Rahma Vida Anandasari, Rahma Vida
Departemen Budidaya Perairan Institut Pertanian Bogor

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

The use of zeolite, active carbon, and clove oil in closed transportation of giant freshwater prawn juvenile

Jurnal Akuakultur Indonesia Vol 14, No 1 (2015): Jurnal Akuakultur Indonesia
Publisher : ISSA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2758.128 KB)

Abstract

ABSTRACT The objective of this study was to determine the effect of zeolite, active carbon, and clove oil on water quality (dissolved oxygen/DO, total ammonia nitrogen/TAN, temperature) and biological quality (glucose concentration, total protein, survival/SR) of giant freshwater prawn juvenile Macrobrachium rosenbergii in closed transportation system. The study was conducted in laboratory scale with a completely randomized design. The biota used was juvenile giant prawn with an average weight 0.407 ± 0.005 g/ind. The type and dose of additive used were A (20 g/L zeolite + 10 g/L active carbon + 14 µL/L clove oil), B (20 g/L zeolite + 10 g/L active carbon + 9.33 µL/L clove oil), C (20 g/L zeolite + 10 g/L active carbon + 4.67 µL/L clove oil), D (20 g/L zeolite + 10 g/L active carbon + 1.87 µL/L clove oil), K+ (20 g/L zeolite + 10 g/L active carbon), and K- (without material addition). The glucose concentration of treatment B and C significantly different with treatment A, D, K+, K-. Total protein of treatment A, B, C and K+ significantly different with treatment K-. DO, TAN, and temperature of the transportation media were still in the suitable concentration for living of giant prawn. The highest survival of the prawn was observed in group C. The result showed the combination of 20 g/L zeolite + 10 g/L active carbon + 4.67 µL/L clove oil in the water is suitable for closed transportation system for juvenile giant freshwater prawn. Keywords: glucose concentration, total protein, DO, TAN, temperature  ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh pemberian zeolit, karbon aktif, dan minyak cengkeh terhadap kualitas air (dissolved oxygen/DO, total ammonia nitrogen/TAN, suhu) dan kualitas biologi (konsentrasi glukosa, total protein, tingkat kelangsungan hidup/TKH) benih udang galah Macrobrachium rosenbergii pada sistem transportasi tertutup. Penelitian dilakukan pada skala laboratorium dengan rancangan acak lengkap. Biota yang digunakan yaitu benih udang galah dengan bobot rata-rata 0,407±0,005 g/ekor. Dosis bahan tambahan yang digunakan adalah: A (20 g/L zeolit + 10 g/L karbon aktif + 14 µL/L minyak cengkeh), B (20 g/L zeolit + 10 g/L karbon aktif + 9,33 µL/L minyak cengkeh), C (20 g/L zeolit + 10 g/L karbon aktif + 4,67 µL/L minyak cengkeh), D (20 g/L zeolit + 10 g/L karbon aktif + 1,87 µL/L minyak cengkeh), K+ (20 g/L zeolit + 10 g/L karbon aktif), dan K- (tanpa bahan tambahan). Konsentrasi glukosa perlakuan B dan C berbeda nyata dengan perlakuan A, D, K+, K-. Total protein perlakuan A, B, C, D, dan K+ berbeda nyata dengan perlakuan K-. DO, TAN dan suhu media transportasi masih sesuai dengan kehidupan udang galah. Tingkat kelangsungan hidup transportasi tertinggi yaitu pada perlakuan C. Hasil menunjukkan bahwa kombinasi 20 g/L zeolit + 10 g/L karbon aktif + 4,67 µL/L minyak cengkeh adalah perlakuan yang sesuai untuk transportasi tertutup benih udang galah. Kata kunci: konsentrasi glukosa, total protein, DO, TAN, suhu

KONDISI KUALITAS AIR DAN RESPONS PERTUMBUHAN PADA PEMELIHARAAN POSTLARVA UDANG VANAME Litopenaeus vannamei MENGGUNAKAN SUMBER ENERGI SURYA

Jurnal Kelautan Nasional Vol 10, No 3 (2015): DESEMBER
Publisher : Pusat Riset Kelautan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampai saat ini, Indonesia masih mengandalkan sumber energi PLN dalam memenuhi kebutuhan energi listrik, baik untuk kebutuhan masyarakat maupun industri seperti budidaya perairan. Energi listrik pada budidaya perairan sangat dibutuhkan untuk menggerakkan pompa aerasi dalam menyediakan oksigen terlarut.Pada Sumber energi PLN seringkali terjadi pemadaman listrik mendadak, yang dapat menyebabkan kerugian besar bagi pembudidaya. Energi surya merupakan salah satu alternatif energi terbarukan yang berpotensi untuk digunakan dalam kegiatan budidaya postlarva udang vaname Litopenaeus vannamei.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji kondisi kualitas air dan respons pertumbuhan pada pemeliharaan postlarva udang vaname dengan menggunakan sumber energi surya. Pada Penelitian ini digunakan 2 perlakuan, yaitu perlakuan menggunakan sumber energi surya dan PLN. Hasil penelitian menunjukkan, penggunaan sumber energi surya pada pemeliharaan postlarva udang vaname tidak berpengaruh terhadap kondisi kualitas air dan respons pertumbuhan udang. Hal ini disebabkan pemadaman listrik oleh PLN hanya menyebabkan penurunan konsentrasi DO sampai 6,8 mg/L, dimana pada konsentrasi ini respons pertumbuhan udang dan degradasi bahan organik (sisa pakan, feces) oleh mikroorganisme masih dalam kondisi optimal.