Articles

Found 29 Documents
Search

PEMANFAATAN DAUN MIMBA SEBAGAI PESTISIDA ORGANIK DI KECAMATAN KADEMANGAN KOTA PROBOLINGGO Rusdi, Rusdi; Purwati, Titik; Budijanto, Budijanto; Riyanto, Riyanto
JPM Pambudi Vol 1 No 1 (2017): JPM PAMBUDI
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P2M) IKIP Budi Utomo Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (879.009 KB) | DOI: 10.33503/pambudi.v1i1.11

Abstract

Science Program for Wiayah (IbW) is intended to empower the community to form Kademangan Sub-district in Probolinggo City which is more advanced, more prosperous and more faithful. This objective will be achieved by empowering communities through the development of science and technology based areas with a planned approach, in which communities are involved in the planning, implementation, evaluation and utilization of results. In particular the IbW Program is: (1) To identify potential, realistic, realistic, real, and realistic human resources, condition, and resources in Kademangan sub-district, Probolinggo Municipality; (2) To formulate the potential of human resources and natural resources so that it can be used as a commodity of superior territory; (3) Conducting training activities in the framework of technology transfer produced by Higher Education to the community. The methods used in this Program are survey, and observation. Preparation of action programs conducted through workshop activities. The results of the IbW program are: (1) The socialization of IbW Program with the Local Government of Probolinggo Municipality and the Pohsangit Kidul and Pilang Village Farmer Groups; (2) Counseling on the Benefits and Use of Pesticide Neighbors; (3) Training and practice of Mimba Leaf Processing Becoming Plant Pesticide. The conclusion of the IbW program is that it is very potential to develop bio-pesticide biological agents from neem. To cultivate vegetable pesticides especially from neem by farmers still needed the process and time because farmers are still familiar with chemical pesticides.
Pengaruh Kebiasaan Belajar dan Self-Efficacy terhadap Hasil Belajar Geografi Di SMA Rosyida, Fatiya; Utaya, Sugeng; Budijanto, Budijanto
Jurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, dan Praktek dalam Bidang Pendidikan dan Ilmu Geografi Vol 21, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jpg.v21i2.304

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya (1) pengaruh kebiasaan belajar terhadap hasil belajar Geografi, (2) pengaruh self-efficacy terhadap hasil belajar Geografi, dan (3) pengaruh kebiasaan belajar dan self-efficacy terhadap hasil belajar Geografi di SMAN 1 Widang-Tuban. Data dikumpulkan dengan menyebarkan angket dan dokumentasi dari 94 responden. Kebiasaan belajar diukur dengan angket kebiasaan belajar yang dikembangkan oleh Bakare 1971. Instrumen Motivation and Strategy Learning Quetionare (MSLQ) yang dikembangkan oleh Pintrich dkk tahun 1991 digunakan untuk mengukur self-efficacy, sedangkan hasil belajar siswa diperoleh dari nilai rata-rata ulangan. Setelah data terkumpul, dianalisis secara statistik dengan teknik regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kebiasaan belajar secara signifikan berpengaruh terhadap hasil belajar siswa dengan sumbangan efektif sebesar 65,60%, (2) Self-efficacy secara signifikan berpengaruh terhadap hasil belajar siswa dengan sumbangan efektif sebesar 15,80%, dan (3) kebiasaan belajar dan self-efficacy secara signifikan berpengaruh terhadap hasil belajar siswa dengan sumbangan efektif sebesar 65,20%. DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um017v21i22016p017
HUBUNGAN MINAT DAN KEBIASAAN MEMBACA DENGAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA SMA UNGGULAN PONDOK PESANTREN ZAINUL HASAN GENGGONG PROBOLINGGO Noviantoro, Kurnia Maulidi; Amirudin, Achmad; Budijanto, Budijanto
Jurnal Pendidikan Geografi Vol 21, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/pg.v21i1.5421

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengungkap hubungan antara minat membaca dengan hasil belajar geografi, (2) mengungkap hubungan antara kebiasaan membaca dengan hasil belajar geografi, (3) mengungkap hubungan antara minat dan kebiasaan membaca dengan hasil belajar geografi, dan (4) mengungkap hubungan yang paling dominan antara minat dan kebiasaan membaca dengan hasil belajar geografi. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X SMA Unggulan Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong Probolinggo yang terbagi dalam empat kelas. Sampel penelitian dipilih dengan teknik purposive sampling dengan menunjuk dua kelas yang memiliki nilai rata-rata tertinggi dan terendah yaitu siswa kelas X-3 untuk kelas nilai tertinggi dan siswa kelas X-4 untuk kelas terendah. Pengumpulan data dilakukan dengan instrument angket. Hasil belajar diukur dengan keberadaan nilai UAS semester ganjil siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat hubungan negatif antara minat membaca dan hasil belajar geografi dengan kontribusi min-at membaca sebesar 8,8%, (2) terdapat hubungan positif antara kebiasaan mem-baca dan hasil belajar geografi dengan kontribusi kebiasaan membaca sebesar 21,8%, (3) terdapat hubungan yang positif secara simultan antara minat dan ke-biasaan membaca dengan hasil belajar geografi, (4) Kebiasaan membaca mem-iliki hubungan yang paling dominan di antara minat membaca dengan hasil belajar geografi.Keywords: minat membaca, kebiasaan membaca, hasil belajar
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DIPADU NUMBERED HEADS TOGETHER TERHADAP KETERAMPILAN METAKOGNITIF DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS GEOGRAFI SISWA SMA Sari, Nila Puspita; Budijanto, Budijanto; Amiruddin, Ach.
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol.2, No.3, Maret 2017
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jptpp.v2i3.8720

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of learning model Problem Based Learning (PBL) combined Numbered Heads Together (NHT) against metacognitive skills and critical thinking abilities geography high school students. This study is a quasi-experimental research with a quantitative approach. Subjects numbered 56 students consisting of two classes of class XI IPS 2 as an experimental class and class XI IPS 1 as the control class. The research instrument is an essay test amounted to 8 essay test questions for metacognitive and critical thinking which consists of 4 questions about the pretest and 4 questions posttest. The analysis technique used is the unpaired t-test (Independent Samples t-Test). Statistical test results metacognitive skills significance value 0.016 <0.005, with the average value of gain score the experimental class higher at 17 compared to the control class is 12.  As for the value of critical thinking skills acquired significance 0.001 <0.005 with average value Score Gain experimental class is higher at 18 compared with the control class is equal to 12. Based on these results it can be concluded that there are significant application of learning models Problem Based Learning (PBL) combined Numbered Heads Together (NHT) against metacognitive skills and critical thinking skills in high school students Environment material.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dipadu Numbered Heads Together (NHT) terhadap keterampilan metakognitif dan kemampuan berpikir kritis geografi siswa SMA. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen semu dengan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian berjumlah 56 siswa yang terdiri dari dua kelas yaitu kelas XI IPS 2 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPS 1 sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian berupa tes esai berjumlah 8 soal tes essay untuk metakognitif dan berpikir kritis yang terdiri dari 4 soal pretest dan 4 soal posttest. Teknik analisis yang digunakan adalah uji-t tidak berpasangan (Independent Samples t-Test). Hasil uji statistik diperoleh nilai signifikansi keterampilan metakognitif 0,016<0,005, dengan nilai rata-rata Gain Score kelas eksperimen lebih tinggi yaitu sebesar 17 dibandingkan dengan kelas kontrol yaitu sebesar 12. Sementara itu, untuk nilai signifikansi kemampuan berpikir kritis diperoleh 0,001<0,005 dengan nilai rata-rata Gain Score kelas eksperimen lebih tinggi yaitu sebesar 18 dibandingkan dengan kelas kontrol yaitu sebesar 12. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dipadu Numbered Heads Together (NHT) terhadap keterampilan metakognitif dan kemampuan kritis pada materi Lingkungan Hidup siswa SMA
HUBUNGAN PERSEPSI SISWA TENTANG PROSES PEMBELAJARAN DENGAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI DI HOMESCHOOLING SEKOLAH DOLAN KOTA MALANG Fitriana,, Evi; Utaya, Sugeng; Budijanto, Budijanto
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol.1, No.4, April 2016
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jp.v1i4.6212

Abstract

The aim of this research is to know the relationship between student perception on learning and the learning achievement of Geography subject in Homeschooling Sekolah Dolan Malang City. This research used quantitative description method, with correlation analysis. Perception data collection using a questionnaire based on the Likert scale. Learning achievement data was collected from report achievement on 1st semester. Based on the data analysis, showed that the relations between student perception and the learning achievement of Geography are significant. Learning process has moderate correlation with learning achievement. The learning process is one of the external factors that have contributed in determining learning achievement, so that expected there are other factors that affect learning achievement.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan persepsi tentang proses pembelajaran dengan hasil belajar geografi siswa homeschooling Sekolah Dolan Kota Malang. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kuantitatif yang menggunakan analisis korelasi product moment untuk menganalisis hubungan antar variabel penelitian. Pengumpulan data persepsi tentang pembelajaran menggunakan angket yang penilaiannnya berpedoman pada skala likert. Data hasil belajar dikumpulkan dari nilai rapor semester ganjil. Hasil penelitian menunjukkan hubungan yang signifikan antara persepsi tentang proses pembelajaran dan hasil belajar geografi di homeschooling Sekolah Dolan Kota Malang. Proses pembelajaran memiliki korelasi sedang dengan hasil belajar. Proses pembelajaran merupakan salah satu faktor eksternal yang mempunyai kontribusi dalam menentukan hasil belajar, sehingga diduga terdapat faktor-faktor lain yang memengaruhi hasil belajar.
The Farming Land Tenure by Corporation: People’s Economic Rights Protection Perspective Budijanto, Budijanto
e-2477-1929 Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Institute of Research and Community Service, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ijleg.2015.001.01.1

Abstract

The purpose of this study was to describe the various conditions that  background household workers who are motivated to migrate internasioanal; sending remittances to their home town and the impact of migration international TKI on social, economic, and  culture  in the area of origin. The approach of the research is quantitative approach., collecting data with interview techniques. and. indept interview / in-depth interviews to sharpen and enrich the information phenomenon sosial.Analisis data with descriptive analysis and paertial laest square.The results showed an increase in production efficiency with a shorter time, production capacity and product quality improved so that it can meet consumer demand. The purpose of this study was to describe the various conditions that  background household workers who are motivated to migrate internasioanal; sending remittances to their home town and the impact of migration international TKI on social, economic, and  culture  in the area of origin. The approach of the research is quantitative approach., collecting data with interview techniques. and. indept interview / in-depth interviews to sharpen and enrich the information phenomenon sosial.Analisis data with descriptive analysis and paertial laest square.Keywords: international migration, migrant workers, utilization, of origin remittance.
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING DENGAN PENDEKATAN INQUIRY TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SMA Zainuddin, Moch.; Budijanto, Budijanto; Amirudin, Ach.
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol.1, No.12, Desember 2016
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jp.v1i12.8351

Abstract

The design used in this study is a quasi-experimental (quasi experiment). Subjects in this study were students of class X SMA Negeri 1 Sakra Timur Semester 2 academic year 2015/2016. independent variables in this study is a model of problem-based learning approach to inquiry and the dependent variable in this study is the student learning outcomes. The data in this study a number or score learning outcomes. Learning outcomes in question is gain score derived from the difference between pretest scores and posttes. The results of data analysis score geography student learning outcomes, showing that there was an increase in average achieved experimental classes from 77.82 to 59.08 into a 18.74 increase. Although the control group also increased score of 56.75 into 70.25 with an increase of 13.5, but when compared with the experimental class, increase in the average score belajaranya results higher than the increase in the control class. The difference increased scores kelase ksperimen learning outcomes with the controls is at 7. 57. Thus, it can be concluded that the learning model based inquiry approach an issue with significant effect on student learning outcomes in high school. This is proven by the results of the calculation of the value of gain score statistic 0.4758 to 0.02787 and the standard error of the mean of 5%.Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental semu (quasi experiment). Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X Semester 2 SMA Negeri 1 Sakra Timur tahun ajaran 2015/2016. variabel bebas dalam penelitian ini adalah model pembelajaran berbasis masalah dengan pendekatan inkuiri dan variabel terikat dalam penelitian ini adalah hasil belajar siswa. Data dalam penelitian ini berupa angka atau skor hasil belajar. Hasil belajar yang dimaksud adalah gain score yang diperoleh dari selisih skor pretes dan posttes. Hasil analisis data skor hasil belajar geografi siswa, menunjukkan bahwa ada terjadi peningkatan perolehan rata-rata kelas eksperimen dari 59.08 menjadi 77.82 dengan peningkatan 18.74. Meskipun kelas kontrol juga mengalami peningkatan skor sebesar 56.75 menjadi 70.25 dengan peningkatan 13.5, namun jika dibandingkan dengan kelas eksperimen, peningkatan rata-rata skor hasil belajaranya lebih tinggi dibandingkan dengan peningkatan kelas kontrol. Selisih peningkatan skor hasil belajar kelase ksperimen dengan kontrol adalah sebesar 7.57. Jadi, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran berbasis maslah dengan pendekatan inkuiri berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa SMA. Hal ini dibuktikan dengan hasil perhitungan nilai gain score statistic 0.4758 dengan standar error 0.02787 dan mean sebesar 5%.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD untuk Meningkatkan Hasil Belajar Geografi Kelas XI Rahman, Abdi Maulana; Budijanto, Budijanto; Ruja, I Nyoman
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 3, No 2: FEBRUARI 2018
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jptpp.v3i2.10493

Abstract

This study aims to determine the increase in student learning outcomes of class XI IPS SMA Negeri 1 Pamukan Barat using STAD type cooperative learning model on the material distribution of flora and fauna in Indonesia. This research is a Classroom Action Research (PTK) which consists of four stages of planning, implementation, observation and reflection. The results showed that by using STAD type learning model can improve student learning outcomes of class XI on the material distribution of flora and fauna in Indonesia. The learning achievement of students seen from the mastery of students learning on the cycle of student learning completeness reached 91,43%. Penelitian yang dibuat memberikan manfaat untuk mengenal kemajuan dari prestasi belajar peserta didik kelas XI IPS SMA Negeri 1 Pamukan Barat menerapkan model STAD dengan materi fauna yang ada di Indonesia. Jenis penelitian tidak lain adalah penelitian yang digunakan oleh guru pada umunya yang disebut dengan PTK dan mempunyai empat tahapan. Ujung penelitian menggambarkan dengan mengaplikasikan model STAD maka mampu memajukan skor belajar peserta didik dengan memanfaatkan STAD. Skor belajar yang didapatkan dari hasil observasi dan pengumpulan data ketuntasan belajar siswa siklus dua mencapai 91,43%.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY (TSTS) TERHADAP PROSES DAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA SMA Bandarusin, Bandarusin; Utaya, Sugeng; Budijanto, Budijanto
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol.1, No.12, Desember 2016
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jp.v1i12.8229

Abstract

This study aims to determine the effect of cooperative learning model Two Stay Two Stray the process and outcomes of high school students learning geography. This study is a quasi-experimental research (quasi) with pretest-posttest control group design. This research was conducted in SMA Negeri 4 Praya Central Lombok regency. The research subject is class XI IPS 3 as an experimental class and class XI IPS 4 as the control class. The data used in this study were the Data implementation of the learning process calculated as the total score obtained is divided by the maximum score and then multiplied by one hundred, and the data of student learning outcomes were analyzed by comparing the gains score learning outcomes using SPSS 16.0 for Windows , Results from this study is there is a significant effect on the implementation of cooperative learning model Two Stay Two Stray the process and outcomes of learning geography student SMAN 4 Praya in class XI IPS 3.Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray terhadap proses dan hasil belajar geografi siswa SMA. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi eksperimen) dengan Pretest-Posttest Control Group Design. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 4 Praya Kabupaten Lombok Tengah. Subjek penelitian adalah kelas XI IPS 3 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPS 4 sebagai kelas kontrol. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data keterlaksanaan proses belajar dihitung dengan rumus jumlah skor yang didapat dibagi jumlah skor maksimal kemudian dikali seratus, dan data hasil belajar siswa dianalisis dengan membandingkan gains score hasil belajar menggunakan bantuan program SPSS 16.0 for Windows. Hasil dari penelitian ini adalah ada pengaruh yang signifikan pada penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray terhadap proses dan hasil belajar geografi siswa SMA Negeri 4 Praya di kelas XI IPS 3.
PENGEMBANGAN BUKU TEKS GEOGRAFI DENGAN STRUKTUR PENULISAN ENSIKLOPEDIA Iskandar, Iskandar; Budijanto, Budijanto; Amirudin, Ach.
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol.1, No.2, Februari 2016
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jp.v1i2.6114

Abstract

Efficacy of study as a whole very depend on efficacy of teacher design study items. Difficulty of teacher for the mengkolaborasikan of study scientificly, obliging teacher to manage Iesson items which in it have to there are scientific element (perceiving, enquiring, eksploration, association, and communicate, see clarification at textbook of Geografi limited will very application difficult to to five the element in one Iesson items. Creativity learn very needed to develop the mareri. at, textbook of Geografi used by is student and teacher in school not yet included the overall of problems and phenomenon which can be analysed by student. Clarification at textbook still limited and still relate at cognate aspect of just student. Besides, clarification at textbook not yet can to instruct student learn scientificly. Overcoming the problems, require to the existence of development of textbook matching with requirement of student. Pursuant to assessment of student to enquette the alloted, amount of answer score the got to amount to 551, hence assessment of student to usage of textbook is (551:600) x 100 = 92% from which is expected (100%). obtained data of student at forming items and exploiting of land; ground is 92% with category very good. Comment and suggestion written by student made by consideration to complete textbook. Inferential that textbook neednt again there is reviseing related to overall of component in textbook.Keberhasilan pembelajaran secara keseluruhan sangat tergantung pada keberhasilan guru merancang materi pembelajaran. Kesulitan guru untuk mengkolaborasikan pembelajaran secara saintifik, mengharuskan guru untuk mengelola materi pelajaran yang di dalamnya harus terdapat unsur saintifik (mengamati, menanya, mengeksplorasi, mengasosiasi, dan mengomunikasikan). Melihat penjelasan pada buku teks Geografi yang terbatas akan sangat sulit untuk mengaplikasikan ke lima unsur tersebut dalam satu materi pelajaran. Kreativitas guru sangat diperlukan untuk mengembangkan mareri tersebut. Buku teks Geografi yang digunakan guru dan siswa di sekolah belum mencakup keseluruhan fenomena dan permasalahan yang bisa dianalisis siswa. Penjelasan pada buku teks masih terbatas dan masih mengacu pada aspek kognitif siswa saja. Selain itu, penjelasan pada buku teks belum mampu untuk mengarahkan siswa belajar secara saintifik. Mengatasi permasalahan tersebut, perlu adanya pengembangan buku teks yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Berdasarkan penilaian siswa terhadap angket yang dibagikan, jumlah skor jawaban yang didapat berjumlah 551, maka penilaian siswa terhadap penggunaan buku teks adalah (551:600) x 100% = 92% dari yang diharapkan (100%). Data yang diperoleh dari siswa pada materi pembentukan dan pemanfaatan tanah adalah 92% dengan kategori sangat baik. Komentar dan saran tertulis oleh siswa dijadikan bahan pertimbangan untuk menyempurnakan buku teks. Dapat disimpulkan bahwa buku teks tidak perlu lagi ada revisi terkait dengan keseluruhan komponen dalam buku teks.