Priharyanti Wulandari, Priharyanti
Unknown Affiliation

Published : 20 Documents
Articles

Found 20 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMILIHAN ALAT KONTRASEPSI PADA WANITA USIA SUBUR DI PUSKESMAS NGESREP KELURAHAN NGESREP KECAMATAN BANYUMANIK SEMARANG Wulandari, Priharyanti
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 3, No 1 (2012)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

FACTORS RELATED TO THE SELECTION OF CONTRACEPTION IN WOMEN OF CHILDBEARING AGE NGESREP VILLAGE IN HEALTH DISTRICT NGESREP BANYUMANIK SEMARANG There are several factors that influence the selection of an IUD and the family planning decisions, the social culture, religion / beliefs, family support and knowledge. The purpose of this study to determine the factors associated with the selection of contraception in women of childbearing age in the health center Ngesrep. The study was a descriptive correlation, the number of respondents and as many as 66 samples were taken by using purposive sampling technique. Engineering data analysis using Chi Square analysis with α = 0.05. The results showed that there is a relationship between confidence with the selection of contraception (ρvalue = 0.015 < 0,05). There was no association between family support with the selection of contraception (ρvalue = 1.000 > 0,05). There is a relationship between the selection of contraceptive knowledge (ρvalue = 0.019 < 0,05). There is no relationship between the social economy election contraception (ρvalue = 0.120 > 0,05). Keywords    : Selection of Contraception, Female Age Fertile
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMILIHAN ALAT KONTRASEPSI PADA WANITA USIA SUBUR DI PUSKESMAS NGESREP KELURAHAN NGESREP KECAMATAN BANYUMANIK SEMARANG -, Kustriyanti; Wulandari, Priharyanti
PROSIDING SEMINAR NASIONAL 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.62 KB)

Abstract

Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi dalam pemilihan alat KB dan keputusan ber-KB, yaitu sosial budaya, agama/keyakinan, dukungan keluarga dan pengetahuan. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Ngesrep karena masih adanya angka kematian ibu di wilayah Puskesmas Ngesrep, minimnya informasi yang diterima peserta KB serta pengetahuan peserta KB yang masih minim pula. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemilihan alat kontrasepsi pada wanita usia subur di Puskesmas Ngesrep. Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasi, dengan jumlah sample sebanyak 66 responden dan diambil dengan menggunakan tehnikmenggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner terstruktur untuk mengetahui faktor agama/keyakinan, dukungan keluarga dan pengetahuan alat kontrasepsi. Teknik analisis data dalam penelitian menggunakan analisis Chi Square dengan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara keyakinan dengan pemilihan alat kontrasepsi (ρvalue = 0,015 < 0,05). Tidak ada hubungan antara dukungan keluarga dengan pemilihan alat kontrasepsi (ρvalue = 1,000 > 0,05). Ada hubungan antara pengetahuan dengan pemilihan alat kontrasepsi (ρvalue = 0,019 < 0,05). Tidak ada hubungan antara sosial ekonomi dengan pemilihan alatkontrasepsi (ρvalue = 0,120 > 0,05). Hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan untuk penelitian selanjutnya, menjadi masukan sebagai bahan pertimbangan dalam meilih alat kontrasepsi yang tepat dan sesuai. Sebaiknya pihak yang terkait dengan KB yaitu tenaga kesehatan melakukan strategi jemput bola dalam penanaman program KB sepertimengadakan penyuluhan tentang KB yang kontinyu dan menyediakan program gratis kepada masyarakat yang kurnag mampu.Kata Kunci : Pemilihan Alat Kontrasepsi, Wanita Usia Subur
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG ALAT KONTRASEPSI DENGAN PEMILIHAN ALAT KONTRASEPSI PADA IBU PRIMIPARA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TAMBAKAJI KOTA SEMARANG -, Sukriani; Wulandari, Priharyanti
PROSIDING SEMINAR NASIONAL 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.357 KB)

Abstract

Pengetahuan ibu tentang alat kontrasepsi dapat membantu ibu primipara untuk memilih metode kontrasepsi yang sesuai dengan dirinya sehingga klien bisa menjadi peserta yang mantap dari suatu metode kontrasepsi,dan upaya untuk mengatasi fenomena yang terjadiyaitu dengan pemberian konseling tentang metode kontrasepsi, efek samping suatu metode kontrasepsi dan dilakukan sosialisasi kontrasepsi secara luas dan kembalinya kesuburan usai tidak menggunakan alat kontrasepsi.Untuk mengetahui Hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang alat kontrasepsi dengan pemilihan alat kontrasepsi pada ibuprimipara diwilayah kerja puskesmas Tambakaji kota Semarang tahun 2013.Penelitian ini merupakan jenis penelitian Non Eksperimental karena tidak adanya intervensi atau rekayasa dari peneliti. Desain yang digunakan adalah deskriptif korelasional karena peneliti mencoba mencari hubungan antar variable yaitu variabel bebas adalah pengetahuan ibu tentang alat kontrasepsi. Dengan variabel terikat yaitu pemilihan alatkontrasepsi. Sifat penelitian ini adalah deskriptif, dengan pendekatan yang digunakan adalah cross sectional yaitu data yang menyangkut variabel akan dikumpulkan dalam waktu yang bersamaan. Sebagian besar ibu primipara di wilayah kerja Puskesmas Tambakaji Kota Semarang mempunyai pengetahuan yang baik tentang alat kontrasepsisebanyak 22 responden (42,3%). Sebagian besar ibu primipara di wilayah kerja Puskesmas Tambakaji Kota Semarang memilih menggunakan alat kontrasepsi hormonal sebanyak 31 responden (59,6%). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan ada hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan ibu primipara tentang alat kontrasepsidengan pemilihan alat konrasepsi di wilayah kerja Puskesmas Tambakaji Kota Semarang tahun 2012 (nilai chi square sebesar 10,076 dengan p value = 0,006. Sebaiknya pihak yang terkait dengan KB yaitu tenaga kesehatan melakukan strategi jemput bola dalam penanaman program KB seperti mengadakan penyuluhan tentang KB yang kontinyu danmenyediakan program gratis kepada masyarakat yang kurnag mampu.Kata kunci : pengetahuan, primipara dan alat kontrasepsi
SELF CARE OREM PADA ASUHAN KEPERAWATAN IBU HAMIL DENGAN KONTRAKSI DINI Wulandari, Priharyanti; ., Setyowati; Budiati, Tri
Jurnal Keperawatan Vol 5, No 2 (2014): Juli
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.887 KB)

Abstract

SELF CARE OREM PADA ASUHAN KEPERAWATAN IBU HAMIL DENGAN KONTRAKSI DINIWiedenbach Need for Help and Orem Self Care Nursing Model on nursingcare of pregnant women with early contractionsPriharyanti Wulandari(1) , Setyowati(2), Tri Budiati(3)(1)Program Magister Ilmu Keperawatan, FIK UI, Depok, Indonesia(2,3)Departemen Keperawatan Maternitas, FIK UI, Depok, IndonesiaE-mail : 1)wulancerank@yahoo.co.idABSTRAKSalah satu tujuan dari MDGs adalah menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Upaya penurunan angka kematian ibu dan bayi di Indonesia belum memuaskan, target Indonesia menurunkan angka kematian ibu 102 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2015.  Study kasus dengan fokus penerapan model keperawatan Need for Help Wiedenbach dan Self Care Orem pada asuhan keperawatan ibu hamil dengan kontraksi dini. Aplikasi teori keperawatan Need for Help Wiedenbach dan Self Care Orem efektif dilakukan pada lima ibu hamil dengan kontraksi dini. Integrasi model keperawatan Need for Help Wiedenbach diterapkan pada fase akut. Sedangkan pada fase pemeliharaan dilakukan asuhan keperawatan dengan Self Care Orem. Aplikasi teori tersebut berhasil membantu menyelesaikan masalah keperawatan dan menghentikan kontraksi uterus sampai usia kehamilan aterm. Setelah melaksanakan praktik residensi spesialis keperawatan maternitas, penulis mampu mencapai target kompetensi dengan baik.Kata Kunci : Kontraksi dini, Need for Help Wiedenbach, Self Care Orem.ABSTRACTOne of the MDGs goals is to lower maternal and infant mortality rate. Efforts to lessen maternal and infant mortality rate in Indonesia are unsatisfactory. Indonesia’s target is to reduce maternal mortality to 102 per 100,000 live births in 2015. Roles of maternity nursing specialist nurses as care givers, educators, counselors, advocates, coordinators, managers, collaborators, researchers and change agents are needed to lower maternal and infant mortality rate. Case study focused on Wiedenbach Need for Help and Orem Self Care Nursing Model on nursing care of pregnant women with early contractions. The application of Wiedenbach Need for Help and Orem Self Care nursing theory was effectively done to five pregnant women with early contractions. The integration of Wiedenbach Need for Help nursing model was applied in the acute phase. While in the maintenance phase, Orem Self Care nursing care was performed. The application of the theory was successfully help to solve nursing problems and to stop the uterine contractions until term gestation. After performing the maternity nursing specialist residency practice, the author was able to achieve the competency targets well.Keywords: premature contraction , Need for Help Wiedenbach , Orem Self Care .
FAKTOR–FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN MENARCHE SISWI DI SMPN 31 SEMARANG Wulandari, Priharyanti; Nur Aini, Dwi; Wiji Astuti, Suprapti
Jurnal Keperawatan Vol 6, No 2 (2015): Juli
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (43.121 KB)

Abstract

Menarche merupakan menstruasi yang pertama kali dialami wanita, dimana secara fisik ditandai dengan keluarnya darah dari vagina akibat peluruhan lapisan endometrium. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor–faktor apa saja yang berhubungan dengan kejadian menarche pada siswi di SMP 31 Semarang. Jenis penelitian ini yaitu study korelasi dengan metode pendekatan cross sectional study. Jumlah sampel pada penelitian ini yaitu 176 sisi yang terdiri dari kelas VII,VIII dan IX. Data dianalisa dengan uji korelasi rank spearman.Ada hubungan antara status menarche ibu (genetik), keterpaparan media massa, gaya hidup, nutrisi, status gizi dengan kejadian menarche siswi di SMPN 31 Semarang, dinyatakan dengan p value 0,000 < 0,05 Berdasarkan penelitian yang dilakukan di SMPN 31 Semarang didapatkan hasil kejadian menarche siswi mayoritas normal >11-15 tahun
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN RUPTUR PERINEUM SPONTAN DI BPM NY. NATALIA KECAMATAN GENUK KOTA SEMARANG Wulandari, Priharyanti; Arifianto, Arifianto; Zuhara, Isna Khorida
Journal Of Holistic Nursing Science Vol 3 No 2 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.177 KB)

Abstract

Background: Postpartum hemorrhage is the main cause of 40% of maternal deaths in Indonesia, one of which is caused by rupture perineum. Based on the preliminary studies on women giving birth in Ny. Natalia Maternity Hospital in Genuk district of Semarang, from 110 respondents, 75 cases (68%) experienced a spontaneous rupture perineum. The aim of the study is to determine the relationship of age, parity and birth weight with spontaneous perineal rupture in Ny. Natalia Maternity Hospital in Genuk district of Semarang. Methods: This study is a quantitative study by using analytical survey design. The sample used is 32 respondents of women giving birth in Ny. Natalia Maternity Hospital in Genuk district of Semarang, by using accidental sampling technique. The statistical test used was Chi-Square test with p = 0.05. Results: From the analysis of the age variable, the p value ≥ 0.05 (p = 0.467) it means that Ho was accepted while Ha was rejected, the analysis result of parity variable, the p value ≤ 0.05 (p = 0.005) it means that Ho was rejected while Ha was accepted, while the variable of birth weight ≥ p value of 0.05 (p = 0.049) it means that Ho was rejected while Ha was accepted. Conclusion: There is a relationship between parity and birth weight with spontaneous rupture perineum and there is no relationship between age and the incidence of spontaneous rupture perineum. However, the results of this study are limited to the subject of studies which were conducted on women giving birth in private practice midwife Ny. Natalia in Genuk district of Semarang.
Effect Foot Soak Using Warm Water Mixed with Salt and Lemongrass to Decrease Pressure in Hypertension Patients in the Podorejo Ngaliyan Wulandari, Priharyanti
Jurnal Keperawatan Vol 7, No 1 (2016): Januari
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.07 KB)

Abstract

The incidence of hypertension in the region Podorejo RW 8 Ngalliyan in 2014 as many as 85 people, increase in 2015 as many as 110 people from stage I – III, the researchers are interested to doing therapy using warm water with a mixture of salt and lemon grass to lower blood pressure. The purpose of this study was to determine the effect between soaking feet using warm water with a mixture of salt and cymbopogon nardus l. rendle with reduction of blood pressure in patients with hypertension in region Podorejo RW 8 Ngaliyan. Quantitative research manifold quasi experiment with design Time Series Design Without Control. Sampling technique used Purposive Sampling counted 80 people. Data obtained by statistical test using Wilcoxon test. Based on Wilcoxon test showed Z = -8,127 (sistolik) Z = -5,587 (diastolik) and ρ value = 0,000 with α = 0,05. Where ρ value 0,000 < 0,05, so that H0 rejected Ha be accepted. There is any any effect of soaking feet using warm water with a mixture of salt and lemon grass toward reduction of blood pressure in patients with hypertension in region RW 8 Podorejo Ngaliyan. Nurses are expected to be used as a therapy to help people with hypertension to lower blood pressure.
The effect of prenatal yoga on primigravida trimester II and III in studio qita yoga district south Semarang Indonesia Wulandari, Priharyanti; Retnaningsih, Dwi; Aliyah, Euis
Jurnal Keperawatan Vol 9, No 1 (2018): JANUARI
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.325 KB)

Abstract

A woman who is in pregnancy period often undergoes many changes, whether physical changes or psychological changes. Prenatal Yoga performed during pregnancy can help women focus on the process of labor, exercise to tolerate pain, and changes in stress and anxiety into energy. The purpose of this study was to determine whether there is influence prental yoga on the anxiety level of primigravida mother trimester II and III. This research is pre experiment with one group pre and posttest design. The sampling technique used purposive sampling with the respondents of the research as many as 14 trimester II and III primigravida mothers who had not previously followed prenatal yoga. The statistic test used is Paired Samples T-Test parametric test. Result: This research obtained result of parametric test analysis Paired Samples T-Test p-value = 0,004 <α = 0,05 and value (tcount = 3,726)> (ttable = 1,771) then Ho rejected which means that prenatal yoga have positive effect and significantly to decrease the anxiety level of trimester II and IIImother primigravida. There is prenatal influence of yoa on anxiety level of anxiety of trimester II and III primigravida motherin studio of Qita Yoga South Semarang SubdistrictSemarang City.
Pengaruh Massage Effleurage Terhadap Pengurangan Tingkat Nyeripersalinan Kala I Fase Aktif pada Primigravida di Ruang Bougenville Rsud Tugurejo Semarang Wulandari, Priharyanti; Hiba, Prasita Dwi Nur
Jurnal Keperawatan Maternitas Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Keperawatan Maternitas
Publisher : Jurnal Keperawatan Maternitas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

On preliminary studies conducted in local General Hospital of Tugurejo there are primigravida petient are in the stage of labor when on the 1 active phase. Mother states can not stand the pain that is felt especially in the abdomen, waist, back, and spread to the backbone, so the mother continues to feel pain during the 1 stage of labor. The purpose of this study was to determine the effect of massage effleurage to reduction on the level of labor pain of stage I active phase in primigravida at Bougenville room of local General Hospital of Tugurejo Semarang. Methode: This research is a quasy experimental approach to one group pre test – post test design without control group. The study population was all primigravida mothers birth normally in local General Hospital of Tugurejo. The sampling technique by using Accidental Sampling. Samples are used 23 respondents. Instrument used is NRS observation sheet. Analysisstatistic used Wilcoxon test.Result : Pain level result obtained before doing Massage Effleurage the mean value of 3,78, after doing Massage Effleurage the mean value of 2,96 with p-value (0,000) ≤ α (0,05) and the value of z count : -4,359.Conclusion: There are any effect of massage effleurage to reduction on the level of labor pain of stage I active phase in primigravida at Bougenville room of local General Hospital of Tugurejo Semarang.
Pengaruh Pijat Stimulasi Oksitosin Terhadap Let Down Reflek pada Ibu Post Partum di Rumah Bersalin Mardi Rahayu Kalibanteng Semarang Wulandari, Priharyanti; Arifianto, Arifianto; Fajrin, Putri Ana
Jurnal Keperawatan Maternitas Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Keperawatan Maternitas
Publisher : Jurnal Keperawatan Maternitas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keluarnya air susu yang mengalir melalui saluran kecil payudara dan air susu keluarmenetes disebut dengan refleks let down. Refleks let down sangat dipengaruhi oleh psikologis ibu sepertimemikirkan bayi, mencium, melihat bayi dan mendengarkan suara bayi. Refleks ini dapat distimulasidengan meningkatkan rasa nyaman dan merangsang pengeluaran hormon oksitosin dengan caramelakukan pijat stimulasi oksitosin. Pemijatan ini dilakukan di titik area punggung segaris denganpayudara. Metode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah quasi eskperiment dengan menggunakanrancangan pretest-posttest one group design. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalinsebanyak 30 responden. Teknik pengambilan data dengan cara memberikan kuesioner sebelum di lakukanpemijatan dan setelah dilakukan pemijatan. Hasil penelitian : Menunjukkan sebelum dilakukan pijatstimulasi oksitosin sebagian besar memiliki LDR kurang aktif sebanyak 20 orang (66,7%) dan LDRaktif sebanyak 10 orang (33,3%). Setelah dilakukan pijat stimulasi oksitosin sebagian besar memilikiLDR aktif meningkat sebanyak 19 orang (63,3 %) dan LDR kurang aktif sebanyak 11 orang (36,7%).Hasil uji wilcoxon didapatkan hasil p value = 0,00 (<0,005) yang berarti bahwa hipotesis diterima yaituterdapat pengaruh pijat stimulasi oksitosin terhadapo LDR pada ibu post partum di RB Mardi RahayuKalibanteng Semarang. Berdasarkan hasil penelitian diharapkan rumah bersalin yang menyediakanlayanan persalinan diharapkan melakukan pijat stimulasi oksitosin terhadap ibu post partum mulai haripertama persalinan agar refleks let down menjadi lebih aktif sehingga produksi ASI meningkat.