Articles

Found 26 Documents
Search

COMMUNITY STRUCTURE OF MAKROZOOBENTHOS IN ESTUARY OF BANYUASIN RIVER OF SOUTH SUMATRA Suryati, Ni Komang; Prianto, Eko
Widyariset Vol 15, No 2 (2012): Widyariset
Publisher : LIPI-Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (805.611 KB)

Abstract

Community structure of macrozoobentos in estuary of Banyuasin important as based of knowledge about bioindicator environtment. The aim of this research was to examine the community structure of macrozoobenthos in estuaries Banyuasin river of South Sumatra. This research conducted by field survey method. Field sampling was selected by purposive random sampling. Macrozoobenthos samples were taken using ekman grab. Further silt that is picked up from the tool was filtered using a filter to separate from the mud. Samples was inserted into the bottle sampel and then identifyed in the laboratory. Results showed that the highest density of macrozoobenthos occured in Oktober and the lowest in April. Diversity of macrozoobenthos based on index Shannon-Wiener average of all station showed a value of 1< H’ < 3. There were significant differences (P<0,05) at each sampling month and the highest value found in June amounting to 1,82. The value of uniformity during the research as seen from the difference in observation time was low. For environtmental quality criteria based on the diversity index Shannon-Wiener showed that the value of IML is 1,62 which means that in the area in the station that is contaminated with medium level.
ALOKASI PEMANFAATAN WILAYAH PESISIR KOTA DUMAI UNTUK PENGEMBANGAN TAMBAK UDANG MELALUI APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Prianto, Eko; Purwanto, Joko; Subandar, Awal
Jurnal Riset Akuakultur Vol 1, No 3 (2006): (Desember 2006)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (937.619 KB) | DOI: 10.15578/jra.1.3.2006.349-358

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari hingga Juni 2003 di kawasan pesisir kota Dumai, Kepulauan Riau
ANALISIS EMPIRIS PERBANDINGAN KINERJA METODE HASHING PROGRESSIVE OVERFLOW DAN LINEAR QUOTIENT DALAM STUDI PEMBUATAN APLIKASI DEKSTOP ADMINISTRASI KEPEGAWAIAN Prianto, Eko
ILKOM Jurnal Ilmiah Vol 8, No 3 (2016)
Publisher : Program Studi Teknik Informatika Fakultas Ilmu Komputer Univeristas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (996.996 KB)

Abstract

Administrasi merupakan kegiatan sehari-hari yaitu berupa kegiatan mencatat, mengumpulkan dan menyimpan suatu kegiatan atau hasil kegiatan sehingga membutuhkan memori guna menyimpan itu semua. Untuk memudahkan proses pencarian data yang telah disimpan dengan cepat, maka diperlukan suatu metode, yaitu menggunakan metode hashing. Penerapan manajemen memory bertujuan, agar mencegah adanya perulangan data yang sama, manajemen basis data yang baik, manajemen memori dan memberikan kemudahan untuk mengakses data dengan cepat walaupun data yang ada sangat banyak, dengan memasukkan kata kunci yang telah ditentukan dapat mencari data dan menampilkan dengan akurasi waktu yang dibutuhkan sebentar. Dengan metode progressive overflow dan linear quotient akan dianalisis nilai rata-rata dari setiap metode, nilai yang paling kecil dari metode tersebut adalah nilai yang terbaik akan digunakan sebagai pedoman seberapa besar nilai proses hashing dalam sebuat database suatu instansi dan sebagai studi kasus penentuan penyediaan memori yang dibutuhkan.
FISH COMMUNITY STRUCTURE IN RELATION TO WATER QUALITY OF THE DOWN STREAM OF MUSI RIVER, SOUTH SUMATERA, INDONESIA Husnah, Husnah; Prianto, Eko; Makri, Makri; Dahlan, Hilda Z.
Indonesian Fisheries Research Journal Vol 14, No 2 (2008): (December 2008)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (10054.82 KB) | DOI: 10.15578/ifrj.14.2.2008.51-65

Abstract

Musi River is a large riverwith its drainage area covers three provinces, South Sumatera, Lampung, and Bengkulu, and with multi uses of its resources.
KERAGAMAN JENIS IKAN DAN KEBIASAAN MAKAN DI MUARA SUNGAI MUSI Prianto, Eko; Suryati, Ni Komang; Kamal, Muhammad Mukhlis
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 4, No 1 (2012): (April 2012)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.92 KB) | DOI: 10.15578/bawal.4.1.2012.35-43

Abstract

Populasi ikan di suatu perairan berkaitan erat dengan keragaman jenis dan makanan yang tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi jenis dan kelimpahan sumberdaya ikan berdasarkan kebiasaan makannya di muara Sungai Musi Sumatera Selatan. Pengambilan sampel dengan menggunakan pukat hela dan belad dilakukan pada bulan Maret dan Juni 2008 masing-masing pada 4 stasiun pengambilan contoh yang mewakili perairan muara Sungai Musi. Hasil penelitian diperoleh sebanyak 34 jenis ikan di bagian tepi sungai dan 63 jenis di bagian tengah sungai. Ditinjau dari kebiasaan makan pada bulan Maret untuk ikan yang berada di tepi sungai diperoleh kelimpahan ikan herbivora paling tinggi (49 %) dan terendah ikan yang bersifat omnivora (1 %). Pada bulan Juni kelimpahan ikan carnivora paling tinggi (50 %) dan terendah ikan omnivora (1 %). Untuk jenis ikan yang berada di tengah sungai, kelimpahan ikan yang tertinggi pada bulan Maret yaitu ikan herbivora (87 %) dan terendah ikan omnivora (2 %). Pada bulan Juni kelimpahan yang tertinggi yaitu ikan carnivora (57 %) dan terendah ikan omnivora (0,2 %). Fish populations in the waters is closely related to species diversity and food available. The objective of this study is to determine of species composition and abundance of fish resources based on feeding habit in the estuarin water of Musi river. Sample was taken from 4 fishing stations by using trawl and towing net (belad) in March and June 2008. The results showed that there were 34 species of fish in the riverside and 63 species of fish in the middle stream. Analysis of feeding habit in March for the fishes in found riverside showed that herbivorous fish was highest 49% of total catch and the lowest was omnivorous fish (1%). While in June the carnivorous fish was highest (50%) and the lowest was omnivorous fish (1%). In the middlestream the highest abundance in March was herbivorous fish (87%) and the lowest (57%) was omnivorous fish (2%). In June, the highest abundance of fish was carnivores and the lowest was omnivorous fish (0.2%).
PENAMBANGAN TIMAH INKONVENSIONAL: DAMPAKNYA TERHADAP KERUSAKKAN BIODIVERSITAS PERAIRAN UMUM DI PULAU BANGKA Prianto, Eko; Husnah, Husnah
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 2, No 5 (2009): (Agustus 2009)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.366 KB) | DOI: 10.15578/bawal.2.5.2009.193-198

Abstract

Penambangan timah inkonvensional di Pulau Bangka telah berlangsung sejak tahun 2000. Kegiatan ini dilakukan oleh masyarakat atau pengusaha tanpa mendapat izin dari pemerintah. Pada tahun 2002 jumlah timah inkonvensional sekitar 6.000 unit yang tersebar di seluruh Pulau Bangka.Kegiatan ini telah memberikan dampak yang sangat besar terhadap ekosistem perairan dan masyarakat sekitarnya. Aktivitas ini telah memberikan dampak yang sangat buruk terhadap ekosistem perairan seperti 1) sedimentasi dan perubahan bentang alam kawasan pesisir, 2) meningkatnyakesuburan perairan, 3) peningkatan kekeruhan perairan, 4) kerusakkan ekosistem dan musnahnya biota perairan, dan 5) pencemaran logam berat. Kasus penambangan timah inkonvensional ini dikhawatirkan dapat menjadi fenomena gunung es yang suatu saat dapat menjadi konflik horisontalantar sesama masyarakat. Untuk menghindari hal ini pemerintah perlu menata ulang sistem pengelolaan dan perizinan pada pihak yang melakukan penambangan timah di Pulau Bangka.
BIOLOGI REPRODUKSI IKAN BETOK (Anabas testudineus) DI PAPARAN BANJIRAN LUBUK LAMPAM,KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR Prianto, Eko; Kamal, Mohammad Mukhlis; Muchsin, Ismudi; Kartamihardja, Endi Setiadi
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 6, No 3 (2014): (Desember 2014)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.232 KB) | DOI: 10.15578/bawal.6.3.2014.137-146

Abstract

Ikan betok (Anabas testudineus) adalah salah satu jenis ikan ekonomis penting yang dihasilkan dari perairan paparan banjiran. Penelitian yang bertujuan untuk mengkaji beberapa aspek biologi reproduksi ikan betok di paparan banjiran Lubuk Lampam, Kabupaten Ogan Komering Ilir dilakukan pada bulan Nopember 2012-Oktober 2013. Sampel ikan ditangkap setiap bulanmenggunakan alat tangkap jaring dan bengkirai.Analisis data meliputi sebaran frekuensi ukuran panjang, nisbah kelamin, tingkat kematangan gonad, indeks kematangan gonad, ukuran pertamakali matang gonad, potensi reproduksi dan pola reproduksi. Jumlah sampel ikan betok yang diperoleh sebanyak 540 ekor, terdiri dari 187 ekor ikan jantan dan 353 ekor ikan betina, dengan kisaran panjang ikan betina antara 27-224 mm dan ikan jantan antara 48-243 mm. Rasio kelamin ikan jantan dan betina adalah 0,53 : 1. Tingkat kematangan gonad (TKG) ikan jantan dan betina yang paling banyak ditemui adalah TKG I dengan frekuensi tertinggi pada ukuran 116-132 mm dan 114-129 mmmasing-masing berjumlah 34 dan 33 ekor. Perkembangan tingkat kematangan gonad ikan betok dipengaruhi oleh perubahan tinggimuka air secara musiman. Indek kematangan gonad ikan jantan pada TKGIV berkisar 1,3-15,0%dan ikan betina berkisar antara 1,2 17,1%. Ukuran pertama kali matang gonad ikan betina adalah pada panjang total 160 mm dan ikan jantan pada panjang total 177 mm. Fekunditas ikan betok berkisar antara 224–182.736 butir dengan diameter telur berkisar antara 0,465-1,026 mmdengan pola pemijahan secara sebagian. Climbing perch, Anabas testudineus is a dominant commercial fish inhabit floodplain area of Lubuk Lampam, Ogan Komering Ilir Regency. A study aimed to investigate some aspects of the reproductive biology of climbing perch has been conducted at floodplain of Lubuk Lampam, Ogan Komering Ilir regency from November 2012 to October 2013. Fish sampling was conducted every month using nets and bamboo trap. The data analysis includes lenght frequency distribution, sex ratio, the gonado maturity, gonado somatic index, the size at first maturity, fecundity and reproductive patterns. Climbing perch sample amounted of 540 specimen compose of 187 males and 353 females, with the lenght frequency between 27-224 mm (female) and 48-243 mm (male). Sex ratio of the male and female of the climbing perch was 0,53 : 1. The gonado maturity of male and female are mostly at the first level with the highest frequency between 116-132 mm and 114-129 mm, equivalent to 34 and 33 specimen, respectively. The development of gonado maturity of climbing perch was influenced by seasonally of water level fluctuation. Gonado somatic index of maturity of male and female range 1.3-15.0% and 1.2 -17.1%, respectively. The size at the first maturity of the female was 160 mm lenght and of the male was 177 mm lenght. The fecundity ranges 224 to182,736 eggs with the egg diameter ranges 0.465-1.026 mm and the climbing perch was classified into partially spawner.
DISTRIBUSI, KELIMPAHAN DAN VARIASI UKURAN LARVA IKAN DI ESTUARIA SUNGAI MUSI Prianto, Eko; Nurdawaty, Syarifah; Kamal, Mohammad Mukhlis
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 5, No 2 (2013): (Agustus 2013)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.78 KB) | DOI: 10.15578/bawal.5.2.2013.73-79

Abstract

Penelitian tentang distribusi, kelimpahan dan ukuran larva ikan dilakukan pada bulan Maret, Mei, Juni dan Oktober 2011. Stasiun pengambilan contoh meliputi Muara Delta Upang (stasiun 1), Muara Sungai Musi (stasiun 2) dan Pulau Payung (stasiun 3). Pengambilan larva pada siang hari menggunakan Bongo net yang berukuran mata jaring 250 µm. Hasil identifikasi diperoleh 13 famili ditinjau menurut musim, pada bulan Mei dan Oktober masing-masing diperoleh 7 famili, dan pada bulan juni sebanyak 3 famili. Kelimpahan larva ikan berkisar antara 9-46 ind/m3 dengan jumlah yang tertinggi (46 ind/m3) pada bulan Mei dan terendah pada bulan Juni (9 ind/m3). Larva ikan dari famili Gobiidae memiliki sebaran yang cukup luas baik spasial maupun temporal. Variasi ukuran larva ikan menurut famili setiap bulannya memiliki variasi ukuran yang hampir sama. Research about the distribution, abundance and size of fish larvae was conducted in March, May, June and October 2011. Sampling stations encompasses Delta Upang (station 1), Muara Sungai Musi (station 2) and Pulau Payung (station 3). Larvae taken during the daytime using a Bongo net with mesh size of 250 µm. Identification results obtained 13 families based on the season, in May and October respectively 7 families, and in June as many as 3 families. Abundance of fish larval around 9-46 ind/m3 with the highest number (46 ind/m3) in May and the lowest in June (9 ind/m3). Larvae of Gobiidae family have a large distribution on spatial and temporal. The variation in size of fish larvae by family on each month are the same. 
ASPEK REPRODUKSI IKAN BAUNG (Hemibagrus nemurus) DI PAPARAN BANJIRAN LUBUK LAMPAM KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR Prianto, Eko; Kamal, Mohammad Mukhlis; Muchsin, Ismudi; Kartamihardja, Endi Setiadi
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 7, No 3 (2015): (Desember 2015)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.594 KB) | DOI: 10.15578/bawal.7.3.2015.137-146

Abstract

Ikan baung (Hemibagrus nemurus) merupakan salah satu jenis ikan ekonomis penting di perairan umum daratan Indonesia khususnya Kabupaten Ogan Komering Ilir. Ikan ini memiliki nilai ekonomis penting untuk ikan konsumsi. Pada tahun 2004 hasil tangkapan ikan baung di Sumatera Selatan berjumlah 1.684,6 ton sedangkan pada tahun 2005 berjumlah 899,5 ton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek reproduksi ikan baung di paparan banjiran. Lokasi penelitian di Lubuk Lampam Kabupaten Ogan Komering Ilir Provinsi Sumatera Selatan dimulai bulan Nopember 2012-Nopember 2013. Ikan sampel dikumpulkan dari hasil tangkapan nelayandan hasil tangkapan percobaan dengan menggunakan alat tangkap jaring insang (gill net), pancing (pole and line), bubu dan bengkirai (traps). Analisis datameliputi: nibah kelamin, tingkat kematangan gonad, indek kematangan gonad, ukuran pertama kali matang gonad, potensi reproduksi dan pola reproduksi. Sampel ikan baung berjumlah 384 ekor terdiri dari jantan dan betina masing-masing sebanyak 118 dan 266 ekor. Hasil penelitian menunjukkan nisbah kelamin ikan baung yang ditemukan dalam penelitian baung 0,44:1, yang menunjukkan nibah kelamin tidak seimbang. Nilai IKG ikan baung betina berkisar 1,8-14.3% sedangkan ikan baung 1,3-3,9%. Ukuran pertama kali (Lm) ikan yang matang gonad untuk baung jantan (232 mm) dan betina (332 mm). Rata-rata fekunditas ikan baung berjumlah 47.882+13.624 dengan pola pemijahannya adalah serempak.Baung (Hemibagrus nemurus) is one of the economically important fish species in Indonesiainland water, especially Ogan Ilir district. These fish have an important economic value as fish consumption. In 2004,production of baung in South Sumatra amount 1684.6 tons decreased to 899.5 tons in 2005. The aim of this research was to determine some aspects of reproductiveof green catfish in floodplain. The research location in a Lubuk Lampam floodplain Ogan Ogan Ilir South Sumatra began in November 2012-November 2013. Fish samples were collected by experimental fishing such gill nets, pole and line, traps. Data analysis includes sex ratio, level maturity, gonado somatic index, first maturity, reproductive potential and reproductive patterns. Green catfish samples have totally 384 specimen consist ofmales and females, 118 and 266 specimen, respectively. The results showed sex ratio of the male and female of green catfish was 0.44: 1, which shows the sex ratio isunbalanced. Gonado somatic index value of green catfish female ranged 1.8-14.3%while male was 1.3-3.9%. The size at the first maturity of the male and female of green catfish was 232 and 332 mm, repectively. Thefecundity average of green catfish range 47.882 + 13.624 and the spawning pattern of green catfish was classified into total spawner.
KARAKTERISTIK FISIKA KIMIA PERAIRAN DAN STRUKTUR KOMUNITAS ZOOPLANKTON DI ESTUARI SUNGAI BANYUASIN, SUMATERA SELATAN Prianto, Eko; Husnah, Husnah; Aprianti, Solekha
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 3, No 3 (2010): (Desember 2010)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.357 KB) | DOI: 10.15578/bawal.3.3.2010.149-157

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kualitas perairan pasca pembangunan Pelabuhan Tanjung Api-Api dengan mempelajari karakteristik fisika kimia perairan dan struktur komunitas zooplankton. Penelitian tentang kelimpahan dan keanekaragaman jenis zooplankton dilakukan melalui enam titik stasiun pengamatan di muara Sungai Banyuasin pada bulan April sampai Nopember 2009. Contoh air diambil pada kedalaman 1 m dari permukaan air dengan menggunakan kemmerer water sampler dan contoh zooplankton diambil dengan menggunakan ember 50 L pada permukaan perairan. Selanjutnya contoh air disaring dengan menggunakan planktonnet dengan ukuran 25 μm. Hasil analisis kualitas air diperoleh nilai parameter (suhu, pH, NO2, COD, BOD, dan DO) berada dalam ambang batas yang diperbolehkan sesuai dengan Peraturan Pemerintah No.82 Tahun 2001. Nilai parameter padatan tersuspensi (total suspended solids), total dissolvedsolid, amoniak, nitrat, dan fosfat telah melebihi ambang batas lingkungan perairan yang diperbolehkan. Nilai indeks mutu lingkungan perairan menunjukan dalam kondisi tercemar berat. Kelimpahan zooplankton pada tahun 2009 yaitu 2-19 ind/L lebih rendah dari kelimpahan pada tahun 2004 yaitu 5- 34 ind/L sedangkan keanekaragaman jenis pada tahun 2009 mengalami penurunan jika dibandingkan tahun 2004. The aims of this study were to determine water quality conditions after construction of the port of Tanjung Api-Api by studying the physico chemical characteristics of water and zooplankton community structure. Research on zooplankton abundance and species diversity through the six points of observation stations in the estuary of the river Banyuasin in April until November 2009. Water samples taken at a depth of 1 m from water surface water by using a kemmerer water sampler and zooplankton samples were taken by using a bucket about 50 L in the surface. Further water samples were filtered using a plankton net with a size 25 μm. The results of water quality analize obtained that parameter values (temperature, pH, NO2, COD, BOD, and DO) were still in the threshold limit, in accordance with Government Regulation No.82 2001. Value parameters of total suspended solids, total dissolved solid, ammonia, nitrate, and phosphate has exceeded the permissible limit aquatic environment. Value of water environmental quality index showed in heavily polluted conditions. Zooplankton abundance in was 2-19 ind/L lower than the abundance in 2004 of 5-34 ind/L, while species diversity in the year 2009 decreased compared to 2004.