I Wayan Nitayadnya, I Wayan
Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tengah, Jalan Untad I, Bumi Roviga, Tondo, Palu 94118

Published : 12 Documents
Articles

Found 12 Documents
Search

AROK’S LEADERSHIP FROM THE ASTHABRATA PERSPECTIVE IN AROK DEDES NOVEL BY PRAMOEDYA ANANTA TOER Nitayadnya, I Wayan
Widyariset Vol 16, No 1 (2013): Widyariset
Publisher : LIPI-Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.759 KB)

Abstract

The concept of leadership is not only useful for the leader but it is also useful for everyone who is led, meaning that by understanding the concept of good leadership, a leader will be able to do what he should do and how the follower should shows their loyalty and dedication to the leader. By using the leadership role contained in the Arok Dedes novel written by Pramoedya Ananta Toer, the objectives to be achieved in this study were (1) reveals patterns how Arok leads, (2) reveals leadership perspective of Asthabrata Arok, and (3) knowing the relevance Arok leadership in relation to the present leadership and the future leadership. The method used in the data collection is the literature study. The data analysis is carried out by reconstruction and reflection text (text meaning), then proceed with interpretation by evaluating the perspective of Asthabrata leadership and correlate the text with the concept of leadership in the future leadership. The result of the analysis shows that the leadership pattern of Arok reflects strong leadership and fairness. Arok leadership represents the leadership of Asthabrata. The character of leadership is very relevant to be applied in order to leading a nation in which experiencing a crisis of leadership like today.
PERUBAHAN POLA PIKIR KAUM MARGINAL TERHADAP PENDIDIKAN DALAM NOVEL ORANG MISKIN DILARANG SEKOLAH KARYA WIWID PRASETYO Nitayadnya, I Wayan
Aksara Vol 28, No 2 (2016): Aksara, Edisi Desember 2016
Publisher : Balai Bahasa Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.259 KB) | DOI: 10.29255/aksara.v28i2.130.181-196

Abstract

Penelitian ini membahas masalah perubahan pola pikir kaum marginal terhadap pendidikan dalam novel Orang Miskin Dilarang Sekolah karya Wiwid Prasetyo dan faktor-faktor yang memotivasi dan mempengaruhi perubahan pola pikir tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Metode dan teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah metode kepustakaan dengan teknik catat dan identfikasi. Metode deskriptif analitik digunakan pada tahapan analisis data dan metode informal digunakan pada tahapan penyajian hasil analisis. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa kaum marginal dalam novel Orang Miskin Dilarang Sekolah karya Wiwid Prasetyo memandang pendidikan sebagai sesuatu yang tidak begitu penting dalam kehidupan mereka. Mereka lebih mengutamakan kegiatan yang dianggap mampu menghasilkan uang. Adanya pola pikir yang demikian disebabkan oleh faktor lemahnya kondisi keluarga, lingkungan sosial yang kurang mendukung terlaksananya pendidikan yang konduksif, ketiadaan perhatian orang tua, dan tidak adanya kemauan. Perubahan pola pikir kaum marginal terhadap pendidikan terjadi setelah mereka menyadari bahwa mereka tidak memiliki pengetahuan dan keterampilan sehingga mudah dibodohi orang dan tidak mampu bersaing untuk mendapatkan pekerjaan yang layak. Mereka berharap dengan pendidikan segala potensi, baik itu potensi kognitif, afektif, maupun psikomotor, yang ada dalam diri mereka dapat dikembangkan.  
Mendekontruksi Drama Empat Babak “KejahatanMembalas Dendam” Karya Idrus Nitayadnya, I Wayan
Gramatika: Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan Vol 1 No 1 (2013): Gramatika, Volume I, Nomor 1, Januari--Juni 2013
Publisher : Kantor Bahasa Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.552 KB) | DOI: 10.31813/gramatika/1.1.2013.13.25--39

Abstract

Drama empat babak “Kejahatan Membalas Dendam” karya Idrus telah banyak dikaji oleh para kritikus sastra. Kajian tersebut telah menghasilkan makna-makna yang telah dikonvensionalkan, terutama pada aspek penokohan dan tema. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap makna di balik makna yang telah dikonvensionalkan itu atau makna paradoks dari unsur-unsur aporia, terutama unsur aporia dalam tema dan penokohan drama karya Idrus tersebut. Teori yang digunakan untuk mengungkap makna paradoks itu adalah teori dekonstruksi. Metode yang digunakan adalah metode studi kepustakaan, deskriptik analitik, dan penyajian secara naratif. Hasil dekonstruksi menunjukkan bahwa tokoh yang dikonvensionalkan sebagai tokoh pengkhianat bangsa sebenarnya adalah tokoh pejuang yang hebat. Ia ikhlas berkorban jiwa dan raga untuk mencapai cita-cita kemerdekaan. Demikian pula mengenai pengorbanan untuk nusa dan bangsa bukanlah tema sentral drama ini, melainkan yang menjadi tema sentral adalah menyingkirkan pengkhianat bangsa.
Strategi Alternatif Pemecahan Konflik Melalui Pembinaan Nilai-Nilai Kearifan Lokal dalam Tradisi Lisan: Nitayadnya, I Wayan
Gramatika: Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan Vol 2 No 1 (2014): Gramatika, Volume II, Nomor 1, Januari--Juni 2014
Publisher : Kantor Bahasa Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.493 KB) | DOI: 10.31813/gramatika/2.1.2014.78.29--38

Abstract

Adanya pergeseran tata nilai tradisi dan lunturnya kesadaran budaya masyarakat yang ada di daerah Poso dan Palu merupakan salah satu penyebab terjadinya konflik di daerah tersebut. Oleh sebab itu, salah satu langkah yang penting dilakukan adalah kembali menggali nilai-nilai kearifan lokal yang terdapat dalam sastra daerah tersebut karena nilai-nilai tradisi dan budaya yang adi luhung pada umumnya tercermin dalam sastra. Hasil penggalian itu perlu diperkenalkan tidak hanya kepada masyarakat pendukung sastra itu, tetapi juga kepada masyarakat luas. Hal ini dilakukan agar masyarakat luas dapat memahami kearifan lokal daerah tersebut. Sehubungan dengan itu, ada beberapa strategi alternatif yang perlu dilakukan dalam upaya meminimalisasi terjadinya konflik di daerah tersebut, yaitu melakukan pembinaan melalui pendidikan yang berbasiskan lingkungan; mengoptimalisasikan peran media massa dalam mensosialisasikan nilai kearifan lokal; meningkatkan peran komunitas seni untuk menggarap kekayaan budaya lokal; meningkatkan peran tokoh budaya setempat; dan meningkatkan peran instansi pemerintah dalam mengimplementasikan kearifan budaya setempat.
KESATUAN TEMATIK PUISI “LAUT” DAN “SELAIN LAUT” KARYA ABDUL HADI W.M.: INTERPRETASISEMIOTIK Nitayadnya, I Wayan
Kandai Vol 10, No 1 (2014): KANDAI
Publisher : Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (976.565 KB) | DOI: 10.26499/jk.v10i1.313

Abstract

Puisi ”Laut” (Meditasi, 1976) dan “Selain Laut” (Pembawa Matahari, 2002) karya Abdul Hadi W.M. memiliki kesatuan tematik walaupun diciptakan dalam kurun waktu yang berbeda. Masalah penelitian ini adalah bagaimanakah kesatuan tematik yang terlukis dari kedua puisi tersebut. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengungkap kesatuan tematik dari kedua puisi tersebut. Metode yang digunakan adalah studi pustaka, deskriptif analitik, dan informal. Dari analisis sintaksis, semantik, dan pengujaran dapat disimpulkan bahwa kedua puisi tersebut mencerminkan satu kesatuan tematik. Kesatuan tematik kedua puisi tersebut adalah hidup di alam semesta ini tidak ada yang abadi. Artinya, hidup itu terus mengalami perubahan seiring dengan perkembangan zaman danpemikiran manusia.
ANSIETAS S.E.W. ROORDA VAN EYSINGA DALAM PUISI “HARI TERAKHIR ORANG BELANDA DI PULAU JAWA”: PSIKOANALISIS JACQUES LACAN (Anxiety of S.E.E. Roorda Van Eysinga In the Poem “Hari Terakhir Orang Belanda di Pulau Jawa”: Psychoanalysis of Jacques Lacan) Nitayadnya, I Wayan
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 8, No 1 (2015)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2015.v8i1.17-30

Abstract

Puisi “Hari Terakhir Orang Belanda di Pulau Jawa” yang dibahasakan oleh Panglima Sentot bersumber dari puisi yang berjudul “Ballada Pengutukan” karya  S.E.W. Roorda van Eysinga. Puisi itu menggambarkan adanya konflik kejiwaan yang dirasakan oleh sang penyair. Penelitian ini bertujuan mengungkap ansietas yang dialami oleh S.E.W. Roorda van Eysinga dalam puisi tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan, deskriptif, dan penyajian secara naratif. Berdasarkan hasil pembahasan menunjukkan bahwa ansietas S.E.W. Roorda van Eysinga dilatarbelakangi oleh sikap antipati terhadap kebiadaban dan keserakahan bangsanya. Hal itu menimbulkan kecemasan dalam dirinya akan aksi balas dendam dari kaum pribumi. Sikap antipati dan gejolak ansietas yang ada dalam diri penyair itu disampaikan dengan gaya bahasa simbol, personifikasi, eufemisme, hiperbola, asidenton, dan sinekdoke pars pro toto.Abstract:The poem  “Hari Terakhir Orang Belanda di Pulau Jawa” was reworded by Panglima Sentot based on the poem of  “Ballada Pengutukan”  written by S.E.W. Roorda Van Eysinga. It describes the inner conflict of the poet. The study is indended to reveal the anxiety of the poet in the poem. The applied method is literary, descriptive, and narrative.The result shows that the back- ground of the anxiety of S.E.W. Roorda Van Eysinga was by the antipathy behaviour toward bar- barity and greediness of his own people. It rose  anxiety over himself of  the native’s reprisal. The antiphaty  behaviour  and anxiety of the poet were expressed in symbolic language, personifica- tion, eufemism, hyperbolic,  asydenton, and synechoche pars pro toto.
HUKUM KARMA DALAM NOVEL SUKRENI GADIS BALI KAJIAN REKONSTRUKSI DAN REFLEKSI Nitayadnya, I Wayan
SAWERIGADING Vol 18, No 1 (2012): Sawerigading, Edisi April 2012
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5913.542 KB) | DOI: 10.26499/sawer.v18i1.331

Abstract

Hermeneutic theory has two stages in sequence, reconstruction and reflection. Reconstruction stage is an effort level to understand text well in order to make the reader easy to find meaning implied in the text, and reflection stage is an effort level to understand text or better than its creator. This stage tries to find moral values on the text. Using this theory, the text can be fully comprehended; meanings and moral values can be reviewed clearly. By using reconstruction stage on Sukreni Gadis Bali, it results that bad action will bear uncomfortable thing, physically and mentally. By using reflection stage, moral value of the text is that good action will give happiness and bad action will give sorrow. This message is still relevant and can be guidance in now or the future life. Abstrak Teori hermeneutik memiliki dua tahapan secara berurutan, yaitu tahap rekonstruksi dan tahap refleksi. Tahap rekontruksi merupakan tahapan yang berupaya memahami teks secara baik sehingga dengan pemahaman teks yang baik memudahkan pembaca menemukan makna yang terkandung dalam teks, dan tahap refleksi merupakan tahapan yang berupaya memahami teks lebih mendalam atau lebih baik dari pengarangnya. Tahapan ini berusaha menangkap pesan moral yang terkandung dalam teks. Dengan teori ini, tujuan yang ingin dicapai adalah untuk memperoleh pemahaman teks yang lebih baik, sehingga makna dan dan pesan moral dapat terungkap dengan jelas. Dari kajian rekonstruksi terhadap teks Sukreni Gadis Bali menunjukkan perbuatan jahat akan menanggung sesuatu yang tidak menyenangkan, baik itu secara lahir maupun batin. Dari kajian refleksi, pesan moral yang disampaikan dalam teks ini adalah perbuatan yang baik akan berpahala kebahagiaan dan perbuatan yang tidak baik akan berakibat kesengsaraan. Pesan ini masih sangat relevan dan dapat dipedomani dalam menjalani kehidupan sekarang atau masa yang akan datang.
PROPAGANDA PEMERINTAH ORDE BARU DALAM NOVEL LAN JANI (The Propaganda of New Order Government in the Novel Lanjani) Nitayadnya, I Wayan
SALINGKA Vol 11, No 02 (2014): SALINGKA, EDISI DESEMBER 2014
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.342 KB) | DOI: 10.26499/salingka.v11i02.16

Abstract

To strengthen their power, the government or the ruler always give influence to the writer or the publisher to put the political material and certain ideology in the literature work. Those materials will be revealed based on the novel Lan Jani and become the aim of the article. The method which is applied in the paper is literature and analytical descriptive. The resentationin the paper will be in narrative. The analysis result is the novel has political and ideological policies of New Order Government. The disseminated propaganda of national policies is transmigration and youth village program based on Pancasila. The target aimed by New Order government is the rising of the young generation awareness about the importance of transmigration in develop the country.  In other side, the realization of youth village program based on Pancasila could raise the spirit of unity and integrity of Indonesian young  generation.
CITRA FISIOLOGIS DAN PSIKOLOGIS TERUNA-TERUNI BALI DALAM NOVEL SUKRENI GADIS BALI KARYA PANDJI TISNA Nitayadnya, I Wayan
Multilingual Vol 14, No 2 (2015): Multilingual
Publisher : Multilingual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.654 KB)

Abstract

The result of this research are expected to be useful in founding and developingattitude and mindset of teruna teruni Bali in particularly, and to young generationof Indonesia in generally for the future challenges. The method used in collectingdata is library research. The results of the analysis showed that (1) the physiological aspect of image of teruna teruni Bali from are beautiful and handsome, and (2) the psychological aspect of image of teruna teruni Bali related with Godness relationship is the piousness teruna teruni and concerning the nature is protecting nature; relationship with them self is the image of teruna teruni who are apathetic, hopeful, and strong convictions.
STRUKTUR NARATIF MENGENAI KISAH CINTA DIN DAN NUR DALAM PUISI-PUISI KARYA MASYHUDDIN MASYHUDA Nitayadnya, I Wayan
Multilingual Vol 12, No 2 (2013): Multilingual
Publisher : Multilingual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.812 KB)

Abstract

The story in the poems Kuala dan Jajaka (1975) by Masyhuddin Masyhuda interrelated with each other. Revealing the narrative unity of the poems and describing the theme, plot, characterization, and settings become the aim of the paper. The method which is applied is literature, analisys descriptive, and narrative arrangement. The analysis result shows that there is a descriptiveunity in poems which has story about love story of Din and Nur. The theme is about Nur’s devotion to Din. The plot is consist of situation, generating circumstances, rising action, and in the end is climax, without the denouement. The main characters are Din and Nur, the second is Nur’s father, and thethird is Nur’s mother, doctor, and dukun (the traditional healer). The main imagery of character is psychological dimension. Social, place, and time setting is used as the setting of the poems.