Bagus Kisworo, Bagus
Jurusan PLS FIP UNNES

Published : 14 Documents
Articles

Found 14 Documents
Search

ANALISIS IMPLEMENTASI 7 PILAR KONSERVASI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG DI FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN Kisworo, Bagus; Mu’arifuddin, Mu’arifuddin
Journal of Nonformal Education Vol 1, No 1 (2015): Journal of Nonformal Education
Publisher : Jurusan PNF FIP UNNES Email: pnfunnes@yahoo.com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konservasi masih cenderung dimaknai oleh banyak warga Unnes dengan perwujudan kampus yang hijau cenderung bersifat absurd pada sistem yang dibangun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, berusaha mendapatkan informasi selengkap mungkin implementasi 7 pilar konservasi UNNES di FIP. Subjek penelitian adalah civitas akademika di FIP. Teknik pengumpulan data memakai wawancara, dokumentasi dan observasi. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menyimpulkan pemahaman civitas akademika FIP terhadap wacara konservasi belum menujukkan sepenuhnya paham secara menyeluruh dari segi konteks makna koseervasi. Menunjukkan bahwa dari pejabat memiliki pemahaman lebih baik dibanding beberapa civitas akademika lain yang ada di FIP, baik itu mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan maupun tenaga teknis lainnya. Implementasi 7 pilar konservasi yang ada di lingkungan FIP masih menonjolkan beberapa pilar dominan saja yaitu arsitektur hijau dan transportasi internal. Pilar nirkertas; konservasi etika, seni dan budaya; kaderisasi konservasi; keanekaragaman hayati; pengelolaan limbah; dan energi bersih menjadi runtutan rensta sekaligus dimasukkan dalam perioritas yang membutuhkan pengembangan besar ke depan. Sedangkan pada faktor penghambat dan pendukung 7 pilar konservasi menempatkan psikologi mental perhatian utama. Komitmen dan partisipasi bersama menjadi tanggung jawab untuk mendukung, menjaga, memantau dan berkoordinasi dalam mewujudkan universitas konservasi yang unggul, sehat dan sejahtera.
ANALISIS IMPLEMENTASI 7 PILAR KONSERVASI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG DI FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN Kisworo, Bagus; Muarifuddin, Muarifuddin
Journal of Nonformal Education Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Non-formal Education Program, Postgraduate Campus UNNES Kelud Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24914/pnf.v1i1.3979

Abstract

Konservasi masih cenderung dimaknai oleh banyak warga Unnes dengan perwujudan kampus yang hijau cenderung bersifat absurd pada sistem yang dibangun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, berusaha mendapatkan informasi selengkap mungkin implementasi 7 pilar konservasi UNNES di FIP. Subjek penelitian adalah civitas akademika di FIP. Teknik pengumpulan data memakai wawancara, dokumentasi dan observasi. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menyimpulkan pemahaman civitas akademika FIP terhadap wacara konservasi belum menujukkan sepenuhnya paham secara menyeluruh dari segi konteks makna koseervasi. Menunjukkan bahwa dari pejabat memiliki pemahaman lebih baik dibanding beberapa civitas akademika lain yang ada di FIP, baik itu mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan maupun tenaga teknis lainnya. Implementasi 7 pilar konservasi yang ada di lingkungan FIP masih menonjolkan beberapa pilar dominan saja yaitu arsitektur hijau dan transportasi internal. Pilar nirkertas; konservasi etika, seni dan budaya; kaderisasi konservasi; keanekaragaman hayati; pengelolaan limbah; dan energi bersih menjadi runtutan rensta sekaligus dimasukkan dalam perioritas yang membutuhkan pengembangan besar ke depan. Sedangkan pada faktor penghambat dan pendukung 7 pilar konservasi menempatkan psikologi mental perhatian utama. Komitmen dan partisipasi bersama menjadi tanggung jawab untuk mendukung, menjaga, memantau dan berkoordinasi dalam mewujudkan universitas konservasi yang unggul, sehat dan sejahtera.
MODEL PEMBELAJARAN PARTISIPATIF MELALUI TEKNIK PENDAMPINGAN TERHADAP TUGAS DISKUSI KELOMPOK MAHASISWA DALAM MEMBENTUK KARAKTER SANTUN BERDISKUSI Kisworo, Bagus; Ilyas, Ilyas; Kriswanto, Hendra Dedi
Journal of Nonformal Education Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Non-formal Education Program, Postgraduate Campus UNNES Kelud Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24914/pnf.v2i1.5317

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, berusaha mendapatkan informasi selengkap mungkin mengenai model pembelajaran partisipatif melalui teknik pendampingan tugas diskusi kelompok dalam membentuk karakter santun berdiskusi.  Informasi digali melalui wawancara mendalam terhadap informan (mahasiswa). Selain untuk mengetahui hasil aplikasi model pembelajaran partisipatif melalui teknik pendampingan tugas diskusi kelompok dalam membentuk karakter santun berdiskusi, juga untuk membuat rumusan pedoman model pembelajaran tersebut sehingga bermanfaat bagi kegiatan pembelajaran. Hasil penelitian bahwa dengan model pembelajaran partisipatif melalui teknik pendampingan kelompok diskusi, mahasiswa dapat mempersiapkan dan menciptakan diskusi yang akan dilaksanakan dalam kelas, serta mereka memiliki strategi yang akan digunakan dalam menciptakan diskusi santun dalam kelas, dan  peran dosen dalam implementasi pembelajaran partisipatif melalui teknik pendampingan kelompok diskusi, sangat dibutuhkan oleh mahasiswa karena sangat membantu mereka dalam mewujudkan diskusi kelas yang menarik serta sesuai dengan tujuan pembelajaran. Model pembelajaran partisipatif dengan teknik pendampingan tugas diskusi kelompok sangat berdampak positif bagi mahasiswa. Pembelajaran partisipatif tidak hanya mengacu pada bagaimana meningkatkan partisipasi mahasiswa dalam proses pembelajaran tetapi juga pada kemampuan dosen untuk kreatif dalam meningkatkan partisipasinya dalam proses pembelajaran.
IMPLEMENTASI MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS PRINSIP-PRINSIP PENDIDIKAN ORANG DEWASA PKBM INDONESIA PUSAKA NGALIYAN KOTA SEMARANG Kisworo, Bagus
Journal of Nonformal Education Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : Non-formal Education Program, Postgraduate Campus UNNES Kelud Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24914/pnf.v3i1.8987

Abstract

Cakupan kegiatan dalam PKBM diantaranya Kejar Paket A, Kejar Paket B, Kejar Paket C, PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), KBU (Kelompok Belajar Usaha), KUPP (Kelompok Usaha Pemuda Produktif), Pemberdayaan Perempuan, Keaksaraan Fungsional Dasar Dewasa, Taman Bacaan Masyarakat (Perpustakaan). Kelompok belajar paket C atau kejar paket C merupakan pendidikan kesetaraan untuk jenjang sekolah menengah umum (SMU) dimana pesertanya berbeda dengan karakter dan latar belakang pendidikan formal yang mana rata-rata peserta paket C sudah berusia dewasa.Strategi, teknik dan metode menjadi kunci sukses dalam pelaksanaan proses belajar pembelajaran di paket C terutama dalam menggunakan strategi pemanfaatan media pembelajaran dalam proses pembelajaran orang dewasa di paket C.Pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap peserta didik. Media pembelajaran yang dibuat secara fisik dalam pendidikan formal dan nonformal sama, tetapi ada perbedaan dalam tahapan, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi, tentunya hal itu disesuaikan dengan prinsip-prinsip pendidikan orang dewasa.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yaitu berusaha mendapatkan informasi yang selengkap mungkin mengenai implementasi media pembelajaran berbasis prinsip-prinsip pendidikan orang dewasa di ngaliyan kota semarang, metode kualitatif penulis lebih mudah apa bila berhadapan dengan kenyataan ganda.Hasil penelitian PKBM Indonesia Pusaka sendiri berlangsung dengan kerjasama antara tutor dan warga belajar. Dengan adanya peran tutor sebagai motivator, pembimbing, dan  fasilitator dapat menumbuhkan keinginan sesuai apa yang disampaikan dalam teori pannen,karena bagi orang dewasa belajar berhubungan dengan bagaimana mengarahkan diri sendiri untuk bertanya dan mencari jawabannya, pembelajaran di PKBM Indonesia Pusaka sudah memperhatikan prinsip-prinsip pendidikan orang dewasa, dengan aplikasi metode dan cara dalam mengajar yang disesuaikan dengan latar belakang warga belajar dan media pembelajaran yang dibuat para tutor di PKBM Indonesia Pusakan sudah memperhatikan prinsip-prinsip dalam pemilihan media dan prinsip-prinsip belajar orang dewasa. The scope of activities in PKBM, kejar paket A, B, and C,  PAUD (early childhood education), KBU (group learning Efforts), KUPP (Productive Youth Business Group), womens empowerment, basic functional Adult Literacy, Reading public (Library). Paket C or  equality for education seniorl high school (SMU) where different participants with the characters and the background of formal education where the average attendee paket C is already aged adults.Strategies, techniques and methods became the key to success in the implementation of the learning process of learning in the paket C especially in using learning media utilization strategies in the process of learning adult in paket c. learning media Usage in the process of teaching and learning can evoke desire and interest in the new, demotivating and evoking stimuli and learning activities, and even psychological influences brought against learners. Instructional media created physically within the formal and non-formal education is the same, but there are differences in the stages of planning, implementation, and evaluation of, surely it is adapted to the principles of adult education.This research used the qualitative  approach, that is trying to get information that is as complete as possible about the implementatioan of media based learning pronciples of adult education in Ngaliyan Semarang, qualitative methods authors more easily what when confronted with realityResearch results PKBM Indonesia Pusaka itself took place with the collaboration between tutors and learning. With the tutor role as motivators, mentors, and facilitators can foster a desire in accordance to what is conveyed in the theory of pannen, because for adults learning relate to how to direct yourself to ask questions and seek answers, learning in PKBM Indonesia Pusaka already pay attention to the principles of adult education, with the application of methods and ways of teaching that is tailored to the background learner and learning media made by tutors in Indonesia PKBM Pusakan already noticed the principles in the selection of media and learning principles adults.
MODEL PEMBELAJARAN PARTISIPATIF MELALUI TEKNIK PENDAMPINGAN TERHADAP TUGAS DISKUSI KELOMPOK MAHASISWA DALAM MEMBENTUK KARAKTER SANTUN BERDISKUSI Kisworo, Bagus; Ilyas, Ilyas; Kriswanto, Hendra Dedi
Journal of Nonformal Education Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Nonformal Education Program, Postgraduate Campus UNNES Kelud Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24914/jne.v2i1.5317

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, berusaha mendapatkan informasi selengkap mungkin mengenai model pembelajaran partisipatif melalui teknik pendampingan tugas diskusi kelompok dalam membentuk karakter santun berdiskusi. Informasi digali melalui wawancara mendalam terhadap informan (mahasiswa). Selain untuk mengetahui hasil aplikasi model pembelajaran partisipatif melalui teknik pendampingan tugas diskusi kelompok dalam membentuk karakter santun berdiskusi, juga untuk membuat rumusan pedoman model pembelajaran tersebut sehingga bermanfaat bagi kegiatan pembelajaran. Hasil penelitian bahwa dengan model pembelajaran partisipatif melalui teknik pendampingan kelompok diskusi, mahasiswa dapat mempersiapkan dan menciptakan diskusi yang akan dilaksanakan dalam kelas, serta mereka memiliki strategi yang akan digunakan dalam menciptakan diskusi santun dalam kelas, dan peran dosen dalam implementasi pembelajaran partisipatif melalui teknik pendampingan kelompok diskusi, sangat dibutuhkan oleh mahasiswa karena sangat membantu mereka dalam mewujudkan diskusi kelas yang menarik serta sesuai dengan tujuan pembelajaran. Model pembelajaran partisipatif dengan teknik pendampingan tugas diskusi kelompok sangat berdampak positif bagi mahasiswa. Pembelajaran partisipatif tidak hanya mengacu pada bagaimana meningkatkan partisipasi mahasiswa dalam proses pembelajaran tetapi juga pada kemampuan dosen untuk kreatif dalam meningkatkan partisipasinya dalam proses pembelajaran.
IMPLEMENTASI MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS PRINSIP-PRINSIP PENDIDIKAN ORANG DEWASA PKBM INDONESIA PUSAKA NGALIYAN KOTA SEMARANG Kisworo, Bagus
Journal of Nonformal Education Vol 3, No 1 (2017): February 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jne.v3i1.8987

Abstract

Cakupan kegiatan dalam PKBM diantaranya Kejar Paket A, Kejar Paket B, Kejar Paket C, PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), KBU (Kelompok Belajar Usaha), KUPP (Kelompok Usaha Pemuda Produktif), Pemberdayaan Perempuan, Keaksaraan Fungsional Dasar Dewasa, Taman Bacaan Masyarakat (Perpustakaan). Kelompok belajar paket C atau kejar paket C merupakan pendidikan kesetaraan untuk jenjang sekolah menengah umum (SMU) dimana pesertanya berbeda dengan karakter dan latar belakang pendidikan formal yang mana rata-rata peserta paket C sudah berusia dewasa.Strategi, teknik dan metode menjadi kunci sukses dalam pelaksanaan proses belajar pembelajaran di paket C terutama dalam menggunakan strategi pemanfaatan media pembelajaran dalam proses pembelajaran orang dewasa di paket C.Pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap peserta didik. Media pembelajaran yang dibuat secara fisik dalam pendidikan formal dan nonformal sama, tetapi ada perbedaan dalam tahapan, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi, tentunya hal itu disesuaikan dengan prinsip-prinsip pendidikan orang dewasa.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yaitu berusaha mendapatkan informasi yang selengkap mungkin mengenai implementasi media pembelajaran berbasis prinsip-prinsip pendidikan orang dewasa di ngaliyan kota semarang, metode kualitatif penulis lebih mudah apa bila berhadapan dengan kenyataan ganda.Hasil penelitian PKBM Indonesia Pusaka sendiri berlangsung dengan kerjasama antara tutor dan warga belajar. Dengan adanya peran tutor sebagai motivator, pembimbing, dan fasilitator dapat menumbuhkan keinginan sesuai apa yang disampaikan dalam teori pannen,karena bagi orang dewasa belajar berhubungan dengan bagaimana mengarahkan diri sendiri untuk bertanya dan mencari jawabannya, pembelajaran di PKBM Indonesia Pusaka sudah memperhatikan prinsip-prinsip pendidikan orang dewasa, dengan aplikasi metode dan cara dalam mengajar yang disesuaikan dengan latar belakang warga belajar dan media pembelajaran yang dibuat para tutor di PKBM Indonesia Pusakan sudah memperhatikan prinsip-prinsip dalam pemilihan media dan prinsip-prinsip belajar orang dewasa.The scope of activities in PKBM, kejar paket A, B, and C, PAUD (early childhood education), KBU (group learning Efforts), KUPP (Productive Youth Business Group), womens empowerment, basic functional Adult Literacy, Reading public (Library). Paket C or equality for education seniorl high school (SMU) where different participants with the characters and the background of formal education where the average attendee paket C is already aged adults.Strategies, techniques and methods became the key to success in the implementation of the learning process of learning in the paket C especially in using learning media utilization strategies in the process of learning adult in paket c. learning media Usage in the process of teaching and learning can evoke desire and interest in the new, demotivating and evoking stimuli and learning activities, and even psychological influences brought against learners. Instructional media created physically within the formal and non-formal education is the same, but there are differences in the stages of planning, implementation, and evaluation of, surely it is adapted to the principles of adult education.This research used the qualitative approach, that is trying to get information that is as complete as possible about the implementatioan of media based learning pronciples of adult education in Ngaliyan Semarang, qualitative methods authors more easily what when confronted with realityResearch resultsPKBMIndonesiaPusakaitselftook placewith thecollaboration betweentutorsandlearning.With the tutor role as motivators, mentors, and facilitators can foster a desire in accordance to what is conveyed in the theory of pannen, because for adults learning relate to how to direct yourself to ask questions and seek answers, learning in PKBM Indonesia Pusaka already pay attention to the principles of adult education, with the application of methods and ways of teaching that is tailored to the background learner and learning media made by tutors in Indonesia PKBM Pusakan already noticed the principles in the selection of media and learning principlesadults.
Analisis Implementasi 7 Pilar Konservasi Universitas Negeri Semarang di Fakultas Ilmu Pendidikan Kisworo, Bagus; Muarifuddin, Muarifuddin
Journal of Nonformal Education Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Nonformal Education Program, Postgraduate Campus UNNES Kelud Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24914/jne.v1i1.3979

Abstract

Konservasi masih cenderung dimaknai oleh banyak warga Unnes dengan perwujudan kampus yang hijau cenderung bersifat absurd pada sistem yang dibangun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, berusaha mendapatkan informasi selengkap mungkin implementasi 7 pilar konservasi UNNES di FIP. Subjek penelitian adalah civitas akademika di FIP. Teknik pengumpulan data memakai wawancara, dokumentasi dan observasi. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menyimpulkan pemahaman civitas akademika FIP terhadap wacara konservasi belum menujukkan sepenuhnya paham secara menyeluruh dari segi konteks makna koseervasi. Menunjukkan bahwa dari pejabat memiliki pemahaman lebih baik dibanding beberapa civitas akademika lain yang ada di FIP, baik itu mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan maupun tenaga teknis lainnya. Implementasi 7 pilar konservasi yang ada di lingkungan FIP masih menonjolkan beberapa pilar dominan saja yaitu arsitektur hijau dan transportasi internal. Pilar nirkertas; konservasi etika, seni dan budaya; kaderisasi konservasi; keanekaragaman hayati; pengelolaan limbah; dan energi bersih menjadi runtutan rensta sekaligus dimasukkan dalam perioritas yang membutuhkan pengembangan besar ke depan. Sedangkan pada faktor penghambat dan pendukung 7 pilar konservasi menempatkan psikologi mental perhatian utama. Komitmen dan partisipasi bersama menjadi tanggung jawab untuk mendukung, menjaga, memantau dan berkoordinasi dalam mewujudkan universitas konservasi yang unggul, sehat dan sejahtera.
PARTISIPASI PEMUDA DALAM PROGRAM KARANG TARUNA DESA (STUDI PADA PEMUDA DI DUSUN KUPANG KIDUL DESA KUPANG KECAMATAN AMBARAWA) Sawitri, Nurul; Kisworo, Bagus
Journal of Nonformal Education and Community Empowerment Vol 3 No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.719 KB)

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah 1) partisipasi pemuda dalam program Karang Taruna desa dilihat aspek pengelolaan program, 2) faktor penghambat dan pendukung partisipasi pemuda dalam program Karang Taruna desa. Tujuan dalam penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui partisipasi pemuda dalam program Karang Taruna desa dilihat aspek pengelolaan program, 2) untuk mengetahui faktor penghambat dan pendukung partisipasi pemuda dalam program Karang Taruna desa. Penelitian ini menggunakan  pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subyek penelitian ini berjumlah 8 orang. Keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi data yaitu triangulasi sumber. Teknik analisis data adalah deskriptif kualitatif dengan tahap sebagai berikut pengumpulan data, reduksi data, penyajian dan penarikan kesimpulan. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini (1) partisipasi pemuda dalam program Karang Taruna desa dilihat aspek pengelolaan program menggunakan empat tahap partisipasi, yaitu partisipasi dalam perencanaan; partisipasi dalam pelaksanaan dan partisipasi dalam pemanfaatan; (2) faktor yang menghambat partisipasi pemuda dalam program Karang Taruna yaitu keterbatasan waktu dari individu dan rasa kurang percaya diri untuk menyalurkan potensi yang dimiliki. Sedangkan faktor yang mendukung yaitu individu mempunyai kesadaran atau jiwa bersosial yang tinggi untuk membangun masyarakat melalui program Karang Taruna. Saran yang disampaikan partisipasi pemuda dalam program Karang Taruna desa di dusun Kupang Kidul sudah baik dapat dibuktikan dalam pelaksanaan program di setiap bidangnya, diantaranya di bidang pendidikan, keagamaan, olahraga, kesenian, kewirausahaan dan di bidang sosial. Namun, partisipasi pemuda juga harus lebih ditingkatkan lagi dalam melaksanakan program Karang Taruna dengan cara menumbuhkan rasa tanggung jawab kepada anggota Karang Taruna, ketua Karang Taruna memberikan tugas kepada anggotanya seperti melaporkan hasil program kegiatan agar bisa dilaporkan disetiap pertemuan, pengurus Karang Taruna memberikan inovasi berupa kegiatan yang menarik minat pemuda dan remaja sehingga tujuan mengembangkan masyarakat berhasil dengan baik.t untuk memajukan kedisiplinan para.The study problems were 1) the youth participation in Karang Taruna village program could be seen by the aspects program management, 2) Some factors which were inhibit and support youth participation in Karang Taruna village program. The purpose of this research were 1) to determine youth participation in the Karang Taruna village program could be seen by the aspects program management, 2) to identify some inhibiting and supporting factors of youth participation in the Karang Taruna village program. This study applied the qualitative descriptive approach method; data collecting technique by observation, interview, and documentation. The subjects of this study were amounted to 8 people. Data validity used was triangulation of data. Data analysis technique was descriptive qualitative the following stages data collection, data reduction, presentation and conclusion. The results which were obtained by this study: (1) Youth participation in Karang Taruna village program could be seen by orientation program management. It used four stages of participation, there were planning participation; implementation and in utilization participation; (2) Some factors that inhibiting Karang Taruna Youth participation programs that was the limitation of individual’s time and a lack of worst self confidence personality to share some individual’s potential. On the other hand, the factors that supported this program were the youth high self conscious and high spirit to extend youth community through Karang Taruna programs. Suggestions submitted youth participation in the Karang Taruna program in Kupang Kidul is good. It could be proved by implementing program in each field, including some proved educational aspects, in the religious, in the sports, the art, in the entrepreneurship and social aspect. However, youth participation should be improved further moreagain in implementing Karang Taruna program. Growing responsibility to all Karang Taruna members .Karang Taruna leader gave some mission to his members such as; reported activity programs result at every Karang Taruna meeting, Youth organizer gave innovations to transform youth and teenagers interesting activities, so the goal of developing and extending community can be implemented well done successfully.
Peran Pendamping dalam Pemberdayaan Masyarakat Miskin melalui Program Keluarga Harapan Rahmawati, Evi; Kisworo, Bagus
Journal of Nonformal Education and Community Empowerment Vol 1 No 2 (2017): Journal of Nonformal Education and Community Empowerment
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.547 KB) | DOI: 10.15294/pls.v1i2.16271

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran pendamping, faktor penghambat dan pendukung dalam pendampingan Program Keluarga Harapan di Kecamatan Semarang Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, pendamping sebagai subjek penelitiannya. Wawancara, observasi dan dokumentasi sebagai Teknik pengumpulan data. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber, metode dan teori. Analisis datanya menggunakan siklus interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendamping memiliki empat peran keterampilan yaitu peran fasilitatif, pendidik, representatif/perwakilan masyarakat, dan teknis. Faktor internal yang menjadi kendala adalah sulitnya peserta untuk mengumpulkan berkas data, dan beradaptasi dengan lingkungan baru pendamping memerlukan waktu lama. Faktor eksternal yang menjadi kendala adalah penginformasian dari pusat sifatnya mendadak, jarak tempuh pendamping ke tempat pendampingan cukup jauh dan lokasi tempat pendampingan yang berada di gang sempit. Faktor pendukung adalah antusiasme penerima bantuan serta sarana yang memadai.
Kepuasan Mahasiswa dan Pengguna Lulusan Program Studi Pendidikan Luar Sekolah Universitas Negeri Semarang Kisworo, Bagus; Utsman, U.; Ilyas, I.; Siswanto, Yudi
Journal of Nonformal Education and Community Empowerment Vol 2 No 2 (2018): Journal of Nonformal Education and Community Empowerment
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/pls.v2i2.26831

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) medeskripsikan dan menganalisis tingkat kepuasan mahasiswa PLS terhadap layanan pendidikan di FIP UNNES, (2) medeskripsikan dan menganalisis tingkat kepuasan pengguna terhadap lulusan PLS FIP UNNES. Penelitian ini merupakan jenis penelitian survei, dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Responden survei kepuasan mahasiswa adalah mahasiswa PLS angkatan 2015-2018, sedangkan responden kepuasan pengguna lulusan yaitu lembaga pengguna alumni PLS angkatan 2000-2018. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi dokumentasi, observasi, dan pengisian koesioner. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan deskriptif persentase dengan software SPSS 23.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepuasan mahasiswa yaitu berada pada kategori puas dengan besaran persentase yaitu  74,79%.  Kepuasan mahasiswa  memiliki beberapa dimensi diantaranya, aspek tangibles, aspek reliability, aspek responsiveness, aspek assurance, dan aspek empathy. Kepuasan pengguna terhadap kinerja lulusan prodi PLS UNNES menunjukkan hasil yang positif yaitu berada pada puas dengan besaran persentase yaitu 67,66%. Kepuasan pengguna lulusan diukur menggunakan indicator diantarannya integritas, profesionalisme, kemampuan berbahasa inggris, penggunaan teknologi informasi dan komunikasi, kemampuan komunikasi, kerjasama tim, dan pengembangan diri