Articles

Found 6 Documents
Search

UJI TOKSISITAS EKSTRAK DARI KULIT BATANG Aglaia glabrata DENGAN METODE BRINE SHRIMP LETHALITY TEST (BSLT) Agust, Karina; Supriadin, Asep; Kusmiyati, Mimin
JURNAL ISTEK Vol 8, No 2 (2014): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.663 KB)

Abstract

Tumbuhan Aglaia glabrata adalah spesies dari keluarga Meliaceae. Pada penelitian pertama ini akan dilakukan uji pendahuluan toksisitas terhadap ekstrak n-heksana, etil asetat, dan metanol kulit batang A. glabrata menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Kulit batang segar dikeringkan dan digerus kemudian ditimbang sebanyak 2,5 kg diekstraksi menggunakan metode maserasi, dengan pelarut metanol. Ekstrak metanol (344 g) dipartisi dengan n-heksana, etil asetat, dan n-butanol selanjutnya dilakukan uji toksisitas awal. Ekstrak n-heksana (21,7066 g) difraksinasi dengan kromatografi cair vakum (KCV) dengan sistem eluen gradien 10% selanjutnya fraksi-fraksi tersebut dikelompokan berdasarkan hasil KLT. Selanjutnya fraksi C (5,2214 g) difraksinasi kembali menggunakan Kromatografi kolom gravitasi (KKG). Hasil dari fraksinasi n-heksana yaitu fraksi C3 (1,0515 g) diuji fitokimia untuk mengetahui kandungan kimia yang selanjutnya diuji toksisitas. Data mortalitas Artemia salina dianalisis dengan analisis probit untuk mengetahui nilai Lethal Concentration (LC50). Ekstrak dikatakan toksik apabila nilai LC50 < 1000 ppm. Hasil dari penelitian menunjukan pada ekstrak n-heksana dan hasil fraksinasi dari kulit batang A. glabrata memiliki tingkat toksisitas terhadap A. salina. Nilai toksisitas ekstrak n-heksana yaitu dengan nilai LC50 221,341 ppm, dan hasil fraksinasi C3 (5) dengan nilai LC50 217,948 ppm dengan kendungan kimia yang terdapat pada kulit batang A. glabrata adalah golongan steroid, triterpenoid, dan flavonoid.
UJI AKTIVITAS DAYA ANTIOKSIDAN BUAH RAMBUTAN RAPIAH DENGAN METODE DPPH Rosahdi, Tina Dewi; Kusmiyati, Mimin; Wijayanti, Fitri Retna
JURNAL ISTEK Vol 7, No 1 (2013): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.511 KB)

Abstract

Senyawa radikal bebas dapat berinteraksi dengan tubuh dan mengakibatkan berbagai penyakit seperti jantung koroner, penuaan dini dan kanker. Radikal bebas dapat diatasi dengan senyawa antioksidan. Toksisitas yang rendah dari senyawa antioksidan yang berasal dari bahan alam menyebabkan senyawa ini lebih diminati dibandingkan dengan senyawa sintetik. Salah satu tumbuhan yang memiliki aktivitas antioksidan adalah buah rambutan. Dalam penelitian ini dilakukan pengujian aktivitas antioksidan terhadap radikal bebas 1,1- Difenil-2-Pikrilhidrazil (DPPH) dari ekstrak buah rambutan dengan baku pembanding vitamin C. Dari hasil penelitian ini diperoleh bahwa ekstrak buah rambutan memiliki aktivitas antioksidan sebesar 33,37% sedangkan daya antioksidan pada vitamin C memiliki nilai IC50 sebesar 0,0022%. Validasi metode DPPH untuk menguji aktivitas antioksidan dalam buah rambutan menggunakan spektrofotometer UV Visible diperoleh parameter-parameter validasi yang meliputi presisi, akurasi, linearitas, batas deteksi dan batas kuantisasi. Dari validasi metode ini diperoleh hasil presisi sebesar 1,85 %, hasil akurasi sebesar 96,96%, linearitas dengan (r2) sebesar 0,999, batas deteksi 0,0049 μg/L dan batas kuantisasi 0,016 μg/L.
POTENSI DAUN SIRSAK (Annona muricata Linn), DAUN BINAHONG (Anredera cordifolia (Ten) Steenis), DAN DAUN BENALU MANGGA (Dendrophthoe pentandra) SEBAGAI ANTIOKSIDAN PENCEGAH KANKER Kurniasih, Nunung; Kusmiyati, Mimin; Sari, Riska Puspita; Wafdan, Riza
JURNAL ISTEK Vol 9, No 1 (2015): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.598 KB)

Abstract

Kanker dapat dicegah menggunakan antioksidan, suatu senyawa yang bersifat imunomodulator yang dapat menguatkan sel-sel yang sehat untuk menghadang kanker. Senyawa aktif yang sudah berhasil diidentifikasi sebagai antikanker yang berasal dari tanaman antara lain adalah flavonoid glikosida, tanin, stigmasterol, dan inhibitor histone deacetylase (HDAC). Senyawa ini terdapat pada beberapa tanaman misalnya sirsak, binahong, benalu dan lain sebagainya. Sampel segar daun sirsak, binahong dan benalu dihaluskan, dimaserasi dengan metanol. Kemudian ekstrak metanol dipartisi dengan pelarut n-heksan dan etil asetat sampai menghasilkan ekstrak air. Ekstrak air dipekatkan dan diskrining fitokimia kemudian diuji daya antioksidannya dengan metode DPPH ((1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) dengan larutan kontrol berupa vitamin C. Ketiga ekstrak daun ini memiliki kandungan senyawa flavanoid, polifenol dan saponin. Diperoleh hasil IC50 daun sirsak sebesar 6,23 ppm, daun binahong 3,30 ppm sedangkan pada daun benalu adalah 33,31 ppm. Ketiga daun ini memiliki potensi untuk mencegah kanker.
Antioxidant activity of ten grades of Indonesia black tea (Camellia sinensis (L.) O. Kuntze) liquor Sudaryat, Yayat; Kusmiyati, Mimin; Pelangi, Citra Ratu; Rustamsyah, A; Rohdiana, Dadan
Jurnal Penelitian Teh dan Kina Vol 18, No 2 (2015)
Publisher : Research Institute for Tea and Cinchona

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.86 KB) | DOI: 10.22302/pptk.jur.jptk.v18i2.70

Abstract

Tea is one kind of plant that is popular as a beverage. These plants contain antioxidant potential of flavonoids derived from polyphenol compounds. The research aimed to examine the antioxidant activity and to determine the con-tent of total phenols and total flavonoids from ten grades of Indonesian black tea liqour. Antioxidant activity was measured by the method of free radical scavenging by DPPH, total phenol content measured by Follin-Ciocalteu method, and total flavonoid content was measured by the method of AlCl3. The results of this research showed that The highest total phenol content contained in Dust III with 225,80 mgGAE/100 g and the lowest content is BTL with 111,26 mgGAE/100 g. The test results showed that BBL has the highest total flavonoid content with 0,151 mg/g, while the lowest is BTL flavonoid with 0,086 mg/g. Meanwhile the highest antioxidant activity of ten grade of Indonesian black tea infusion obtained by Dust I, with IC50 97,00 μg/ml. Meanwhile the lowest antioxidant activity with IC50 178,56 μg/ml was obtained by BTL.
Xantine oxidase inhibition activity of infusion and ethanol extract of white tea Rustamsyah, Ardi; Islami, Sarah Nur; Fitriana, Fitriana; Kusmiyati, Mimin
Jurnal Penelitian Teh dan Kina Vol 19, No 2 (2016)
Publisher : Research Institute for Tea and Cinchona

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.733 KB) | DOI: 10.22302/pptk.jur.jptk.v19i2.112

Abstract

Research of xantine oxidase enzyme inhibition activity of infusion and ethanol extract of white tea were done. The aim of this research was to evaluate  xantine oxidase inhibitory activity of infusion and ethanol extract of white tea. Phytochemical screening on dry tea, infusion and ethanol extract of white tea showed that all samples contained alkaloid, flavonoid, quinone, tannin and tritherpenoid/ steroide. The IC50 value of samples were 76,64 μg/ml and 31,11μg/ml respectivelly. This study used allopurinol as standard with IC50 was 0,60 μg/ml.
Antioxidant activity, phenol total, and flavonoid total of green tea (Camellia sinensis (L.) O. Kuntze) from three West Java tea estate Kusmiyati, Mimin; Sudaryat, Yayat; Lutfiah, Isti Agnia; Rustamsyah, Ardi; Rohdiana, Dadan
Jurnal Penelitian Teh dan Kina Vol 18, No 2 (2015)
Publisher : Research Institute for Tea and Cinchona

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.507 KB) | DOI: 10.22302/pptk.jur.jptk.v18i2.71

Abstract

Green tea has bioactive component, it is polyphenol which has strong antioxidant. As the largest component of polyphenol, flavonoid is very effective as an antioxidant. The purpose of this study was to determine antioxidant activity, phenol total and flavonoid total in green tea from three different estates, they were Cikajang Kab. Garut, Taraju Kab. Tasikmalaya, and Ciwidey Kab. Bandung. The results of this study show that seven samples have good antioxidant activity, but green tea which came from Cikajang (P-IRT No. 810320501698) has the highest IC50 grade it was 21,44 μg/ml. Beside that samples from Cikajang (P-IRT No. 810320501698) has highest total phenol content it was 334,68± SD 0,89/100 g samples and also has the highest total flavonoid it was 0,34 mg Kuersetin/g samples ± SD 0,21. On the contrary, green tea which has the lowest IC50 grade came from Taraju, the grade was 28,03 μg/ml, the samples has the lowest total phenol content it was 208,91± SD 4,47 mgGAE/100 g, and also has the lowest total flavonoid it was 0,207 mg Kuersetin/g samples ± SD 0,00.