu kendala. Pada dasarnya terdapat beberapa skema pembiayaan yang dapat digunakan pengusaha untuk pengembangan usaha perikanan tuna. Skema tersebut dibahas pada makalah ini. Salah satu skema tersebut adalah lembaga keuangan non bank yang dikembangkan secara bersama oleh perbankan dan masyarakat. Pemerintah patut melakukan sosialisasi pada perbankan tentang peluang pengembangan usaha di bidang perikanan tuna.Tuna fishery has an opportunity to be developed in Indonesia. However, financial unavailabity and unawareness of banking institutions are hindrances of development. There are several financial schemes that can be used to develop tuna fishery that are elaborated in this paper. One of those are non banking institution that is co established by banking institution and fishermen. The government should provide information to and aware banking institutions on tuna fishing opportunity and its business prospects.