Hartojo Hartojo, Hartojo
Division of Neonatology, Department of Child Health, Husada Utama Hospital

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

CATHETER DURATION AND THE RISK OF SEPSIS IN PREMATURE BABIES WITH UMBILICAL VEIN CATHETERS Hartojo, Hartojo; Utomo, Martono Tri
Indonesian Journal of Tropical and Infectious Disease Vol 3, No 1 (2012)
Publisher : Institute of Topical Disease

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.254 KB)

Abstract

Umbilical catheters are frequently required in the management of severely ill premature babies. The risk of complications may increase with duration of UVC use. Objective: To determine whether the risk of central line-associated bloodstream infections (CLA-BSIs) and sepsis remained constant over the duration of umbilical vein catheters (UVCs) in high-risk premature neonates.Methods:retrospective analysis. The data were collected from the medical record of high risk premature neonates who had a UVC placed in neonatal care unit of Husada Utama Hospital between April 1st 2008 to April 30th 2011 with purposive sampling. Catheter duration was observed before and after 14 days on placement. Blood and UVC culture was performed to establish the risk of CLA-BSIs and sepsis. Chi-square and logistic regression analysis were performed in the laboratorium data. Result: A total 44 high risk premature babies with UVCs were enrolled (sepsis group: n = 23 and non sepsis group: n = 21). Baseline demographics were similar between the groups. 15 babies in sepsis group have UVCs duration > 14 days, and 8 babies have UVCs < 14 days (p = 0.533). Days of UVC < 14 days show UVCs culture performance in 11 babies with positive evidence, blood culture performance shows negative in 21 babies (p = 0.516). Days of UVC >14 days show blood culture performance in 11 babies with positive evidence, UVCs culture performance is negative in 18 babies (p = 0.456). Burkholderia cepacia and Klebsiella pneumonia mostly appeared in blood culture performance. 25% of UVC culture performance shows Pseudomonas aeroginosa. Conclusions: The catheter duration have no significant differencein risk of sepsis in premature babies with Umbilical Vein Catheters.
CATHETER DURATION AND THE RISK OF SEPSIS IN PREMATURE BABIES WITH UMBILICAL VEIN CATHETERS Hartojo, Hartojo; Utomo, Martono Tri
Indonesian Journal of Tropical and Infectious Disease Vol 3, No 1 (2012)
Publisher : Institute of Topical Disease

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.254 KB) | DOI: 10.20473/ijtid.v3i1.194

Abstract

Umbilical catheters are frequently required in the management of severely ill premature babies. The risk of complications may increase with duration of UVC use. Objective: To determine whether the risk of central line-associated bloodstream infections (CLA-BSIs) and sepsis remained constant over the duration of umbilical vein catheters (UVCs) in high-risk premature neonates.Methods:retrospective analysis. The data were collected from the medical record of high risk premature neonates who had a UVC placed in neonatal care unit of Husada Utama Hospital between April 1st 2008 to April 30th 2011 with purposive sampling. Catheter duration was observed before and after 14 days on placement. Blood and UVC culture was performed to establish the risk of CLA-BSIs and sepsis. Chi-square and logistic regression analysis were performed in the laboratorium data. Result: A total 44 high risk premature babies with UVCs were enrolled (sepsis group: n = 23 and non sepsis group: n = 21). Baseline demographics were similar between the groups. 15 babies in sepsis group have UVCs duration > 14 days, and 8 babies have UVCs < 14 days (p = 0.533). Days of UVC < 14 days show UVCs culture performance in 11 babies with positive evidence, blood culture performance shows negative in 21 babies (p = 0.516). Days of UVC >14 days show blood culture performance in 11 babies with positive evidence, UVCs culture performance is negative in 18 babies (p = 0.456). Burkholderia cepacia and Klebsiella pneumonia mostly appeared in blood culture performance. 25% of UVC culture performance shows Pseudomonas aeroginosa. Conclusions: The catheter duration have no significant differencein risk of sepsis in premature babies with Umbilical Vein Catheters.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Optimalisasi Unit Rawat Jalan di RS X Widyaningrum, Kurnia; Harijanto, Tatong; Hartojo, Hartojo
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2015.028.02.4

Abstract

Utilisasi pelayanan rawat jalan merupakan salah satu indikator penting kinerja rumah sakit. Hasil studi pendahuluan di unit rawat jalan RS tempat studi menunjukkan nilai utilitas dan optimalisasi masih belum maksimal dan terjadi penurunan angka kepuasan pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari faktor-faktor yang mempengaruhi optimalisasi unit rawat jalan dan solusi untuk meningkatkan optimalisasinya. Metode yang digunakan adalah dengan observasi, telaah dokumen dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat gap antara utilitas ruang dan optimalisasi petugas. Utilitas ruang hanya 22,4% sedangkan optimalisasi masing-masing dokter sudah sangat optimal yaitu 141,6%, 172,9% dan 68,75%. Dengan menggunakan diagram fishbone ditemukan faktor–faktor utama kurang optimalnya unit rawat jalan adalah dari sumberdaya manusia yang kurang dan lingkungan yang kurang nyaman. Analisis 5 whys menemukan sistem monitoring dan evaluasi (monev) belum berjalan secara maksimal sebagai akar masalah. Solusi yang disepakati untuk meningkatkan optimalisasi di unit rawat jalan ini adalah dengan mengaktifkan kembali tim monev dengan pemberian pelatihan tentang monev.  Kata Kunci: Evaluasi kinerja rawat jalan, monitoring, optimalisasi, utilisasi
Pengembangan Jenjang Karir sebagai Strategi Mengelola Ketidakpuasan Kerja Perawat di Rumah Sakit Hardjanti, Indra Wahju; Faramita, Nanditya Ika; Hartojo, Hartojo
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 29, No 3 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2016.029.03.9

Abstract

Kepuasan kerja perawat yang kurang dan angka turnover perawat yang tinggi di RS tempat studi merupakan suatu masalah yang memerlukan perhatian dari manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) agar tidak menjadi penyebab rendahnya mutu pelayanan kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi, menganalisa dan menentukan solusi dari faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja perawat di RS ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan cara survei menggunakan kuesioner, wawancara, dan diskusi. Analisis terhadap faktor yang paling mempengaruhi kepuasan kerja perawat di RS ini dilakukan melalui diskusi dengan anggota lima belas orang yang terdiri dari kepala ruangan dan kepala bagian keperawatan. Hasil diskusi menunjukkan bahwa faktor yang paling berpengaruh terhadap kepuasan kerja perawat adalah belum adanya program pengembangan karir di RS ini. Solusi untuk meningkatkan kepuasan kerja perawat di RS ini adalah merancang program pengembangan karier dengan membuat tool pengembangan jenjang karir perawat berdasarkan kompetensinya.Kata Kunci: Jenjang karir, kepuasan kerja perawat