Sujarwata Sujarwata, Sujarwata
Universitas Negeri Semarang

Published : 9 Documents
Articles

Found 9 Documents
Search

PEMASANGAN SENSOR GELOMBANG ULTRASONIK UNTUK APLIKASI ROBOT ANTI-BENTUR Masturi, Masturi; Sujarwata, Sujarwata
JURNAL ISTEK Vol 5, No 1-2 (2011): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.308 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membangun sebuah mobil robot dan teknik pemasangan sensor gelombang ultrasonik untuk menghindari benturan. Teknik pemasangan sensor meliputi jarak sensor penerima ke pemancar gelombang ultrasonik dan panjang loop yang digunakan. Mengatur gerakan mobil robot secara otomatis dapat menghindari benturan dengan objek yang ada di depannya. Sistem otomasi pengaturannya menggunakan perangkat keras mikrokontroler Basic Stamp BS2SX buatan Parallax Inc Amerika, berupa IC PIC16C65 yang beroperasi pada tegangan 5 volt DC. Sedangkan perangkat lunaknya menggunakan bahasa pemrograman Pbasic. Program ditulis pada Basic Stamp Editor yang sudah diinstallkan pada PC, kemudian didownload ke EEPROM. Proses download program otomatis menghapus program sebelumnya sehingga program terakhir yang akan dieksekusi. Sensor gelombang ultrasonik yang digunakan dapat mendeteksi jarak objek terjauh 85 cm, sedangkan objek terdekat adalah 0,5 cm. Panjang loop yang dipasang pada mobil robot adalah 2 cm dan jarak antara transduser satu dengan yang lainnya 1,5 cm.Panjang loop yang dipasang pada mobil robot mempengaruhi jarak objek yang dapat dideteksi.
Car Robots of Line Followers and False Detections Using Microcontroller of BS2SX Basics Tamp Sujarwata, Sujarwata
Journal Of Natural Sciences And Mathematics Research Vol 3, No 1 (2017): Volume 3, Nomor 1, 2017
Publisher : Faculty of Science and Technology, State Islamic University Walisongo Central Java

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (833.18 KB) | DOI: 10.21580/jnsmr.2017.3.1.1693

Abstract

This study aims to design a robot car that can follow the line and can avoid obstacles if it detects objects. The movement of the robot car is equipped with light sensor (LDR) and ultrasonic as its navigation system. Automation system navigation settings using BS2SX Basic Stamp microcontroller hardware, while the software with Pbasic programming language. The program is written on the Basic Stamp Editor already installed on the PC, then downloaded to EEPROM. Ultrasonic sensors are utilized as a detection of obstacles and light sensor sensors (LDR) as a tracked line detector. The robot will follow the designed line, if there are obstacles in front of it the robot will avoid and run back if the ultrasonic sensor does not detect obstacles in front of it. With the PWM signal input setting (Pulse Width Modulation) from the microcontroller, the robot car can walk straight, turn and will avoid when detecting obstacles. ©2017 JNSMR UIN Walisongo. All rights reserved
SENSOR GAS BERBASIS FILM TIPIS DENGAN KONFIGURASI TRANSISTOR EFEK MEDAN (FET) UNTUK DETEKSI GAS CO Sujarwata, Sujarwata; Marwoto, Putut
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 11, No 2 (2013): December 2013
Publisher : Unnes Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v11i2.5578

Abstract

Pembuatan dan karakterisasi Transistor Efek Medan (FET) berbasis film tipis dengan struktur bottom-contact dan panjang channel 100 μm untuk aplikasi sensor gas. Pembuatan FET dengan cara: permulaan dilakukan pencucian substrat Si/SiO 2 dengan etanol dalam ultrasonic cleaner, kemudian dilakukan pendeposisian elektroda source/ drain dengan metode penguapan hampa udara dan teknik lithography. Selanjutnya dilakukan deposisi film tipis CuPc diantara source/drain sebagai panjang channel dan elektrode gate. Karakteristik FET, untuk daerah aktif untuk V DS (2,80 s/d 3,42) V dan kuat arus I (0,00095 s/d 0,00169) A. FET akan aktif beroperasi hanya diperlukan tegangan V DS (2,79 V s/d 3,43 V) dan dengan ukuran sangat kecil ( 1,5 mm x 3,1 mm ) serta jarak antara S ke D adalah 100 μm. Aplikasi sensor gas telah dilakukan untuk mendeteksi gas CO, diperoleh hasil untuk response time 90 detik dan recovery time 120 detik. DS
Critical Condition in CuInAlSe2 Growth of Solar Cell Absorber Sujarwata, Sujarwata; Fianti, Fianti; Jung, J.Y.; Lee, S.H.; Kim, K.H.; Amal, M.I.
TELKOMNIKA (Telecommunication Computing Electronics and Control) Vol 14, No 3: September 2016
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.717 KB) | DOI: 10.12928/telkomnika.v14i3.3644

Abstract

CuInAlSe2 (CIAS) thin films were prepared using pulsed laser deposition (PLD) and selenization. The PLD process utilized a certain kind of stacking order to deposit elemental films on glass substrates, layer by layer, for precursor preparation. They were designed to be Al- and Cu-deficient and selenized using two different heat treatment steps. According to its precursor compositional ratio, stacking order, and heat treatment, each CIAS film showed different properties and a critical condition. The crystalline phases, compositional ratio, morphology, and optical-electrical properties of the CIAS films are discussed here.   
Alat Deteksi Gas Buang Kendaraan Bermotor Berstruktur Transistor Efek Medan Sujarwata, Sujarwata
Jurnal Fisika Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fabrikasi alat deteksi berstruktur FET menggunakan metode vakum evaporasi (VE), sedangkan proses perencanaan dengan teknik lithography. Tahapan pembuatan sensor gas sebagai berikut: permulaan dilakukan pencucian substrat Si/ SiO2 dengan etanol dalam ultrasonic cleaner, kemudian  dilakukan deposisi elektroda source dan drain di atas substrat, deposisi lapisan aktif   diantara source/ drain   dan diakhiri dengan deposisi gate. Hasil karakterisasi I-V menunjukkan  arus yang mengalis dari drain menuju  source  (IDS)dipengaruhi oleh adanya perubahan tegangan  gate  (VG). Tegangan VGsemakin besar maka IDS yang dihasilkan semakin meningkat. Karakterisasi alat deteksi diperoleh bahwa daerah aktif untuk VD adalah 2,79 V - 3,43 V dan arus ID  1,49 10-4  A - 1,49 10-4  A. Sedangkan daerah saturasi FET pada tegangan VD dari  3,43 V - 9 V dan ini merupakan daerah cut off. Pengujian kelayakan alat deteksi adalah menentukan: waktu tanggap (response time)dan waktu pemulihan(recovery time ). Waktu tanggap sensor terhadap gas buang kendaraan bermotor,dan COberturut-turut: 135 s. Sedangkan waktu pemulihan adalah  150 s. 
Pemanfaatan Karbon Tongkol Jagung sebagai Adsorben Penjernihan Limbah Cair Pewarna Tekstil Hidayah, Noor; Laili, Nihla Nurul; Yulianti, Ian; Sujarwata, Sujarwata
Jurnal Fisika Vol 7, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v7i2.13373

Abstract

Perkembangan industri tekstil menghasilkan limbah cair pewara tekstil yang dapat mencemari lingkungan. Permasalahan limbah cair pewarna tekstil dapat diatasi dengan metode adsorpsi dari bahan tongkol jagung. Tongkol jagung merupakan limbah pertanian yang berasal dari tanaman jagung yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Pemanfatan tongkol jagung dilakukan dengan pengarangan untuk menghasilkan karbon. Karbon tongkol jagung yang telah dihaluskan dicampurkan dengan PVAc agar tidak mudah memudar. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh variasi PVAc terhadap sifat adsorbsi dilihat dari degradasi limbah cair pewarna tekstil. Variasi bebas dari PVAc yang digunakan adalah 10g, 15g, 20g, 25g, 25g dan 30g. Variasi kontrol dari massa karbon yang digunakan adalah 10g dan 15g. Degradasi warna yang dihasilkan pada limbah cair setelah dilakukan perendaman diukur dengan menggunakan spectrometer UV-Vis (Ocean Optics tybe usb 4000). Hasil penelitian menunjukkan karbon dari tongkol jagung dicampur perekat PVAc berhasil dibuat dan merupakan salah satu metode untuk mengatasi pencemaran lingkungan, kosentrasi PVAc yang baik digunakan ketika memiliki massa karbon sama dengan massa PVAc dan semakin besar massa karbon dari tongkol jagung menyebabkan penurunan puncak absorbansi yang semakin besar pula.
Alat Deteksi Gas Buang Kendaraan Bermotor Berstruktur Transistor Efek Medan Sujarwata, Sujarwata
Jurnal Fisika Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v5i1.7365

Abstract

Fabrikasi alat deteksi berstruktur FET menggunakan metode vakum evaporasi (VE), sedangkan proses perencanaan dengan teknik lithography. Tahapan pembuatan sensor gas sebagai berikut: permulaan dilakukan pencucian substrat Si/ SiO2 dengan etanol dalam ultrasonic cleaner, kemudian dilakukan deposisi elektroda source dan drain di atas substrat, deposisi lapisan aktif diantara source/ drain dan diakhiri dengan deposisi gate. Hasil karakterisasi I-V menunjukkan arus yang mengalis dari drain menuju source (IDS)dipengaruhi oleh adanya perubahan tegangan gate (VG). Tegangan VGsemakin besar maka IDS yang dihasilkan semakin meningkat. Karakterisasi alat deteksi diperoleh bahwa daerah aktif untuk VD adalah 2,79 V - 3,43 V dan arus ID 1,49 10-4 A - 1,49 10-4 A. Sedangkan daerah saturasi FET pada tegangan VD dari 3,43 V - 9 V dan ini merupakan daerah cut off. Pengujian kelayakan alat deteksi adalah menentukan: waktu tanggap (response time)dan waktu pemulihan(recovery time ). Waktu tanggap sensor terhadap gas buang kendaraan bermotor,dan COberturut-turut: 135 s. Sedangkan waktu pemulihan adalah 150 s.
KESIAPAN DAN PEMANFAATAN LABORATORIUM DALAM MENDUKUNG PEMBELAJARAN FISIKA SMA DI KABUPATEN BREBES Nikmah, Syafridatun; Hartono, Hartono; Sujarwata, Sujarwata
UPEJ Unnes Physics Education Journal Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : UPEJ Unnes Physics Education Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (732.948 KB) | DOI: 10.15294/upej.v6i1.13928

Abstract

Laboratorium pembelajaran fisika memiliki peranan penting, diantaranya sebagai wahana untuk mengembangkan keterampilan dasar mengamati atau mengukur dan keterampilan proses lainnya. Penelitian ini bertujuan mengetahui kesiapan dan pemanfaatan laboratorium dalam mendukung pembelajaran fisika SMA di Kabupaten Brebes. Fokus penelitian ini mengaji lima indikator, yaitu kesiapan sarana dan prasarana laboratorium, tingkat penggunaan laboratorium, kesiapan sumber daya manusia, hubungan dengan hasil Ujian Nasional, dan faktor yang berpengaruh terhadap pemanfaatan laboratorium. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, angket, dokumentasi, dan wawancara. Perhitungan data hasil penelitian menggunakan teknik persentase. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan rumus korelasi product moment. Berdasarkan hasil penelitian dinyatakan bahwa kesiapan sarana dan prasarana laboratorium diperoleh nilai persentase sebesar 77,59%. Tingkat penggunaan laboratorium tergolong cukup dengan memperoleh nilai sebesar 61,92%. Kesiapan sumber daya manusia tergolong baik dengan memperoleh nilai sebesar 78,78% dan memperlihatkan bahwa ketersediaan laboran sangatlah kurang. Kesiapan dan pemanfaatan laboratorium yang kurang mempengaruhi hasil belajar, ditunjukkan dengan rendahnya nilai UN fisika.  Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pemanfaatan laboratorium antara lain, ruang laboratorium yang dialihfungsikan sebagai ruang kelas, kurang tersedianya waktu untuk praktikum, dan tidak adanya laboran.
Sintesis Nanopartikel Magnet Zn-Ferrite (Znfe2o4) Berbahan Dasar Pasir Besi Menggunakan Metode Kopresipitasi Saputra, Fandi Musthofa Ananda; Puspitarini, Yani; Rizaldi, Priyandika Dwi; Firdaus, Muhammad Samsul Arifin; Sujarwata, Sujarwata
Journal of Creativity Student Vol 1, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Journal of Creativity Student

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (784.19 KB)

Abstract

Pasir besi merupakan bahan baku alami yang keberadaannya terdistribusi secara merata dan luas di wilayah indonesia. Pemanfaatan pasir besi yang masih rendah di indonesia menyebabkan rendahnya harga jual dari material pasir besi. Maka, diperlukan sebuah teknologi dalam mengolah pasir besi agar menjadi sebuah produk yang memeliki daya guna. Material magnet ZnFe2O4 telah berhasil disintesis menggunakan metode kopresipitasi dengan bahan dasar pasir besi dari pantai Bayuran, Jepara, Jawa Tengah. Preparasi sampel ZnFe2O4 menggunakan campuran larutan ferric chloride dan zinc chloride yang diaduk dalam suhu ruang dan diperoleh endapan berwarna hitam. Hasil endapan dipanaskan dalam furnace dengan variasi suhu 100, 300 dan 500 C. Bahan baku sebelum preparasi ZnFe2O4 dan hasil reaksi setelah pemanasan dikarakterisasi menggunakan spektroskopi difraksi sinar-x (XRD. Hasil pola difraksi dari karakterisasi XRD pasir besi menunjukkan bahwa bahan dasar yang digunakan memiliki fasa magnetit (Fe3O4) dengan struktur kristal kubik. Variasi suhu pemanasan menghasilkan pola difraksi dengan puncak-puncak intensitas yang berbeda. Namun, memiliki satu kesamaan fasa, yaitu fasa zinc-ferrite dengan perkiraan ukuran kristalin 144,28 nm. Perbedaan suhu pemanasan menunjukkan kenaikan intensitas puncak fasa zinc-ferrite seiring dengan penambahan suhu pemanasan.