Sunarlan Sunarlan, Sunarlan
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

KONFLIK INTERNAL PDI PERJUANGAN TAHUN 2005-2009 (INTERNAL CONFLICT PDI PERJUANGAN 2005-2009) Faisol, Ahmad; Sunarlan, Sunarlan; Krisnadi, IG.
Publika Budaya Vol 3, No 1 (2015): Maret
Publisher : Publika Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas konflik internal PDI Perjuangan saat pelaksanaan Kongres II di Bali tahun 2005. Permasalahan yang dikaji dalam artikel ini menyangkut beberapa faktor penyebab konflik internal, proses konflik antara PDI Perjuangan dengan Gerakan Pembaharuan serta dampak yang ditimbulkan dari terbentuknya PDP terhadap hasil perolehan suara PDI Perjuangan pada Pemilu 2009. Sumber penulisan yang menjadi dasar pembahasan dalam artikel ini berasal dari buku bacaan, surat kabar serta hasil wawancara dengan sumber primer dan sekunder.Setelah gagal menuntut hasil Kongres II, Gerakan Pembaharuan PDI Perjuangan membentuk PDP untuk bersaing di Pemilu 2009, namun hanya memperoleh kurang dari 1% suara. Selain itu PDI Perjuangan juga mengalami penurunan suara, bahkan tidak mempu mengusung Megawati kembali sebagai presiden. Artikel ini menunjukkan bahwa keberadaan oligarki politik berdampak pada proses konflik internal yang berakibat pada perpecahan partai dan kemerosotan suara hasil pemilu. Kata kunci: Oligarki, konflik, perpecahan. ABSTRACT This article discusses the internal conflict of PDI Perjuangan during the implementation of Congres II in Bali, 2005. The problems investigated in this article are: factors causing internal conflict, the conflict process between PDI Perjuangan with Gerakan Pembaharuan as well as the impact of PDP formation on the voting results of PDI Perjuangan in the 2009 election. The sources which become the basis of discussion are books, newspapers and interview results with primary and secondary sources. After failing to prosecute the results of Congres II, Gerakan Pembaharuan PDI Perjuangan formed PDP to compete in the 2009 election, but only gaining less than 1% of the voters. In addition, PDI Perjuangan also got a decreasing number of voters and was unable to promote Megawati as a president once more. This article showed that the existence of a political oligarchy had impact on the process of internal conflict that caused the disintegration of the party the decline in number of voters in the election. Keyword: Oligarchy, conflict, disintegration
The synergy of marine fishing and the eco-tourism sector as the solution in resolving poverty of fishermen Sunarlan, Sunarlan; Kusnadi, Kusnadi
Masyarakat, Kebudayaan dan Politik Vol 31, No 2 (2018): Masyarakat, Kebudayaan dan Politik
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mkp.V31I22018.166-175

Abstract

The socio-economic condition of the traditional fishermen in Blimbingsari Village is considered to be less than the optimum. This problem has happened due to the diminishing revenue from fishing activities. The opportunity to work in the off-fishing sectors available are also limited, thus this creates a problem for thefishermen when it comes to earning an additional income. The objective of this article is to explore the alternative economic resources’ potential, with the aim of increasing the fishermen's revenue, to overcome poverty, and to improve their welfare. This study used a qualitative method to analyse the data. The results of the study reveal that the diminishing revenue of the fishermen is caused by the scarcity of the fishery resources, the unstable weather conditions that affect the ability to sail, and the limited seafaring coverage. On the other hand, the marine eco-tourism sector may have the opportunity to assist in the improvement of the business diversification of fishing. Although the marine eco-tourism sector is running at a limited capacity, this sector is able to accommodate the development of tourism services. The fishermen's family members are able to be involved in their business activities. For instance, by becoming a helper in the fish stall business or even having the chance to establish their own business. The need for a fish supply for the fish stall business can be obtained from the local fishermen. Therefore, a mutual synergy between the eco-tourism and fishing sectors can be created by involving village-owned business, particularly when it comes to organising the local economic potential. This synergy can provide the chance to develop economic opportunities at a wider range. The rearrangement of the coastal area is also necessary to provide an opportunity for the local people to participate in coastal-based economic activities.
KONFLIK INTERNAL PDI PERJUANGAN TAHUN 2005-2009 (INTERNAL CONFLICT PDI PERJUANGAN 2005-2009) Faisol, Ahmad; Sunarlan, Sunarlan; Krisnadi, IG.
Publika Budaya Vol 3 No 1 (2015): Maret
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas konflik internal PDI Perjuangan saat pelaksanaan Kongres II di Bali tahun 2005. Permasalahan yang dikaji dalam artikel ini menyangkut beberapa faktor penyebab konflik internal, proses konflik antara PDI Perjuangan dengan Gerakan Pembaharuan serta dampak yang ditimbulkan dari terbentuknya PDP terhadap hasil perolehan suara PDI Perjuangan pada Pemilu 2009. Sumber penulisan yang menjadi dasar pembahasan dalam artikel ini berasal dari buku bacaan, surat kabar serta hasil wawancara dengan sumber primer dan sekunder.Setelah gagal menuntut hasil Kongres II, Gerakan Pembaharuan PDI Perjuangan membentuk PDP untuk bersaing di Pemilu 2009, namun hanya memperoleh kurang dari 1% suara. Selain itu PDI Perjuangan juga mengalami penurunan suara, bahkan tidak mempu mengusung Megawati kembali sebagai presiden. Artikel ini menunjukkan bahwa keberadaan oligarki politik berdampak pada proses konflik internal yang berakibat pada perpecahan partai dan kemerosotan suara hasil pemilu. Kata kunci: Oligarki, konflik, perpecahan. ABSTRACT This article discusses the internal conflict of PDI Perjuangan during the implementation of Congres II in Bali, 2005. The problems investigated in this article are: factors causing internal conflict, the conflict process between PDI Perjuangan with Gerakan Pembaharuan as well as the impact of PDP formation on the voting results of PDI Perjuangan in the 2009 election. The sources which become the basis of discussion are books, newspapers and interview results with primary and secondary sources. After failing to prosecute the results of Congres II, Gerakan Pembaharuan PDI Perjuangan formed PDP to compete in the 2009 election, but only gaining less than 1% of the voters. In addition, PDI Perjuangan also got a decreasing number of voters and was unable to promote Megawati as a president once more. This article showed that the existence of a political oligarchy had impact on the process of internal conflict that caused the disintegration of the party the decline in number of voters in the election. Keyword: Oligarchy, conflict, disintegration
MEMBACA “KUASA” TROMPET MASJARAKAT DI SURABAYA TAHUN 1947-1965 Wijanarko, Frendy; Krisnadi, Krisnadi; Sunarlan, Sunarlan
Publika Budaya Vol 5 No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakSurat kabar Trompet Masjarakat memiliki peranan penting dalam sejarah perkembangan pers di Indonesia. Istilah ?kaum kecil? yang selalu digunakan dalam tajuk berita menjadikannya sangat menarik untuk dibahas lebih mendalam. Penelitian ini bertujuan memahami kebijakan pemerintahan Soekarno pada surat kabar Trompet Masjarakat Tahun 1947-1965 dengan menggunakan pendekatan Sosiologi Politik. Rumusan penelitian ini sebagai berikut: (1) Bagaimana sejarah kelahiran surat kabar Trompet Masjarakat di Surabaya? (2) Bagaimana kebijakan Soekarno di dalam surat kabar Trompet Masjarakat? (3) Bagaimana dampak pemberedelan surat kabar Trompet Masjarakat pada tahun 1965 terhadap redaksi? Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan tahapan sebagai berikut: pemilihan topik, pengumpulan sumber (heuristik), kritik, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa surat kabar Terompet membawa suara kaum ?Republikein? untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Setiap penerbitan mengandung kebijakan Soekarno yang diletakkan pada halaman pertama. Redaksi juga memperlihatkan kebijakan dari Soekarno secara serial dan selalu mendukung untuk melawan pihak yang tidak mendukungnya. Surat kabar Trompet Masjarakat dilarang terbit pasca-Tragedi G30S 1965. Redaksi surat kabar Trompet Masjarakat ditangkap dengan tuduhan ikut serta mendukung Tragedi G30S 1965.