Hamny H, Hamny
Laboratorium Anatomi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

21. KAJIAN HISTOKIMIA SEBARAN KARBOHIDRAT PADA KELENJAR MANDIBULARIS DAN KELENJAR LINGUALIS AYAM PETELUR (Gallus sp.) Histochemical Study of Mandibular and Lingual Glands Carbohydrate Distribution in Layer (Gallus sp.)

Jurnal Medika Veterinaria Vol 10, No 2 (2016): J. Med. Vet.
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.197 KB)

Abstract

The objective of this study was to investigate the distribution of carbohydrate in the mandibular and lingual glands of layer in difference age groups histochemically.The study was observed the mandibular and lingual glands from nine layers which grouped into three groups namely starter aged 40 days old, productive aged seven months old, and post-productive aged 1.5 years old. Each group consisted of three layers. A small piece of mandibular and lingual glands were fixed in Bouin solution for subsequent processed into histological preparation.The distribution of carbohydrate in both of glands detected by alcian blue staining (AB) pH 2.5 and periodic acid schiff (PAS). The result showed that mandibular and lingual glands of the three group layers reacted positively to AB pH 2.5 and PAS which found in the cytoplasm of cell and in the secretion on lumen. In the cytoplasm, the mandibular and lingualis reacted positively to AB pH 2.5 and PAS with the intensity ranging from weak reaction(+) to strong (+++), while in the lumen of glands showed negative reaction (-) to positive with the intensity of weak (+) to strong (+++). In mandibular gland, the acid carbohydrates were found with strong intensity (+++) in the productive and post-productive layer, while neutral carbohydrates were found with the same intensity on starter, productive and post-productive layers. In the lingual gland, the acid carbohydrates found with strong intensity in the three groups of layers while the neutral were found with strong intensity (+++) in the starter and post-productive layer. Positive reaction to AB pH 2.5 and PAS indicated that both of the salivary glands contain the neutral and acid carbohydrate. ____________________________________________________________________________________________________________________ Key words: mandibular gland, lingual gland, acid carbohydrate, neutral carbohydrate, layer

SEBARAN GLYCOCONJUGATE PADA SEL EPITEL OVIDUK KANCIL (Tragulus javanicus)

Jurnal Kedokteran Hewan Vol 8, No 2 (2014): J. Ked. Hewan
Publisher : Syiah Kuala University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.597 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui distribusi glycoconjugate yang terekspresi pada sel epitelium oviduk kancil (Tragulus javanicus). Dalam penelitian ini digunakan satu oviduk kancil yang berasal dari satu ekor kancil b etina dewasa berumur lebih dari satu tahun. Sampel difiksasi dengan larutan Bouin dan diproses menurut standar histologi sampai menjadi blok parafin dan dipotong dengan ketebalan 5 µm. Jenis lektin yang digunakan adalah biotinylated (Con A, PNA, RCA, UEA I, dan WGA) dengan dosis masing-masing sebanyak 15 µg/ml. Hasil penelitian diketahui bahwa glycoconjugate dengan residu gula galaktosa, glukosa, manosa, N-asetilgalaktosamin, N-asetilglukosamin, fukosa, dan asam sialat ditemukan pada bagian apikal sel epitel dan di dalam sitoplasma. Glycoconjugate dengan residu gula N-asetilgalaktosamin merupakan glycoconjugate yang paling banyak ditemukan di bagian apikal sel epitel dan di dalam sitoplasma dibandingkan dengan glycoconjugate dengan residu gula lainnya.

PEMBERIAN EKSTRAK EPIDIDIMIS BERPOTENSI MENINGKATKAN KUALITAS SPERMATOZOA KAMBING JANTAN LOKAL

Jurnal Kedokteran Hewan Vol 9, No 2 (2015): J. Ked. Hewan
Publisher : Syiah Kuala University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.3 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian ekstrak epididimis (EE) terhadap peningkatan kualitas spermatozoa kambing jantan  lokal. Dalam penelitian ini digunakan 12 ekor kambing jantan lokal, berumur 1,5 tahun dengan bobot badan 10-15 kg dan dibagi atas empat kelompok (K0, KP1, KP2, dan KP3). Kelompok K0, hanya diinjeksi dengan NaCl fisiologis sedangkan kelompok KP1, KP2, dan KP3 diinjeksi EE masing-masing 1, 2, dan 3 ml/ekor selama 13 hari berturut-turut. Pada hari ke-14, dilakukan pengambilan semen kambing dengan elektroejakulator dan selanjutnya dilakukan pemeriksaan kualitas spermatozoa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian EE dengan dosis 1 dan 3 ml/ekor EE selama 13 hari berturut-turut menyebabkan peningkatan kualitas spermatozoa dibanding kelompok kontrol. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa EE berpotensi meningkatkan kualitas spermatozoa pada kambing jantan lokal.