Articles

Found 4 Documents
Search

DETEKSI LOKASI TITIK API PADA KEBAKARAN HUTAN MENGGUNAKAN COLOUR IMAGE PROSESSING

Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 1 (2012): Computation And Instrumentation
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.93 KB)

Abstract

Banyak kejadian kebakaran hutan menyebabkan gangguan yang cukup nyata karena lokasi titik api yang tidak dapat diketahui dengan cepat. Kesulitan dalam menentukan titik api terletak pada lokasi yang sulit dideteksi dan gangguan asap yang timbul dari kebakaran tersebut. Hal ini menyebabkan pemadam kebakaran hutan sulit sekali mendeteksi lokasi titik api, sehingga tindakan pencegahan tidak dapat dilakukan secara dini. Dengan pengolahan citra digital menggunakan pendekatan pengolahan warna gambar yang dapat memberikan lokasi titik api sehingga analisis dan tindakan dapat dilakukan dengan cepat dan akurat. Dengan deteksi dini yang dilakukan diharapkan dampak dari kebakaran hutan dapat ditanggulangi dengan cepat, tepat dan akurat. Manfaat yang akan didapat yatiu penanganan penanggulangan kebakaran hutan sehingga tidak meluas dan menyebabkan gangguan.

PEMANFAATAN LIMBAH KOMODITAS PERKEBUNAN UNTUK PEMBUATAN ASAP CAIR / Utilization of Plantation Commodities Waste for Liquid Smoke

Jurnal Penelitian Tanaman Industri Vol 25, No 1 (2019): Juni, 2019
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Liquid smoke is the result of condensation of smoke from the pyrolysis process of biomass containing elements of lignin and cellulose. The chemical and physical components of liquid smoke were determined by the raw materials used. The purpose of this study was to determine the characteristics of liquid smoke from different plantation wastes. The raw material used consists of coconut shells, palm shells, and sawdust. Coconut shells were obtained from coconut milk traders in the Pangkalpinang market. Palm oil shells were taken from palm oil mill waste. Sawdust was a waste of wood craftsmen in Pangkalpinang. Liquid smoke was produced done by pyrolysis using a simple tool consisting of a plate with the main components of a combustion tube, a smoke conduit pipe, and a condensing tube. This study used a randomized block design with five replications. The results showed the highest yield of liquid smoke from coconut shell compared to palm shell liquid and sawdust liquid smoke. Coconut shell liquid smoke had a lower pH and water content than the liquid shell of palm oil and sawdust. The phenol content of coconut shell liquid smoke was 19.45 mg/ml, sawdust liquid smoke 8.24 mg/ml and oil palm shell liquid smoke 19.54 mg/ml. The acid content of coconut shell liquid smoke (7.44%) was higher than that of oil palm shell liquid smoke (5.70%) and sawdust (1.36%).Keywords: phenol, pyrolysis, coconut shell, oil palm shell AbstrakAsap cair merupakan hasil kondensasi asap dari proses pirolisis biomassa yang mengandung unsur lignin dan selulosa. Komponen kimia dan fisika asap cair ditentukan oleh bahan baku yang digunakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik asap cair dari limbah komoditas perkebunan yang berbeda. Bahan baku yang digunakan terdiri dari tempurung kelapa, cangkang kelapa sawit dan serbuk gergaji. Tempurung kelapa diperoleh dari pedagang santan di pasar Pangkalpinang. Cangkang kelapa sawit diambil dari limbah pabrik kelapa sawit. Serbuk gergaji  merupakan limbah pengerajin kayu yang ada di Pangkalpinang.  Pembuatan asap cair dilakukan dengan pirolisis menggunakan alat sederhana yang tediri dari plat dengan komponen utama tabung pembakaran, pipa penyalur asap,  dan tabung kondensasi. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok dengan lima ulangan. Hasil penelitian menunjukkan rendemen asap cair dari tempurung kelapa paling tinggi dibandingkan dengan asap cair cangkang kelapa sawit dan serbuk gergaji. Asap cair tempurung kelapa mempunyai pH dan kadar air yang lebih rendah daripada asap cair cangkang kelapa sawit dan serbuk gergaji. Kandungan fenol asap cair tempurung kelapa 19,45 mg/ml, asap cair serbuk gergaji 8,24 mg/ml dan asap cair cangkang kelapa sawit 19,54 mg/ml. Kandungan  asam asap cair tempurung kelapa (7,44%) lebih tinggi  daripada asap cair cangkang kelapa sawit (5,70 %) dan serbuk gergaji (1,36 %).Kata kunci: fenol, pirolisis, tempurung kelapa, cangkang kelapa sawit

PERILAKU POLITIK MASYARAKAT MANDAILING PADA PILEG 2014

Jurnal Demokrasi Dan Otonomi Daerah Vol 14, No 3 (2016)
Publisher : Jurnal Demokrasi Dan Otonomi Daerah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Political Behavior Society Mandailaing on Pileg 2014. This study was to see how thepolitical behavior Mandailing ethnic communities in legislative elections in 2014. This study using a combination of qualitative with quantitative methods using interview techniques,questionnaires to collect data and information from the public Mandailaing of indigenous peoplesMandailing in Napitu Huta (seven villages) in the district Rambah, District Rambah Samo andDistrict Bangun Purba, other data from the Election Commission, Head, Rural and Media mass.The results of this study demonstrate the political behavior of society Mandailaing more tend to choose candidates from non Mandailings, and is influenced by several political approach whichcould affect political behavior Mandailing community are: First, the approach Sociological wherepeople Mandailaing still choose to prioritize the elements of regionalism, based on kinship and the role of Sutan and Mangaraja and region of origin during the campaign leading to politicalbehavior based on a sociological approach visible choose perilku political influence society.Second, the psychological approach factors could affect political behavior of society to see the emotional bond with the political parties and candidates figure can be seen not give effect to thepeople’s choice. The third factor is the rational choice approach that emphasizes the advantagesapabial provide voice, looks very visible influence on voting behavior, especially in the first electoral district in Mandailing community.Abstrak: Perilaku Politik Masyarakat Mandailing pada Pileg 2014. Penelitian ini melihat bagaimana perilaku politik masyarakat etnis Mandailing dalam pemilihan Legislatif tahun 2014. Penelitian ini dengan menggunakan gabungan metode kualitatif dengan kuantitatif dengan menggunakan teknik wawancara, kuesioner dalam mengumpulkan data serta menggali informasi dari masyarakat Mandai-ling dari masyarakat adat Mandailing yang ada di Napitu Huta (tujuh kampung) di kecamatan Rambah, Kecamatan Rambah Samo dan Kecamatan Bangun Purba, data lain dari KPUD, Camat, Desa dan Media massa. Hasil penelitian ini menunjukkan perilaku politik masyarakat Mandailing lebih cendrung memilih calon legislatif dari non Mandailing, serta dipengaruhi oleh beberapa pendekatan politik yang bisa mempengaruhi perilaku politik masyarakat Mandailing adalah : Pertama, faktor pendekatan Sosiologis dimana masyarakat Mandailing masih memilih dengan mengedepankan unsur kedaerahan, berdasarkan hubungan kekeluargaan serta peran Sutan Dan Mangaraja serta asal daerah pada masa kampanye sehingga terjadi perilaku politik memilih berdasarkan pendekatan sosiologis terlihat mempengaruhi perilku politik masyarakat. Kedua, faktor pendekatan psikologis bisa mempengaruhi perilaku politik masyarakat dengan melihat ikatan emosional dengan partai politik dan figur caleg bisa terlihat tidak memberikan pengaruh terhadap pilihan masyarakat. Ketiga, faktor pendekatan secara pilihan rasional yang lebih mengedepankan keuntungan apabial memberikan suara, terlihat sangat terlihat pengaruhnya terhadap perilaku pemilih khususnya pada dapil I pada masyarakat Mandailing.

Antifungal Cream Preparation of Galangal Rhizome Extract (Alpinia galanga L.)

Majalah Farmaseutik Vol 15 No 1, (2019)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cream is a semi-solid emulsion dosage form of both water-in-oil (W/O) or oil in water (O/W) type containing one or more dissolved or dispersed ingredients in the corresponding base material (containing no less than 60% water). Cream is usually used as emollient or containing active pharmaceutical ingredients on the skin (Ansel, 2008). The advantage of cream are the application practicallity, water washeability, and the easiness to spread evenly. In this research, we formulated cream containing rhizome Galangal rhizome. According to Darmono (2008), Galangal rhizome has various properties such as antifungal and antibacterial activities. Galangal rhizome contains 1-asetoksikhavikol asetat (ACA). ACA is an antifungal. ACA has good solubility in 70% ethanol. We maserated Galangal rhizome (Alpinia galangal L.) to extract ACA from the simplicia. As for the cream base, we use hidrophilic base containing emulgators stearic acid and triethanolamine, with glycerin as humectant. During the optimization, we chose three formulas, formula 1 (10% stearic acid , 2% triethanolamin, 5% glycerin, and 0.01% vitamin E), formula 2 (15% stearic acid , 3% triethanolamin, 10% glycerin, and 0.05% vitamin E), and formula 3 (20% stearic acid, 4% triethanolamin, 7.5% glycerin, and 0.09% vitamin E). We used the bases to contain 10% of the extract. The results show that formula 1, formula 2, and formula 3 had typical smell of Galangal rhizome, brown color, and thick consistency. All formulas are homogenous. Formula 1 the best stability. We conclude that Galangal rhizome (Alpinia galanga L.) can be formulated in cream form with our formula 1 had the best stability among others.