Gita Kostania, Gita
Kebidanan Poltekkes Kemenkes Surakarta

Published : 9 Documents
Articles

Found 9 Documents
Search

PENGARUH KONSELING MENGGUNAKAN ALAT BANTU PENGAMBILAN KEPUTUSAN (ABPK) BER-KB TERHADAP PENGGUNAAN KONTRASEPSI INTRA UTERIN DEVICE (IUD) (STUDI PRE EKSPERIMEN DI DESA PLATAREJO KECAMATAN GIRIWOYO KABUPATEN WONOGIRI TAHUN 2013)

Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 5 No. 2, Juli 2014
Publisher : STIKes Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk yang berada pada posisi keempat di dunia, dengan laju pertumbuhan yang masih relatif tinggi. Intra Uterine Device (IUD) merupakan alat kontrasepsi dalam Rahim yang terbilang efektif karena angka kegagalannya 1 dari 127-170 kehamilan. Untuk meningkatkan akseptor IUD, perlu adanya informasi dan konseling yang memadai. Alat Bantu Pengambilan Keputusan (ABPK) ber-KB merupakan alat bantu konseling yang berisi informasi mutakhir seputar kontrasepsi/KB dan standar proses dan langkah konseling KB yang berlandaskan pada hak klien. Tujuan penelitian untuk mengetahui karateristik responden, mendiskripsikan distribusi kontrasepsi sebelum konseling, mengidentifikasi jenis alat kontrasepsi yang dipilih responden setelah konseling, mengetahui pengaruh ABPK ber-KB terhadap penggunaan kontrasepsi IUD di Desa Platarejo. Metode penelitian yang digunakan yaitu pre-eksperimen studi Intact Group Comparison. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Keseluruhan sampel berjumlah 30 responden. Teknik analisa data dengan uji Chi-Square, dengan taraf signifikasi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar umur responden adalah 20 – 35 tahun (66,7%), dengan paritas 1-2 (93,3%), mayoritas responden bekerja sebagai ibu rumah tangga (46,6%). Sebelum diberikan konseling, kontrasepsi yang digunakan responden terbanyak adalah KB suntik (50%), IUD merupakan kontrasepsi yang paling sedikit digunakan (0%). Pada responden yang diberikan konseling dengan ABPK sebanyak (36,8%) beralih ke IUD, (6,6%) masih menggunakan KB suntik dan (6,6%) menggunakan pil KB. Sedangkan pada responden yang diberikan konseling tanpa ABPK sebanyak (23,4%) tetap menggunakan KB suntik, (13,3%) menggunakan pil, (3,3%) beralih menggunakan KB Implan dan (10%) beralih ke IUD. Hasil uji analisis nonparametrik dengan UjiChi-Square diperoleh nilai X2= 8.571 dengan nilai kemaknaan (P) sebesar 0,003<0,05, maka terdapat pengaruh ABPK terhadap penggunan kontrasepsi IUD di desa Platarejo. Kesimpulan terdapat pengaruh penggunaan ABPK-berKB dalam melakukan konseling terhadap penggunaan kontrasepsi IUD di Desa Platerjo.Kata kunci: ABPK, KB, IUD, konseling. ABSTRACT Indonesia is a country with a population that is at the fourth position in the world, with a growth rate which is still relatively high. Intra Uterine Device (IUD) is a contraceptive in the uterus is considered effective because the number 1 of 127-170 pregnancy failure. To improve IUD acceptors, the need for adequate information and counseling. Decision Aid (ABPK) family planning counseling is a tool that contains the latest information about contraception / birth control and process standards and step family planning counseling based on the client’s rights. The purpose of research to determine the characteristics of the respondents, describing the distribution of contraceptives before counseling, identifying the type of contraception chosen respondents after counseling, ABPK determine the effect of family planning on the use of IUD in the village Platarejo. The method used is a pre-experimental study of Intact Group Comparison. The sampling technique used was purposive sampling. Overall the sample amounted to 30 respondents. Data analysis techniques with Chi-Square test, with a significance level of 0.05. The results showed that most of the respondents were aged 20-35 years (66.7%), with parity 1-2 (93.3%), the majority of respondents worked as housewives (46.6%). Before being given counseling, contraceptive use is most respondents injections (50%), the IUD is a contraceptive that is least used (0%). On respondents who were counseled by ABPK as much (36.8%) switched to an IUD, (6.6%) still use injections and (6.6%) using birth control pills. While the respondents were given counseling without ABPK as many (23.4%) continue to use injections, (13.3%) using the pill, (3.3%) switched to using birth control implants and (10%) switched to the IUD. Nonparametric analysis of test results with UjiChi-Square values obtained X2 = 8,571 with significance value (P) of 0.003 <0.05, then there is the effect of the use of IUD ABPK in Platarejo village. There are significant conclusions ABPK-berKB use in counseling against the use of IUD in the village PlaterjoKeywords: ABPK, KB, IUD, counseling

PENGARUH MULTIPLE MIKRO NUTRIEN (MMN) TERHADAP BERAT BADAN BAYI BARU LAHIR DI DESA PANDES KLATEN

JURNAL KEBIDANAN DAN KESEHATAN TRADISIONAL Vol 2, No 2 (2017): JURNAL KEBIDANAN DAN KESEHATAN TRADISIONAL
Publisher : JURNAL KEBIDANAN DAN KESEHATAN TRADISIONAL

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.459 KB)

Abstract

Abstract: MMN, Newborn Baby Weight. During pregnancy food is required with good quality and quantity to meet the nutritional needs of mother and baby. The low nutritional status of pregnant women during pregnancy can lead to various adverse effects for mothers and infants, such as those born with Low Birth Weight (LBW). LBW babies have a 10 to 20 times greater chance of dying than babies born with enough birth weight. Multiple Micro Nutrient (MMN) contains 15 types of vitamins and minerals most important for pregnant women, including vitamin A, vitamin E, vitamin D, vitamin B1, vitamin B2, niacin, Vitamin B6, vitamin B12, folic acid, vitamin C, Fe , folic acid, Zink, Copper, Selenium, and Iodine. MMN is one of the nutrients to prevent the occurrence of anemia because in MMN there are factors forming Hemoglobin ie Fe, Vitamin B12 and folic acid. The availability of adequate hemoglobin makes the metabolic system work well. Lack of hemoglobin not only affects the health of the mother but also affects the health of the fetus it contains, including the growth of the fetal inhibition (such as weight, body length). The purpose of this study was to prove the effect of MMN on newborn weight in Pandes Klaten village. This type of research is a restrospective study with cross sectional design. The subjects of this study were BBL (newborn) whose mother consumed MMN during pregnancy. Different test using Independent T-test to compare control group and treatment group. Significant value in this study was p <0.05. The results of this study were no significant difference between birth weight between control group and MMN treatment group (P = 0.879). In conclusion MMN has no significant effect on newborn weight gain. Keywords: MMN, Newborn Baby Weight

PELAKSANAAN PELAYANAN KEBIDANAN KOMPLEMENTER PADA BIDAN PRAKTEK MANDIRI DI KABUPATEN KLATEN

GASTER Vol 12, No 1 (2015): FEBRUARI
Publisher : GASTER

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Paradigma pelayanan kebidanan saat ini telah mengalami pergeseran. Selama satu dekade ini, asuhan kebidanan dilaksanakan dengan mengkombinasikan pelayanan kebidanan konvensional dan komplementer, serta telah menjadi bagian penting dari praktek kebidanan (Harding & Foureur, 2009). Walaupun di Indonesia belum ada Undang-Undang yang mengatur secara khusus tentang pelaksanaan pelayanan kebidanan komplementer, namun penyelenggaraan pengobatan komplementer secara umum telah diatur dalam Keputusan Menteri Kesehatan No.1109/Menkes/Per/IX/2007 tentang pengobatan komplementer-alternatif. Tujuan: untuk mengetahui pelaksanaan pelayanan kebidanan komplementer pada Bidan Praktek Mandiri (BPM) di kabupaten Klaten. Metode: Survey, jenis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bidan yang melaksanakan praktek kebidanan secara mandiri di wilayah kabupaten Klaten sejumlah 516 bidan. Pengambilan sampel secara purposive, didapatkan jumlah sampel sebanyak 181 responden. Data dianalisis dan disajikan secara kuantitatif dalam bentuk distribusi frekuensi, dan kualitatif menggunakan model interactive menurut Miles dan Huberman dalam Sugiyono (2013). Hasil: Pelayanan kebidanan komplementer dilakukan oleh 14.4% responden. Sebagian besar responden berusia 36-45 tahun (59.7%), menempuh pendidikan bidan pada tingkatan Diploma III Kebidanan (68.5%), menjalankan praktek mandiri selama ≤10 tahun (43.1%), belum pernah mengikuti seminar/pelatihan tentang pelayanan kebidanan komplementer (86.2%), dan memiliki pengetahuan yang cukup tentang pelaksanaan pelayanan kebidanan komplementer (50.8%). Jenis pelayanan yang paling banyak dilakukan adalah pijat (80.8%), dilanjutkan hipnoterapi (15.5%), acupressure (15.5%), penggunaan obat herbal/ramuan tradisional sebagai pelengkap obat konvensional (11.5%), dan yoga (3.8%). Kata Kunci: terapi komplementer, pelayanan kebidanan, bidan praktek mandiri.

EFEKTIFITAS PENYELENGGARAAN KELAS IBU BALITA TERHADAP PENGETAHUAN DAN PERILAKU IBU TENTANG MP-ASI USIA 6-12 BULAN

Jurnal Ilmiah Bidan (JIB) Vol 3 No 3 (2018)
Publisher : Ikatan Bidan Indonesia (IBI)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.036 KB)

Abstract

Pada tahun 2010–2012, Food and Agriculture Organisation (FAO) memaparkan bahwa satu dari delapan orang penduduk dunia menderita gizi buruk. Sebagian besar (sebanyak 852 juta) diantaranya tinggal di negara-negara berkembang. Berdasarkan hasil Riskesdas pada tahun 2013, terdapat 19,6 (%) kasus balita kekurangan gizi, sebanyak 5,7 (%) balita mengalami gizi buruk. Faktor-faktor yang menjadi penyebab terjadinya kekurangan gizi pada balita adalah faktor eksternal dan internal. Faktor eksternal diantaranya adalah pengetahuan dan pola pemberian nutrisi (Proverawati, 2007). Kelas ibu balita merupakan sarana untuk meningkatkan pengetahuan ibu guna perubahan perilaku tentang gizi bayi-balita yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penyelenggaraan kelas ibu balita terhadap pengetahuan dan perilaku ibu tentang MP-ASI usia 6-12 bulan di wilayah Puskesmas Wedi Kabupaten Klaten. Jenis penelitian quasi experiment dengan rancangan non equivalent control group. Populasi aktual adalah seluruh ibu balita dengan anak usia 6-12 bulan di wilayah Puskesmas Wedi kabupaten Klaten sebesar 411 orang ibu. Teknik sampling secara cluster berdasarkan besaran sampel Harry King 0,5%, yang terbagi menjadi kelompok perlakuan dan kelompok kontrol, masing-masing 50 orang, total sebanyak 100 responden. Hasil uji hipotesis menggunakan Mann-Whitney Test, dengan nilai p pada variabel pengetahuan dan perilaku masing-masing (p=0,001). Dengan demikian kelas ibu balita efektif terhadap perubahan pengetahuan dan perilaku ibu balita tentang MP-ASI Usia 6-12 bulan.

PELAKSANAAN PELAYANAN KEBIDANAN KOMPLEMENTER PADA BIDAN PRAKTEK MANDIRI DI KABUPATEN KLATEN

GASTER Vol 12, No 1 (2015): FEBRUARI
Publisher : P3M STIKES Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Paradigma pelayanan kebidanan saat ini telah mengalami pergeseran. Selama satu dekade ini, asuhan kebidanan dilaksanakan dengan mengkombinasikan pelayanan kebidanan konvensional dan komplementer, serta telah menjadi bagian penting dari praktek kebidanan (Harding & Foureur, 2009). Walaupun di Indonesia belum ada Undang-Undang yang mengatur secara khusus tentang pelaksanaan pelayanan kebidanan komplementer, namun penyelenggaraan pengobatan komplementer secara umum telah diatur dalam Keputusan Menteri Kesehatan No.1109/Menkes/Per/IX/2007 tentang pengobatan komplementer-alternatif. Tujuan: untuk mengetahui pelaksanaan pelayanan kebidanan komplementer pada Bidan Praktek Mandiri (BPM) di kabupaten Klaten. Metode: Survey, jenis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bidan yang melaksanakan praktek kebidanan secara mandiri di wilayah kabupaten Klaten sejumlah 516 bidan. Pengambilan sampel secara purposive, didapatkan jumlah sampel sebanyak 181 responden. Data dianalisis dan disajikan secara kuantitatif dalam bentuk distribusi frekuensi, dan kualitatif menggunakan model interactive menurut Miles dan Huberman dalam Sugiyono (2013). Hasil: Pelayanan kebidanan komplementer dilakukan oleh 14.4% responden. Sebagian besar responden berusia 36-45 tahun (59.7%), menempuh pendidikan bidan pada tingkatan Diploma III Kebidanan (68.5%), menjalankan praktek mandiri selama ≤10 tahun (43.1%), belum pernah mengikuti seminar/pelatihan tentang pelayanan kebidanan komplementer (86.2%), dan memiliki pengetahuan yang cukup tentang pelaksanaan pelayanan kebidanan komplementer (50.8%). Jenis pelayanan yang paling banyak dilakukan adalah pijat (80.8%), dilanjutkan hipnoterapi (15.5%), acupressure (15.5%), penggunaan obat herbal/ramuan tradisional sebagai pelengkap obat konvensional (11.5%), dan yoga (3.8%). Kata Kunci: terapi komplementer, pelayanan kebidanan, bidan praktek mandiri.

ANALISIS PENGARUH ASPEK HUKUM, PERAN BIDAN DAN HAK ANAK TERHADAP PRAKTIK PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI KABUPATEN KLATEN

Interest : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5, No 1 (2016): Interest : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Interest : Jurnal Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.285 KB)

Abstract

Abstract: Legal Aspects, The Role Of Midwife, The Rights Of Children, Exclusive Breastfeeding. The purpose of this study is to analyze the influence of the legal aspects, the role of the midwife and the right of children on exclusive breastfeeding practice. This type of research is analytical study with cross-sectional research design. An estimated 1,000 Mothers with infants aged 0-12 months in the Klaten district with 30% of the sample population, it’s about 300 people. The sampling technique used cluster random sampling. Analysis of the data used by the statistical test Chi-Square and logistic regression. Results: 1) legal aspect of regulation Exclusive Breastfeeding is significantly affect the exclusive breastfeeding practice, p 0.000 (P <0.05); X2: 23.5; RP: 1.80 and 95% CI: 1:40 to 2:31; 2) the role of the midwife in exclusive breastfeeding practice showed a significant effect, p 0.001 (P <0.05); X2: 11.9; RP: 1:52 and 95% CI: 1.22-1.89, and; 3) the right of the child to exclusive breastfeeding practice showed a significant effect, p 0.000 (P <0.05); X2: 32.3; RP: 2:07 and 95% CI: 1.55-2.66.

PERBEDAAN EFEKTIVITAS EKSTRAK JAHE DENGAN EKSTRAK KUNYIT DALAM MENGURANGI NYERI DISMENORHEA PRIMER PADA MAHASISWI DI ASRAMA JURUSAN KEBIDANAN POLTEKKES SURAKARTA

Interest : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5, No 2 (2016): Interest : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Interest : Jurnal Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.877 KB)

Abstract

Abstract: Dysmenorrhoea, Ginger, Turmeric. The aim of this study was to determine differences of the effectiveness of ginger extract with turmeric extract on reducing pain in primary dysmenorrhoea on dormitory student at Midwifery Department of Health Polytechnic of Surakarta. The design of this research is experimental design, with true experimental approach, using a pretest-posttes control group design. Criteria sampling is purposive random sampling, a total sample of 60 respondents (55% of the population, nomogram Harry King Samples), divided into three equal groups: ginger extract treatment group, turmeric extract treatment group, and placebo group. Each group consist of 20 respondents. Results: the data was in normal distribution, the total number of respondents at the end of the study was 56 respondents (ginger extract treatment=19, turmeric extract treatment= 19, and placebo=18). There are differences in the effectiveness of ginger extract with turmeric extract in reducing pain in primary dysmenorrhoea on dormitory student at Midwifery Department of Health Polytechnic of Surakarta (p-value=0.04 <0.05). Extracts of ginger is more effective in reducing menstrual pain than turmeric extract (t-test = 9.690> 4.802).Keywords: Dysmenorrhoea, Ginger, Turmeric.

PENGARUH TEKNIK AKUPRESSURE TERHADAP NYERI PUNGGUNG PADA IBU HAMIL DI WILAYAH PUSKESMAS JOGONALAN I KLATEN

JURNAL KEBIDANAN DAN KESEHATAN TRADISIONAL Vol 3, No 1 (2018): JURNAL KEBIDANAN DAN KESEHATAN TRADISIONAL
Publisher : JURNAL KEBIDANAN DAN KESEHATAN TRADISIONAL

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.844 KB)

Abstract

Abstract: Acupressure, Back Pain, Pregnancy. Acupressure is effective to relieve back pain in Meridian point. Acupressure technique is done to help pregnant women in relieving complaints in pregnancy such as nausea and vomiting. In labour process, this technique can be an induction of labor, and can reduce anxiety. The purpose is to know the influence of acupressure technique to relieve back pain for pregnant women in Puskesmas Jogonalan I area of Klaten. Research is pre experimental design with one group pretest posttest approach. The population is all pregnant women in Puskesmas Jogonalan I area of Klaten. The population target is all third trimester of pregnant women in Puskesmas Jogonalan I area of Klaten. Technique sampling is purposive sampling with 30 peopole, ang using t-test data analysis. The characteristics of respondents showed that most of them are 20-35 years old, their gestational age are 31-37 weeks, their occupation are housewives, and most of them have 2-3 children. Degree of back pain in pregnant women before acupressure as many as 21 people (70%) are in severe pain. Degree of back pain in pregnant women after given acupressure as many as 24 people (80%) are in mild pain. There is influence of acupressure technique to relieve back pain for pregnant women in Puskesmas Jogonalan I area of Klaten (t = 9,893; p=0,001<0,05).  Keywords: Acupressure, Back Pain, Pregnancy.

THE APLICATION OF ROLE PLAY METHOD TO INCREASE PARTICIPATION OF STUDENTS IN LEARNING MANAGEMENT OF MIDWIFERY AT DIPLOMA-III OF MIDWIFERY STUDENTS

Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI JUNI 2015, TH. XXXIV, NO. 2
Publisher : LPPMP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.284 KB)

Abstract

Abstract: In order to improve the achievement of learning objectives, we need a method of learning which can encourage the participation of students. Role play is a learning method that can increase student participation. The aims of this study is to determine the increase of student’s participation in learning midwifery management using role-play method. Type of this research is a classroom action research, consisting of two cycles with phases: planning, implementation, observation, and reflection. There was an increase in student participation, judged by an increase in the percentage of each indicator, including student attendance for the planning of the first cycle to the second cycle of (25%), where as the planning, implementation and process of discussion (10%). In the process of implementation of role-play consists of planning and implementation, increased participation from the first cycle to the second cycle, the average amount (35%). Furthermore, motivation of the students, also increased from the first cycle to the second cycle, with an average of each indicator by (15%). Keyword: role play method, participation, midwifery students PENERAPAN METODE ROLE PLAY UNTUK MENINGKATKAN PARTISIPASI MAHASISWA DALAM PEMBELAJARAN MANAJEMEN KEBIDANAN PADA MAHASISWA DIII KEBIDANAN Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan partisipasi mahasiswa pada pembelajaran manajemen kebidanan dengan menggunakan metode role play. Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri atas dua siklus dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Terdapat peningkatan partisipasi mahasiswa terhadap indikator kehadiran serta pelaksanaan dan diskusi. Proses pelaksanaan role play untuk masalah aktual yang berkaitan dengan mahasiswa, masalah problematik, dan pemecahan masalah terdapat peningkatan tajam (100%), juga sarana dan prasarana. Peningkatan dari siklus I ke siklus II juga meliputi persiapan naskah cerita, kecocokan pemeran efektivitas perilaku, penghayatan, dan pemeranan sesuai dialog. Selain itu, peningkatan juga terlihat pada hasil usaha untuk motivasi mahasiswa agar lebih memperhatikan, mencatat hal-hal penting, dan mau mengemukakan pendapat. Di pihak lain, mahasiswa yang hanya melamun dan sibuk sendiri mengalami penurunan. Kata Kunci: metode role play, partisipasi, manajemen kebidanan