Articles

Found 23 Documents
Search

PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP USAHA BUDI DAYA KARAMBA JARING APUNG (KJA) IKAN KERAPU DI KABUPATEN BULELENG, PROPINSI BALI Rosyidah, lathifatul; Zamroni, Achmad; Saptanto, Subhechanis
Buletin Ilmiah Marina Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 5, No 1 (2019): JUNI 2019
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.166 KB) | DOI: 10.15578/marina.v5i1.7642

Abstract

Persepsi masyarakat mengenai usaha budi daya  perikanan sangat penting dalam pengembangan usaha budi daya. Hal ini dikarenakan pengembangan budi daya  perikanan membutuhkan partisipasi masyarakat sebagai aktor utama keberhasilan budi daya  perikanan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi pembudidaya  terhadap aktivitas budi daya  KJA di Kabupaten Buleleng. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Buleleng, Propinsi Bali pada Tahun 2017 dengan menggunakan metode survey melalui pendekatan kualitatif dan kuantitatif (mix method). Pengumpulan data primer dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan data sekunder dikumpulkan melalui studi literatur dan publikasi ilmiah, maupun hasil penelitian terdahulu baik berupa laporan tahunan, data kecamatan dalam angka, kabupaten dalam angka dan publikasi lainnya. Wawancara dilakukan secara purposive kepada informan dengan menggunakan kuesioner. Data yang dikumpulkan meliputi persepsi masyarakat yang dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat pesisir di Kabupaten Buleleng bekerja sebagai nelayan dan atau pembudidaya KJA yaitu budi daya ikan kerapu dan menjadi alternatif mata pencaharian masyarakat yang menjanjikan keuntungan. Persepsi masyarakat mengenai aktivitas budi daya  yang dijalankan secara umum cukup baik dan memberikan keuntungan. Pemerintah diharapkan memberikan perhatian kepada pelaku usaha perikanan budi daya  dengan memberikan pendampingan dan pelatihan yang diperlukan oleh pembudi daya  yaitu pelatihan mengenai pengendalian hama dan penyakit, teknis pembesaran di KJA sesuai standar, cara budi daya  yang baik, pelatihan seleksi benih, dan pelatihan pemasaran. Title: Community Perception to Marine Culture Activity in Buleleng Regency, Bali ProvinceCommunity perceptions about the cultivation of fisheries are very important in the development of aquaculture business. This is due to the development of aquaculture requires community participation as the main factor to successful cultivation of fisheries. The purpose of this study was to determine the perceptions of aquaculture farmers on floating net cage cultivation activities in Buleleng Regency. This research was conducted in Buleleng Regency, Bali Province during 2017 using survey methods with qualitative and quantitative approaches (mix method). Primary data was collected through interviews, observation, and documentation. While secondary data was collected from literature studies and scientific publications, annual reports, statistical data of Buleleng Regency such as regency in figures and other publications. Interviews were conducted purposively to informants using a structure questionnaire including community perceptions. Data analysis used descriptive statistics. The results of this study shows that the cultivation of floating net cages in Buleleng Regency, namely cultivation of grouper aquaculture and an alternative livelihood that promises benefits. Public perceptions of cultural activities in general, which are carried out in a fairly good manner and provide benefits. The government is expected to pay attention to aquaculture fisheries entrepreneurs by providing assistance and training needed by farmers, namely training on pest and disease control, technical enlargement in floating net cages according to standards, good cultivation practices, seed selection training, and marketing training.
PENGUKURAN INDEKS BIAS ZAT CAIR MELALUI METODE PEMBIASAN MENGGUNAKAN PLAN PARALEL Zamroni, Achmad
Jurnal Fisika Vol 3, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beberapa metode dapat dilakukan untuk menentukan indeks bias zat cair, namun metode yang ada saat ini penggunannya cukup rumit dan memakan banyak biaya. Oleh karena itu, perlu adanya metode yang mudah dan sederhana sebagai alternatif mengukur nilai indeks bias zat cair tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur indeks bias zat cair melalui metode pembiasan menggunakan plan paralel. Hasil penelitian menunjukkan nilai indeks bias air, alkohol dan gliserin sebesar 1,304±0,043; 1,374±0,045; dan 1,504±0,044. Nilai indeks bias tersebut masih berada pada rentang nilai indeks bias data laboratorium yaitu 1,333(air); 1,361(alkohol); dan 1,500(gliserin). Ternyata metode pembiasan menggunakan plan paralel dapat menjadi alternatif dalam menentukan indeks bias zat cair.
GENETIC DIVERSITY OF MACKEREL SCADS, Decapterus macarellus (Cuvier, 1833) IN THE INDIAN OCEAN Zamroni, Achmad; Suwarso, Suwarso
Indonesian Fisheries Research Journal Vol 23, No 2 (2017): (December, 2017)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.559 KB) | DOI: 10.15578/ifrj.23.2.2017.89-96

Abstract

Mackerel scads (Decapterus macarellus) is a small widely distributed pelagic species in ocean. In 2013, monthly catch and abundance index of mackerel scads increased in western part of Sumatera waters. High exploitation of mackerel scads may lead to decrease stock due to the over exploitation. Stock information is very useful for calculating of the potential fish. Genetic analysis is one of the powerful tools to estimate fish stock quickly. Genetic diversity of mackerel scads in this study was analyzed using RFLP (Restriction Fragment Length Polymorphism) with AfaI, EcoR I, HapII, HinfI and TaqI restriction enzyme. The results showed that the lowest genetic diversity of mackerel scads was Labuan population. Kinship Labuan was also the furtherest stock compared to other populations. It can be concluded that the population of Labuan is derived from a different sub-species. The closest kinship was between Aceh and Sibolga stock.
VARIASI GENETIKA IKAN BANYAR, Rastrelliger kanagurta (Cuvier, 1817) DI PERAIRAN INDONESIA TIMUR Zamroni, Achmad; Suwarso, Suwarso; Kuswoyo, Adi
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 9, No 2 (2017): (Agustus 2017)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.579 KB) | DOI: 10.15578/bawal.9.2.2017.123-131

Abstract

Ikan banyar, Rastrelliger kanagurta (Cuvier, 1817) merupakan salah satu jenis ikan pelagis kecil bernilai ekonomis tinggi. Di perairan Indonesia bagian timur ikan ini mendominasi hasil tangkapan, terutama di sekitar Papua. Indikasi adanya penangkapan yang semakin intensif menyebabkan turunnya hasil tangkapan ikan banyar akibat turunnya kemampuan ikan untuk bereproduksi. Populasi yang berkurang dapat munurunkan variasi genetika yang ada. Untuk itu diperlukan suatu kajian variasi genetika ikan banyar. Penelitian ini menggunakan RAPD (Amplified Fragment Length Polymorphism) dengan lima primer. Sampel daging dari 24 ekor ikan dikumpulkan dari lima lokasi: Gorontalo, Kendari, Ambon, Raja Ampat dan Dobo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi genetika ikan banyar di Indonesia timur terdiri dari dua kelompok utama, kelompok pertama diwakili populasi Raja Ampat, Ambon, Kendari dan Gorontalo, kelompok kedua populasi dari Dobo. Indian mackerel, Rastrelliger kanagurta (Cuvier, 1817) is an economic important small pelagic species. In the eastern part of Indonesia this species dominates the catch, especially surrounding of Papua Waters. Highly intensive catch activity alleges the catch down due to reducing the reproduction capasity and genetic variation. Therefore, a study of genetic variations of Indian mackerel fish in the waters of Eastern Indonesia is required. The research used RAPD (Amplified Fragment Length Polymorphism) with five primers. Twenty four sample of the muscle were collected from Gorontalo, Kendari, Ambon, Raja Ampat, and Dobo. The results showed that genetic variation consisted of two main groups. The first group consistinged of Raja Ampat, Ambon, Kendari and Gorontalo populations, and the second group was the population from Dobo.
SEBARAN PANJANG (FL), TINGKAT KEMATANGAN GONAD DAN KOMPOSISI MAKANAN IKAN KEMBUNG (Rastrelliger brachyosoma) PADA BULAN NOPEMBER 2006 DI PERAIRAN PANTAI KALIMANTAN BARAT Hariati, Tuti; Zamroni, Achmad; Setiawan, Rahmat
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 2, No 5 (2009): (Agustus 2009)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.109 KB) | DOI: 10.15578/bawal.2.5.2009.253-258

Abstract

Informasi keadaan sumber daya ikan kembung (Rastrelliger brachyosoma) di perairan pantai Kalimantan Barat perlu untuk diperkaya. Dengan indikasi semakin turunnya hasil tangkapan ikan kembung sampai tahun 2005, pada bulan Nopember 2006 dilakukan pengumpulan data dan pengamatan aspek biologi ikan kembung. Hasil pengamatan memperlihatkan bahwa sebaran panjang ikan kembung pada bulan Nopember 2006 sesuai dengan sebaran panjang pada bulan Januari 1993. Komposisi tingkat kematangan gonad ikan kembung pada bulan Nopember 2006 sesuai dengan musim dan tingkat kematangan gonad pada bulan Januari 1993. Jenis makanan didominansiplankton nabati terutama Chaetoceros sp. dan Coscinodiscus sp., sama dengan jenis makanan ikan kembung di perairan lain. Diperlukan kajian yang rutin paling tidak 1 tahun terhadap sumber daya perikanan ikan kembung di perairan pantai wilayah Kalimantan Barat, untuk kelestarian stok dan usaha penangkapannya.
STUDITENTANGBIOLOGIREPRODUKSI BEBERAPASPESIES IKANPELAGISKECILDI PERAIRANLAUT BANDA Zamroni, Achmad; Suwarso, Suwarso
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 3, No 5 (2011): (Agustus 2011)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.284 KB) | DOI: 10.15578/bawal.3.5.2011.337-344

Abstract

Studimengenai biologi reproduksi ikan pelagis kecil yangmeliputi rasio jenis kelamin, perkembangan kematangan gonad, dan panjang ikan pertama kali matang gonad, telah dilakukan terhadap beberapa spesies utama ikan pelagis kecil yang dominan tertangkap di perairan Laut Banda. Tujuan dari penelitian ini adalah untukmemperoleh informasi tentang aspek reproduksi ikan pelagis kecil di Laut Banda yang informasinya dapat dipergunakan untuk kepentingan pengelolaan perikanan. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa rasio jenis kelamin ikan tidakmenunjukkan perbedaan. Tingkat kematangan gonad tinggi lebih banyak terdapat pada ikan yang berukuran besar.Nilai indeks gonadmeningkat selaras dengan pertambahan ukuran ikan. Fluktuasi nilai indeks gonad berdasarkan atas musim dari beberapa spesies ikan pelagis kecilmenunjukkan bahwa pada musimtimur nilainya cenderung lebih tinggi dan diindikasikan adanya pemijahan pada musim tersebut. Decapterus macarellusmencapai kematangan gonad yang pertama (length at first mature) pada ukuran 26,6 cm FL, Decapterus macrosoma pada ukuran 20,3 cm FL, Rastrelliger kanagurta pada ukuran 24,63 cm FL dan Selar crumenophthalmus pada ukuran 21,85 cm FL. Study on reproductive biology of some small pelagic fishes have been carried out for those collected around the Banda Seas. The aims of this study is to know some biological reproduction aspect such as sex ratio, fish maturity, and the length of fish at firsmaturity, this information could be use for fisheries management purposes. The sex ratio of fish indicated no difference. The maturity showed that most of the fish samples (92%) were unriped, except for relatively big size of fish such as Decapterus macarellus, Decapterus macrosoma, Rastrelliger kanagurta, and Selar crumenophthalmus. The length of fish at the firstmaturity were obtained only for 4 spesies namely Decapterus macarellus with size 26,6 cm in FL, Decapterus macrosoma with size 20,3 cm FL, Rastrelliger kanagurta with size 24,63 cm FL, and Selar crumenophthalmus with size 21,85 cm FL, respectively. The other rest of fishes can not be detected.
BIOLOGI REPRODUKSI IKAN MALALUGIS (Decapterus macarellus) DI TELUK TOMINI Widiyastuti, Heri; Zamroni, Achmad
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 9, No 1 (2017): (April, 2017)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.144 KB) | DOI: 10.15578/bawal.9.1.2017.63-72

Abstract

Ikan Malalugis (Decapterus macarellus) merupakan ikan pelagis kecil yang banyak ditangkap di perairan Teluk Tomini dengan alat tangkap pukat cincin mini. Penangkapan secara terus menerus tanpa upaya pengendalian dikhawatirkan akan mengancam kelestariannya. Tujuannya adalah untuk menggambarkan indikator biologi reproduksi ikan malalugis di Teluk Tomini. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif. Penelitian tentang aspek reproduksi meliputi nisbah kelamin, tingkat kematangan gonad, indeks kematangan gonad dan ukuran pertama kali matang gonad dilakukan pada bulan Juni-Agustus dan Nopember 2015 di Pangkalan Pendaratan Ikan Tenda, Gorontalo. Sampling dilakukan terhadap 572 ekor ikan malalugis yang didaratkan. Hasil analisis menunjukkan bahwa rasio jenis kelamin jantan dan betina yaitu 1,06:1 dengan rata-rata panjang cagak (Fork length) adalah 24,75 cm. Sebagian besar ikan jantan dan betina dalam kondisi matang gonad. Musim pemijahan diindikasikan pada bulan Agustus-Nopember. Rata-rata ukuran pertama kali matang gonad ikan malalugis betina pada panjang cagak 26,94 cm dan ikan jantan pada panjang cagak 26,74 cm. Indeks kematangan gonad berkisar antara 0,01-6,15% dengan rata-rata IKG sebesar 2,09%. IKG tertinggi terjadi pada bulan Agustus sedangkan IKG terendah pada bulan November. Mackerel scad (Decapterus macarellus) is one of the major contributor of small pelagic fish in Tomini bay, which is being commercially exploited by mini purse seine. Mackerel scad fishing without regarding sustainability will have negative impact for the sustainability of this fish. The objective is to describe bio-reproduction indicators of the scad fishery in the area. Method used in this research was descriptive analysis. The observations on reproductive aspects include sex ratio, maturity stage, gonad somatic index, and estimate length of first maturity was conducted based on data collected during period of June-August and November 2015 at the landing place (PPI) Tenda, Gorontalo. Total specimens measured was 572 fish. The result shows that sex ratio of male and female is 1,06:1. The average of fork length was 24,75 cm. In general, the fish spawned probably between August-November. The size of the first female and male mature gonad was 26,94 cm FL and 29,74 cm FL. Gonad Somatic Index (GSI) ranged from 0,01 to 6,15%. The average of GSI is 2,09%. The highest GSI was in August and the lower was in November.
BIOLOGI REPRODUKSI DAN GENETIK POPULASI IKAN KEMBUNG (Rastrelliger brachysoma, FAMILI SCOMBRIDAE) DI PANTAI UTARAJAWA Zamroni, Achmad; Suwarso, Suwarso; Mukhlis, Ainun
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 14, No 2 (2008): (Juni 2008)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jppi.14.2.2008.215-226

Abstract

Biologi reproduksi ikan dan genetik populasi merupakan hal yang penting dalam manajemen perikanan. Penelitian tentang ikan kembung (Rastrelliger brachysoma) dilakukan berdasarkan pada pengamatan secara visual terhadap gonad dan mengukur indeks gonad. Contoh genetik ikan kembung (Rastrelliger brachysoma) diperoleh dari 5 lokasi penangkapan, yaitu perairan utara Jakarta, Eretan Wetan (Indramayu), Pekalongan, Rembang, dan Pasuruan (Selat Madura). Analisis restriction fragment length polymorphism mitochondria-DNA ikan contoh menggunakan 5 jenis enzim restriksi yaitu Alu I, Hae III, Nde II, Taq I, dan Hind III. Hasil pengamatan terhadap 1.024 spesimen ikan menunjukkan bahwa ikan contoh dominan dalam keadaan belum matang (tingkat kematangan gonad I, II, dan III). Dugaan musim pemijahan ikan kembung (Rastrelliger brachysoma) terjadi pada musim timur karena nilai indeks gonad pada musim timur rendah. Ukuran ikan yang matang (tingkat kematangan gonad IV) berkisar antara 19 sampai dengan 20 cm (FL) dengan nilai indeks gonad 0,49 sampai dengan 6,98. Hasil analisis restriction fragment length polymorphism mitochondria-DNA menunjukkan pola pemotongan yang diperoleh adalah sama (satu pola pemo Reproductive biology and population genetic of fish provide the important point in the fisheries management. A study on short mackerel (Rastrelliger brachysoma) was based on visual observations to the ovary and the measurement of gonado somatic index. Genetic sample of short mackerel (Rastrelliger brachysoma) were collected from 5 catch location i.e. northern Jakarta, Eretan Wetan (Indramayu), Pekalongan, Rembang, and Pasuruan (Madura Strait). Analysis restriction fragment length polymorphism mitochondria-DNA were used 5 kind restriction enzyme Alu I, Hae III, Nde II, Taq I, and Hind III. Observations on 1,024 specimen showed that the sample was dominated in immature stage (stage I, II, and III). Spawning season of short mackerel (Rastrelliger brachysoma) was supposed in the east wind due to the fact that gonado somatic index is lower in east wind season. The size of ripe (stage IV) specimen was about 19 to 20 cm fork length, with gonado somatic index value range from 0.49 to 6.98. The result of analysis restriction fragment length polymorphism mitochondria-DNA showed has the same digestion model (one digestion model) therefore no significant differences in fish sample gonotip.
USING DNA BARCODE TO IMPROVE THE IDENTIFICATION OF MARINE FISH LARVAE, CASE STUDY COASTAL WATER NEAR JAKARTA AND BANDA SEA, INDONESIA Wibowo, Arif; Panggabean, Anthony Sisco; Zamroni, Achmad; Priatna, Asep; Yusuf, Helman Nur
Indonesian Fisheries Research Journal Vol 24, No 1 (2018): (June) 2018
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.183 KB) | DOI: 10.15578/ifrj.24.1.2018.37-44

Abstract

The sustainability of the exploitation of the Indonesian fishes depends heavily on many of fish’s basic information including both larvae distribution and dispersal. However, the identification of fish larvae and juvenile to species is very limited. In this study, we employed DNA barcoding techniques to identify marine fish larvae to a species level in Jakarta Bay and Banda Sea by comparing the querries with sequences from adult stage as reference library to contribute on biodiversity information on that particular area. The result revealed that in Jakarta Bay, the molecular marker of a 471 bp region of the mitchondrial cyctochrome c oxidase I gene (COI) has been successfully found to be species-specific, genetic distance within species (0.0 - 1.30 percent). There are total of 8 families, 5 genera and 5 species from a total 15 successful PCR that could be used to calculate the accuracy of larval fish identification in three taxonomic categories. Meanwhile in Banda Sea, for the adult specimens, after some of PCR experiment, we have successfully amplified 27 individuals, only 8 sequences available. There are a total 326 eggs and larvae which been collected from 19 stations, of the 28 successfully amplified PCR samples, 11 sequences were available for DNA analysis and at least 10 species used Banda Sea and surrounding area as their spawning ground. We prove the ability of COI barcodes to identify species level resolution from query sequences and to classify species from distinct geographical origins and determine of how the data retrieved give important information for proposing plans for conserving and managing of fisheries in the sea waters.
BIOLOGI REPRODUKSI DAN DUGAAN MUSIM PEMIJAHAN IKAN PELAGIS KECIL DI LAUT CINA SELATAN Suwarso, Suwarso; Zamroni, Achmad; Wudianto, Wudianto
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 14, No 4 (2008): (Desember 2008)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jppi.14.4.2008.379-391

Abstract

Jenis ikan pelagis kecil merupakan sumber daya ikan dominan yang terdapat di wilayah perairan Laut Cina Selatan. Terdapat beberapa jenis ikan pelagis kecil yang merupakan hasil tangkapan utama antara lain adalah ikan layang (Decapterus sp.) dan kembung (Rastrelliger brachysoma). Penelitian terhadap biologi reproduksi (perkembangan kematangan gonad, sex ratio, dugaan musim pemijahan, dan length at first maturity) telah dilakukan terhadap 3 jenis ikan pelagis kecil (Decapterus russelli, Decapterus macrosoma, dan Rastrelliger kanagurta) yang tertangkap di Laut Cina Selatan. Pengambilan contoh biologi terhadap ke-3 spesies ikan dilakukan di tempat pendaratan ikan Palembang, Pemangkat, dan Pekalongan pada tahun 2003 sampai dengan 2005. Hasil penelitian menunjukkan ada peningkatan nilai gonado somatic index yang seiring dengan bertambah ukuran ikan. Kejadian ini mengindikasikan perkembangan gonad ke arah kematangan. Pola fluktuasi gonado somatic index yang terjadi berdasarkan pada musim (cenderung lebih rendah pada musim barat, semakin meningkat pada akhir musim barat, dan mencapai maksimum pada musim timur dengan diikuti ada penurunan gonado somatic index). Dengan pola demikian ini, mengindikasikan pemijahan utama terjadi sejak akhir musim timur dan berlangsung beberapa bulan sampai dengan musim peralihan. Secara umum, populasi ikan yang tertangkap didominansi oleh ikan yang dalam kondisi belum matang gonad. Jenis Decapterus russelli mencapai kematangan gonad yang pertama (length at first mature) pada kisaran ukuran 18,6 sampai dengan 21,2 cm TL; Decapterus macrosoma pada ukuran 20,5 sampai dengan 21,9 cm TL, sedangkan Rastrelliger kanagurta pada kisaran ukuran 20,4 sampai dengan 22,3 cm TL. Small pelagic fish is one of the most dominant species caught in South China Sea which round scad and Indian meckerel are the main catches. Research on biological reproduction such as gonad somatic index, sex ratio, spawning season, and length at first maturity for three main pelagic species, i.e., Decapterus russelli, Decapterus macrosoma, and Rastrelliger kanagurta, was carried out during 2003 to 2005. Research result shows that there was a tendency that the increasing value of gonad somatic index occurred together with increasing the size of fish. The fluctuation of gonad somatic index was affected by season, the low value of gonad somatic index was found during northwest monsoon, conversely the high value of gonad somatic index occurred during southeast monsoon. This phenomenon indicated that the main spawning season occurred during southeast monsoon on several months before the next intermoon son coming. Generally, the small pelagic species in this area caught abundantly on the mature stage. Length at first maturity for Decapterus russelli observed in the range of 18.6 to 21.2 cm in TL, Decapterus macrosoma recorded in the range of 20.5 to 21.9 cm in TL, and Rastrelliger kanagurta found in the range of 20.4 to 22.3 cm in TL.