Articles

Found 21 Documents
Search

EFEKTIVITAS PENERAPAN METODE FIELD TRIP UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN KEPEDULIAN SISWA TERHADAP LINGKUNGAN Yuliati, Tika; Martuti, Nana Kariada Tri
JPMS (Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains) No 1 (2015): Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains Tahun III
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Salah satu cara untuk mengatasi perilaku manusia yang tidak peduli lingkungan yaitu mengubah perilaku melalui jalur pendidikan dengan menerapkan metode Field Trip pada pembelajaran. Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas penerapan metode Field Trip di Sungai Tayu dalam meningkatkan hasil belajar dan kepedulian siswa terhadap lingkungan. Penelitian ini menerapkan rancangan penelitian posttest-only control design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X MIA SMA Negeri 1 Tayu, sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah kelas X MIA 2 (kelas kontrol) dan kelas X MIA 3 (kelas eksperimen). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol, yaitu memiliki rata-rata hasil belajar 81,79 dengan ketuntasan klasikal 97,43%. Tingkat efektivitas penerapan metode pembelajaran Field Trip dalam meningkatkan kepedulian siswa terhadap lingkungan menunjukkan skor kepedulian siswa sebesar 87,18% (sangat peduli), sedangkan ketuntasan aktivitas siswa secara klasikal sebesar 89,75% dengan kriteria cukup aktif, aktif dan sangat aktif. Siswa memberikan tanggapan positif terhadap penerapan metode pembelajaran Field Trip pada materi perubahan lingkungan dan daur ulang limbah dengan rata-rata 93%. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran menggunakan metode Field Trip pada materi perubahan lingkungan dan daur ulang limbah efektif dalam meningkatkan hasil belajar dan kepedulian siswa terhadap lingkungan. Kata kunci: field trip, hasil belajar, kepedulian siswa terhadap lingkungan
EFEKTIVITAS PENERAPAN METODE FIELD TRIP UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN KEPEDULIAN SISWA TERHADAP LINGKUNGAN Yuliati, Tika; Martuti, Nana Kariada Tri
JPMS (Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains) No 2 (2014): Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains Tahun II
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Salah satu cara untuk mengatasi perilaku manusia yang tidak peduli lingkungan yaitu mengubah perilaku melalui jalur pendidikan dengan menerapkan metode Field Trip pada pembelajaran. Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas penerapan metode Field Trip di Sungai Tayu dalam meningkatkan hasil belajar dan kepedulian siswa terhadap lingkungan. Penelitian ini menerapkan rancangan penelitian posttest-only control design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X MIA SMA Negeri 1 Tayu, sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah kelas X MIA 2 (kelas kontrol) dan kelas X MIA 3 (kelas eksperimen). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol, yaitu memiliki rata-rata hasil belajar 81,79 dengan ketuntasan klasikal 97,43%. Tingkat efektivitas penerapan metode pembelajaran Field Trip dalam meningkatkan kepedulian siswa terhadap lingkungan menunjukkan skor kepedulian siswa sebesar 87,18% (sangat peduli), sedangkan ketuntasan aktivitas siswa secara klasikal sebesar 89,75% dengan kriteria cukup aktif, aktif, dan sangat aktif. Siswa memberikan tanggapan positif terhadap penerapan metode pembelajaran Field Trip pada materi perubahan lingkungan dan daur ulang limbah dengan rata-rata 93%. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran menggunakan metode Field Trip pada materi perubahan lingkungan dan daur ulang limbah efektif dalam meningkatkan hasil belajar dan kepedulian siswa terhadap lingkungan.Kata kunci: field trip, hasil belajar, kepedulian siswa terhadap lingkungan
PENINGKATAN KOMPETENSI KELOMPOK SWADAYA MASYARAKAT DI DUKUH TAPAK TUGUREJO KECAMATAN TUGU SEMARANG DALAM PENYELENGGARAAN EKOWISATA MANGROVE Marianti, Aditya; Martuti, Nana Kariada Tri; Paramita, Octavianti
Ngayah : Majalah Aplikasi IPTEKS Vol 5, No 2 (2014): Ngayah
Publisher : Ngayah : Majalah Aplikasi IPTEKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (40.588 KB)

Abstract

Kawasan mangrove di dukuh Tapak kelurahan Tugurejo kecamatan Tugu kota Semarang berkembang menjadi ekosistem yang khas. Akibatnya orang tertarik berwisata sekaligus belajar di tempat tersebut. Pengembangan suatu wilayah menjadi objek wisata memerlukan daya dukung, antara lain adanya pemandu wisata yang kompeten dan adanya sovenir khas. Kelompok masyarakat yang potensial untuk dilatih menjadi pemandu wisata adalah kelompok Prenjak. Kelompok Prenjak adalah kelompok swadaya masyarakat yang aktif melestarikan mangrove di wilayah tersebut. Untuk membuat souvenir khas, kelompok ibu-ibu yang tergabung dalam Putri Tirang potensial ditingkatkan kompetensinya dalam mengolah buah mangrove (Brayo/Avicennia marina) menjadi aneka kue.Target Program IbM ini adalah ekowisata mangrove di dukuh Tapak menjadi semakin bermutu. Luaran dari program ini adalah meningkatnya kompetensi KSM prenjak sebagai pemandu wisata di ekosistem mangrove dan kompetensi ibu-ibu dalam KSM Putri Tirang untuk mengolah buah mangrove menjadi kue-kue kering. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan metode berbasis kelompok, mulai dari menyediakan sarana dan prasarana usaha, meningkatkan keterampilan SDM melalui pelatihan, serta penguatan kelompok Selama kegiatan dilakukan pendampingan dan monev untuk mengukur ketercapaian target dan luaran. Hasil dari Program IbM ini adalah meningkatnya kompetensi para pemuda KSM Prenjak dalam memandu wisatawan, dan meningkatnya kompetensi KSM Putri Tirang mengolah buah mangrove menjadi aneka kue, sekaligus menjadi souvenir khas dari dukuh Tapak. Target Program IbM telah tercapai ditunjukkan dari peningkatan kunjungan wisatawan.Wisatawan merasa puas dan senang karena dapat berwisata sekaligus belajar mangrove dan adanya souvenir yang bisa dibawa pulang sebagai kenangan.
OVEN PANGGANG SEBAGAI SOLUSI PENGOLAHAN IKAN HIGIENIS DAN RAMAH LINGKUNGAN Martuti, Nana Kariada Tri; Rosidah, Rosidah; Saputro, Danang Dwi
Ngayah : Majalah Aplikasi IPTEKS Vol 4, No 2 (2013): Ngayah
Publisher : Ngayah : Majalah Aplikasi IPTEKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (40.588 KB)

Abstract

Ikan merupakan produk makanan yang mudah membusuk, sehingga untuk dapat mempertahankan kualitasnya diperlukan adanya pengolahan. Pengolahan ikan secara tradisional dengan pemangangan dilakukan oleh para nelayan dan keluarganya di Wilayah Tambakrejo Kelurahan Tanjung Mas Kota Semarang. Pemanggangan ikan yang dilakukan dengan cara dipanggang di atas bara arang batok kelapa menghasilkan produk yang kurang higienis. Selain itu asap yang dihasilkan menyebar ke lingkungan sekitarnya sehingga berdampak pada kesehatan bagi pemanggang maupun masyarakat disekitarnya. Kapasitas produksi cara tradisional 1,5 Kg ikan sekali panggang, sehingga jika memanggang ikan dalam jumlah yang banyak dibutuhkan waktu yang lama. Tujuan dari kegiatan pengabdian (IbM) ini ialah dihasilkannya metode pembuatan ikan panggang ramah lingkungan, yang mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas produk. Kegiatan pengabdian ini menghasilkan metode pembuatan ikan panggang menggunakan oven yang terbuat dari plat galvanis dan dilengkapi dengan cerobong asap serta turbin ventilator berpenggerak angin. Oven panggang dibuat dalam sistem bertingkat (3 tingkat) dimana setiap tingkat mampu menampung ikan 2 – 2,5 kg ikan iris. Oven pangang dilengkapi dengan tungku yang berada di bagian bawah oven dan cerobong asap setinggi 5 meter serta dilengkapi dengan ventilator. Turbin ventilator berfungsi untuk menarik asap keatas sehingga asap tidak mencemari linkungan sekitarnya. Proses pemanggangan ikan dengan oven panggang mampu meningkatkan kapasitas produksi pengrajin ikan, kecepatan proses produksi meningkat (ikan lebih cepat matang), warna ikan menarik, hemat bahan bakar, produk panggang higienis dan ramah lingkungan.
OVEN PANGGANG SEBAGAI SOLUSI PENGOLAHAN IKAN HIGIENIS DAN RAMAH LINGKUNGAN Martuti, Nana Kariada Tri; Rosidah, Rosidah; Saputro, Danang Dwi
Rekayasa Vol 12, No 1 (2014): Juli 2014
Publisher : Unnes Journal. Research and Community Service Institute, Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fish is a perishable food product, so as to be able to maintain the required quality processing. Processing of roasting fish traditionally done by the fishermen and their families in the region Tambakrejo Village Tanjung Mas Semarang. Roasting fish done by grilled over coconut shell charcoal produces less hygienic products. In addition, the resulting smoke spread into the surrounding environment so that the impact on the health of the toaster and the surrounding community. Traditional way of production capacity of 1.5 Kg of fish once baked, so if grilling fish in large numbers takes a long time. Roasting fish with oven roasted made from galvanized plate is advantageous alternative fish processing and environmentally friendly. Oven roast made in the multilevel system (3 level) where each level can accommodate fish from 2 to 2.5 kg of fish slices.
Copper Accumulation on Avicennia marina In Tapak, Tugurejo, Semarang, Indonesia Martuti, Nana Kariada Tri; Widianarko, Budi; Yulianto, Bambang
Waste Technology Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12777/wastech.4.1.40-45

Abstract

Mangroves are good hyperaccumulators, they are not only able to grow on highly poisonous land, but also accumulate the poisonous substances in the branches and leaves. The aim of the research was to evaluate the bioaccumulation of Cu on Avicennia marina in Tapak Semarang. Tapak Semarang is selected as the research site because the mangrove ecosystem is surrounded by milkfish ponds. The research used ecological approach. Bioaccumulation data and heavy metal translocation in plants, sediment and water were analyzed using pre-determined formulation. Results showed that Cu was found in water (0.0069 mg/l), sediment (26.760-37.889 mg/Kg), roots (2.336-7.997 mg/Kg), young leaves (2.367-6.604 mg/Kg) and old leaves (1.080-6.748 mg/Kg) of Avicennia marina. Sediment have the highest ability to accumulate Cu ( ) compared to water with concentration factors of ranging from 3878.26 to 5491.16. The Bioconcentration Factor (BCF) of roots and sediment was ranging from 0.09 to 0.211, and the Translocation Factors (TF) for young leaves was ranging from 0.83 to 1.54 and for old leaves was ranging from 0.46 to 0.94. It was found that the concentration of Cu in the pond tended to increase towards the sea. It was concluded that there was an accumulation of Cu in the sediment, roots and leaves of Avicennia marina in Tapak, Tugurejo Semarang. The sediment have the highest ability to accumulate Cu from the environment.
RISIKO BENCANA DI KABUPATEN PEKALONGAN (DISASTER RISK IN PEKALONGAN REGENCY) Aji, Ananto; Sidiq, Wahid Akhsin Budi Nur; Nugraha, Satya Budi; Setyowati, Dewi Liesnoor; Martuti, Nana Kariada Tri
Jurnal Geografi Vol 13, No 2 (2016): July 2016
Publisher : Jurnal Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pekalongan Regency of Central Java is a region with high risk of disaster. Various kinds of disaster such aslandslide, flood, drought, and tidal flood have somehow become “seasonal customer” for occurring inPekalongan Regency. This research aimed to prepare the mapping of disaster risk in order to strengthen theefforts in reducing disaster risk in Pekalongan Regency. The research method applied in this research refers tothe Head’s Regulation of National Risk Management Agency Number 2/2012. Since the risks of tidal flood werenot yet included in the regulation, the field observation approach was used in this research. The analysis ofdisaster risk also considered the collecting method of disaster history by organizing focus group discussion(FGD) with the related parties. The research result showed that there were high risks of flood disaster coveredsome sub-districts such as Kajen, Kesesi, Wonopringgo, Karangdadap, Tirto, Wiradesa and Wonokerto; therewere twenty six villages in total. High risk of landslide potentially occurred in large part of villages on the southarea of Pekalongan Regency. High risk of drought was relatively evenly spread in the center area. Lastly, highrisk of tidal flood potentially occurred in fifteen villages along side of Java Sea.
POLA AKUMULASI LOGAM CU IKAN BANDENGSELAMA PERIODE PERTUMBUHAN DI TAMBAK ES, Sri Mulyani; Martuti, Nana Kariada Tri; Irsadi, Andin
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 14, No 2 (2016): December 2016
Publisher : Unnes Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v14i2.8997

Abstract

Akibat kerusakan pantai dan lahan mangrove di kawasan pesisir pantai Kota Semarang menyebabkan menurunnya kualitas lingkungan wilayah pesisir. Penurunan kualitas lingkungan ini berpengaruh pada lingkungan tambak yang berada di wilayah pesisir pantai yang juga akan mempengaruhi kualitas ikan yang dipelihara di tambak-tambak di wilayah pesisir pantai. Ikan Bandeng merupakan salah satu hasil budidaya ikan di tambak yang banyak terdapat di daerah pantai atau pesisir. Sampel dalam penelitian ini berupa:logam Cu pada air, sedimen serta ikan bandeng pada tambak penelitian yang sudah ditentukan. Kualitas lingkungan yang terdiri dari: DO, pH, salinitas dan suhu perairan. Penelitian ini menggunakan pendekatan ekologi (ecological approach).Data bioakumulasi logam Cu dalam sedimen, air dan ikan bandeng dianalisis berdasarkan rumus FK dan BCF yang ada.Dari penelitian yang telah dilakukan, diperoleh hasil kandungan logam Cu pada peraiarn tambak antara 0,2-0,3 ppm dan sedimen antara 18,088-22,81 ppm. Kadar logam dalam air tersebut sudah berada di atas ambang batas yang telah ditentukan Pemerintah berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No 51 Tahun 2004 tentang Baku Mutu Air Laut, kadar Cu untuk biota laut 0,008 mg/L. Untuk itu perlu mendapat perhatian adanya pencemaran logam Cu di tambak bandeng wilayah Tapak. Kandungan logam Cu pada ikan di wilayah Tapak (1.165 - 3.396 ppm ) masih di bawah ambang batas yang diijinkan BPOM No. 03725/B/SK/VII/89Tahun 1989 sebesar 20 ppm, tetapi harus tetap diwaspadai mengingat sifatnya yang akumulatif dan membahayakan kesehatan manusia yang mengkomsumsinya.
PENERAPAN IPTEK PADA PENGOLAHAN SAMPAH DI KECAMATAN CANDISARI KOTA SEMARANG Sudarman, Sudarman; Martuti, Nana Kariada Tri; Sunyoto, Sunyoto
Rekayasa Vol 12, No 2 (2014): December 2014
Publisher : Unnes Journal. Research and Community Service Institute, Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan Ipteks bagi Masyarakat (IbM) ini dilaksanakan dengan tujuan UNTUK menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh mitra yang bergerak dalam penanganan sampah. Terdapat dua mitra kegiatan, yaitu mitra I (Ibu Sri Ismiyati) dengan fokus pengolahan sampah organik maupun anorganik, dan mitra mitra II (Ibu Sri Lestari) dengan fokus pengolahan sampah anorganik. Kedua mitra beralamat di Kecamatan Candisari Kota Semarang. Sebagai tim pelaksana kegiatan ini melibatkan dosen dengan bidang keahlian yang sesuai dengan kebutuhan lapangan. Dalam pelaksanaan dipakai beberapa metode yang saling mendukung, dengan titik berat demonstrasi untuk menyampaikan materi praktek/keterampilan, praktek langsung oleh mitra, dan pendampingan kegiatan. Dalam pembuatan mesin dan peralatan yang akan diterapkan pada mitra, dikerjakan di workshop jurusan Teknik Mesin FT Unnes, dengan melibatkan teknisi dan  mahasiswa. Hasil kegiatan ini antara lain adalah: 1) Satu unit alat penghancur daun/sampah penggerak manual dengan kapasitas produksi 20 kg/jam, 2) Sepuluh buah komposter  yang mampu mengolah sampah organik dengan kapasitas 50 liter, 3) Satu unit mesin penghancur sampah plastik penggerak motor bensin 5,5 PKdengan kapasitas produksi 25 kg/jam, 4) Nilai jual sampah plastik setelah diolah dengan mesin penghancur plastik meningkat dan keuntungannya dua kali lipat dari sebelumnya, dan 5) Sampah organik maupun anorganik yang terdapat di masyarakat dapat ditangani dengan lebih baik sehingga mengurangi berbagai dampak negatif limbah/sampah yang dibuang sembarangan.
PENGARUH PRAKTIKUM JAMUR BERBASIS KETERAMPILAN PROSES SAINS TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI MATERI JAMUR Rofiqoh, Wiji Eni Yuli; Martuti, Nana Kariada Tri
Journal of Biology Education Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Journal of Biology Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract ___________________________________________________________________The aim of the study was to examine the effect of practicum to student’s learning outcomes in the study material of fungi on SMA Negeri 1 Pejagoan. This study was Quasi Experimental Design. The study design used a pattern of pre-test post-test nonequivalent control group design. The population in this study was an entire class of SMA Negeri 1 Pejagoan, while the sample in this study was X3 (as an experimental class) and X4 (as a control class). The level of adherence to practicum to student’s learning outcomes score indicated a score of 72 % of student in the category good. Based on the results of research and discussion concluded that the practicum can affect to student’s learning outcomes in the study material of fungi.Abstrak ___________________________________________________________________ Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh praktikum jamur terhadap hasil belajar siswa materi Jamur kelas X di SMA Negeri 1 Pejagoan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan desain quasi experimental dengan menggunakan bentuk desain pretest posttest nonequivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas X SMA Negeri 1 Pejagoan sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah kelas X3 (kelas eksperimen) dan kelas X4 (kelas kontrol). Tingkat keterlaksanaan praktikum terhadap skor hasil belajar siswa menunjukkan skor keterampilan proses sains siswa sebesar 72 % dengan kategori baik. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan disimpulkan bahwa praktikum dapat mempengaruhi skor hasil belajar siswa pada materi jamur.