Ahmad Syarifin, Ahmad
STAI YPI Al Ikhlas Painan

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

KUASO BETINO RIMBO : Potret Perempuan dalam Keluarga Rimba Syarifin, Ahmad
Kafa`ah: Journal of Gender Studies Vol 4, No 2 (2014)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/jk.v4i2.97

Abstract

The relation between masculinity and femininity in the jungle family has a vital position. In inheritance case, a divorce, either life or death, causes several rights that belong to women such as child custody, property split (community or separate property. This nature resource inheritance status covers an ownership, utilization, and distribution for example in agricultural or hunted resource. However, social changes affect female (batino) role in a domestic field. She takes care not only for women responsibilities such as child care, household task, cooking and serving the husband, but also takes care of men’s responsibilities  such  as  providing  water  from  the  river,  collecting wood, farming and other activities that men should do.  Keywords: power, women, and jungle familyCopyright © 2014 by Kafa`ah All right reservedDOI : 10.15548/jk.v4i2.97
Membangun Keberdayaan Perempuan Single Parent di Batu Hampa Kabupaten Pesisir Selatan Hakim, Lukmanul; Syarifin, Ahmad; Sanusi, Ihsan; Meria, Aziza
Kafa`ah: Journal of Gender Studies Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : State Institute for Islamic Studies Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/jk.v8i2.220

Abstract

This article is to describe and analyze the aspirations and needs of single parent women in the context of empowerment through religious education and entrepreneurship and to analyze patterns of empowering entrepreneurial religious education that are relevant for single parents. This research was conducted by using  Participatory Action Research (PAR). The techniques include: transects, interviews and Focus Group Discussion (FGD). Factors that cause the low management and utilization  in Batu Hampa Village are: economic factors - limited capital, and intermediary factors that facilitate and allow the rooted inability of single parent women and Low Human Resources of single parent women.
BAGAIMANA MANAJEMEN KURIKULUM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DI RA AL-HAQ PEMATANG GUBERNUR KOTA BENGKULU sarinah, sarinah; Febrini, Dini; Syarifin, Ahmad
Al-Fitrah Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (777.42 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perencanaan, pelaksanaan, pengorganisasian, pengawasan, dan evaluasi kurikulum pendiikan anak usia dini dan mengetahui masalah apa saja yang dihadapi dalam perencanaan, pelaksanaan, pengorganisasian, pengawasan, dan evaluasi kurikulum pendidikan anak usia dini. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif guna memperoleh informasi-informasi terkait manajemen kurikulum. Subjek dalam penelitian ini yaitu yayasan, kepala sekolah, tata usaha, dan guru. Teknik pengumpulan data yaitu dengan melakukan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Manajemen kurikulum adalah seperangkat rencana dan pembelajaran yang mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman kegiatan pembelajaran.kurikulum disusun untuk mewujudkan tujuan pendidikan yang harus dicapai serta pengalaman belajar yang harus didaptakan oleh peserta didik. Kurikulum yang diterapkan di RA AL-HAQ yaitu kurikulum 2013, dimana pendidikan dalam mengelola kurikulum 2013 dengan memprioritaskan kebutuhan dan ketercapaian sasaran dalam visi misi dan tujuan serta kebijakan nasional yang telah ditetapkan. Manajemen kurikulum di RA AL-HAQ meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengorganisasian, pengawasan, dan evaluasi kurikulum yang bertujuan agar seluruh kegiatan pembelajaran dapat terlaksana dengan baik dan mencapai tujuan yang diharapkan. Sehebat apapun guru dalam menguasai ilmu, jika tidak didukung oleh sarana prasarana yang memadai maka hasil yang diharapkan tidak tercapai dengan maksimum, maka dari itu hal ini sangat menunjang tercapainya tujuan yang telah ditetapkan dalam kurikulum. Kata Kunci: Manajemen, Kurikulum, Pendidikan Anak Usia Dini
KESULITAN ANAK USIA DINI DALAM BERINTERAKSI SOSIAL DI TK NEGERI 09 BENGKULU SELATAN Oktari, Puspita Ria; Nurlaili, Nurlaili; Syarifin, Ahmad
Al Fitrah: Journal Of Early Childhood Islamic Education Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.027 KB) | DOI: 10.29300/alfitrah.v3i1.2282

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya kesulitan anak dalam berinteraksi sosial. Hal ini dapat dilihat dari siswa yang memiliki perilaku masih suka menyendiri, tidak bisa mengendalikan tindakakan dan perasaannya, tidak mau berbagi, serta belum mau bekerja sama. Dari berbagai perilaku anak tersebut diketahui ada anak yang masih suka menyendiri, tidak bisa mengendalikan tindakan dan perasaannya dengan wajar saat bermain, ada yang tidak mau berbagi, serta tidak mau bekerjasama. Hal itu sebenarnya tidak perlu terjadi apabila interaksi teman sebaya dapat diterapkan dengan baik agar perilaku sosial anak selalu terpelihara Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana kesulitan anak usia dini dalam berinteraksi sosial di TK Negeri 09 Bengkulu Selatan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui bagaimana kesulitan anak usia dini dalam berinteraksi sosial di TK Negeri 09 Bengkulu Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Hasil penelitian disimpulkan bahwa kegiatan bermain pada anak di TK Negeri 09 Bengkulu Selatan menekankan pada peranannya dalam kemampuan interaksi sosial anak, karena kemampuan ini berperan penting bagi pekembangan anak. Dalam mengikuti pembelajaran ada kesulitan anak dalam berinteraksi sosial diantaranya yaitu kurang peduli dan lebih suka sendirian, sesekali mau berinteraksi dengan teman-temannya namun hanya sebatas teman yang berada disebelahnya, kurang percaya diri dalam berinteraksi dengan teman-temannya dan cenderung kurang berani untuk berbicara langsung. Sedangkan untuk minat tertahan karena mereka kurang berani untuk berinteraksi dan cenderung takut. Faktor yang mempengaruhi kesulitan anak dalam berinteraksi sosial ini yaitu adalah perbedaan umur, kurangnya rasa percaya diri dan keberanian anak serta minat meskipun tidak berperan besar. Kata Kunci: Kesulitan, Anak Usia Dini, Berinteraksi Sosial