Karsinah Karsinah, Karsinah
Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang

Published : 16 Documents
Articles

Found 16 Documents
Search

IDENTIFIKASI KELUARGA MISKINDI SEKTOR PERTANIAN DAN NON PERTANIAN KABUPATEN BANTUL Karsinah, Karsinah
JEJAK: Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Vol 6, No 2 (2013): September 2013
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.644 KB)

Abstract

Bantul regency is a one region from five regencies in Jogjakarta Province. There are 17 district in Bantul regency, which is Srandakan district n the south side and sedayu district in the north side and close to the border with Sleman regency. The biggest potential is an agricultural sector, tourism,and manufacturing industry that expected to reduce the poverty level. Therefore, it is neccesary to identified a poor families in agricultural sector and non agricultural sectors. Furthermore, to identified the disparity level between an agricultural sector and non agricultural sectors at Argomulyo village (agriculture village), bangunjiwo village (handicraft industrial village) and parngtritis village (tourism vllage). The data that needed is a primary data with using a sampling method that conducted in argomulyo, bangunjiwo and parangtritis village. The responden is 30 peoples each village. The research result shows that the people in parangtritis village have the highest income per capita which is the lowest income is the people in argomulyo village. In the other side, the residential ratio in bangunjiwo village is higher than in parangtritis village. Kabupaten Bantul merupakan salah satu dari lima kabupaten yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan jumlah kecamatan sebanyak 17 kecamatan dimulai dari Kecamatan Srandakan letak wilayahnya di selatan dan Kecamatan Sedayu yang letaknya di utara dan berbatasan dengan Kabupaten Sleman. Potensi yang terbesar yang dimiliki yaitu sektor pertanian , sektor pariwisata maupun sektor industri pengolahan yang diharapkan akan mampu mengurangi masyarakat miskin yang ada di Kabupaten Bantul. Oleh karena itu perlu dilakukan identifikasi keluarga miskin di sektor pertanian dan sektor nonpertanian. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan identifikasi keluarga miskin di sektor pertanian dan sektor nonpertanian. Selanjutnya mengidentifikasi tingkat disparitas pendapatan antara sektor pertanian dan sektor non pertanian masyarakat Desa Argomulyo (desa pertanian), Desa Bangunjiwo (desa industri kerajinan), dan Desa Parangtritis (desa wisata). Data yang digunakan adalah data primer dengan mengambil sampel 3 desa yaitu Desa Argomulyo , Desa Bangunjiwo dan Desa Parangtritis dengan masing-masing desa sebanyak 30 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan Desa Parangtritis mempunyai pendapatan rata-rata tertinggi sedangkan yang terendah adalah Desa Argomulyo. Sebaliknya untuk kepemilikan rumah masyarakat Desa Parangtritis masih banyak yang belum memiliki rumah sendiri dibandingkan dengan Desa Bangunjiwo yang sudah 90 % memiliki rumah sendiri.
DAMPAK SEDIMENTASI BENDUNGAN SOEDIRMAN TERHADAP KEHIDUPAN EKONOMI MASYARAKAT W.P, Sucihatiningsih Dian; Setiawan, Avi Budi; Karsinah, Karsinah
JEJAK: Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Vol 5, No 2 (2012): September 2012
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.955 KB)

Abstract

Sedimentation is a material precipitation in which transported through water, wind, ice or glacier at a basin. Delta, which is found at the estuary of a river, is resulted from material precipitation process and is carried by watter from the river. Panglima Besar Soedirman (PBS) barrage, located in Banjarnegara regency, has undergone a very critical sedimentation. The unstable soil making the trees unable to absorb water which has caused erosion and sedimentation. Sedimentation happened at Bendungan Panglima Besar Soedirman affected economic aspect, especially in the field of fishery and agriculture. Sedimentation will silt up in the dam area causing muddy water. This will badly effect the fishery sector at dam. Besides, this caused Karamba- a raising fishing basket-decreased. Further, agricultural sector, the irrigation system also underwent the impact from sedimentation at the dam. Sedimentasi adalah suatu proses pengendapan material yang ditransport oleh media air, angin, es, atau gletser di suatu cekungan. Delta yang terdapat di mulut-mulut sungai adalah hasil dan proses pengendapan material-material yang diangkut oleh air sungai. Bendungan panglima Besar Soedirman (PBS) di kabupaten Banjarnegara merupakan satu lokasi yang terkena sedimentasi sangat parah. Kerusakan lingkungan yang terjadi di daerah aliran sungai merupakan penyebab utama dari sedimentasi di Bendungan PBS. labilnya kondisi tanah akibat tidak adanya pohon penahan air mengakibatkan erosi yang menyebabkan sedimentasi.Sedimentasi di Bendungan PBS ternyata juga sangat berdampak terhadap aspek perekonomian terutama dalam bidang perikanan dan pertanian. Sektor perikanan dan pertanian adalah bidang-bidang yang terdampak dari sedimentasi Bendungan PBS sebab sedimentasi menyebabkan pendangkalan pada area Bendungan yang menyebabkan air menjadi keruh sehingga akan berdampak buruk terhadap sektor perikanan umum bendungan. Dan juga mengakibatkan lokasi untuk kolam karamba ikan air tawar berkurang karena terjadi pendangkalan dan juga pertanian adalah sektor andalan yang diperkirakan juga mengalami dampak dari adanya sedimentasi bendungan PBS. Sebab pengairan irigasi yang diterapkan untuk sawah-sawah juga berasal dari aliran sungai yang menuju Bendungan PBS.
KINERJA BANK UMUM SYARIAH DI INDONESIA TAHUN 2010-2012 Karsinah, Karsinah; Cahya, Ardias Rifki Khaerun
JEJAK: Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Vol 7, No 2 (2014): September 2014
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.777 KB)

Abstract

This is a study of Islamic bank performance in Indonesia. The objects of research are 11 Islamic Banks in Indonesia from 2010 until 2012. They are BMI, BSM, Bank Syariah Mega Indonesia, BNI Syariah, BRI Syariah, Bank Bukopin Syariah, BCA Syariah, Bank Panin Syariah, Bank Victoria Syariah, Bank Jabar Banten Syariah, and Maybank Indonesia Syariah. The variables used in this study were Deposit (I1), Assets (I2), Labor Costs (I3), Finance (O1), and Operating Income (O2). The method used in this research was Constant Return to Scale (CRS). The result of technical efficiency calculation by using DEA is 4 Islamic Banks have not been efficient; they are BRI Syariah, BCA Syariah, Bank Panin Syariah, and Bank Victoria Syariah. Further, the others Islamic Banks have reached the efficiency level. Then, it can be concluded that the majority of Islamic Banks in Indonesia have been efficient from 2010 to 2012. After having the study resuts, the Islamic banks should improve the micro policies for achieving the technical efficiency accomplishment, allocate the savings input excess into the total assets input; especially the productive assets, have firmer control for preventing moral hazard; and increase the budgeting number or crea-ting innovative product and the services cost. Penelitian ini mengenai kinerja bank syariah di Indonesia.Sampel penelitian sebanyak 11 Bank Umum Syariah yang ada di Indonesia periode tahun 2010- 2012. Bank Umum Syariah tersebut meliputi BMI, BSM, Bank Sya-riah Mega Indonesia, BNI Syariah, BRI Syariah, Bank Bukopin Syariah, BCA Syariah, Bank Panin Syariah, Bank Victoria Syariah, Bank Jabar Banten Syariah, Maybank Indonesia Syariah. Variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Simpanan (I1), Aset (I2), Biaya Tenaga Kerja (I3), Pembiayaan (O1), dan Pendapatan Operasional (O2). Metode yang dogunakan dalam penelitian ini adalah metode Constant Return to Scale (CRS). Hasil dari perhitungan efisiensi teknik dengan menggunakan DEA dari kinerja 11 bank Umum Syariah (BUS) di Indonesia pada tahun 2010-2012 terdapat 4 BUS yang belum efisien. Adapun Bank Umum Syariah yang belum efisien adalah BRI Syariah, BCA Syariah, Bank Panin Syariah, dan Bank Victoria Syariah. Sementara 7 Bank Umum Syariah lainnya telah mencapai tingkat efisiensi. Dapat dikatakan mayoritas Bank Umum Syariah di Indonesia mengalami efisiensi dari tahun 2010-2012. Saran yang diberikan yaitu perbaikan kebijakan mikro untuk pencapaian efisiensi, mengalokasikan kelebihan input simpanan ke bagian input aset total khususnya aset yang bersifat produktif, mempunyai pengawasan yang lebih ketat (pencegah terjadinya moral hazard), meningkatkan jumlah pembiayaan (inovasi produk) dan biaya pelayanan jasa.
RECHARGING METODE PEMBELAJARAN KEWIRAUSAHAAN BERBASIS MULTIMEDIA UNTUK GURU SD DI DESA TIENG WONOSOBO Setiawan, Avi Budi; Karsinah, Karsinah
Jurnal Abdimas Vol 20, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan ilmu dan teknologi semakin mendorong usaha-usaha ke arah pembaharuan dalam memanfaatkan hasil-hasil teknologi dalam pelaksanaan pembelajaran. Guru (pengajar) dalam mengikuti perkembangan teknologi ini diharapkan dapat menggunakan alat atau bahan pendukung proses pembelajaran, dari alat yang sederhana sampai alat yang canggih (sesuai dengan perkembangan dan tuntutan jaman). Pengabdian ini dilaksanakan dengan peserta pelatihan yaitu guru di SD Ma’arif dan Muhammadiyah Tieng. Materi pelatihan adalah konsep kewirausahaan yang dibuat dalam aplikasi video multimedia. Analisis situasi menunjukkan pembelajaran kewirausahaan bisa diterapkan di hamper semua bidang studi. Muatan dan konsep kewirausaan dapat diterapkan pada mata pelajaran yang menjadi kurikulum di SD Ma’arif dan Muhammadiyah. Namun demikian metode pembelajaran yang digunakan  masih sederhana. Dengan pelatihan ini peserta diajarkan membuat media ajar yang menggunakan video multimedia dengan aplikasi Software Pinacle. Peserta pelatihan menunjukkan respon antusias dan hasil pelatihan menunjukkan hasil beberapa peserta pelatihan mampu menagkap dan mengaplikasikannya.
ANALISIS POTENSI DAN PROYEKSI PENERIMAAN RETRIBUSI PELAYANAN PASAR DI KABUPATEN SEMARANG Fatmawati, Evi; Karsinah, Karsinah
Economics Development Analysis Journal Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Economics Development Analysis Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Retribusi pelayanan pasar merupakan jenis retribusi jasa umum yang cukup potensial, dikarenakan Kabupaten Semarang menarik retribusi dari 33 pasar tradisional setiap harinya. Tujuan penelitian ini, untuk menganalisis potensi penerimaan retribusi pasar di Kabupaten Semarang tahun 2011 – 2015, serta memproyeksi pendapatan retribusi pelayanan pasar tahun 2016 – 2020. Penelitian ini menggunakan analisis kontribusi, analisis pertumbuhan, analisis potensi, dan analisis ARIMA (2,1,2) (Auto Regressive Integrated Moving Average). Hasil penelitian menunjukan: (1) kontribusi retribusi pelayanan pasar terhadap retribusi daerah dan PAD dalam kategori kurang dan sangat kurang, (2) pertumbuhan retribusi pelayanan pasar berfluktuasi, (3) penerimaan retribusi pelayanan pasar belum berdasarkan potensi, (4) target retribusi pelayanan pasar berada dibawah potensi, (5) proyeksi pendapatan retribusi pasar meningkat dalam lima tahun kedepan. Adanya selisih antara potensi dengan realisasi dapat dijadikan peluang oleh Pemerintah Daerah dalam memaksimalkan penerimaan retribusi pelayanan pasar. Saran peneliti yaitu penetapan target sesuai dengan potensi, serta peningkatan kualitas pelayanan pasar, hal tersebut diharapkan dapat meningkatkan sumbangan retribusi pelayanan pasar terhadap PAD di Kabupaten Semarang. Retribution as a source of local income had a great opportunity to be improve and be develop so. Market retribution service was a kind of public service retribution that potential enough, due to Semarang Regency managed and attracted the retribution of 33 traditional markets every day. The objective of this research was to analyze the potential and contribution of market retribution at Semarang Regency in 2011-2015, also approximate local market retribution service in 2016-2010. This research used contribution analysis, the growth analysis, potential analysis, and analyzed ARIMA (2,1,2) (Auto Regressive Integrated Moving Average). The results of this research that : (1) market retribution service toward to local retribution that had low category and PAD had very less category, (2) the growth of market retribution service is fluktuations, (3) market retribution service had not yet based on the potential there, (4) the target of market retribution service was under potential and (5) projected income of market retribution would increase in the next five years. The persistence of the difference between potential and realization be used as an opportunity by the local government in an effort to maximize market acceptance service levies. The researcher suggested the target should be based on potential, to improve the quality of market service, so the retribution was expected to increase the contribution of market retribution service toward to PAD at Semarang Regency.
MEKANISME TRANSMISI KEBIJAKAN MONETER DALAM MEMPENGARUHI INFLASI DAN PERTUMBUHAN EKONOMI DI INDONESIA Setiawan, Rifky Yudi; Karsinah, Karsinah
Economics Development Analysis Journal Vol 5 No 4 (2016)
Publisher : Economics Development Analysis Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejak dikeluarkannya UU Bank Indonesia yang baru tahun 1999, Bank Indonesia telah diberi amanah sebagai otoritas moneter ganda yang dapat menjalankan kebijakan moneter konvensional maupun syariah. Sejak saat itu perbankan dan keuangan syariah berkembang pesat.Penelitian ini bertujuan untuk melihat alur transmisi kebijakan moneter dari sisi konvensional dan syariah dalam mempengaruhi inflasi dan pertumbuhan ekonomi, yang kemudian membandingkan keduanya.  Hasil penelitian menunjukkan jalur konvensional memiliki alur sesuai dengan teori transmisi kebijakan moneter yang ada hingga mempengaruhi inflasi dan pertumbuhan ekonomi, sedangkan jalur syariah belum mempunyai alur yang sesuai dengan teori kebijakan moneter yang ada. Berdasarkan hasil VECM variabel syariah dapat menurunkan laju inflasi dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi, sedangkan variabel konvensional dapat menurunkan laju inflasi akan tetapi menahan laju pertumbuhan ekonomi. Kemudian berdasarkan hasil FEVD jalur konvensional lebih berpengaruh dalam mengendalikan pertumbuhan ekonomi dan inflasi dengan masing-masing kontribusi sebesar 50,5% dan 19,97%, sedangkan jalur syariah masing-masing sebesar 29,07%. dan 19,47%. Since New Banking Act in 1998, Indonesia has implemented a dual banking system, where conventional and Islamic banks can operate side by side throughout Indonesia. With the implementation of Bank of Indonesia’s Act in 1999, Bank of Indonesia has a dual mandate to conduct both conventional and Islamic monetary policies. Since then, the Islamic banking and finance has been growing rapidly.  The aim of this study is to see how transmission channel of monetary policy from side of conventional and Sharia channel to Influence Inflation and Economic Growth compare them both. The results showed the conventional channel is worked according to the theory of transmission mechanism of monetary policy that affect the final target inflation and economic growth, whereas Sharia channel does not worked according to the monetary policy. Based on the results of VECM on Sharia channel variable can reduce the inflation and increase the economic growth at the same time, while the variable of conventional channel can reduce the inflation but also reduce the economic growth at the same time. Then based on the results of FEVD conventional channel is more effective in controlling the economic growth and the inflation with contribution of 50.5%  and 19.97%. while the Islamic bank financing channel with contribution of 29.07% and 19.47%.
IDENTIFIKASI KELUARGA MISKINDI SEKTOR PERTANIAN DAN NON PERTANIAN KABUPATEN BANTUL Karsinah, Karsinah
JEJAK: Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Vol 6, No 2 (2013): September 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.644 KB)

Abstract

Bantul regency is a one region from five regencies in Jogjakarta Province. There are 17 district in Bantul regency, which is Srandakan district n the south side and sedayu district in the north side and close to the border with Sleman regency. The biggest potential is an agricultural sector, tourism,and manufacturing industry that expected to reduce the poverty level. Therefore, it is neccesary to identified a poor families in agricultural sector and non agricultural sectors. Furthermore, to identified the disparity level between an agricultural sector and non agricultural sectors at Argomulyo village (agriculture village), bangunjiwo village (handicraft industrial village) and parngtritis village (tourism vllage). The data that needed is a primary data with using a sampling method that conducted in argomulyo, bangunjiwo and parangtritis village. The responden is 30 peoples each village. The research result shows that the people in parangtritis village have the highest income per capita which is the lowest income is the people in argomulyo village. In the other side, the residential ratio in bangunjiwo village is higher than in parangtritis village.Kabupaten Bantul merupakan salah satu dari lima kabupaten yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan jumlah kecamatan sebanyak 17 kecamatan dimulai dari Kecamatan Srandakan letak wilayahnya di selatan dan Kecamatan Sedayu yang letaknya di utara dan berbatasan dengan Kabupaten Sleman. Potensi yang terbesar yang dimiliki yaitu sektor pertanian , sektor pariwisata maupun sektor industri pengolahan yang diharapkan akan mampu mengurangi masyarakat miskin yang ada di Kabupaten Bantul. Oleh karena itu perlu dilakukan identifikasi keluarga miskin di sektor pertanian dan sektor nonpertanian. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan identifikasi keluarga miskin di sektor pertanian dan sektor nonpertanian. Selanjutnya mengidentifikasi tingkat disparitas pendapatan antara sektor pertanian dan sektor non pertanian masyarakat Desa Argomulyo (desa pertanian), Desa Bangunjiwo (desa industri kerajinan), dan Desa Parangtritis (desa wisata). Data yang digunakan adalah data primer dengan mengambil sampel 3 desa yaitu Desa Argomulyo , Desa Bangunjiwo dan Desa Parangtritis dengan masing-masing desa sebanyak 30 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan Desa Parangtritis mempunyai pendapatan rata-rata tertinggi sedangkan yang terendah adalah Desa Argomulyo. Sebaliknya untuk kepemilikan rumah masyarakat Desa Parangtritis masih banyak yang belum memiliki rumah sendiri dibandingkan dengan Desa Bangunjiwo yang sudah 90 % memiliki rumah sendiri.
KINERJA BANK UMUM SYARIAH DI INDONESIA TAHUN 2010-2012 Karsinah, Karsinah; Cahya, Ardias Rifki Khaerun
JEJAK: Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Vol 7, No 2 (2014): September 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.777 KB)

Abstract

This is a study of Islamic bank performance in Indonesia. The objects of research are 11 Islamic Banks in Indonesia from 2010 until 2012. They are BMI, BSM, Bank Syariah Mega Indonesia, BNI Syariah, BRI Syariah, Bank Bukopin Syariah, BCA Syariah, Bank Panin Syariah, Bank Victoria Syariah, Bank Jabar Banten Syariah, and Maybank Indonesia Syariah. The variables used in this study were Deposit (I1), Assets (I2), Labor Costs (I3), Finance (O1), and Operating Income (O2). The method used in this research was Constant Return to Scale (CRS). The result of technical efficiency calculation by using DEA is 4 Islamic Banks have not been efficient; they are BRI Syariah, BCA Syariah, Bank Panin Syariah, and Bank Victoria Syariah. Further, the others Islamic Banks have reached the efficiency level. Then, it can be concluded that the majority of Islamic Banks in Indonesia have been efficient from 2010 to 2012. After having the study resuts, the Islamic banks should improve the micro policies for achieving the technical efficiency accomplishment, allocate the savings input excess into the total assets input; especially the productive assets, have firmer control for preventing moral hazard; and increase the budgeting number or crea-ting innovative product and the services cost.Penelitian ini mengenai kinerja bank syariah di Indonesia.Sampel penelitian sebanyak 11 Bank Umum Syariah yang ada di Indonesia periode tahun 2010- 2012. Bank Umum Syariah tersebut meliputi BMI, BSM, Bank Sya-riah Mega Indonesia, BNI Syariah, BRI Syariah, Bank Bukopin Syariah, BCA Syariah, Bank Panin Syariah, Bank Victoria Syariah, Bank Jabar Banten Syariah, Maybank Indonesia Syariah. Variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Simpanan (I1), Aset (I2), Biaya Tenaga Kerja (I3), Pembiayaan (O1), dan Pendapatan Operasional (O2). Metode yang dogunakan dalam penelitian ini adalah metode Constant Return to Scale (CRS). Hasil dari perhitungan efisiensi teknik dengan menggunakan DEA dari kinerja 11 bank Umum Syariah (BUS) di Indonesia pada tahun 2010-2012 terdapat 4 BUS yang belum efisien. Adapun Bank Umum Syariah yang belum efisien adalah BRI Syariah, BCA Syariah, Bank Panin Syariah, dan Bank Victoria Syariah. Sementara 7 Bank Umum Syariah lainnya telah mencapai tingkat efisiensi. Dapat dikatakan mayoritas Bank Umum Syariah di Indonesia mengalami efisiensi dari tahun 2010-2012. Saran yang diberikan yaitu perbaikan kebijakan mikro untuk pencapaian efisiensi, mengalokasikan kelebihan input simpanan ke bagian input aset total khususnya aset yang bersifat produktif, mempunyai pengawasan yang lebih ketat (pencegah terjadinya moral hazard), meningkatkan jumlah pembiayaan (inovasi produk) dan biaya pelayanan jasa.
Labor development strategy in the bag industry Nihayah, Dyah Maya; Putri, Phany Ineke; Karsinah, Karsinah
Economic Journal of Emerging Markets Volume 8 Issue 1, 2016
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research aims to formulate strategies for improving the labor competencies in the bag industry in Kudus Regency. The data comprise business players, which will be analyzed using the Strength, Weaknesses, Opportunities, and Threats (SWOT) analysis. The results reveal that the proper strategy for improving employment in the bag industry is growth and build strategy. Growth and development strategy are intensive actions undertaken through the development of labor competencies to improve the quality of output. It can be made with creating learning resources by designing methods and trainings refer to the Competency Based Training (CBT).
Analisis Determinan Pangsa Pasar Bank Syariah dengan Kinerja Bank Syariah di Indonesia Periode 2011-2016 Noor Rohman, Sani; Karsinah, Karsinah
Economics Development Analysis Journal Vol 5 No 2 (2016): Economics Development Analysis Journal
Publisher : Economics Development Department, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah melihat respon guncangan, dan kontribusi kinerja bank syariah dengan pangsa pasar. Program Akselerasi Pengembangan Perbankan Syariah (PAPBS) Indonesia menargetkan pangsa pasar bank syariah pada tahun 2008 adalah sebesar 5 %. Sedangkan pada tahun 2015 mencapai pangsa pasar perbankan syariah sebesar 15 %.  Namun pada akhir tahun 2016 pangsa pasar masih berada pada 5,29%. Variabel penelitianya adalah Market Share (Pangsa Pasar) dengan Biaya Operasional dan Pembiayaan Operasional (BOPO), Capital Adequacy Ratio (CAR), Return Of Asset (ROA), Finance To Deposte Ratio (FDR), Non Performing Finance (NPF). Hasil analisis penelitian ini, Kinerja bank syariah menunjukkan Pangsa pasar bank syariah merespon positif terhadap varaiabel BOPO, CAR, ROA dan FDR, sedangkan variabel NPF merespon negatif, sedangkan uji Variance Decomposition variabel ROA memiliki kontribusi lebih besar dibandngkan Variabel BOPO, CAR, FDR,dan NPF.   The purpose of this research is to see the relationship, shock response, and contribution of syariah bank performance with market share. The Indonesia Islamic Banking Development Acceleration Program (PAPBS) targets the market share of shariah banks in 2008 amounted to 5%. While in the year 2015 is to achieve sharia banking market share of 15%. But by the end of 2016 the market share is still at 5.29%. The research variables are Market Share with Operational Cost and Operational Financing (BOPO), Capital Adiquacy Ratio (CAR), Return Of Assets (ROA), Finance To Deposte Ratio (FDR), Non Performing Finance (NPF). The method used VAR (Vector Auto Regretion) which theoretically does not occur relationship between variables with VAR In Difference model.. Result of research is The performance of shariah banks shows that the market share of shariah banks responds positively to BOPO, CAR, ROA and FDR variables, whereas NPF variable responds negatively, while the Variance Decomposition variable of ROA has bigger contribution than BOPO, CAR, FDR, and NPF variables