Yuanita Rachmawati, Yuanita
Program Pascasarjana, Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

CmBGI Gene Expression encoding β-glucosidase in melon (Cucumis melo L.) under stress condition Rachmawati, Yuanita; Aristya, Ganies Rizaa; Daryono, Budi Setiadi
BIOTROPIC The Journal of Tropical Biology Vol 1 No 2 (2017): Biotropic, Volume 1, Nomor 2, 2017
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (924.346 KB)

Abstract

CmBGI is the enzymatic genes encoding β-glucosidase that involved in Abscisic Acid (ABA) metabolism of Cucumis melo L. β-glucosidase promotes the accumulation of glucose, fructose, and sucrose, and it might act as a regulator that mediates melon fruit ripening both climacteric and nonclimacteric. ABA mediates adaptive responses to abiotic and biotic stresses. Agricultural Balitbang in 1997 showed that there were approximately 158.600 ha of degraded land scattered in three zones of agroecosystems in Yogyakarta (DIY). One of them is Dlingo Bantul area which has a karst type critical land area. Karst provides stress to the certain plant growth. One way to conserve critical land is making this area for agriculture. Cultivar TACAPA and TA were superior melons that have been developed by Genetic Laboratory of Biology Faculty UGM. This preliminary research was conducted to examine molecular characterization of CmBGI gene expression in cultivar TACAPA and TA which are planted in normal condition medium and in critical land medium treatment. Total RNA was extracted from leaf tissue then Reversed Transcriptase (RT-PCR) to collect cDNA library. cDNA was amplified using specific primer. Spectrophotometry was conducted in λ260 nm and electrophoresis run in 1.5% agarose gel. Control of band chosen was Cm-Actin. CmBGI gene concentration of TACAPA and TA in normal condition medium are in succession 578.5 and 579.4 μg/ml then for critical land medium treatment 743.4 and 773.5 μg/ml. CmBGI band was showed both of TACAPA and TA as ± 1258 bp. Cm-actin was showed band of DNA as ± 445 bp. CmBGI gene concentration in critical land medium treatment which is given greater stress on melons are higher than normal condition. This suggests that the CmBGI gene is expressed more in cultivar TACAPA and TA melons when they are grown under stress condition.
KULTUR SEL BABY HAMSTER KIDNEY (BHK) MENGGUNAKAN MEDIA DULBECCO’S MODIFIED EAGLE MEDIUM (DMEM) Andiana, Mashita; Rachmawati, Yuanita; Andayani, Sri Susila
BIOTROPIC The Journal of Tropical Biology Vol 1 No 1 (2017): Biotropic, Volume 1, Nomor 1, 2017
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kultur sel merupakan suatu proses saat sel hidup ditempatkan ke dalam suatu media yang dapat membuat sel tersebut berkembang biak atau tumbuh secara in vitro, Kultur sel dapat berupa kultur sel primer maupun cell line, Metode dalam kultur sel terdiri atas kultur monolayer dan kultur suspensi. Pembuatan media kultur untuk pertumbuhan sel diusahakan memenuhi kriteria. Konstituen dasar dari media kultur yang paling banyak digunakan adalah BSS (Balanced Sald Solution). Untuk mendapatkan pertumbuhan sel yang optimal, media kultur ditambahkan serum. Serum yang biasa digunakan dalam kultur adalah serum anak sapi (calf serum), serum fetus sapi (foetal bovine serum), serum kuda dan serum manusia. Perhitungan sel menggunakan counting chamber. Metode yang digunakan adalah revival kemudian split sel, stor sel dan menghitung sel. Hasil revival  jumlah sel tertinggi didapat dari botol nomer 3 dengan jumlah sel 310 yaitu botol dengan sel BHK label tahun 2016, dan hasil split sel yang paling tinggi juga didapat dari botol kultur nomer 3 dengan jumlah sel 345 dan 311.
DETEKSI KONTAMINAN FRAGMEN DNA PENGKODE cyt b BABI PADA SAMPEL SOFTGELLCANDY TAK BERLABEL HALAL Rachmawati, Yuanita; Rokhim, Saiku; Munir, Misbakhul; Agustina, Eva
Indonesia Journal of Halal Vol 1 (1) 2018
Publisher : Pusat Kajian Halal Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Softgellcandy adalah permen bertekstur lunak yang diproses dengan penambahan komponen hidrokoloid seperti agar, gum, pektin, pati, kaegenan, gelatin dan lain-lain yang digunakan untuk modifikasi tekstur sehingga menghasilkan produk yang kenyal. Sayangnya distribusi Softgellcandy di pasaran seringkali terlepas dari pengawasan lembaga berwenang. Banyak ditemukan bermacam merk Softgellcandy yang tidak berBPOM maupun tidak berlabel Halal. Gelatin menjadi titik kritis kehalalan Softgellcandy. Penelitian ini menguji 15 sampel Softgellcandy tak berlabel halal yang dijual bebas di Surabaya dengan primer pengkode fragmen DNA cytochrome b Babi. Metode yang digunakan adalah konvensional PCR pada suhu 98oC-2 menit; 95oC-30 detik; 61oC-30 detik; 72oC-40 detik; dan 72oC-3 menit, selama 30 siklus. Visualisasi hasil PCR menggunakan elektroforesis 2% gel agarosa menunjukkan dari 15 sampel, 8 sampel terindikasi kontaminan DNA babi ditandai dengan pita DNA sebesar ±149bp. Pemerintah perlu melakukan monitoring lebih ketat terkait peredaran produk makanan tak berlabel halal yang dijual bebas di pasaran, mengingat Halal menjadi issue yang sangat sensitif di negara dengan mayoritas penduduk muslim terbesar di dunia ini. Karena halal adalah suatu keharusan. Keywords: Softgellcandy, cyt b Babi, PCR