Articles
6
Documents
UJI AKTIVITAS DAYA ANTIOKSIDAN BIOPIGMEN PADA FRAKSI ASETON DARI MIKROALGA Chlorella vulgaris

JURNAL ISTEK Vol 9, No 1 (2015): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.834 KB)

Abstract

Biopigmen merupakan pewarna alami yang dihasilkan dari organisme hidup. Sayuran dan buah-buahan merupakan sumber biopigmen, selain itu mikroalga pada saat ini juga merupakan sumber biopigmen yang potensial. Mikroalga Chlorella vulgaris adalah jenis ganggang hijau atau Chlorophyta yang diketahui sebagai sumber biopigmen, yaitu klorofil yang digunakan pada proses fotosintesis. Peran biopigmen bagi manusia salah satunya adalah sebagai antioksidan. Antioksidan yaitu senyawa yang pada konsentrasi rendah dapat mencegah atau memperlambat reaksi oksidasi yang disebabkan oleh radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan dan jenis biopigmen serta aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH (diphenilpycrylhydrazil). Ekstraksi biopigmen dari Chlorella vulgaris dilakukan dengan metode maserasi menggunakan aseton. Kemudian dilakukan kromatografi lapis tipis untuk mengidentifikasi keberadaan biopigmen dan spektrofotometer UV-Vis untuk penentuan secara kuantitatif jenis biopigmen yang terdapat pada mikroalga Chlorella vulgaris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biopigmen yang terkandung dari mikroalga Chlorella vulgaris adalah klorofil. Nilai IC50 vitamin C sebagai pembanding diperoleh sebesar 20.14 ppm sedangkan nilai IC50 dari fraksi aseton sebesar 57,25 ppm. Hasil ini menunjukkan bahwa untuk meredam radikal bebas sebesar 50% membutuhkan konsentrasi antioksidan sebesar 57,25 ppm.

UJI AKTIVITAS DAYA ANTIOKSIDAN BUAH RAMBUTAN RAPIAH DENGAN METODE DPPH

JURNAL ISTEK Vol 7, No 1 (2013): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.511 KB)

Abstract

Senyawa radikal bebas dapat berinteraksi dengan tubuh dan mengakibatkan berbagai penyakit seperti jantung koroner, penuaan dini dan kanker. Radikal bebas dapat diatasi dengan senyawa antioksidan. Toksisitas yang rendah dari senyawa antioksidan yang berasal dari bahan alam menyebabkan senyawa ini lebih diminati dibandingkan dengan senyawa sintetik. Salah satu tumbuhan yang memiliki aktivitas antioksidan adalah buah rambutan. Dalam penelitian ini dilakukan pengujian aktivitas antioksidan terhadap radikal bebas 1,1- Difenil-2-Pikrilhidrazil (DPPH) dari ekstrak buah rambutan dengan baku pembanding vitamin C. Dari hasil penelitian ini diperoleh bahwa ekstrak buah rambutan memiliki aktivitas antioksidan sebesar 33,37% sedangkan daya antioksidan pada vitamin C memiliki nilai IC50 sebesar 0,0022%. Validasi metode DPPH untuk menguji aktivitas antioksidan dalam buah rambutan menggunakan spektrofotometer UV Visible diperoleh parameter-parameter validasi yang meliputi presisi, akurasi, linearitas, batas deteksi dan batas kuantisasi. Dari validasi metode ini diperoleh hasil presisi sebesar 1,85 %, hasil akurasi sebesar 96,96%, linearitas dengan (r2) sebesar 0,999, batas deteksi 0,0049 μg/L dan batas kuantisasi 0,016 μg/L.

EFEKTIVITAS SARI KEDELAI HITAM (Glycine soja sieb) SEBAGAI BAHAN PANGAN FUNGSIONAL

JURNAL ISTEK Vol 7, No 1 (2013): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.501 KB)

Abstract

EFFECTIVENESS OF THE BLACK SOYBEAN EXTRACTS AS A FUNCTIONAL FOOD. Black soybean (Glycine soja sieb) has potential as functional food. This is because it have carbohydrates as a source of nutrition (prebiotic) for lactic acid bacteria (probiotic). This research was to determine the effectiveness of the black soybeans extracts as a medium for the growth of lactic acid bacteria, namely Lactobacillus lactis. Sampling is done on fermentation at the 0, 24, 48 and 72 for analysis of total acid, glucose levels and the number of bacteria. Analysis of the levels of lactic acid by qualitative and quantitative methods tertitrasi while total acid, glucose levels by methods Luff Schoorl and the number of bacteria using UV-Vis spectrophotometer. Fermentation extracts black soybeans by Lactobacillus lactis for 72 hours of earned value increased lactic acid levels. Reducing sugar content of both the substrate decreases. The number of bacteria Lactobacillus lactis increased to 72 hours. From the data obtained is known that black soybean extract is effective as a functional food.

Kandungan Fe dan Zn pada Beras Pecah Kulit dan Beras Sosoh dari Galur-Galur Padi Toleran Wereng Batang Cokelat

Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol 21, No 3 (2016): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.859 KB)

Abstract

In addition to carbohydrates, rice contains other minerals that function to growth and development of vital human organs. On the other hand, the content is influenced by genetic and milling processes. Indonesian Centre of Rice Research (ICRR) has genetic collection resistant to strains of the brown plant hopper (BPH). Genotypes were studied to assemble the pest-resistant varieties with high iron (Fe) and zinc (Zn) content. This study aims to determine the BPH-resistant lines that had high and stable Fe and or  Zn content. The study was conducted in XRF Laboratory, ICRR Sukamandi, West Java in 2015. Fe and Zn were determined by using XRF machine with a system of performance-based X-ray. Total 20 rice lines that resistant to BPH was used Fe and Zn content on brown and polished rice were evaluated duplo. The results showed that milling generally decreased the content of Fe and Zn at rate 56.31% and 20.54%, respectively. The highest Fe content was found in BP19564b-WBC-1-1-4-3 (12.25 ppm), while the highest Zn content in BP19564b-WBC-1-9-8-3 (26.35 ppm). Genotype BP19564b-WBC-1-9-4-2 and BP19564b-WBC-1-9-8-3 exhibited the lowest in reduction Fe and Zn content, respective, from brown to polished rice.

IDENTIFIKASI FRAGMEN DNA MITOKONDRIA PADA SATU GARIS KETURUNAN IBU DARI SEL EPITEL RONGGA MULUT DAN SEL FOLIKEL AKAR RAMBUT

Biosfer: Jurnal Tadris Biologi Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : Pendidikan Biologi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: DNA mitokondria (mtDNA) manusia memiliki sejumlah sifat genetik khas yang membedakannya dari genom inti yang dimanfaatkan dalam identifikasi penurunan hubungan kekerabatan, studi evolusi dan migrasi global manusia modern, bidang forensik dan identifikasi penyakit genetik. DNA mitokondria (mtDNA) manusia memiliki laju mutasi yang lebih cepat dibandingkan dengan DNA inti sehingga dapat dimanfaatkan untuk pemeriksaan sampel yang terbatas seperti untuk kepentingan visum. Penelitian ini bertujuan untuk megidentifikasi fragmen DNA mitokondria dari lisis sel epitel rongga mulut menggunakan primer M1dan HV2R, dan sel folikel akar rambut mengunakan primer M1 dan M2 dengan teknik PCR dan elektroforesis agarosa.Sampel sel epitel mulut dan akar rambut yang diambil dari satu garis keturunan dilisis terlebih dahulu dan dilakukan ekstraksi sel secara kimiawi dan enzimatik sehingga DNA total dapat keluar dari inti sel dan mitokondria. Setelah itu dilakukan amplifikasi fragmen D-loop mtDNA secara in vitro dengan dua jenis primer yang berbeda menggunakan teknik PCR dan proses terakhir yaitu dilakukan analisis hasil PCR menggunakan teknik elektroforesis gel agarosa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa amplifikasi fragmen DNA mitokondria menggunakan primer M1 dan HV2R dari sel epitel rongga mulut menghasilkan fragmen berukuran 1 kb. Pada hasil amplifikasi fragmen DNA mitokondria dari sel folikel akar rambut menggunakan primer M1 dan M2, fragmen yang didapatkan berukuran 0,4-0,5 kb. Dengan demikian, fragmen DNA mitokondria dapat diamplifikasi menggunakan dua primer balik M2 dan HV2R yang dirancang pada ujung daerah D-LOOP mitokondria.

IDENTIFIKASI FRAGMEN HV1 DNA MITOKONDRIA INDIVIDU DATARAN RENDAH DAN DATARAN TINGGI

Biosfer: Jurnal Tadris Biologi Vol 8, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (638.723 KB)

Abstract

An individual adaptation towards the geographical altitude associated with genetic factors, one of the genetic materials of the most widely used to study the characteristic of individuals in the population is the mitochondrial DNA.Based on that condition, this research will deciding human Fragmen HVI mtDNA from Indramayu as lowland individual and Sukabumi as highland individual. The purpose of this research is to identify hair root and the epithelial cell of the mouth as a source DNA mitochondrial that can used for a amplification of human fragment DNA mitokondria template and to identify fragment territory HV1 mtDNA by using Polimerase Chain Reaction (PCR) technic and detecting the yield of PCR from lowland and highland individual. The steps include the lysis to do the sample of the hair root and the epithelial cell of the mouth, amplified HV1 fragment mtDNA to utilize Polimerase Chain Reaction (PCR) technique and the result of PCR with elektroforesis gel agarosa. This research has been successfully, hair root and the epithelial cell can do analyze DNA mitochondrial marked by the fragment measuring 0,4 kb in the area D-Loop mtDNA and it can easier amplification is hair root characterized by the presence of DNA bands in agarose gel electrophoresis.