Melfa Marini, Melfa
Kementerian Kelautan dan Perikanan

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

The Activity of residents in Belida River, are affecting water quality conditions, and the presence of organisms in it. One of the biota that has an important role in these waters is periphyton. The study aims to determine the abundance and diversity of p Marini, Melfa
Widyariset Vol 16, No 3 (2013): Widyariset
Publisher : LIPI-Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (46.008 KB)

Abstract

The Activity of residents in Belida River, are affecting water quality conditions, and the presence of organisms in it. One of the biota that has an important role in these waters is periphyton. The study aims to determine the abundance and diversity of periphyton in Belida river waters around District Muara Enim. A descriptive exploratory study was conducted from February to November 2011. The results recorded 36 genera of periphyton belong to three classes namely Bacillariophyceae, Chlorophyceae and Cyanophyceae. Diversity index (H ‘) ranged from 0.74 to 2.15. It is concluded that the diversity of periphyton in the waters of the River Belidawas low, with Ulotrik species, Nitzschia, and Synedra being the Dominant.
KONSENTRASI TIMBALDAN KADMIUM PADAORGAN IKAN DI SUAKA MARGASATWAGIAMSIAKKECIL, PROVINSI RIAU Husnah, Husnah; Marini, Melfa
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 3, No 6 (2011): (Desember 2011)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.242 KB) | DOI: 10.15578/bawal.3.6.2011.397-404

Abstract

Logam berat seperti timbal dan kadmium merupakan material antropogenik yang sering ditemukan pada sedimen di rawa banjiran. Konsentrasi logam timbal dan kadmiun pada sedimen di rawa banjiran dapat merubah keragaman jenis biota dan ekosistemakibat akumulasi dan daya racunnya, dan bila logamtersebut ditemukan di SuakaMargasatwa GiamSiak Kecil yangmerupakan zona inti Cagar Biosfir GSK-BB maka model pengelolaan lahan dan pendekatan pembangunan berkelanjutan nya perlu ditinjau ulang. Penelitian bertujuan mengetahuikonsentrasi logamtimbal dan kadmiumpada berbagai jenis organ dari berbagai jenis ikan hasil tangkapan nelayan telah dilakukan pada bulan Juni hingga Agustus 2010 di perairan danau rawa banjiran (Tasik Serai, Katialau, Betung danAir Hitam) dan badan utama Sungai Siak Kecil dalam kawasan Suaka Margasatwa Giam Siak Kecil. Contoh organ insang, jaringan otot, ginjal dan hati berbagai jenis ikan diambil dari hasil tangkapan nelayan yang menggunakan berbagai alat tangkap dan diawetkan pada suhu kurang dari 4oC. Konsentrasi logam timbal dan kadmium pada sedimen juga diambil pada stasiun pengamatan yang sama dengan menggunakan Ekman grab.Logamtimbal dan kadmiumsebagian besar ditemukan pada organ insang, ginjal, dan hati ikan pada berbagai jenis ikan. Konsentrasi timbal pada organ tersebut telah melebihi batas maksimum yang ditetapkan oleh FAO yaitu lebih dari 0.5 mg/kg berat basah dan BPOM No. 03725/B/SK/VII/89 yaitu kurang dari 2 mg/kg sedangkan kadmium dengan konsentrasi lebih dari 0.05 mg/kg berat basah menurut FAO dan lebih dari 0.02 mg/kg berat basah menurut BPOM No. 03725/B/SK/VII/89. Pengelolaan Suaka Margasatwa Giam Siak Kecil dan Cagar Biosfir Giam Siak Kecil-Bukit Batu belum dapat melindungi biota khususnya sumberdaya ikan di perairan tersebut. Untuk mengurangi dampak negatif dari faktor antropogenik logamberat dari berbagai kegiatan di sekitar kawasan luar Cagar Biosfir GSK-BB perlu dipertimbangkan kembali upaya untuk melibatkan juga masyarakat lokal dan perusahaan yang sumberdaya alam disekitar kawasan luar Cagar Biosfir GSK-BB dalam pengelolaannya. Lead and cadmium are commonly antrophogenic substances recorded in floodplain sediment and this could influence fish health and diversity due to their accumulation and toxicities. The presence of high concentration of these heavy metals in sediment and fish organs of Giam Siak Kecil wild animal reserve as the core area of Giam Siak Kecil – Bukit Batu (GSK-BB) Natural Biosphere could influence their management model and sustainaible development approach. Study in order to know accumulation of lead and cadmium in fish organs of Giam SiakKecilWild Animal Reserve floodplain of Riau Province was conducted in June to August 2010. Fifteen sampling sites in Giam Siak Kecil floodplain were set up by using purposive random sampling based on microhabitat difference. Different fish organs (fish gill, tissue, and lever) from different fish species were collected from fishermen catch using different fishing gears and preserved with 4% of Formaldehyde solution. The resultrevealed that most of fish organs from different fish species contained lead and cadmium with concentration exceeded the acceptable limit permitted by FAO and Indonesian National Drug and Food Agency. It indicated that the presence of GiamSiak KecilWild Animal Reserves has not protected the animal yet specially aquatic organism such as fish. To reduce the negative effect of antrophogenic heavy metals from activities around the animal reserve, there should be considered more to involved local people and stakeholder utilized the natural around thewild animal reserve in its management.
HUBUNGAN FLUKTUASI KETINGGIANMUKAAIR DENGAN HASIL TANGKAPAN IKAN DI GIAM SIAK KECIL, PROVINSI RIAU Marini, Melfa; Husnah, Husnah
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 17, No 3 (2011): (September 2011)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jppi.17.3.2011.221-228

Abstract

Perairan rawa banjiran Giam Siak Kecil (GSK) merupakan bagian dari cagar biosfer Giam Siak Kecil-Bukit Batu yang terletak di Kabupaten Siak dan Bengkalis. Proses siklus nitrogen, produktivitas perairan dan hasil tangkapan ikan berkaitan erat dengan fluktuasi tinggi muka air. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi jenis dan jumlah ikan hasil tangkapan yang dikaitkan dengan fluktuasi ketinggian permukaan air di GSK. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei lapangan dan dari catatan harian enomerator (nelayan). Pengambilan sampel dilakukan pada Februari-November 2010, selama penelitian dilakukan pemantauan terhadap alat tangkap ikan, identifikasi jenis ikan hasil tangkapan, komposisi jenis dan jumlah hasil tangkapan ikan menurut alat tangkap, waktu maupun perbedaan daerah penangkapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah ikan yang tertangkap sebanyak 23.924 ekor terdiri dari 37 spesies dari 12 famili. Komposisi hasil tangkapan didominasi oleh famili Siluridae sebesar 32,72% (8 jenis), Channidae 23,61% (4 jenis), dan Bagridae 20,75% (3 jenis). Kondisi tinggi muka air rendah terjadi pada awal Maret hingga pertengahan Juli, sedangkan kondisi tinggi muka air puncak terjadi pada akhir Juli hingga akhir Februari. Stasiun Tasik Air Hitam merupakan lokasi yang memiliki potensi besar sebagai daerah produksi perikanan, hal ini ditandai dengan ditemukannya hasil tangkapan hampir sepanjang tahun. Ikan Wallago leerii, Channa melastoma dan Hemibagrus nemurus merupakan jenis-jenis ikan yang berpotensi besar untuk dikembangkan di GSK, Provinsi Riau. Hasil tangkapan ikan tidak berkorelasi kuat dengan tinggi muka air GSK yang ditunjukkan dengan koefisien determinasi (R2) baik pada alat tangkap lukah maupun jaring sebesar 0,34-0,35. Giam Siak Kecil (GSK) floodplain is part of Giam Siak Kecil-Bukit Batu biosphere reserve, located in Siak and Bengkalis regencies. Water fluctuation plays an important role in regulating nutrient cycle, water productivity and fish yield in such floodplain. The objective of this study is to investigate spesies and composition of fish catch and its relation to the water level of the GSK floodplain. An inventory field survey was conducted in 14 sampling sites from February to November 2010. Water level fluctuation was recorded daily by setting water level gauge in Tasik Betung station. Fish samples were collected from fisher catch of different fishing gears such as pot traps and gillnet with differen mesh sizes. The results showed that the number of fish caught was 23,924 individuals compost of 37 species of 12 families. The composition of the catch was dominated by family Siluridae of 32.72% (8 species), Channidae 23.61% (4 species), and Bagridae 20.75% (3 species). The lowest water level was occurred at the beginning of March until mid of July. Kanal the highest water level was occurred in late ofJuly to late of February. The hight potential yield was estimated in Tasik Air Hitam station which was indicated by the present of fish catch in the whole year. Wallago leerii, Channa melastoma, and Hemibagrus nemurus are the fish species that constitute a great potential to develope at GSK floodplain. Catches did not correlate signifficantly with GSK high water level as indicated by the coefficient of determination (R2) in both fishing gear pot trap and gillnets of 0.34 to 0.35.