Articles

Found 17 Documents
Search

Prototipe model sistem pengatur pencahayaan pada ruangan berbasiskan mikrokontroler atmega32 Ramadhan, M. Iqrar; Sugihartono, Iwan; Budi, Esmar
Jurnal Spektra Vol 14, No 1 (2013): Spektra: Jurnal Fisika dan Aplikasinya
Publisher : Jurnal Spektra

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sedang dilakukan penelitian mengenai prototipe model sistem pengatur pencahayaan pada ruangan berbasiskan mikrokontroler ATmega32 sebagai alat untuk memaksimalkan pencahayaan pada ruangan. Rancang bangun dan pengujian prototype model sistem pengatur pencahayaan pada ruangan merupakan salah satu alternatif dalam mensiasati mahalnya harga sistem pencahayaan yang telah beredar dipasaran. Pengujian prototipe ini dilakukan dengan mengkalibrasi keluaran sensor cahaya yang menghasilkan tegangan maksimal sebesar 5VDC dengan menggunakan luxmeter agar didapatkan nilai iluminasi yang sesungguhnya. Selanjutnya nilai iluminasi yangdidapat dari sensor cahaya dipergunakan untuk mengatur perubahan tingkat iluminasi pada lampu. Dari literatur yang telah dibaca sistem pengatur pencahayaan pada ruangan dikatakan baik apabila dapat mengatur tingkatiluminasi lampu dalam keadaan ruangan tidak mendapatkan cahaya matahari, kurang mendapatkan cahaya matahari, dan cukup mendapatkan cahaya matahari.Kata kunci: sistem pengatur pencahayaan, sensor cahaya, iluminasi
IDENTIFIKASI PENYEBARAN GEMPA DI INDONESIA DENGAN METODE CLUSTERING Pebria, Refriani; I, Bambang Heru; Sugihartono, Iwan
Jurnal Spektra Vol 12, No 2 (2011): Spektra: Jurnal Fisika dan Aplikasinya
Publisher : Jurnal Spektra

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Identifikasi penyebaran gempa telah dilakukan dengan menggunakan metode clustering berdasarkan kekuatan gempa, kedalaman, lokasi dan elevasi. Metode clustering yang digunakan ialah metode EM, KMeans, dan Xmeans dengan empat buah proses clustering. Proses clustering pertama dilakukan berdasarkan keempat paramater, dengan menggunakan metode EM menghasilkan data gempa terbesar di daerah Laut Banda dengan lokasi 127.5747 BT dan 1.7943 LS, dan hasil dengan menggunakan metode KMeans dan XMeans terdapat di daerah pulau Sumatera dengan pusat gempa 95 BT dan 5 LU. Proses clustering kedua dilakukan berdasarkan parameter lokasi gempa, ketiga metode menghasilkan data gempa terbanyak terdapat di pulau Sumatera dengan pusat cluster 96 BT dan 4,5 LU. Pada proses clustering ketiga dilakukan dengan menggunakan parameter kekuatan gempa dan kedalaman gempa, ketiga metode menghasilkan data terbesar terletak di dekat permukaan bumi. Proses clustering terakhir dilakukan berdasarkan kekuatan, kedalaman, dan elevasi, secara umum ketiga metode ini menghasilkan data gempa terbesar terletak di daerah laut dengan kedalaman 42 km dengan kekuatan gempa 6 SR. Hasil tersebut menunjukkan bahwa metode clustering yang paling tepat digunakan untuk merepresentasikan penyebaran gempa yang sebenarnya adalah metode EM, karena dapat memperlihatkan penyebaran gempa dengan kemampatan data di setiap clusternya yang ditunjukkan oleh nilai standard deviasi pada setiap cluster. Keywords: The spread of earthquake, Clustering methods, EM, KMeans, XMeans.
SIMULASI PERHITUNGAN NEWTON-RAPHSON PADA PENGUKURAN EFISIENSI TERMAL PLTGU PRIOK Astra, I Made; Sugihartono, Iwan
Jurnal Spektra Vol 12, No 2 (2011): Spektra: Jurnal Fisika dan Aplikasinya
Publisher : Jurnal Spektra

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perhitungan efisiensi termal dari PLTGU Priok dengan pola operasi 2-2-1 telah dihitung menggunakan metode Newton-Raphson.Hasil simulasi tersebut telah dibandingkan dengan data experimen yang diolah secara konvensional. Hasil simulasi perhitungan Newton-Raphson menunjukkan nilai efisiensi optimum sebesar 42,644% untuk daya output sebesar 311,5 MW. Hal ini menunjukkan bahwa simulasi perhitungan Newton-Raphson dan perhitungan data eksperimen memiliki selisih yang kecil, yakni sebesar 0,023%. Sedangkan pada uji efisiensi yang kedua efisiensi optimum 42,623% tercapai ketika daya output total sebesar 310,7 MW. Kata kunci: Efisiensi termal, PLTGU Priok, Newton-Raphson
Pengaruh Suhu Tumbuh Terhadap Struktur Kristal Lapisan Tipis ZnO 0.02 mol Purno Aji, Wisnu; Priyotomo, Rizqon; Sugihartono, iwan; Handoko, Erfan; Soegijono, Bambang; Hikam, M.
Jurnal Spektra Vol 14, No 1 (2013): Spektra: Jurnal Fisika dan Aplikasinya
Publisher : Jurnal Spektra

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penumbuhan lapisan tipis ZnO 0.02 mol diatas substrat Si (111) menggunakan teknik Ultrasonic Spray Pyrolysis (USP) dengan suhu tumbuh 4000C, 4500C, dan 5000C. Serbuk Zn(CH3COO)2 . 2H2O digunakan sebagai larutan precursor dengan air de-ionisasi sebagai pelarut. Berdasarkan profil warna lapisan tipis ZnO yang tumbuh diatas substrate silikon diprediksikan memiliki ketebalan sekitar 200 nm. Sementara, hasil karakterisasi menggunakan X-Ray Diffraction (XRD) pada temperature ruang menunjukan bahwa fasa kristal yang terbentuk merupakan polikristal ZnO dengan intensitas spectrum XRD yang tidak linear dengan penambahan suhu tumbuh.Kata kunci: Lapisan Tipis, Ultrasonic Spray Pyrolysis (USP), Struktur Kristal
Pengujian Prototipe Model Turbin Air Sederhana Dalam Proses Charging 4 Buah Baterai 1.2 Volt Yang Disusun Seri Pada Sistem Pembangkit Listrik Alternatif Tenaga Air Nugroho, Fitrianto; Sugihartono, Iwan; Setyo Budi, Agus
Jurnal Spektra Vol 14, No 1 (2013): Spektra: Jurnal Fisika dan Aplikasinya
Publisher : Jurnal Spektra

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan pengujian prototipe tiga model turbin air sederhana dalam pengisian energi listrik dalam skala kecil ke dalam baterai selama 3 jam. Pengujian ketiga prototipe ini dilakukan dengan aliran maksimum 2.53 × 10-3 m3/s dan ketinggian head 0.9 m. Generator yang digunakan adalah dinamo dengan keluaran 12VDC. Baterai yang digunakan adalah 4 buah baterai NiCd rechargeable ukuran AA dengan masing-masing tegangan 1.2 Volt dan kapasitas 1000 mAh. Baterai tersebut disusun secara seri dan dipadukan dengan sebuah rangkaian charger.Berdasarkan hasil pengujian, sistem dengan turbin model 3 dapat menyimpan listrik hingga 0.64 Volt, model turbin 1 hingga 0.50 Volt, dan model turbin 2 hingga 0.44 Volt.Kata kunci: model turbin, waktu charging, tegangan
STUDI MAGNETISASI PADA SISTEM SPIN MENGGUNAKAN MODEL ISING 2D Septiani, Dwi; Iswanto, Bambang Heru; Sugihartono, Iwan
Jurnal Spektra Vol 12, No 2 (2011): Spektra: Jurnal Fisika dan Aplikasinya
Publisher : Jurnal Spektra

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Simulasi pada system spin 2D telah disimulasikan menggunakan model Ising untuk mempelajari karakteristik magnetisasi. Studi magnetisasi ini diamati hanya berdasarkan pada medan magnet internal yang disebabkan oleh pergerakan spin. Model ini dideskripsikan sebagai sistem spin dengan variasi panjang kisi (L) yang dimulai dari 50 au sampai 250 au dengan kenaikan 50 au. Hasil menunjukkan ukuran kisi-kisinya adalah 50, 100, 150, 200, dan 250 au dengan puncak maksimum lokasi magnetisasi yang paling intense masing-masing pada 0.0153, 0.00787, 0.0056, 0.0040, dan 0.0032 A/m. Namun, suhu kritis (T/T0)C  bervariasi yaitu 38.44, 36.28, 35.37, 27.84, dan 21.38 K sesuai dengan bertambahnya L. Hasil ini menunjukkan bahwa magnetisasi bergantung pada konfigurasi spin dan ukuran kisi. Sedangkan, suhu kritis yang teramati pada grafik magnetiasasi bervariasi dengan bertambahnya ukuran kisi.  Kata kunci: Magnetisasi, Sistem Spin, Ising 2D, Ukuran Kisi, Temperature Kritis
X-ray Photoelectron Spectroscopy (XPS) Analysis of Undoped ZnO and ZnO:Er Thin Films Sugihartono, Iwan; Budi, Esmar; Budi, Agus Setyo
Jurnal ILMU DASAR Vol 16, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas MIPA Universitas Jember

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.446 KB)

Abstract

Undoped ZnO and ZnO:Er  thin films were deposited on p-type Si substrates by ultrasonic spray pyrolisis (USP). Undoped and ZnO:Er thin films have been analyzed by using X-ray Photoelectron Spectroscopy (XPS). The results show that the XPS spectrum has two Er peak at ∼157 eV and ∼168 eV. The XPS Zn 2p spectrum of undoped ZnO and ZnO:Er thin films have binding energy for Zn 2p3/2 (~ 1021 eV) and Zn 2p1/2 (~1045eV) were found no shift in binding energy after the incorporation of Er. Meanwhile, after Er incorporates into ZnO, the O 1s spectrum is composed two peak of binding energy (BE) at ~530.5eV and the shoulder about 532.5 eV.Keywords: ZnO thin films, ZnO:Er, XPS, binding energy
ANALISIS KUALITAS INTENSITAS LASER ATOM TERKOPEL LEMAH Prayitno, Teguh Budi; Sugihartono, Iwan
POSITRON: Berkala Ilmiah Fisika Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.81 KB)

Abstract

Dalam makalah ini telah dikaji beberapa profil intensitas laser atom terkopel lemah untuk beberapa parameter yang didapatkan dengan menyelesaikan persamaan Schrödinger yang merepresentasikan persamaan gerak laser atom. Persamaan Schrödinger ini hasil reduksi dari persamaan Gross-Pitaevskii yang terkopel antara kondensat dan atom laser, dimana laser atom tersebut dikeluarkan dari kondensat. Pada kasus ini, kita hanya meninjau perambatan laser atom dalam arah longitudinal karena kita mengambil kasus perangkap berbentuk cerutu (cigar-shaped trap).  
Pengaruh Jumlah Mol Zinc Asetat Dyhidrate Terhadap Struktur Kristal Lapisan Tipis ZnO (0,01; 0,02 dan 0,03 mol) Sari, Lara Permata; Handoko, Erfan; Sugihartono, Iwan
Jurnal Spektra Vol 16, No 3 (2015): Spektra: Jurnal Fisika dan Aplikasinya
Publisher : Jurnal Spektra

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTelah dilakukan penumbuhan lapisan tipis ZnO dengan serbuk Zn(CH3COO)2. 2H2O sebagai prekursor dan air de-ionisasi sebagai pelarut, ditumbuhkan di atas substrat Si (111) dengan menggunakan teknik Ultrasonic Spray Pyrolisis (USP). Penumbuhan  lapisan tipis ZnO tersebut menggunakan suhu tumbuh 450oC selama 10 menit, dan jarak nozzle dibuat konstan 30 cm, dengan variasi jumlah mol prekursor 0,01 mol; 0,02 mol dan 0,03 mol. Pengaruh dari jumlah mol tersebut  terhadap struktur, ukuran kristal dan parameter kisi lapisan tipis ZnO dikarakterisasi dengan X-ray diffraction (XRD). Hasil uji berdasarkan data XRD menunjukkan bahwa sampel lapisan tipis ZnO merupakan kristal dengan struktur wurtzite heksagonal. Pola puncak difraksi yang dominan yaitu (100), (002) dan (101), dan  pola puncak  lainnya yang teridentifikasi adalah(103), (201).Kata Kunci:  ZnO, molaritas, USP,  X-Ray Diffraction (XRD), Struktur Kristal. Abstract ZnO thin film with  Zn(CH3COO)2. 2H2O powder as precursor and deionized water as a solvent, ZnO films were grown on substrate Si (111) by using Ultrasonic Spray Pyrolisis (USP) technique has been carried out. The growth temperature 450oC for 10 minutes and the distance of nozzle 30 cm, with the variation of molarity of precursor are 0.01 mol; 0.02 mol and 0.03 mol. The effect of that molarity on structure, crystallite size, the lattice parameter on thin films ZnO were investigated by X-ray diffraction (XRD). The result based on XRD pattern indicated that the samples thin film ZnO are hexagonal wurtzite structure with the (100), (002) and (101) as preferential crystallographic orientation, and the other peak which identified were (103), (201).Keywords: ZnO, Molarity, USP, X-Ray Diffraction (XRD), Crystal structure. 
ANALISIS KOROSI PADA LAPISAN TIPIS KOMPOSIT NIKEL-NITRIDA HASIL ELEKTRODEPOSISI Budi, Esmar; Ksatriotomo, Bagus; Restu, Alief; Muarief, Muarief; Permatasari, Ade Lina; Sugihartono, Iwan; Budi, Agus Setyo
Jurnal Spektra Vol 16, No 1 (2015): Spektra: Jurnal Fisika dan Aplikasinya
Publisher : Jurnal Spektra

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTelah dilakukan kajian pembentukan lapisan tipis komposit nikel-nitrida menggunakan kaidah elektrodeposisi menggunakan bahan dari campuran 0.38 M Ni2SO4.6H2O, 0.17 M NiCl2.6H2O dan 0.49 M H3BO3 dan ditambahkan partikel nitrida serbuk TiN dan AlN. Proses elektrodeposisi dilakukan dengan perlakuan variasi arus 2, 3 dan 4 mA serta variasi kosentrasi partikel nitrida 4 , 6 dan 8 gr/lit. Analisis korosi lapisan komposit dilakukan dengan merendam sampel pada larutan asam HCl 3.5% selama 3 jam. Nilai korosi ditentukan dari penimbangan, menggunakan neraca analitis, massa sampel sebelum dan sesudah proses perendaman dalam larutan asam. Hasil pengujian menunjukan bahwa sampel hasil elektrodeposisi pada arus 2 mA dan sampel hasil elektrodeposisi pada konsentrasi nitrida 8 gr/lit mengalami tingkat korosi yang paling kecil.Kata kunci: Lapisan komposit nikel-nitrida, elektrodeposisi, arus, konsentrasi nitrida, korosi.