Articles
10
Documents
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBEJARAN BONEKA KAUS KAKI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA SISWA KELAS II SEKOLAH DASAR

Profesi Pendidikan Dasar Vol. 2, No. 2, Desember 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.21 KB)

Abstract

The purpose of this study are: (1) to produce instructional media sock puppets which are practical,attractive, effective and efficient in improving speaking skills of elementary school students, (2)to determine the steps of making media sock puppets to improve speaking skills elementary schoolstudents, and (3) to test the feasibility of instructional media products which include practicality, theattractiveness, effectiveness and efficiency of the product. This study uses a model of the development of amodified Borg & Gall. The steps of this research, namely (1) Preliminary Study, (2) Planning, (3) DesignProducts, (4) Product Validation, (5) Trial Product, and (6) End Product. The practical implications ofthis research is to develop the basic capabilities of cognitive, affective and psychomotor learning funthrough the media. The use of storytelling with a sock puppet media proved to meet these objectives.

PENERAPAN METODE PROBLEM SOLVING DENGAN MEDIA GAMBAR SERI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS KELAS IV SEKOLAH DASAR

JURNAL PENDIDIKAN DASAR NUSANTARA Vol 1 (2015)
Publisher : JURNAL PENDIDIKAN DASAR NUSANTARA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT: Based on the observations of researchers in learning social studies found that students were less active in the learning process IPS. Students are less interested in social studies because during social studies only considered as subjects only rote and less emphasis on affective and psychomotor aspects. Teacher-centered learning, teaching methods are less effective, do not use the lesson plan (RPP), do not use the medium of learning, students are less given the opportunity for creativity, students are not encouraged to find a concept but indicated concepts to keep in mind, students easily forget what who had previously remembered because learning is limited to reading a book or listening to an explanation. Consequently the results of social studies is very low, of 33 students, who thoroughly studied only 14 students of completeness criteria 65. Thus, researchers conducted a study to solve these problems. The purpose of this study were (1) Describe the application of the method of problem solving with the media image series in improving learning outcomes in teaching social studies for class IV SDN Turi 01 Town Blitar, and (2) Describe the improvement of learning outcomes in teaching social studies for class IV SDN Turi 01 Town Blitar. Data collected by observation, observation, document, and test. Results of the study are: (1) an increase in activity of student learning through the application of methods of problem solving, (2) an increase in student learning outcomes through the implementation of the application of problem solving methods, and (3) of 33 students only one of students who have not completed thereafter learning activities for two cycles because of relatively slow learning students.   Keywords: Problem Solving Methods, Media Image Series, Results Learning, Learning IPS ABSTRAK: Berdasarkan observasi peneliti dalam pembelajaran IPS ditemukan bahwa siswa kurang aktif dalam proses belajar mengajar IPS. Siswa kurang tertarik dengan mata pelajaran IPS karena selama ini mata pelajaran IPS hanya dianggap sebagai mata pelajaran hafalan saja dan kurang menekankan pada aspek afektif dan psikomotor. Pembelajaran berpusat pada guru, metode mengajar kurang efektif, tidak menggunakan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), tidak menggunakan media pembelajaran, siswa kurang diberi kesempatan untuk berkreatifitas, siswa tidak diajak untuk menemukan konsep tetapi ditunjukkan konsep yang harus selalu diingat, siswa mudah lupa dengan apa yang sudah diingat sebelumnya karena pembelajaran terbatas pada kegiatan membaca buku atau mendengar penjelasan. Akibatnya hasil belajar IPS sangat rendah yaitu dari 33 siswa, yang tuntas belajar hanya 14 siswa dari kriteria ketuntasan 65. Sehingga peneliti melakukan penelitian untuk memecahkan permasalahan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan penerapan metode problem solving dengan media gambar seri dalam meningkatkan hasil belajar dalam pembelajaran IPS bagi kelas IV SDN Turi 01 Kota Blitar, dan (2) Mendeskripsikan peningkatan hasil belajar dalam pembelajaran IPS bagi kelas IV SDN Turi 01 Kota Blitar. Data dikumpulkan dengan pengamatan, observasi, dokumen, dan tes. Hasil penelitian adalah: (1) terjadi peningkatan aktivitas belajar siswa melalui penerapan metode problem solving, (2) terjadi peningkatan hasil belajar siswa melalui penerapan penerapan metode problem solving, dan (3) dari 33 siswa hanya satu siswa yang belum tuntas setelah dilaksanakan kegiatan pembelajaran selama dua siklus karena tergolong siswa lambat belajar.   Kata kunci: Metode Problem solving, Media Gambar Seri, Hasil Belajar, Pembelajaran IPS,

PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN BERPIKIR KRITISSISWA PADA MATA PELAJARAN IPS SD

JURNAL PENDIDIKAN DASAR NUSANTARA Vol 1 (2016)
Publisher : JURNAL PENDIDIKAN DASAR NUSANTARA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: application of Cooperative Learning Methods Numbered Heads Together (NHT) to review the findings improve learning and Critical Thinking Students in socialstudies in elementary school. This study is a class action label study. The collected datais the data Students learn critical thinking commercial article. Data collection is done byobservation, testing, documentation and questionnaires. Husband research consistsFrom prayer cycle. Cooperative Learning Research Results Numbered Heads Together(NHT) showed an increase in critical thinking skills students learn the commercialarticle. Process improvement study findings known that i cycle on pre-test activitiesamounted to 6.25% 65.63% on increased Being a post test activities but still meetrequirements yet classical completeness The school set. Taxable income ResearchersRepair on the cycle II pre-test activities known that classical learning completenessamounted 15.63% 93.75% on increased Being Postal test activities and has beenfulfilling requirements set classical completeness The school that is ≥ 75% by begituHas Occurred increase mastery learning Grade V amounted to 28.12% Based on thesefindings can Execution Model that concluded the implementation of CooperativeLearning Methods Numbered Heads Together (NHT) can Critical Thinking skillsimprove student learning commercial article.. Abstrak: penerapan metode pembelajaran kooperatif Numbered Heads Together (NHT) untuk meningkatkan hasil belajar dan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran IPS SD.Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Data yang dikumpulkan adalah datasiswa berpikir kritis dan hasil belajar. Pengumpulan data dilakukan dengan caraobservasi, tes, dokumentasi dan kuesioner. Penelitian ini terdiri dari dua siklus. Hasilpenelitian pembelajaran kooperatif Numbered Heads Together (NHT) menunjukkanpeningkatan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar siswa. Proses peningkatanhasil belajar diketahui bahwa siklus I pada kegiatan pre tes sebesar 6,25% meningkatmenjadi 65,63% pada kegiatan pos tes namun masih belum memenuhi syarat ketuntasanklasikal yang ditetapkan sekolah. Setelah peneliti melakukan perbaikan pada siklus IIpada kegiatan pre tes diketahui bahwa ketuntasan belajar klasikal sebesar 15,63%meningkat menjadi 93,75%  pada kegiatan pos tes dan telah memenuhi syaratketuntasan klasikal yang ditetapkan sekolah yakni ≥ 75% dengan begitu telah terjadipeningkatan ketuntasan belajar siswa kelas V sebesar 28,12% Berdasarkan hasiltersebut dapat disimpulkan bahwa model pelaksanaan penerapan metode pembelajaran

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBEJARAN BONEKA KAUS KAKI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA SISWA KELAS II SEKOLAH DASAR

Profesi Pendidikan Dasar 2015: Vol. 2, No. 2, Desember 2015
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.21 KB)

Abstract

The purpose of this study are: (1) to produce instructional media sock puppets which are practical,attractive, effective and efficient in improving speaking skills of elementary school students, (2)to determine the steps of making media sock puppets to improve speaking skills elementary schoolstudents, and (3) to test the feasibility of instructional media products which include practicality, theattractiveness, effectiveness and efficiency of the product. This study uses a model of the development of amodified Borg & Gall. The steps of this research, namely (1) Preliminary Study, (2) Planning, (3) DesignProducts, (4) Product Validation, (5) Trial Product, and (6) End Product. The practical implications ofthis research is to develop the basic capabilities of cognitive, affective and psychomotor learning funthrough the media. The use of storytelling with a sock puppet media proved to meet these objectives.

PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF PADA MATA PELAJARAN IPA MATERI MENDESKRIPSIKAN DAUR HIDUP HEWAN DI LINGKUNGAN SEKITAR SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR

Jurnal PGSD Vol 10, No 2 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS BENGKULU

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is motivated by the observation in grade IV of elementary school of Natural Science subject (IPA) animal life cycle, because most students experience saturation in learning because the teacher still use conventional teaching method that is lecture. In addition, the source of student learning comes only from teachers and textbooks alone without any use of instructional media. Teachers do not pay attention to the explanations of teachers and students do not understand the material being taught. This research is a research development or research and development (R & D) adapted from the ADDIE development model. The stages are 5 stages: 1) Analysis (Analysis), Development (Design), Implementation (Implementation), and Evaluation (Evaluation). Validation is done by material experts, media experts, and learning practitioners. The results of this study are (1) Development of Interactive Multimedia Life Cycle Animals using professional adobe flash CS6 application with the method of ADDIE model development. (2) The teacher's response to this media is the optimism of teachers to achieve the learning objectives, as well as the students' response to this media is very positive, they are very fond of this media. (3) Interactive multimedia from the big aspect based on the percentage of the feasibility assessment in the category is very appropriate to be used as learning media of Natural Science for fourth grade students of elementary school. Based on the conclusions of the results of this study, namely: (1) For teachers, can use interactive multimedia to help students become more active and can create a fun classroom atmosphere. (2) For further research, make a broad try again, in order to produce learning media that can be used widely.

Efektifitas Model Creative Problem Solving Dengan Media Teka-Teki Silang Daun Terhadap Aktivitas dan Hasil Belajar IPA Sekolah Dasar

Jurnal Riset Pendidikan Dasar Vol 1, No 2: Oktober 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil temuan observasi bahwa siswa kesulitan dalam menerima materi pelajaran, khususnya pembelajaran IPA (Ilmu Pengetahuan Alam). Hal ini dikarenakan kegiatan belajar mengajar tanpa adanya media maupun model pembelajaran, permasalahan ini mengakibatkan kebosanan dan membuat siswa malas untuk belajar. Dengan adanya penggunaan Model Creative Problem Solving dengan Media Teka-Teki Silang Daun, diharapkan aktivitas dan hasil belajar siswa meningkat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan subyek penelitian siswa kelas IV Sekolah Dasar. Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga pertemuan, menggunakan instrumen RPP, postest, lembar observasi aktivitas siswa, dan lembar observasi aktivitas  guru.  Kesimpulan  hasil  penelitian  ini  adalah  penerapan  Model Creative Problem Solving dengan Media Teka-Teki Silang Daun terhadap aktivitas siswa pada pembelajaran IPA pokok bahasan jenis-jenis daun memperoleh rerata 82,3% sehingga masuk kategori aktif. Penerapan Model Creative Problem Solving dengan Media Teka-Teki Silang Daun terhadap hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA pokok bahasan jenis-jenis daun memperoleh rerata 87,32% sehingga masuk kategori sangat baik. Aktivitas belajar siswa yang diajar menggunakan Model Creative Problem  Solving  dan  Media Teka-Teki Silang Daun lebih  baik  daripada  hasil  belajar  siswa yang  diajar menggunakan  Model  Creative  Problem  Solving  tanpa  menggunakan  Media Teka-Teki Silang Daun. Hasil belajar siswa menggunakan Model Creative Problem  Solving  dan  Media  Teka-Teki Silang Daun  lebih  baik  daripada  hasil  belajar  menggunakan  Model  Creative  Problem  Solving  tanpa  menggunakan  Media Teka-Teki Silang Daun.

Development of Pop Up Book Media Material Distinguishing Characteristics of Healthy and Unfit Environments Class III Students Elementary School

International Journal of Elementary Education Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is based on the observation in the third grade of Natural Science (IPA) subject matter of healthy and unhealthy environment characteristic, that most of students have difficulty in learning because the teacher uses conventional teaching method. In addition, the use of learning media is considered less maximized by teachers. This research is research and development (R & D) with model of ADDIE development. Stages there are 5 stages namely 1) Analysis (Analysis), Development (Design), Implementation (Implementation), Evaluation (Evaluation). Validation is done by material experts, media experts, and classroom teachers. The conclusion of this research is (1) Result of Development of Pop Up Book media with material to distinguish the characteristics of healthy and unhealthy environment Valid. (2) The teachers response to the learning media of Pop Up Book that was developed, after being used in learning material, characteristic of healthy and unhealthy environment obtained good response. Likewise the response of students to this media get a positive response. (3) Pop Up Book media characteristics of a healthy and unhealthy environment based on the overall assessment of the percentage of assessment is in the category of very appropriate to be used as a medium of learning Natural Science for grade 3 primary school students. Based on the conclusions of this study, recommended: (1) for teachers, one of the media that can be used in supporting the learning process is Pop Up Book, can help students become more active and can create a fun class atmosphere. (2) For further research, trials should be conducted more widely, so as to produce a widely used learning medium.

OPTIMALISASI HUMAN CAPASITY EMPOWERING UNTUK MENINGKATKAN EKSISTENSI SENTRA UKM TENUN IKAT KHAS KEDIRI BERBASIS DATA KEPUASAN KERJA DAN KOMITMEN ORGANISASIONAL TERHADAP TURNOVER INTENTION

International Journal of Social Science and Business Vol 1, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalah optimalisasi human capasity empowering untuk meningkatkan eksistensi sentra UKM tenun ikat khas kediri berbasis data kepuasan kerja dan komitmen organisasional terhadap turnover intention. Tujuan dari penelitian ini (1) Menguji pengaruh parsial dan pengaruh simultan (2) Menghasilkan gambaran Optimalisasi (3) Merancang pengelompokkan karakter. (4) Mendeskripsikan Optimalisasi (5) Menghasilkan referensi empiris Optimalisasi Human Capasity Empowering untuk Meningkatkan Power Full Sentra UKM Tenun Ikat Khas Kediri berdasarkan kepuasan kerja dan komitmen organisasional terhadap turnover intention Pengrajin (pemilik dan pekerja) UKM. Metode penelitian dengan teknik pengumpulan dan analisis data. Identifikasi data (jenis dan sumber data), objek penelitian adalah seluruh Pengrajin (pemilik dan pekerja) sentra tenun ikat Kelurahan Bandar Kidul di Kota Kediri. Populasi sebanyak 95 orang. Metode pengumpulan data primer dari hasil kuesioner tertutup dengan skala linkert berdimensi lima selanjutnya dijelaskan dengan statistik deskriptif.  Data primer dari hasil observasi dan wawancara. Sedangkan data sekunder dari dokumen-dokumen berkaitan Tenun Ikat di Sentra Pengrajin Tenun Ikat Bandar Kidul Kediri di Kota Kediri, Dinas Koperasi dan UKM Kota Kediri, Kadin Kota Kediri, Dinas Perdagangan, Pertambangan, dan Energi Kota Kediri dan Biro Pusat Statistik Kota Kediri. Metode analisis menggunakan statistik deskriptif dan analisis regresi. Hasil penelitian Pola kenyataan memiliki dominan pengaruh karena memiliki pengaruh 60%, sedangkan pola harapan memiliki pengaruh yang kurang dominan yaitu 46%. Sehingga dari dua pola ini perlu dilakukan penelitian dengan mencari variabel lain yang mempengaruhi. Responden  karakter  yang  berbeda  berdampak terhadap variatifnya hasil pengembangan teori tentang  potensi dari variabel X1, X2, dan Y yang digunakan yaitu:  sangat  rendah, rendah, cukup, dan tinggi. Sedangkan yang sangat tinggi tidak ada pada variabel kepuasan kerja (X1), komitmen organisasional (X2) dan turnover intention (Y). Disamping itu tingkat variatif juga dalam hal yang dialami, yaitu kenyataan tinggi, harapan tinggi, dan kenyataan sama dengan harapan. Pengembangan selanjutnya berkenaan Optimalisasi Human Capasity Empowering untuk meningkatkan power full sentra UKM melalui manifestasi 4 kecerdasan, yaitu: kecerdasan spiritual (nurani), kecerdasan fisik (disiplin), kecerdasan emosional (gairah), kecerdasan intelektual (visi).

Penerapan Pembelajaran IPS Dengan Media Ular Tangga Untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa Kelas IV SDN Kecamatan Prambon Nganjuk

Efektor Vol 3 No 2 (2016): Efektor Vol 3 No 2 Tahun 2016
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil observasi penelitian di kelas IV SDN Tanjungtani 3 Prambon Kabupaten Nganjuk, ditemukan beberapa kendala dalam praktek pembelajaran IPS.  Kendala dari guru dalam pembelajaran yaitu (1) sarana dan prasarana SD yang kurang memadai, sehingga adanya keterbatasan sumber belajar dalam proses pembelajaran, (2) guru tidak menggunakan media pembelajaran, guru dalam pembelajaran hanya menjelaskan dan memberikan contoh berdasarkan buku paket dan mengisi LKS. Kendala dari siswa adalah siswa yang belum terlibat aktif dalam dalam pembelajaran IPS dikelas. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mendeskripsikan aktivitas guru dalam kegiatan pembelajaran dengan menggunakan media ular tangga, mendeskripsikan siswa dalam kegiatan pembelajaran dengan menggunakan media ular tangga, mendeskripsikan peningkatan minat belajar siswa melalui media ular tangga dan mendeskripsikan kendala siswa melalui media ular tangga dalam pembelajaran IPS. Pada penelitian ini peneliti menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan subjek dan lokasi penelitian adalah siswa kelas IV SDN Tanjungtani 3 Prambon Kabupaten Nganjuk yang terdiri dari 27 siswa, 15 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan. Pada penelitian ini peneliti menggunakan instrumen penelitian berupa lembar aktivitas guru, lembar aktivitas siswa, angket dan wawancara.

Pengaruh Media Sosial sebagai Sumber Belajar IPS Terhadap Motivasi Belajar, Kemampuan Berpikir Kritis dan Berpikir Kreatif Siswa Sekolah Dasar

PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran Vol 4 No 1 (2018): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2018
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian  ini  dilatarbelakangi  hasil  pengamatan  dan  pengalaman  peneliti,  bahwa pendidikan di sekolah dasar lebih cenderung menitikberatkan pada pembelajaran konvensional, sehingga siswa kurang terlibat aktif berpikir secara kritis dan kreatif dalam proses pembelajaran disekolah. Hal ini mengakibatkan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran kurang. Permasalahan  penelitian ini adalah pengaruh penggunaan media sosial  sebagai sumber pembelajaran IPS terhadap kemampuan berpikir kritis, berpikir kreatif dan motivasi belajar siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan subyek penelitian siswa kelas V. Jenis desain penelitian ada lah non-equivalent control group design pada siswa kelas V Sekolah Dasar di Kota Kediri.  Digunakan  beberapa instrumen untuk mendukung penelitian ini yaitu Pengukuran motivasi belajar siswa menggunakan angket motivasi belajar, di analisis menggunakan analisis deskriptif. Pengukuran kemampuan berpikir kritis  menggunakan  rubrik kemampuan  berpikir  kritis  terintegrasi dengan tes kognitif, dan pengukuran berpikir kreatif terintegrasi pada tes hasil belajar kognitif.  Data ditabulasi kemudian dianalisis. Penelitian  ini menunjukkan bahwa: (1)  terdapat perbedaan motivasi belajar siswa dari kelompok kontrol dengan kelompok perlakuan. (2) ada perbedaan kemampuan berpikir kritis kelompok kontrol dengan perlakuan, (α = 0,057>0,05). (3) ada perbedaan berpikir kreatif antara kelompok kontrol dan perlakuan (α= 0,055>0,05).  Disimpulkan bahwa media sosial sebagai sumber belajar IPS dapat meningkatkan  motivasi belajar, kemampuan berpikir kritis, kemampuan berpikir kreatif.