Dafiuddin Salim, Dafiuddin
Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Lambung Mangkurat, Kalimantan Selatan

Published : 9 Documents
Articles

Found 9 Documents
Search

ANALYSIS OF MARINE TOURISM POTENTIAL IN THE KERAYAAN ISLAND OF KOTABARU REGENCY Salim, Dafiuddin; Rochgiyanti, Rochgiyanti; Mattiro, Syahlan
- Vol 1, No 2 (2017): Volume 7 Nomor 2 Desember 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/fs.v1i2.4544

Abstract

This study aims to identify and develop the potential of marine tourism in the Kerayaan Island. Data analysis is done with based on the validity of data obtained from the field observations which then processed and discussed in a descriptive. The results show the potential of coral reefs as marine tourism on the island is quite extensive and is categorized as still good with the biodiversity of reef fish and marine life high. Physical-chemical conditions of the waters are still good and according to the criteria of quality standards for marine tourism and supported its presence among the Makassar Strait and the Java Sea as well as a Coral Triangle World (Coral Triangle). With such a location, coral reef ecosystems and their biota have very close bioecological connectivity with other areas, especially other islands.
KONSERVASI MAMALIA LAUT (CETACEA) DI PERAIRAN LAUT SAWU NUSA TENGGARA TIMUR Salim, Dafiuddin
Jurnal Kelautan Vol 4, No 1: April (2011)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v4i1.888

Abstract

Perairan Indonesia merupakan daerah ruaya (migration)dari jenis-jenis mamalia laut (marine mammals) seperti paus, lumba-lumba dan ikan duyung, terutama di wilayah Indonesia bagian timur.Cetacea dan berbagai jenis biota laut peruaya lainnya termasuk jenis penyu hingga saat ini keberadaannya semakin terancam.Pemerintah Indonesia, melalui Departemen Kelautan dan Perikanan melakukan upaya perlindungan spesies bagi mamalia laut dengan membentuk dan menetapkan kawasan konservasi Laut Sawu sebagai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (KKNP).Penetapan suatu kawasan menjadi kawasan yang dilindungi tidak lepas dari kendala dan hambatan yang dihadapinya, tetapi hambatan dan kendala ini dapat dijadikan suatu tantangan dalam mengelola sumberdaya alam yang lebih efektif.Pengelolaan yang efektif bagi mamalia laut yakni dengan tetap melindungi ekosistem dan habitatnya, melakukan penelitian dan monitoring, pemantauan terhadap illegal fishing maupun destructive fishing.Kata Kunci :Cetacea, Konservasi, Tantangan, Pengelolaan efektif
EFEKTIFITAS PENGELOLAAN DAERAH PERLINDUNGAN LAUT (STUDI KASUS DESA MATTIRO LABANGENG KABUPATEN PANGKEP) Salim, Dafiuddin; Wardiatno, Yusli; Adrianto, Luky
Jurnal Kelautan Vol 7, No 2: Oktober (2014)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v7i2.803

Abstract

Makalah ini menilai efektivitas manajemen di Marine Sanctuary (Daerah Perlindungan Laut atau DPL) dari Mattiro Labangeng Kabupaten Village-Pangkep. Hal ini menunjukkan bahwa dampak dan efektivitas proses manajemen dinilai menggunakan indikator, termasuk indikator biofisik, sosial ekonomi dan institusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada dampak positif dalam beberapa indikator ekologi (karang, ikan dan benthos), sosio-ekonomi dan institusi. The increasion total persen tutupan karang diikuti oleh kelompok meningkatkan ikan karang (indikator, target dan jurusan) dan benthos organisme di DPL. Dari sudut ekonomi ini pandangan, nilai-nilai ekonomi terumbu karang sumber daya dari kegiatan perikanan sebelum dan sesudah DPL adalah Rp 42,635,910.51/ha/tahun dan Rp 52,084,390.18/ha/tahun, masing-masing. Efektivitas DPL ini ditunjukkan oleh grafik teknik Amoeba dan hasil yang disajikan nilai-nilai positif. Ringkasan adalah nilai indikator saat ini lebih besar dari nilai ambang batas kritis / CTV.Kata Kunci: CTV, efektivitas, indikator, perlindungan laut, teknik amubaTHE EFFECTIVITY OF MARINE SANCTUARY MANAGEMENT (CASE STUDY OF MATTIRO VILLAGE OF LABANGENG PANGKEP DISTRICT)ABSTRAKThis paper is assessing management effectiveness in Marine Sanctuary (Daerah Perlindungan Laut or DPL) of Mattiro Labangeng Village-Pangkep Regency. It is showed that impacts and effectiveness of the management process was assessed using indicators, includes biophysical, socio-economic and institution indicators. The results showed that there are positive impacts in some indicators of ecology (corals, fish and benthos), socio-economic and institution. The increasion in percent total of coral cover was followed by the increasing groups of reef fish (indicators, targets, and majors) and benthos organisms in DPL. From economic’s point of views, the economic values of coral reefs resource from fisheries activities before and after DPL were Rp 42,635,910.51/ha/year and Rp 52,084,390.18/ha/year, respectively. Effectiveness of this DPL was shown by graph of Amoeba technique and results of that presented the positive values. The summary is current indicators values were greater than the critical threshold values/CTV.Keywords: amoeba technique, CTV, effectiveness, indicators, marine sanctuary
DINAMIKA SOSIAL-EKONOMI MASYARAKAT TERHADAP PEMANFAATAN TELUR PENYU DI KECAMATAN PULAU SEMBILAN KABUPATEN KOTABARU Salim, Dafiuddin; Saputra, Andrian
JURNAL ENGGANO Vol 1, No 2 (2016): Jurnal Enggano
Publisher : University of Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.307 KB) | DOI: 10.31186/jenggano.1.2.38-46

Abstract

Aktivitas pemanfaatan telur penyu oleh masyarakat lokal Pulau Sembilan adalah kegiatan pengambilan telur penyu di pantai berpasir yang berada di Kecamatan Pulau Sembilan. Tiga pulau (Pulau Denawan, Pulau Pamalikan dan Pulau Kalambau) diantara beberapa pulau yang berpotensi pantai peneluran di kecamatan ini diklaim sebagai hak kepemilikan lahan pulau sehingga segala sumberdaya yang ada merupakan hak pemilik lahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan sosial-ekonomi pada masyarakat Kecamatan Pulau Sembilan terhadap pemanfaatan telur penyu. Penelitian dilakukan selama 2 minggu di Kabupaten Kotabaru, khususnya di Kecamatan Pulau Sembilan. Data dikumpulkan melalui observasi, penyebaran kuisioner, dan wawancara pada penduduk yang melakukan pemanfaatan telur penyu. Penelusuran sejarah, kebijakan, pola pemanenan dan jalur pemasaran, retribusi, upaya perlindungan dan penangkaran serta persepsi pemanfaatan telur penyu merupakan hasil yang dicapai dalam penelitian ini.
KARAKTERISTIK PARAMETER OSEANOGRAFI FISIKA-KIMIA PERAIRAN PULAU KERUMPUTAN KABUPATEN KOTABARU KALIMANTAN SELATAN Salim, Dafiuddin; Yuliyanto, Yuliyanto; Baharuddin, Baharuddin
JURNAL ENGGANO Vol 2, No 2 (2017): Jurnal Enggano
Publisher : University of Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (769.522 KB) | DOI: 10.31186/jenggano.2.2.218-228

Abstract

Kondisi dan dinamika perairan laut sangat dipengaruhi antara lain parameter oseanografi fisik dan kimia. Parameter oseanografi fisik dan kimia ini penting karena berpengaruh terhadap kondisi dan kualitas perairan Pulau Kerumputan Kabupaten Kotabaru.  Seperti diketahui perairan Kabupaten Kotabaru dan pulau-pulau kecilnya sangat dinamis karena terletak antara Laut Jawa dan Selat Makassar. Perairan ini semakin strategis karena dimanfaatkan dalam berbagai bidang seperti pelayaran, perikanan tangkap, transportasi, pertambangan dan lain sebagainya. Adanya dinamika perairan dan pemanfaatan ruang laut ini akan mempengaruhi kondisi perairan secara fisik dan kimia. Dengan kondisi perairan seperti ini diperlukan kajian oseanografi sehingga diperoleh informasi dasar karakteristik oseanografi fisik-kimia pada perairan Pulau Kerumputan dan sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik parameter fisika dan kimia perairan Pulau Kerumputan. Parameter fisik-kimia perairan  yang diukur adalah arus, kedalaman, kecerahan, kekeruhan, suhu, pH, oksigen terlarut, salinitas, tekstur sedimen, nitrat dan fosfat. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian ini didapatkan suhu pada kisaran 27-300C, salinitas 28-29 ‰, perairan cukup keruh dan terlindung dari gelombang, kecepatan arus yang relatif kuat, nutrient Nitrat 0,4-1,5 mg/l dan Posfat 0,09-0,15 mg/l, nilai rerata ukuran butir substrat (mean) 1,214 dengan tekstur pasir. Hasil analisa ini secara umum menunjukkan kondisi baik dan cocok untuk kehidupan biota laut sesuai standar baku mutu yang sudah ditetapkan oleh Kementrian Negara Lingkungan Hidup (Kepmen LH) No. 51 Tahun 2004. 
ANALISIS KESESUAIAN WISATA DIVING DI KAWASAN PERAIRAN PULAU KUNYIT SEBELAH TIMUR KECAMATAN PULAU LAUT TANJUNG SELAYAR KABUPATEN KOTABARU Koriyandi, Abdul; Hamdani, Hamdani; Salim, Dafiuddin
EnviroScienteae Vol 12, No 3 (2016): Enviroscienteae Volume 12 Nomor 3, November 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The waters of Kunyit Island on the east is one of the coastal waters in Kotabaru Regency that has the potential for marine tourism. However, in development is still a lot of obstacles, including the suitability of land for marine tourism have not been identified. Utilization of coastal and marine resources in the waters of Kunyit Island on east may be the development of marine tourism such as diving. The purpose of this study was to determine the suitability of land suitability level of marine tourism in the waters of Kunyit Island on  east based on physical oceanographic parameters and BioEcology. The method used is the descriptive method with the help of analysis Travel Suitability Index (IKW) which generates the conformity travel. The results of this study indicate that the results of marine tourism suitability for diving in a class quite suitable (S2) with an area of 17.44 ha (78.72%) and is not suitable (N ) with an area of 4.71 ha (21.28%).
NILAI EKONOMI TERUMBU KARANG DI PERAIRAN DAERAH PERLINDUNGAN LAUT DESA MATTIRO LABANGENG KABUPATEN PANGKAJENE KEPULAUAN (PANGKEP) Salim, Dafiuddin; Wardhani, Maulinna Kusumo
EnviroScienteae Vol 10, No 3 (2014): EnviroScienteae Volume 10 Nomor 3, November 2014
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penilaian nilai ekonomi terumbu karang di perairan DPL Desa Mattiro Labangeng perlu dilakukan untuk melihat seberapa besar manfaat sumberdaya pada ekosistem tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai utility, nilai surplus konsumen dan nilai ekonomi terumbu karang berdasarkan rata-rata produksi perikanan tangkap pada perairan DPL Desa Mattiro Labangeng. Penilaian fungsi ekosistem terumbu karang sebagai penyedia produk tersebut secara ekonomi pada penelitian ini dengan menggunakan metode effect on production (EOP). Hasil penelitian menunjukkan nilai utility terhadap sumberdaya ikan pada perairan DPL Mattiro Labangeng lebih tinggi dari tahun sebelumnya (2008), yaitu sebesar Rp 42.635.910,51/ha/thn dengan konsumen surplus sebesar Rp 19.425.986,72/thn meningkat pada tahun 2010 sebesar Rp 52.084.390.18/ha/tahun dengan konsumen surplus 23.730.950.27/thn. Hal ini menunjukkan adanya kepuasan konsumen (nelayan) yang juga semakin tinggi.
ANALYSIS OF MARINE TOURISM POTENTIAL IN THE KERAYAAN ISLAND OF KOTABARU REGENCY Salim, Dafiuddin; Rochgiyanti, Rochgiyanti; Mattiro, Syahlan
Fish Scientiae Vol 7, No 2 (2017): Volume 7, Nomor 2, Desember 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/fs.v1i2.4544

Abstract

This study aims to identify and develop the potential of marine tourism in the Kerayaan Island. Data analysis is done with based on the validity of data obtained from the field observations which then processed and discussed in a descriptive. The results show the potential of coral reefs as marine tourism on the island is quite extensive and is categorized as still good with the biodiversity of reef fish and marine life high. Physical-chemical conditions of the waters are still good and according to the criteria of quality standards for marine tourism and supported its presence among the Makassar Strait and the Java Sea as well as a Coral Triangle World (Coral Triangle). With such a location, coral reef ecosystems and their biota have very close bioecological connectivity with other areas, especially other islands.
PENGELOLAAN EKOSISTEM TERUMBU KARANG AKIBAT PEMUTIHAN (BLEACHING) DAN RUSAK Salim, Dafiuddin
Jurnal Kelautan Vol 5, No 2: Oktober (2012)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v5i2.870

Abstract

Terumbu karang dan segala kehidupan yang terdapat di dalamnya merupakan salah satu kekayaan alam yang bernilai tinggi. Namun di sisi lain terumbu karang juga merupakan salah satu ekosistem yang sangat terancam karena merupakan sumber keuntungan ekonomi yang besar dari perikanan dan pariwisata. Hingga kini, tekanan yang disebabkan oleh kegiatan manusia seperti pencemaran dari daratan dan praktek perikanan yang merusak telah dianggap sebagai ancaman utama untuk terumbu karang. Sementara ancaman lain yang lebih potensial adalah kenaikan suhu permukaan air laut yang dapat menyebabkan pemutihan karang (coral bleaching). Pemutihan dan kematian karang secara besarbesaran yang pernah terjadi pada tahun 1998. Tulisan ini akan menampilkan beberapa bentuk pengelolaan dengan pemanfaatan sumberdaya yang sustainable untuk menyelamatkan ekositem terumbu karang dari pemutihan dan kerusakan oleh dampak manusia yakni dengan menetapkan daerah terumbu karang sebagai Kawasan Konservasi Laut (KKL); perikanan yang sustainable dan ramah lingkungan; pariwisata yang sesuai dengan daya dukung. Kata kunci:terumbu karang, pemutihan, pengelolaan