Tri Risandewi, Tri
Balitbang Prov. Jateng
Articles
2
Documents
ANALISIS PENGARUH FAKTOR-FAKTOR MONETER DAN FISKAL TERHADAP JUMLAH UANG BEREDAR DI INDONESIA

Widyariset Vol 12, No 3 (2009): Widyariset
Publisher : LIPI-Press

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aims of this analysis are to see the effect of monetary factors such as foreign reserve and money multipliers and fiscal factor such as government expenditure toward money supply in Indonesia. The methods used in this analysis is Vector Autoregressive (VAR) or Vector Error Correction Model (VECM). This analysis uses a secondary data (three-month data) from 1986 until 2003. The result of this analysis, using VECM estimation, is that money supply, foreign reserve, and money multiplier have a short term and long term relationship. According to short term relationship, money supply and money multiplier have a positive correlation, with ceteris paribus assumption. Whereas a long term relationship shows that only foreign reserve and money multiplier have had a positive correlation, with ceteris paribus assumption.  

Implementasi dan Capaian SIDa di Kabupaten Blora Tahun 2012-2015

Matra Pembaruan: Jurnal Inovasi Kebijakan Vol 1 No 3 (2017)
Publisher : Research and Development Agency, Ministry of Home Affairs, Republic of Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan daya saing antar daerah merupakan agenda yang sangat penting dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Dalam hal ini, inovasi dalam pembangunan yang berjalan secara komprehensif serta terjadinya kolaborasi antar aktor pembangunan merupakan faktor kunci peningkatan daya saing. Pengembangan sistem inovasi daerah (SIDa) merupakan salah satu strategi utama dalam sistem inovasi nasional yang mewadahi proses interaksi antara komponen penguatan sistem inovasi. Tujuan penelitian ini yaitu ingin mengukur dan mendeskripsikan kondisi implementasi kebijakan, kondisi perkembangan capaian pengembangan kelembagaan, jejaring dan kesumberdayaan SIDa. Penelitian ini memilih Kabupaten Blora sebagai lokasi penelitian karena Pemerintah Kabupaten Blora sudah melaksanakan kebijakan terkait Penguatan SIDa. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif terhadap implementasi penguatan SIDa di Kabupaten Blora dari tahun 2012 sampai tahun 2015. Penelitian ini menghasilkan gambaran kondisi penguatan SIDa meliputi lingkup kebijakan dan penataan unsur-unsur SIDa. Kondisi penguatan SIDa pada aras kebijakan di Kabupaten Blora baru mencapai NPS sebesar 6,9 dan masuk dalam kategori madya. Jika dilihat dari aras implementasi kebijakan SIDa di Kabupaten Blora, Pemerintah daerah baru mengajukan draft Peraturan Bupati Blora tentang SIDa. Dilihat dari perkembangan capaian penataan kelembagaan, jejaring, dan kesumberdayaan SIDa Kabupaten Blora adalah 6,6 untuk kelembagaan, 6,5 untuk jejaring, dan 5,6 kesumberdayaan. Rekomendasi penelitian ini yaitu Pemerintah Kabupaten Blora melanjutkan agenda penguatan SIDa dan sinkronisasi pengembangan inovasi dengan berbagai agenda program/kegiatan pembangunan yang ada dan melakukan proses penataan kelembagaan, jejaring, dan kesumberdayaan baik yang ada pada lingkup pemerintahan, dunia usaha, perguruan tinggi maupun masyarakat.