Saptono Waspodo, Saptono
Program Studi Budidaya Perairan Universias Mataram

Published : 11 Documents
Articles

Found 11 Documents
Search

THE EFFECT OF FEEDING APPLE SNAILS ON THE GROWTH AND SURVIVAL OF SAND LOBSTER (Panulirus homarus)

Jurnal Perikanan Unram Vol 8 No 2 (2018): Jurnal Perikanan
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.475 KB)

Abstract

The aim of study was to determine    the effect of feeding apple snails on the growth and survival of sand lobster (panulirus homarus). The experiment used Completely Randomized Design with five  different treatments. The treatments were P1 (100% trash fish as control), P2 (50% trash fish + 50% fresh apple snail), P3 (50% trash fish + 50% processed apple snail), P4 (100% fresh apple snail), and P5 (100% processed apple snail). The data obtained were analyzed using analysis of variance (ANOVA) with a significant level of 5% and Duncan test was carried out with a significant level of 5% to find out the best treatment. Based on the results of the study showed that all treatments had a significantly different effect (p<0.05) on absolute growth, specific growth, feed conversion ratio and feed efficiency. Feeding 100% fresh apple snail is the best treatment compared to other treatments.

EKPLORASI DAN PENANGKARAN BIBIT RUMPUT LAUT (Eucheuma cottonii) DI PERAIRAN TELUK EKAS LOMBOK TIMUR

Jurnal Biologi Tropis Jurnal Biologi Tropis Vol.19 No.1 Januari-Juni 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.295 KB)

Abstract

Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan bibit Eucheuma cottonii dari habitat aslinya di perairan Teluk Ekas dan menangkarkan bibit tersebut. Penelitian ini dilakukan di Teluk Ekas Lombok Timur Nusa Tenggara Barat. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode ekplorasi di perairan Teluk Ekas serta mendeskripsikan hasil pengamatan. Eucheuma cottonii yang berhasil di temukan dan di ekslporasi dari perairan Teluk Ekas, memiliki ciri morfologi lebih banyak memiliki bakal talus sehingga tampak sebagai duri-duri pada thalus. Talus keras dan kaku serta berwarna coklat kehijauan. Eucheuma cottoniidijumpai menempel pada batuan dan karang yang berada pada kisaran kedalaman 1 meter sampai dengan 1,5 meter. Eucheuma cottoniimenempel kuat pada subtrat sehingga sulit untuk diambil dengan tangan, harus menggunakan pisau atau alat pemotong lainnya. Eucheuma cottoniidapat ditangkarkan dan tumbuh dengan baik di perairan Teluk Ekas.  Kata kunci: Kappaphycus alvarezii, habitat, talus, karang, domestikasi  Abstract: The objective of this study was to obtain Eucheuma cottonii seeds from their natural habitat in Ekas Bay and breed these seeds. This research was conducted in Ekas Bay, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. The method used in this study is the exploration method and description method. Eucheuma cottonii which has been found, has more morphological characteristics that have a talus so that it appears as thorns in the thalus. Talus is hard and stiff and has a greenish brown color. Eucheuma cottonii was found attached to rocks and corals which were in the range of 1 meter to 1.5 meters. Eucheuma cottonii sticks firmly to the substrate so that it is difficult to take by hand, must use a knife or other cutting tool. Eucheuma cottonii can be bred and grow well in Ekas Bay. Keywords : Kappaphycus alvarezii, habitat, talus, coral, domestication

THE EFFECT OF VARIOUS CULTIVATING MEDIA OF AQUAPONIC ON DECREASING OF NITRATE AND PHOSPHATE IN COMMON CARP (Cyprinus carpio) CULTURE

Jurnal Perikanan Unram Vol 8 No 1 (2018): Jurnal Perikanan
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.067 KB)

Abstract

This reasearch aimed to know the effect of various aquaponic media on decreasing of nitrate and phosphate level in common carp culture. This research was designed with Completely Randomize Design with four treatment and three replications. Treatments consist of one control (without aquaponic), aquaponic with pumice media, aquaponic with fern roots media, and aquaponic with coconut fiber media. Pumice media gave significant value in  decreasing nitrate and phospate level. Nitrate and phospate level decreased of 65,55 % and 94,06 %, respectively. Aquaponic with pumice media result 69,3 % of survival rate and 2,3 % of spesific growth rate per day.

PENGARUH KOMPOSISI PAKAN ALAMI Isochrysis galbana, Pavlova lutheri, dan Choetoceros sp. TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP LARVA KERANG MUTIARA (Pinctada maxima)

Jurnal Perikanan Unram Vol 3 No 2 (2013): Jurnal Perikanan Unram
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1602.966 KB)

Abstract

Permasalahan yang sering dihadapi dalam usaha pembenihan kerang mutiara P.maxima adalah pertumbuhan larva yang lambat dan kelangsungan hidup yang rendah. Beberapa penelitian tentang pemberian  pakan alami dengan komposisi  yang seimbang  jenis I. Galbana, P. Lutheri dan Chaetoceros  sp. telah dilakukan,  namun  belum memberikan  hasil optimal.  Tujuan  penelitian ini adalah  untuk mengetahui pengaruh  perbedaan komposisi pakan alami jenis I. Galbana, P. Lutheri dan Chaetoceros  sp dan komposisi pakan  alami yang optimum  untuk pertumbuhan   dan kelangsungan   hidup larva kerang  mutiara P. maxima. Penelitian ini dilakukan pada larva stadia D-larva sampai stadia Umbo akhir. Larva dipelihara  pada wadah volume 20 I dan diisi penuh dengan air laut dengan padat penebaran  1  larva/ml. Rancangnn  Acak Lengkap dengan  6 perlakuan  dan 3 kali ulangan, yaitu pemberian  pakan alami dengan  komposisi  I.galbana 100%. P. lutheri 100%, Chaetoceros  sp 100%, I.galbana 50% +  P. lutheri 30% + Chaetoceros  sp 20%, I.galbana 20% +  P. lutheri 50% + Chaetoceros  sp 30%, dan komposisi I.galbana 50% +  P. lutheri 30% + Chaetoceros  sp 20%. Untuk mengetahui pengaruh  perlakuan  dilakukan analisis sidik ragam (ANSIRA) yang dilanjutkan   dengan  uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil penelitan menunjukan bahwa pemberian pakan alami  dengan  komposisi yang berbeda berpengaruh  nyata (P<0.05)  tcrhadap  pertumbuhan  dan kelangsungan hidup larva kerang mutiara. Komposisi  pakan yang optimum  dan efisien untuk pertumbuhan dan kelangsungan hidup larva kerang  mutiara, P. maxima  adalah komposisi  pakan I.galbana 50% +  P. lutheri 30% + Chaetoceros  sp 20%

PENGARUH KEPADATAN INOKULUM TERHADAP PERTUMBUHAN POPULASI DAN BIOMASSA Spirulina Sp.

Jurnal Perikanan Unram Vol 3 No 2 (2013): Jurnal Perikanan Unram
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1330.975 KB)

Abstract

Spirulina sp. merupakan salah satu pakan alami yang potensial untuk larva udang dan ikan karena mempunyai nilai gizi tinggi antara lain protein 63-68 %. karbohidrat 18-20 %, dan lemak 2-3%. Kandungan protein yang tinggi ini menyebabkan Spirulinna sp. dipilih sebagai pakan yang dapat menekan besarnya kematian larva. Pertumbuhan  populasi Spirulinna sp. dapat dipengaruhi oleh kepadatan inokulum yang dapat mempengaruhi biomassa. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui kepadatan inokulum yang menghasilkan pertumbuhan populasi  dan biomassa Spirulinna sp. paling tinggi. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 14 Maret sampai 4 April 2013 di Laboratorium Budidaya Perairan Universitas Mataram. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental yang disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor yaitu kepadatan inokulum yang terdiri dari empat aras yaitu: 5.000, 10.000, 15.000 dan 20.000 sel/ml masing-masing diulang sebanyak 5 kali. Pengamatan jumlah sel Spirulinna sp. dilakukan setiap hari selama 10 hari masa kultur, kemudian dihitung pertumbuhan populasi dan biomassanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepadatan populasi awal yang berbeda menghasilkan pertumbuhan populasi berbeda pula namun tidak menghasilkan pertumbuhan biomassa yang berbeda. Perlakuan dengan kepadatan populasi awal 5.000 sel/ml menghasilkan pertumbuhan populasi tertinggi yaitu 3.98668 sel/ml.

PENGARUH EKSTRAK DAUN KETAPANG Terminalia cattapa TERHADAP SlNTASAN DAN PERTUMBUHAN LARVA IKAN BOTIA Chromobotia macracanthus

Jurnal Perikanan Unram Vol 6 No 1 (2015): Jurnal Perikanan
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.334 KB)

Abstract

Ikan botia Chromobotia macracanthus merupakan spesies ikan hias air tawar asli Indonesia yang me­ miliki nilai  ekonomis tinggi  dan  merupakan komoditas potensial  yang keberadaannya  di  alam sudah  mu­ lai berkurang.  Kegiatan budidaya  merupakan  salah  satu  upaya  untuk melestarikan  keberadaan  ikan botia. Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui konsentrasi ekstrak daun  ketapang  Terminalia cattapa yang op­ timal  untuk  meningkatkan  sintasan  dan  pertumbuhan  ikan  botia.  Media  pemeliharaan  yang  diberi  daun ketapang dengan  penambahan  konsentrasi yang  berbeda  sebagai  perlakuan yaitu  0,  0.3,  0.6,  0.9,  1.2 g/L masing-masing diulang sebanyak 4 kali. Jenis pakan berupa artemia. Parameter yang diamati adalah sintasan, pertumbuhan, total bakteri, kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan media yang terbaik untuk pemeliharaan ikan botia adalah media dengan penambahan daun ketapang 0,3 g/L, dengan nilai sintasan  tertinggi sebe­ sar 98%, panjang mutlak 1,435 cm, berat mutlak 0,148 g, panjang spesifik 1,82%, dan berat spesifik 15,87%.

PENGARUH PERBEDAAN JENIS SHELTER TERHADAP KELANGSUNGAN HIDUP DAN PERTUMBUHAN POST PUERULUS LOBSTER PASIR (Panulirus homarus)

Jurnal Perikanan Unram Vol 6 No 1 (2015): Jurnal Perikanan
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.298 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian shelter yang berbedatehadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih lobster pasir dan mengetahui shelter yang terbaik untuk meningkatkan pertum­ buhan dan kelangsungan hidup benih lobster pasir. Penelitian ini dilaksanakan selama 45 hari di Balai Budidaya Laut (BBL) Lombok. Penelitian ini bersifat eksperimental dan Rancangan yang digunakan adalah RAL, di mana faktor-faktor lain di luar perlakuan dianggap homogen, dangan mengunakan faktor tunggal yang terdiri atas lima aras perlakuan, yaitu A (kontrol), B (shelter net), C (shelter waring bertingkat), D (shelter rumput laut), dan E (shelter paralon). Masing-masing perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak 4 kali sehingga diperoleh 20 buah unit percobaan. Penelitian ini menggunakan post puerulus lobster pasir dengan berat awal 4,93±2, 11gram dengan padat tebar 12 ekor/keranjang dan diberi pakan ikan lemuru sebanyak 15 % dari berat tubuh dengan frekuensi pem­ berian pakan dua kali sehari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian shelter yang berbeda menghasilkan berat lobster dengan nilai berkisar antara 3.37±0.32-3.77±0.27gram, nilai untuk panjang karapaks berkisar antara 0.44±O.10-O.55±0.04     gram, nilai untuk laju pertumbuhan berat spesifik berkisar antara1.35±0.16-1.51±O.14%, untuk nilai laju pertumbuhan panjang karapaks spesifik berkisar antara 0.42±O.09-O.54±O.02%, dan nilai kel­ angsungan hidup lobster berkisar antara 39,58±7.98 - 41,67±6.81 %. Berdasarkan hasil yang diperoleh dalam penelitian ini maka dapat diambil kesimpulan bahwa pemberian shelter yang berbeda tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup lobster pasir (ANOVA  satu arah dengan tingkat signifikansi 5%).

PENGARUH PENAMBAHAN VITAMIN C DALAM PAKAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN TINGKAT KELANGSUNGAN HIDUP BENIH BAWAL BINTANG Trachinotus blochii

Jurnal Perikanan Unram Vol 6 No 1 (2015): Jurnal Perikanan
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.819 KB)

Abstract

Penelitian   ini   bertujuan   mengetahui   pengaruh   penabahan   vitamin   C   dalam   pakan   terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan bawal bintang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni sampai   Juli 2014 di Balai Budidaya Laut Sekotong Lombok Barat. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode  eksperimental menggunakan  Rancangan Acak  lengkap (RAL) yang terdri  dari lima perlakuan dan empat ulangan yaitu kontrol (tanpa penambahan vitamin C), penambahan vitamin C dalam pakan dengan dosis 0,25%,  0,50%, 0,75% dan  1%. Hasil penelitian menggunakan sidik ragam taraf nyata (a)  5% dan dilakukan uji  beda nyata jujur  (BNJ)  menunjukkan bahwa penambahan vitamin C  dalam pakan dapat meningkatkan pertumbuhan  berat dan  panjang  serta tingkat kelangsungan hidup  benih  ikan bawal bintang. Penambahan  vitamin  C  dengan  dosis  1% menghasilkan pertumbuhan  berat  mutlak,  pertumbuhan  panjang mutlak dan lanju pertumbuhan berat dan panjang tertinggi dibandingkan dengan perlakuan yang lain sedangkan kelangsungan hidup  (SR) menunjukan hasil  100% disetiap perlakuan. Dengan demikian  dapat disimpulkan penambahan vitamin C dengan dosis 1% yang terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan berat dan panjang benih bawal  bintang  dan  tidak memberikan  pengaruh  terhadap tingkat kelangsungan hidup  benih bawal bintang.

TINGKAT KELANGSUNGAN HIDUP DAN PERTUMBUHAN BENIH lKAN BADUT Amphiprion ocellaris PADA MEDIA BERSALINITAS RENDAH

Jurnal Perikanan Unram Vol 7 No 2 (2015): Jurnal Perikanan
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (624.468 KB)

Abstract

Ikan badut (Amphiprion ocel/aris) merupakan salah satu jenis ikan hias yang hidup di sekitaran kawasan terumbu karang dan anemon yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Untuk mengurangi aktivitas penangkapan ikan hias air laut dengan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan membawa implikasi terhadap upaya untuk mem­ produksi ikan hias air laut. Salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan budidaya adalah pemilihan lokasi. Secara geografis beberapa daerah di Indonesia memiliki perairan payau yang cukup memadai. Namun, banyaknya tambak yang kosong serta tidak produktif lagi dapat dijadikan altematif perluasan lokasi budidaya ikan hias di perairan payau. Namun, belum ada yang mencoba untuk membudidayakan ikan hias air laut di perairan payau. Hal ini dikarenakan kekhawatiran mereka akan ketahanan hidup dan perubahan wama yang terjadi akibat peruba­ han salinitas yang sering terjadi di perairan payau. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari-Maret 2014, di Balai Benih Ikan (BBI), Kelurahan Sayang- sayang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh salinitas terhadap tingkat kelangsungan hidup dan pertumbuhan ikan badut (A. ocellaris) pada salinitas rendah dan  mengetahui salinitas minimal untuk membudidayakan ikan badut (A. ocellaris). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari enam perlakuan dan tiga ulangan yaitu, salinitas 32 ppt, 29 ppt, 26 ppt, 23 ppt, 20 ppt dan salinitas 17 ppt. Hasil penelitian menggunakan analisis sidik ragam pada taraf nyata (a) 5% dan dilakukan uji beda nyata jujur (BNJ) menunjukan bahwa penggunaan salinitas rendah memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan panjang mutlak, berat mutlak dan tingkat kelangsungan hidup. Berdasarkan hasil tingkat kelangsungan hidup, panjang mutlak dan berat mutlak perlakuan dengan salinitas 32 ppt 29 ppt berbeda nyata dengan salinitas 26 ppt, 23 ppt, 20 ppt dan 17 ppt. Sedangkan pada salinitas 26 ppt, 23 ppt, dan 20 ppt berbeda nyata dengan salinitas 17 ppt. Sehingga dapat di simpulkan bahwa salinitas minimal ikan badut yang tidak mempengaruhi tingkat kelangsungan hidup, panjang mutlak dan berat mutlak adalah hingga salinitas 29 ppt.

PENGARUH FREKUENSI PEMBERIAN PAKAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN TINGKAT KELANGSUNGAN HIDUP BENIH lKAN BAWAL BINTANG Trachinotus blochii

Jurnal Perikanan Unram Vol 7 No 2 (2015): Jurnal Perikanan
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.782 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh frekuensi pemberian pakan terhadap pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup benih ikan bawal bintang Trachinotus blochii,Untuk mengetahui frek­ uensi pemberian pakan yang paling baik untuk menunjang laju pertumbuhan benih ikan bawal bintang T. blochii. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai Februari 2015 di Balai Perikanan Budidaya Laut Lombok Sekotong Lombok Barat. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak lengkap (RAL) yang terdri dari lima perlakuan dan empat ulangan yaitu frekuensi pemberian pakan 1 kali sehari, 2 kali, 3 kali, 4 kali dan 5 kali sehari. Hasil penelitian menggunakan sidik ragam taraf nyata (a) 5% dan dilakukan uji beda nyata jujur (BNJ) menunjukkan bahwa frekuensi pemberian pakan dapat meningkatkan pertumbuhan berat dan panjang serta tingkat kelangsungan hidup benih ikan bawal bintang. Frekuensi pemberian pakan 5 kali sehari menghasilkan pertumbuhan berat mutlak, pertumbuhan panjang mutlak dan laju pertumbuhan berat dan panjang tertinggi dibandingkan dengan perlakuan yang lain. Untuk kelangsungan hidup (SR) menunjukan hasil 100% pada perlakuan 3,4, dan 5 sedangkan pada.perlakuan I yaitu 89,29 dan 2 yaitu 96,43. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa frekuensi pemberian pakan berpengaruh terhadap pertumbuhan dan kel­ angsungan hidup. Perlakuan 4 dan 5 menunjukkan pertumbuhan tertinggi dengan tingkat kelangsungan hidup 100 %.