Wahid Wahid, Wahid
Kementerian Pertanian

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

STUDY OF FOREST POTENCY OF MANGROVE SEBAUK VILLAGE AS OBJECT OF ECOUTOURISME IN BENGKALIS REGENCY RIAU PROVINCE Wahid, Wahid; Samiaji, Joko; Galib, Musrifin
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Perikanan dan Ilmu Kelautan Vol 5 (2018): Edisi 1 Januari s/d Juni 2018
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Ecotourism is trip to a natural environment by prioritizing aspects of nature conservation and ecotourism activities can increase revenues for nature conservation that serve as a tourist attraction and generate economic benefits for the lives of people who are in the area. This research was conducted from January to February 2018 in Sebauk Village, Bengkalis Regency, Riau Province. The aim of the research was to know the potential of mangrove ecosystem in Sebauk Village to be used as ecotourism area and to know the level of participation and perception of community and stakeholders.. Determination of sampling point by means of purposive sampling. Mangrove forest of  Sebauk Village had a the potential to serve as a mangrove ecotourism area. This was seen by the vegetation structure and condition. The vegetation of mangroves identified in the observation plot  were consisting of 5 families and 8 species. The areas that were catagorized very suitable for ecotourism were at the sampling point 2 and the sampling point 3. Keywords: Marine ecotourism, Mangrove, Sebauk Village
ADAPTASI VARIETAS UNGGUL BARU PADI SAWAH SERAM TIMUR MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN WILAYAH Wahid, Wahid; Rivaie, A. Arifin; M, Maryam
Agros Journal of Agriculture Science Vol 15, No 1: Edisi Januari 2013
Publisher : Faculty of Agriculture, Janabadra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.352 KB)

Abstract

Penyebab utama rendahnya produktivitas padi di Maluku adalah tidak tersedianya varietas unggul spesifik lokasi. Untuk itu, perlu dikaji penggunaan varietas unggul baru yang adaptif di Seram Bagian Timur (SBT), Maluku dengan produktivitas tinggi, baik kualitas maupun kuantitas dan sesuai preferensi konsumen dalam mendukung ketahanan pangan Maluku. Telah dilakukan kajian adaptasi beberapa varietas unggul baru padi sawah irigasi Desa Jakarta Baru, SBT tahun 2011 untuk mendapatkan dua hingga tiga varietas unggul berproduksi tinggi. Rancangan Acak Kelompok digunakan dengan tiga ulangan dan lima perlakuan (Conde, Cibogo, Inpari 3, Inpari 6, dan Inpari 13). Sistem tanam yang digunakan adalah model legowo 4:1 dengan jarak tanam (20 cm x 10 cm) x 40 cm. Parameter yang diamati: tinggi tanaman saat menjelang panen, jumlah anakan produktif/rumpun, panjang malai jumlah bulir per/malai, berat gabah total (g)/rumpun, dan hasil gabah kering panen per ha (ton per ha). Hasil: dari lima varietas unggul yang diuji, Inpari 13 memperlihatkan hasil lebih tinggi, berbeda nyata dengan varietas lainnya, varietas Conde. Dari daya hasilnya, kedua varietas (Inpari 13 dan Conde) berpeluang untuk dikembangkan di Kabupaten Seram Bagian Timur untuk mendukung ketahanan pangan wilayah Maluku. Kata kunci: varietas; padi; pangan.
POTENSI BUDIDAYA PTT INPARA 1 DAN INDRAGIRI LAHAN SUB OPTIMAL WAEAPO, BURU Wahid, Wahid; Sirappa, M.P.
Agros Journal of Agriculture Science Vol 15, No 1: Edisi Januari 2013
Publisher : Faculty of Agriculture, Janabadra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.519 KB)

Abstract

Kajian dilaksanakan di Desa Debowae, Waeapo, Kabupaten Buru MT 2011 untuk mengetahui pengaruh pupuk organik terhadap pertumbuhan dan hasil padi lahan sub-optimal. Luas yang digunakan satu ha. Perlakuannya adalah penggunaan pupuk organik sapi. Perlakuan diulang tiga kali. Takaran pupuk organik tiga ton per ha.Varietas digunakan adalah padi Inpara 1dan Indragiri, dari Balai Besar Padi Sukamandi. Budidaya dengan teknologi model Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT). Pupuk anorganik 300 kg NPK Phonska, dan 200 kg urea, setengah bagian urea diberikan bersamaan seluruh NPK Phonska umur tujuh hst dan sisa urea diberikan umur 24 hst dan 38 hst. Parameter yang diukur adalah sifat fisik dan kimia tanah, komponen pertumbuhan, dan hasil tanaman. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata produktivitas padi dengan pupuk organik dikombinasikan pupuk anorganik dan pemakaian varietas adaptif adalah Indragiri (7,61) t ha-1 dan varietas Inpara 1 (7,48) t ha-1 secara statistik menunjukkan perbedaan nyata. Sementara hasil petani rata-rata 2,6 t ha-1 ha ditanam secara tanam benih langsung dan (2,9) t ha-1 ha yang ditanam secara tanam pindah dari persemaian. Kata kunci: pupuk organik, Inpara; Indragiri