Mahardika Prasetya Aji, Mahardika Prasetya
Departement of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Science, Universitas Negeri Semarang

Published : 17 Documents
Articles

Found 17 Documents
Search

STUDI X-RAY DIFFRACTOMETRY PADA STRUKTUR COATING ALUMUNIUM YANG DIPREPARASI DENGAN METODE MECHANICAL ALLOYING Rosita, Nita; Sudiro, Toto; Aryanto, Didik; Aji, Mahardika Prasetya
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 17, No 1: OKTOBER 2015
Publisher : BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.072 KB)

Abstract

STUDI X-RAY DIFFRACTOMETRY PADA STRUKTUR COATING ALUMUNIUM YANG DIPREPARASI DENGAN METODE MECHANICAL ALLOYING. Coating alumunium (Al) telah berhasil dideposisikan pada permukaan baja karbon rendah (low carbon steel) dengan menggunakan metode pemaduan mekanik (mechanical alloying). Setelah dideposisikan, coating alumunium diannealing di dalam vacum furnace pada suhu 600 oC, 700 oC dan 800 oC dengan kondisi vakum sekitar 5,6 Pa. Transformasi fasa dan perubahan struktur pada coating alumunium sebagai fungsi suhu annealing dipelajari dengan menggunakan teknik difraksi sinar-X (XRD). Puncak difraksiAl(111) dari hasil karakterisasi XRD mengindikasikan bahwa coating alumunium telah terdeposisi pada permukaan low carbon steel. Selain itu, hasil XRD juga menunjukkan transformasi fasa dan perubahan struktur coating alumunium sebagai efek suhu annealing. Hal itu ditandai dengan munculnya fasa Al3,2Fe, Fe3Al, dan Fe0,8Al0,2 pada pola difraksi XRD setelah diannealing. Peningkatan suhu annealing menyebabkan penurunan d-spacing, parameter kisi dan konstanta kisi kristal Fe0,8Al0,2(110), namun terjadi peningkatan pada regangan kisi dan kerapatan dislokasi. Evolusi pada struktur coating terjadi karena difusi alumunium kedalam low carbon steel.
UJI KUALITAS MINYAK GORENG BERDASARKAN INDEKS BIAS CAHAYA MENGGUNAKAN ALAT REFRAKTOMETER SEDERHANA Prasetyo, Dody Rahayu; Aji, Mahardika Prasetya; Supriyadi, -
Jurnal Fisika Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.157 KB)

Abstract

Telah  dilakukan uji kualitas minyak goreng dengan parameter fisika indeks bias menggunakan alat refraktometer sederhana. Minyak goreng yang digunakan adalah dua jenis minyak goreng nabati yang berbeda yaitu minyak goreng A dan B. Masing-masing minyak goreng dipanaskan dengan menambahkan plastik dan dilakukan sebanyak enam kali variasi massa plastik. Minyak goreng panas tersebut dimasukkan ke dalam refraktometer kemudian ditembakan sinar laser melalui salah satu sisi dan diamati sinar yang keluar dari sisi yang lain. Penentuan nilai indeks bias minyak goreng didasarkan pada hukum Snellius dengan cara mengukur jarak sinar bias terhadap garis normal. Kualitas minyak goreng ditentukan berdasarkan nilai indeks bias. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa semakin banyak kandungan plastik di dalam minyak goreng, semakin besar pula indeks bias minyak goreng tersebut. Dapat dipahami, laju sinar di dalam minyak goreng semakin berkurang dengan bertambahnya partikel plastik. Jadi, peran partikel plastik sebagai faktor penghambat laju sinar. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa minyak goreng yang mempunyai indeks bias besar yang terindikasi mengandung plastik memiliki kualitas buruk. Untuk minyak goreng merk A setelah dicampur plastik 1 gram dan 11 gram masing-masing memiliki indeks bias 1,351 dan 1,443. Untuk minyak goreng merk B setelah dicampur plastik 1 gram dan 11 gram  masing-masing memiliki indeks bias 1,297 dan 1,492.
Efektivitas Penambahan Getah Pelepah Pisang Kepok (Musa mcuminata balbisianacolla) pada Pigmen Kunyit (Curcuma domestica valet) untuk Mengatasi Kelunturan Kain Harmiansyah, Junaedi; Yulianto, Agus; Aji, Mahardika Prasetya
Jurnal Fisika Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.618 KB)

Abstract

Penambahan volume getah pisang kepok pada pigmen alami kunyit dalam mempertahankan warna dari kelunturan pada kain dilakukan dengan perbandingan pemberian volume getah pisang kepok : pigmen kunyit (80%:20%, 70%:30%, 60%:40%, 50%:50%, 40%:60%, 30%:70%). Efektifitas penambahan getah pelepah pisang Kepok diperoleh dari hasil karakterisasi material dengan mencari nilai trasmitansi yang dihasilkan cahaya laser yang dikenakan luxmeter melalui limbah pencucian sabun dengan detergen dan material kain, sehingga di dapatkan nilai transmitasi terbaik sebesar 0.68, di hasilkan dari penambahan getah pelepah pisang kepok sebesar 40%. Getah pisang kapok mampu sebagai pengikat pigmen alami kunyit, dalam mempertahankan kelunturan pada kain.
KUAT TARIK TALI BERBAHAN DASAR SERAT BATANG PISANG Yuliono, Eko Nugroho; Yulianto, Agus; Aji, Mahardika Prasetya
Jurnal Fisika Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.792 KB)

Abstract

Tali berbahan dasar serat batang pisang telah dihasilkan dengan proses pemintalan serat. Serat-serat batang pisang diuntai membentuk benang dan setiap benang yang dihasilkan diuntai membentuk tali. Jumlah n serat benang divariasikan untuk membentuk diameter tali yang berbeda. Diameter tali dari serat batang pisang yang telah dihasilkan yaitu ukuran 7 mm, 10 mm, 13 mm, 17 mm dan 20 mm. Hasil pengukuran kuat tarik diperoleh tegangan maksimum untuk tiap tali yaitu 12.9 MPa, 14 MPa, 9,8 MPa, 7,5 MPa dan 5,7 MPa. Variasi bahan dasar tali berupa serat batang pisang yang kering dan basah tidak mempengaruhi secara signifikan terhadap kuat tarik tali dimana distribusi nilai kuat tarik tali memiliki nilai yang sebanding. Tegangan maksimum tali menurun dengan semakin besarnya diameter tali. Hal ini diperkirakan tali dengan diameter yang lebih besar ini memiliki susunan serat benang yang kurang rapat. Untuk membentuk tali dengan diameter yang lebih besar diperlukan gaya yang lebih besar untuk proses menguntai hingga dihasilkan tali yang rapat dan kuat. Susunan yang kurang rapat diantara serat benang dari batang pisang menyebabkan gaya yang diberikan seolah-olah hanya dibekerja pada setiap satuan serat benang bukan serat benang dalam satu kesatuan yang utuh. Tegangan maksimum tali dari serat batang pisang pada diameter 10 mm yaitu pada orde 14 MPa. hingga 16 MPa. Dengan tegangan maksimum yang cukup tinggi, tali berbahan dasar serat batang pisang memiliki potensi yang tinggi sebagai produk yang memiliki nilai guna tinggi.
FABRIKASI TINTA PRINTER BERBAHAN DASAR PIGMEN ORGANIK DARI SAMPAH DAUN Wiguna, Pradita Ajeng; Susanto, -; Said, Muh. Afis Nur; Wicaksono, Rahmawan; Aji, Mahardika Prasetya; Sulhadi, -
Jurnal Fisika Vol 4, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.108 KB)

Abstract

Sampah menjadi salah satu permasalahan yang belum terselesaikan dalam masyarakat. Salah satu jenis sampah yang jumlahnya melimpah adalah sampah organik berupa dedaunan. Hal ini menuntut cara penanganan alternatif yang kreatif dan inovatif menjadi produk berdaya guna. Sebuah upaya yang dilakukan adalah pemanfaatan sampah daun sebagai pigmen warna organik untuk tinta printer. Pembuatan pigmen warna dilakukan dengan mereduksi sampah daun hingga berbentuk serbuk karbon yang homogen yaitu membakar sampah daun dalam kondisi oksigen rendah kemudian dilakukan proses pencampuran sederhana dengan bahan lain pembuat tinta. Tinta yang dihasilkan diuji transmitansinya dengan memvariasikan massa karbon yaitu dari 1 sampai 6 gram, hasilnya menunjukan bahwa semakin banyak massa karbon ,intensitas cahayanya semakin rendah. Uji laju absorbsi menunjukan bahwa tinta karbon memiliki kelajuan yang hampir sama dengan jenis tinta di pasaran, yaitu 1,04 mm/s. Saat uji kinerja tinta karbon pada printer menunjukan hasil yang lebih hitam dan halus sehingga sesuai jika diaplikasikan sebagai tinta printer.
SINTESIS PIGMEN ALAMI DAUN TANAMAN ANDONG (CORDYLINE FRUTICOSA L.) SEBAGAI PEWARNA BATIK DAN ANALISIS SIFAT OPTIKNYA Rosita, Nita; Susanto, -; Putro, Andya Satya Purnomo; Bangun, Riameinda Br.; Yulianto, Agus; Aji, Mahardika Prasetya
Jurnal Fisika Vol 4, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.954 KB)

Abstract

Pigmen alami dari daun tanaman Andong (Cordyline fruticosa L.) telah berhasil disintesis secara sederhana dengan merendamnya pada larutan 20 ml HCl 1,47 M. Massa daun dijadikan sebagai variabel bebas penelitian dimana 1 gram hingga 6 gram daun direndam pada larutan kemudian dianalisis sifat optik berupa transmitansi dan absorbansinya. Pigmen yang dihasilkan dalam penelitian ini berwarna merah. Hasil analisis menunjukkan bahwa transmitansi pigmen yang diperoleh menurun secara eksponensial dengan penambahan massa daun. Hasil tersebut menunjukkan pada massa daun 4 gram pigmen telah mengalami saturasi. Adapun absorbansi pigmen yang dihasilkan pada penelitian ini memiliki spektrum absorbansi pada daerah UV hingga spektrum tampak yaitu pada panjang gelombang 200 – 700  nm. Dari hasil analisis absorbansi tersebut, pigmen yang dihasilkan dari penelitian ini secara umum merupakan pigmen jenis flavonoid.  Berdasarkan hasil penelitian ini, disimpulkan bahwa daun tanaman Andong berpotensi sebagai pewarna alami yang selanjutnya dapat diaplikasikan untuk pewarna batik.
PERFORMANCE OF PHOTOCATALYST BASED CARBON NANODOTS FROM WASTE FRYING OIL IN WATER PURIFICATION Aji, Mahardika Prasetya; Wiguna, Pradita Ajeng; Susanto, Susanto; Rosita, Nita; Aisyah, Siti; Suciningtyas, Suciningtyas; Sulhadi, Sulhadi
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 14, No 2 (2016): December 2016
Publisher : Unnes Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Carbon Nanodots (C-Dots) from waste frying oil could be used as a photocatalyst in water purification with solar light irradiation. Performance of C-Dots as a photocatalyst was tested in the process of water purification with  a given synthetic sewage methylene blue. The tested was also conducted by comparing the performance C-Dots made from frying oil, waste fryng oil as a photocatalyst and solution of methylene blue without photocatalyst C-Dots. Performance of C-Dots from waste frying oil were estimated by the results of absorbance spectrum. The results of measurement absorbance spectrum from the process of water purification with photocatalyst C-Dots showed that the highest intensity at a wavelength 664 nm of methylene blue decreased. The test results showed that the performance of photocatalyst C- Dots from waste frying oil was better in water purification. This estimated that number of particles C-dots is more in waste frying oil because have experieced repeated the heating process so that the higher particles concentration make the photocatalyst process more effective. The observation of the performance C-Dots from waste frying oil as a photocatalyst in the water purification processes become important invention for solving the problems of waste and water purification.
Analisis Variasi Warna Terhadap Kualitas Daya Serap dan Kuat Tarik Tissue Napkin Paper Alfathy, Ragil Meita; Aji, Mahardika Prasetya; Sulhadi, Sulhadi
JIPF (Jurnal Ilmu Pendidikan Fisika) Vol 2, No 1 (2017): March 2017
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.293 KB)

Abstract

Tisu telah menjadi kebutuhan sehari–hari masyarakat dunia karena tisu merupakan benda pembersih praktis yang dapat dibawa kemana–mana. Inovasi yang dilakukan oleh para produsen adalah dengan memberikan corak motif bahkan warna untuk menambah nilai estetika dari tisu terutama pada tissue napkin paper atau kertas tisu serbet. Seiring berjalannya waktu, nilai estetika pada tissue napkin paper menjadi pertimbangan utama konsumen dalam pemilihan tisu dibandingkan fungsi utama kertas tissue napkin paper sebagai alat pembersih sehingga konsumen melupakan kualitas fisik dari tissue napkin paper. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi potensi perbedaan kuat tarik dan daya serap tissue napkin paper dengan dan tanpa colourant. Tissue napkin paper dihitung volume air yang terserap secara radial dan gaya yang dibutuhkan tisu dengan luas permukaan 0,042m2  untuk merobeknya, sehingga diketahui bahwa tissue napkin berwana merah, hijau, kuning dan putih memiliki persentase kualitas daya serap secara berturut-turut 38,89%, 42,78%, 41,67%, 46,67%  dan daya kuat tarik 78,3N/m2; 103,3N/m2; 140,4N/m2; 141,5N/m2. Colourant mengubah struktur pore menjadi lebih sempit dan jarak permukaan serat selulosa menjadi semakin panjang. Sehingga terjadi penurunan daya serap dan kuat tarik tissue napkins paper dengan colourant meskipun tidak dalam taraf yang signifikan.
SIFAT MEKANIK BAHAN KOMPOSIT KAMPAS REM BERBAHAN DASAR SERBUK ARANG KULIT BUAH MAHONI Prabowo, Herwidhi Tri; Sulhadi, Sulhadi; Aji, Mahardika Prasetya; Darsono, Teguh
Spektra: Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 2 No 2 (2017): SPEKTRA: Jurnal Fisika dan Aplikasinya, Volume 2 Nomor 2, Agustus 2017
Publisher : Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.398 KB)

Abstract

Mahogany bark is one of natural material which not used optimally in society. The overabundance of mahogany bark appearing new problem of garbage which charges an alternative solution creatively and innovatively becomes a new efficient and effective product. An alternative solution of mahogany bark utilization is as organic composite material of disk brake. The making of organic composite material of brake disk firstly is reducing the mahogany bark becomes a homogeneous carbon powder. The mahogany bark was smoked being of carbon and mixed with coconut shell and resin polyester as an adhesive. The organic composite material was produced, tested by Brinell Hardness test and attrition test by varied of composition percentage. There are five kinds of composite material composition had been tested. The result is obtainable of the most precise composition percentage 60% mahogany bark carbon, 15% coconut shell carbon, and 25% resin polyester which has brinell hardness number and attrition massa identically with Standar Nasional Indonesia (SNI). Keywords: mahogany bark, composite material, disk brake, Brinell hardness test, attrition test
Pembuatan Semak (Semprotan Anti Keruh) Sebagai Alternatif Lapisan Pencegah Kekeruhan Pada Kacamata Haya, Frilisa Dliyaul; Sulhadi, Sulhadi; Aji, Mahardika Prasetya
JIPF (Jurnal Ilmu Pendidikan Fisika) Vol 2, No 1 (2017): March 2017
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.635 KB)

Abstract

Pengguna kacamata sering mengalami gangguan pandangan saat terjadi perbedaan suhu udara di kedua sisi kacamata. Perbedaaan suhu tersebut membuat uap air yang berada disekitarnya mengalami kondensasi menjadi titik-titik air kecil yang tersebar di permukaan kaca sehingga menyebabkan berkurangnya transmisi cahaya (keruh). Untuk menghasilkan  lapisan pencegah kekeruhan pada kaca, dibuat suatu larutan Semak (semprotan anti keruh) yang bersifat hidrofilik sehingga memungkinkan uap air menyebar merata ke seluruh permukaan daripada pembentukan titik-titik air kecil. Larutan Semak dibuat dari campuran isopropanol, surfaktan non-ionik jenis NP-10 dan anionik jenis Emal 270E dengan berbagai variasi komposisi. Untuk menentukan komposisi terbaik, dilakukan uji sifat anti keruh dan pengukuran sudut kontak. Data hasil uji sifat anti keruh dianalis secara kualitatif berdasarkan keruh atau tidaknya permukaan kaca, sedangkan data hasil pengukuran sudut kontak dibandingkan dengan teori sudut kontak untuk permukaan hidrofilik. Larutan Semak terbaik didapatkan dengan komposisi campuran surfaktan 3,85%, isopropanol 19,23%, dan aquades 76,92% yang mampu bertahan pada permukaan kaca selama 7 hari. Pengukuran sudut kontak permukaan kaca dengan lapisan Semak  dihasilkan 14,462° yang menunjukkan bahwa permukaan bersifat hidrofilik.