Articles

Found 4 Documents
Search

Synthesis and Characterizations of Hydroxyapatite from Bovine Bone Using Alkaline Hydrolysis Method Aisah, Nuning; Harahap, Muslim Efendi; Budianto, Dwi; Wibowo, Mirza; Effendi, Mohammad Dachyar; Setiawan, Jan; Roseno, Seto; Gustiono, Dwi
INSIST Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/ins.v3i1.124

Abstract

In this research, the synthesis of hydroxyapatite compound (HAp) has been done by extracting technique from cow cortex thigh bones to eliminate organic compounds contained in bone so that it can be used as raw material of bone graft. The method used is alkaline hydrolysis method of soaking bone in NaOH solution with variation of concentration (1M, 2M, 3M) and immersion time (30 minutes, 60 minutes, 90 minutes). The extracted HAp powder was then analyzed using FTIR, XRD and SEM. The results showed that a hydroxyapatite powder with a soaking time of 30 minutes and a 2M and 3M NaOH concentration did not contain organic elements. The XRD peak pattern shows the phase formed is a hydroxyapatite with a hexagonal structure having an average crystal size of 10-12 nm.
PENGAMATAN STUKTUR MIKRO PERMUKAAN BAJA YANG DIIRRADIASI ION TITANIUM MENGGUNAKAN TEM Gustiono, Dwi
Jurnal Spektra Vol 15, No 1 (2014): Spektra: Jurnal Fisika dan Aplikasinya
Publisher : Jurnal Spektra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan pengamatan mikrostruktur permukaan material baja yang diiradiasi ion titanium pada suhu ruang  menggunakan mikroskop elektron transmisi (transmission electron microscope/TEM). Pada dosis irradiasi rendah, mikrostruktur permukaan baja banyak dipenuhi oleh cacat titik, cacat bidang dan dislokasi. Seiring dengan meningkatnya  dosis irradiasi terjadi perubahan mikrostruktur pada beberapa bagian atau daerah permukaan material baja yang semula  kristalnya berstruktur kubus berpusat muka (face centered cubic/ fcc) menjadi kubus berpusat badan (body centered cubic/bcc). Bagian permukaan yang mengalami perubahan struktur kristal karena proses irradiasi ion titanium ini memiliki bentuk melingkar seperti partikel dan memiliki ukuran luas yang beragam dari skala nano hingga mikron. Pengamatan penampang lintang memperlihatkan bahwa daerah bcc terinduksi irradiasi ini hanya terjadi pada daerah dekat permukaan sekitar 150 nm dari permukaan material baja. Keywords: Perubahan struktur kristal, irradiasi-ion, implantasi-ion, baja, mikroskop elektron.
PENGAMATAN STUKTUR MIKRO PERMUKAAN BAJA YANG DIIRRADIASI ION TITANIUM MENGGUNAKAN TEM Gustiono, Dwi
Spektra: Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 15 No 1 (2014): SPEKTRA, Volume 15 Nomor 1, Mei 2014
Publisher : Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTelah dilakukan pengamatan mikrostruktur permukaan material baja yang diiradiasi ion titanium pada suhu ruang menggunakan mikroskop elektron transmisi (transmission electron microscope/TEM). Pada dosis irradiasi rendah, mikrostruktur permukaan baja banyak dipenuhi oleh cacat titik, cacat bidang dan dislokasi. Seiring dengan meningkatnya dosis irradiasi terjadi perubahan mikrostruktur pada beberapa bagian atau daerah permukaan material baja yang semula kristalnya berstruktur kubus berpusat muka (face centered cubic/ fcc) menjadi kubus berpusat badan (body centered cubic/ bcc). Bagian permukaan yang mengalami perubahan struktur kristal karena proses irradiasi ion titanium ini memiliki bentuk melingkar seperti partikel dan memiliki ukuran luas yang beragam dari skala nano hingga mikron. Pengamatan penampang lintang memperlihatkan bahwa daerah bcc terinduksi irradiasi ini hanya terjadi pada daerah dekat permukaan sekitar 150 nm dari permukaan material baja.
PEMBUATAN GRAFT TULANG DENGAN PROSES EKSTRAKSI SENYAWA HIDROKSIAPATIT DARI TULANG KORTEKS SAPI Anisah, Anisah; Delina, Mutia; Aisah, Nuning; Gustiono, Dwi
Spektra: Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 3 No 1 (2018): SPEKTRA: Jurnal Fisika dan Aplikasinya, Volume 3 Issue 1, April 2018
Publisher : Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/SPEKTRA.031.05

Abstract

Abstrak Pembuatan senyawa hidrosiapatit dari tulang kortek paha sapi dengan proses ekstraksi telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menghilangkan senyawa organik pada tulang sehingga dapat digunakan sebagai bahan baku graft tulang. Metode yang digunakan adalah metode kimia dengan merendam tulang di dalam larutan Natrium Hidroksida (NaOH). Pengaruh variasi konsentrasi dan waktu perendaman NaOH terhadap proses ekstraksi tulang dikaji. Variasi konsentrasi larutan yang digunakan adalah 1M, 2M dan 3M dengan waktu perendaman 30 menit, 60 menit, dan 90 menit di dalam autoklaf bertekanan 1,5 atm dan temperatur 121°C. Hasil rendaman dianalisa dengan FTIR dan menunjukan adanya puncak gugus fungsi zat anorganik P-O, CO3 2- , dan O-H menyerupai kandungan tulang manusia. Sampel yang direndam pada larutan NaOH pada konsentrasi 1M dan 2M dengan waktu perendaman 30 menit masih ditemukan gugus fungsi C-H, yang mengindikasikan bahwa serbuk hidroksiapatit masih mengandung material organik sehingga beresiko pada reaksi penolakan oleh tubuh manusia saat diimplan. Namun demikian, serbuk hidroksiapatit yang dihasilkan dengan perendaman pada konsentrasi 3M dengan waktu 30 menit sudah tidak mengandung unsur organik, sehingga dapat digunakan sebagai bahan baku graft tulang. Kata-kata kunci: hidroksiapatit, kortek tulang sapi, Natrium Hidroksida, ekstraksi, graft tulang. Abstract The extraction of hydroxyapatite compounds from thigh bones cortex has been done. This research was aimed to remove the organic substances in the bones, so that it can be maintained as the raw material of a bone graft. The research employed a chemical method, the bone was soaked in the Natrium Hydroxide (NaOH) solution. The effect of various concentration and duration of bone's immersion in NaOH were also studied. The solution's various concentrations were 1M, 2M and 3M, therefore the various of immersion duration were 30 minutes, 60 minutes and 90 minutes in a 1.5 atm autoclave at a temperature of 121o C. The immersion results were studied throughout FTIR. The results showed that there were some peaks of the inorganic P-O, CO3 2-  and O-H substance function, correspond to a human bone characteristic.  Samples which were immersed in the 1M and 2M of NaOH solution with duration of 30 minutes have yet a C-H functional group. It indicated that the hydroxyapatite powders have yet organic substances, so there is still a risk of rejection by the human body when it is implanted. However, the sample which was immersed in 3M of NaOH solution with duration of 30 minutes has no any organic substances, it can be used as the raw material of a bone graft. Keywords: Hydroxyapatite, cow bone cortex, Natrium Hydroxide, extraction, bone graft