Mapegau Mapegau, Mapegau
Jurusan AgroekoteknologiFakultas Pertanian Universitas Jambi Kampus Pinang Masak, 36361

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

Aplikasi Cycocel dalam Pengendalian Getah Kuning Buah Manggis (Garcinia mangostana L.) pada Lahan Kering Irianto, Irianto; Ichwan, Budiyati; Mapegau, Mapegau
Jurnal Lahan Suboptimal Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Lahan Suboptimal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.471 KB)

Abstract

The aim of this experiment was to gain the accurate concentration of cycocel growth for controlling of yellow latex mangoesteen in different age level on field water stress.  This experiment was conducted in Koto Patah village, Keliling Danau, Kerinci, Jambi and was done from June until November 2011 at the altitude of 800 - 900 meter above sea level. Factorial experiment was arranged in a randomized block design. The first factor was cycocel concentrations: 0; 1.500; 3.000; 4.500; dan 6.000 mg L-1.  The second factor was levels of age plants: <30; 30-50; and >50 years.  The data were analyzed by using analysis of variance and continued with BNT test at α=5%.  The results of experiment showed that: (1) the impact of cycocel on number and weight of perfect fruits depended on the age of manggoesteen; (2) manggoesteens which were less than 30 years old and treated with 4.500 mgL-1 cycocel could increase number and weight of perfect fruits; (3) manggoesteens which were older, 30-50 years old and above 50 years old needed less cycocel namely 1.500 mgL-1 for increasing number and weight of perfect fruis.
Pengendalian Pecah Kulit Buah Duku (Lansium domesticum Corr.) dengan Kalsium Karbonat pada Lahan Suboptimal Ichwan, Budiyati; Mapegau, Mapegau; Irianto, Irianto
Jurnal Lahan Suboptimal Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Lahan Suboptimal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.669 KB)

Abstract

The broken skin on fruit was the main problem on quality of duku. The availability of calcium on soil presumable having an effect on broken skin on fruit of duku. A field experiment to evaluated the effect of calcium in controlling the broken skin on fruit of duku was carried out in Kumpeh Ulu, Muaro Jambi, Jambi from Januari 2009 through to Februari 2010. The experiment was conducted on suboptimal land with soil acidity is 4.97 (pH H2O). Randomized Completely Block Design was used with 3 replications. The treatments consisted of 4 calcium carbonat doses i.e. 0 ton/ha, 1.0 ton/ha, 1.5 ton/ha and 2.0 ton/ha. The result showed that calsium carbonat doses decresing percentage of broken skin on fruit of duku and increasing concentration of hemicelluloce on fruit skin and fresh weight of fruit, calcium carbonat dose 2 ton/ha gave the lowest percentage of broken skin and the highest hemicelluloce concentration on fruit of duku. The highest of fresh weight of fruit at calcium carbonat dose 1 ton/ha.
PEMBINAAN PETANI DAN PETERNAK MELALUI TEKNIK PENGEMBANGAN TANAMAN SORGUM Asniwita, Asniwita; Mapegau, Mapegau; Yurleni, Yurleni
Jurnal Karya Abdi Masyarakat Vol 1 No 2 (2017): Jurnal Karya Abdi Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.244 KB)

Abstract

Pembangunan pertanian tanaman pangan di Muaro Jambi meliputi padi dan palawija, disisi lain pengembangan tanaman serealia selain padi dan jagung sangat diharapkan untuk menunjang pengembangan diversifikasi pangan sebagai bahan alternatif untuk memenuhi kebutuhan pangan non beras. Tujuan pengabdian adalah memberdayakan petani dan peternak dalam mengembangkan tanaman sorgum sebagai bahan pangan dan pakan ternak. Untuk percapaian  tujuan  tersebut  pendekatan  yang  diterapkan  adalah  (1)  sosialisasi  budidaya tanaman sorgum, (2) penyuluhan manfaat sorgum (3) demonstrasi plot. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah metode androgogy (pendidikan untuk orang dewasa), partisipasi aktif peserta (petani dan peternak) sangat diprioritaskan dalam rangka mengetahui potensi  yang  dimiliki  dan  meningkatkan  motivasi.  Materi  disampaikan  dalam  bentuk ceramah, diskusi dan demonstrasi plot dan pascapanen sorgum. Sorgum dapat tumbuh pada tanah kurang subur pada musim kering, resiko kegagalan kecil, dapat diratun, dan biaya (input) relatif rendah, selain itu semua bagian tanaman sorgum (batang, daun, dan buah) dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan bahan pangan dan pakan ternak, sehingga tidak ada limbah (zero wasted)
KARAKTER AGRONOMI PADI RATUN (ORIZA SATIVA. L) VARIETAS LOKAL PASANG SURUT TANJUNG JABUNG TIMUR Mapegau, Mapegau; Paiman, Asrizal; Marlina, Marlina
Jurnal Agroecotania : Publikasi Nasional Ilmu Budidaya Pertanian Vol 1 No 1 (2018): Jurnal Agroecotania: Publikasi Nasional Ilmu Budidaya Pertanian
Publisher : Jambi University, Fakultas Pertanian, Program Studi Agroekoteknologi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.112 KB)

Abstract

Penelitian lapangan yang bertujuan untuk mempelajari karakter agronomi ratun dari beberapa varietas padi lokal pasang surut Tanjung Jabung Timur(Tanjabtim) telah dilaksanakan di lahan petani Desa Lambur Luar Kecamatan Sabak Timur, Kabupaten Tanjabtim.  Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok  (RAK) tiga ulangan. Lima varietas padi lokal pasang surut berupa tanaman induk yang digunakan sebagai perlakuan adalah: Temon, Dawi, Sere, Minang, dan Pulo. Bibit padi yang telah berumur 3 minggu dipersemaian ditanam pada petakan berukuran 3 x 2 m dengan jarak tanam 30 x 25 cm. Tinggi pemotongan rumpun tanaman induk 20 cm dari permukaan tanah.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ratun tertinggi diperoleh dari tanaman induk varietas Pulo (101,07 cm) dan varietas Minang (87,60 cm). Ratun dengan tinggi terendah diperoleh dari tanaman induk varietas Sere (51,23 cm). Jumlah anakan ratun tertinggi diperoleh pada tanaman induk Varietas Sere yaitu 58,04 batang/rumpun, tetapi yang produktif 27,28 batang/rumpun atau 47%.  Tanaman induk Variets Pulo  menghasilkan ratun dengan jumlah anakan 40,87 batang/rumpun dan yang produktif sebanyak 37,98 batang/rumpun atau 92,93%, sedangkan tanaman induk Varietas Minang menghasilkan anakan ratun sebanyak  45,33 batang/rumpun dan yang produktif 40,22 batang/rumpun atau 88,73%. Malai terpanjang diperoleh pada ratun dari varietas Minang dan Pulo masing-masing 22,61 cm dan 22,20 cm. Sedangkan malai terpendek diperoleh pada ratun dari tanaman induk varietas Sere (15,58 cm). Jumlah gabah per malai tertinggi diperoleh pada varietas Pulo (161,45 butir) dan yang berisi sebanyak 92,12 butir (57,06%). Varietas Minang menghasilkan gabah per malai 154,13 butir dan yang berisi 106,13 (68,86%), varietas Sere 100,54 butir per malai yang berisi 14,87 butir (14,79%). Jumlah gabah per malai varietas Dawi adalah sebanyak 107,68 butirdan yang berisi 77,68 butir (72,14%), varietas Temon 105,10 butir per malai dan yang berisi 50,10 butir (47,67%). Ratun dari tanaman induk Varietas Minang dan Pulo lebih mampu mempertahankan kehijauan daun dan pangkal batang dan bentuk sudut daun yang lebih tegak.   Kata kunci: Ratun, karakter agronomi, padi pasang surut.