Diah Gusrayani, Diah
Department of English Education, Indonesia University of Education, Indonesia

Published : 37 Documents
Articles

Found 37 Documents
Search

PENGARUH MODEL VISUAL, AUDITORY, DAN KINESTHETIC (VAK) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI SIFAT-SIFAT CAHAYA Alditia, Ade Yayang Tri; Gusrayani, Diah; Panjaitan, Regina Lichteria
Jurnal Pena Ilmiah Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Pena Ilmiah
Publisher : Jurnal Pena Ilmiah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.065 KB)

Abstract

Berdasarkan pengamatan di lapangan, rendahnya hasil belajar siswa disebabkan oleh pembelajaran di kelas masih teacher-centered, dan karakteristik siswa dalam memahami materi pelajaran itu berbeda-beda. Berangkat dari permasalahan tersebut, dipilih model Visual, Auditory, dan Kinesthetic (VAK). Desain penelitian ini berupa eksperimen murni dengan sampelnya siswa kelas V SDN Paseh 2 dan SDN Legok 1. Instrumen yang digunakan adalah soal tes hasil belajar, lembar observasi kinerja guru dan aktivitas siswa, angket respon siswa, dan catatan lapangan. Hasil uji perbedaan rata-rata menunjukkan  terdapat perbedaan rata-rata nilai post test di kelas eksperimen dengan rata-rata nilai post test di kelas kontrol. Simpulannya adalah model VAK lebih baik secara signifikan daripada pembelajaran konvensional dalam meningkatkan hasil belajar.Adapun faktor yang mendukung pembelajaran IPA dengan menggunakan model VAK adalah guru memiliki kreativitas yang optimal dalam pembelajaran. Sedangkan faktor penghambat adalah siswa gaduh pada saat pembelajaran.Kata Kunci : Model Visual, Auditory, dan Kinestethic (VAK), materi sifat-sifat Cahaya.
LEARNING TASKS’ WHAT AND HOW: PERSPEKTIF DOSEN DAN MAHASISWA MENGENAI TUGAS PEMBELAJARAN Gusrayani, Diah
Mimbar Sekolah Dasar Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Sumedang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan untuk merancang tugas belajar otentik dan bermakna adalah salah satu dari ribuan prasyarat guru. Temuan menunjukkan bahwa guru sekolah dasar tidak dapat dapat merancang dan menerapkan tugas-tugas yang bermakna dalam dan setelah waktu mengajar. UPI PGSD sebagai lembaga yang mempersiapkan guru SD seharusnya lebih memperhatikan hal ini. Kurikulum yang dibuat selayaknya menggambarkan apa yang menjadi kebutuhan guru sekolah dasar terutama yang berhubungan dengan pemberian tugas. Objek penelitian ini terdiri dari 126 mahasiswa dan 28 dosen. Mereka diberi kuesioner mengenai: 1) bagaimana mahasiswa dan dosen mempersepsikan tugas belajar? 2) bagaimana siswa dan guru peran dalam mengumpulkan data untuk tugas-tugas belajar? 3) apakah tugas telah dirancang untuk memenuhi standar tugas otentik? 4) bagaimana dosen dan mahasiswa merasakan umpan balik untuk tugas-tugas belajar mereka? Hasilnya menunjukkan bahwa persepsi mahasiswa dan dosen terhadap tugas-tugas belajar mempengaruhi bagaimana mereka bersikap terhadap hal itu.
Optimalisasi Teori Vygotsky Melalui Media Kartu Frase untuk Menanamkan Bagian Sederhana Kalimat Bahasa Inggris Gusrayani, Diah
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 6, No 2: Juli 2014
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mengajar bahasa banyak dipahami sebagai mengajar tentang bahasa itu sendiri, bukan tentang fungsinya atau dalam konteks apa bahasa digunakan. Guru banyak yang gagal mengkontekstualkan bahasa, atau lebih khususnya dalam konteks pelajaran bahasa Inggris di SD kelas rendah, kata-kata yang diperkenalkan pada siswa. Perkara mengajar bahasa di usia tersebut yang berkisar pada cara menulis, mengucapkan dan memahami artinya, menjadi abstrak dirasakan siswa karena guru jarang menggunakan media dan atau strategi mengajar yang baik dan efektif. Bahasa Inggris yang memiliki pola terbalik dalam penyusunan kata menjadi frase, ini pun menjadi masalah tersendiri. Konsep yang abstrak harus bisa dipahami secara konkret, apalagi ketika konsep ini dirasa sangat baru oleh siswa. Makalah ini memaparkan satu jenis media yang bisa menjembatani verbalisme guru dalam menjelaskan frase dalam bahasa Inggris pada siswa kelas rendah (1, 2, 3) yang baru mengenal bentuk dan struktur bahasa ini. Media kartu frase (phrase card) ini memiliki ukuran yang bebas dan bisa beragam, berisikan tulisan yang jelas dibaca dari jarak jauh, dan warna serta tata letak yang eye-catching. Pembuatan media ini telah dilakukan oleh 30 guru SD di Kabupaten Sumedang serta diujicobakan di kelaskelasnya. Hasilnya, pemahaman siswa terhadap makna dan tertib susunan frase tersebut melesat signifikan. Bantuan orang dewasa dalam memperkuat pemahaman siswa dengan melibatkan siswa itu sendiri dalam mengkonstruksi pemahamannya inilah yang direkomendasikan Vygotsky dalam teorinya
DEVELOPING STUDENTS’ KNOWLEDGE FROM THE RESULTS OF SCAFFOLDING IN ENGLISH TEACHING Gusrayani, Diah
English Review: Journal of English Education Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : University of Kuningan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Some issues of the difficulties of teaching English in Indonesia have significantly revealed and analyzed by some researchers (Nurweni, 1997; Moedjito and Harumi, 2008) and the issues have provoked some studies to anchor several solutions for teachers to consider (Supriadi and Hoogenboom, 2004; Thalal, 2010). In Indonesia, the issue has also been thoroughly investigated. This paper attempts to reveal the problems of teaching English experienced by 2 junior high school teachers in Sumedang along with the alternative solution namely scaffolding concept which has been widely investigated and believed as appropriate tool mediation for children to learn English with particular difficulties hampered: culture, teachers’ background, quantity and quality of teaching and similar causes (Vygotsky, 1962; Tudge, 1992; Stone, 1998; Kong, 2002; Donovan and Smolkin, 2002). This concept of scaffolding is considered in this research as a bridge to a better understanding of the requirements of curriculum 2013 that students have to possess knowledge (K3) specifically factual, conceptual and procedural knowledge having experienced the learning. As students are conditioned to achieve these skills: remembering, understanding, implementing, analyzing, synthesizing, evaluating and producing, at that pinpoint the presence of scaffolding concept in English teaching is an inevitable strategy to be applied.  Keywords: scaffolding, students’ knowledge (K3), curriculum 2013, tool mediation, metacognitive. 
LEARNING TASKS’ WHAT AND HOW: PERSPEKTIF DOSEN DAN MAHASISWA MENGENAI TUGAS PEMBELAJARAN Gusrayani, Diah
Mimbar Sekolah Dasar Vol 2, No 1 (2015): April
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.961 KB)

Abstract

The ability to design authentic and meaningful learning task is one of thousands preconditions of teachers. Findings shown that elementary school teachers could not be able to design and apply meaningful tasks in and after the teaching time (Rohayati, 2007; Hamzah, 2009; Budimansyah; 2009). PGSD UPI as one of the institutions preparing elementary teachers to be should concern more on this condition. The curriculum designed here should reflect the needs of elementary school teachers to be especially their needs of realizing the goals and objectives that have been established previously by the institution, and how they are reflected through learning tasks in the classroom, especially the classroom for these teachers to be in PGSD Kampus Sumedang. Therefore, the research selects participants from that site, 126 students and 28 lecturers. They were given questionnaires designed in line with three research questions: 1) how do students and lecturers perceive learning tasks? 2) how are students’ and teachers’ roles in collecting the data for learning tasks? 3) has the learning tasks thus far been designed to meet the standardized of authentic tasks? 4) how lecturers and students perceive feedback for their learning tasks? The result shows that the perception of students and lecturers toward learning tasks influence how they behave toward it, hence, if once it has been found misperceived, the construction is need of revisiting.Keywords: learning task, feedback, authentic task, goals, objectives.
Nilai Karakter Pada Permainan Tradisional: Penelitian Etnografi Pada Komunitas Hong Kota Bandung Listiani, Syarifah; Julia, J.; Gusrayani, Diah
Jurnal Pena Ilmiah Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Pena Ilmiah
Publisher : Jurnal Pena Ilmiah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan menjadi faktor yang penting dalam pembentukan karakter anak. Salahsatu cara dalam membentuk karakter anak dapat dilakukan melalui permainan tradisional. Penelitian ini mengambil subjek penelitian dari anak-anak usia sekolah dasar yang berkunjung ke Komunitas Hong Kota Bandung. Sedangkan, objek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah permainan tradisional di Komunitas Hong Kota Bandung. Penelitian ini menunjukkan nilai yang terdapat pada permainan petak umpet, tetemute, congklak, paciwit-ciwit lutung, sasalimpetan, bebentengan, huhuian, bal-balan, bedil karet, lempar karet, bedil jepret, gangsing, kukuyaan, dan perepet jengkol. Pada permainan tersebut terdapat lima nilai karakter, yaitu nilai karakter religius, nasionalis, integritas, mandiri, dan gotong royong. Permainan tradisional memiliki aturan-aturan dalam bermain yang dapat membangun karakter pada anak. Dengan demikian, jenis permainan yang dapat membangun karakter anak sekolah dasar adalah permainan yang mengandung eksploratif, energik, kemahiran, sosial, dan imajinatif.
Analisis Pembelajaran Menggambar di Ananda Visual Art School pada Kelompok Anak Usia Sekolah Dasar Hidayat, Vannie Mutiah; Julia, J.; Gusrayani, Diah
Jurnal Pena Ilmiah Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Pena Ilmiah
Publisher : Jurnal Pena Ilmiah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kreativitas dinilai sangat penting untuk dikembangkan pada anak usia sekolah dasar, yang salahsatunya melalui pembelajaran menggambar, karena pada usia tersebut anak memiliki pola pikir dan imajinasi yang luas. Namun perlu adanya kesesuaian pembelajaran yang dilakukan dengan tahapan perkembangan anak, sebab hal ini akan berdampak pada tercapai atau tidaknya tujuan pembelajaran dalam mengembangkan kreativitas anak tersebut. Oleh karenanya, penelitian ini dilakukan pada sanggar AVAS yang dinilai sudah mampu menunjukan kualitas pembelajaran yang baik, dengan tujuan untuk mengetahui kesesuaian pembelajaran menggambarnya dengan tahapan perkembangan menggambar anak. Adapun penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif, desain studi kasus, yang kemudian diperkuat oleh hasil wawancara dan observasi, sehingga didapatkan temuan yang menyebutkan adanya kesesuaian pembelajaran menggambar di AVAS dengan tahapan perkembangan menggambar anak. Hal ini dibuktikan dengan semakin berkembangnya kreativitas anak, yang terlihat dari banyaknya perlombaan yang dimenangkan baik di dalam atau pun di luar negeri.
PENGARUH LEARNING START WITH QUESTIONS TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA SD PADA MATERI CERMIN Mariyana, Gina; Gusrayani, Diah; Panjaitan, Regina Lichteria
Jurnal Pena Ilmiah Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Pena Ilmiah
Publisher : Jurnal Pena Ilmiah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (680.436 KB)

Abstract

The reserach based on to know chritical thingking skill of high, middle, dan low group student through learning start with questions. The sample of this research is V class student of 95 students from Margamukti Elementary School, Mandalaherang Elementary Scholl I, adn Mandalaherang Elementary School II. The method used is pre-experimental and one-group-pretest-posttest design wth the same treatment from three schools. Instrumen used on the research is KAIPA test chritical thinking skills test, teacher performance observation, student activity observation, and questionnaire. Result of research using significance level  showed that each group can improve chritical thingking skill with learning start with questions. The results showed that high group chritical thinking skill with is better than middle and low group, and middle group chritical thinking skills is better than low group
PENGGUNAAN MEDIA KUARTET CERDAS UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV Syaripudin, Asep; Gusrayani, Diah; Hanifah, Nurdinah
Jurnal Pena Ilmiah Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Pena Ilmiah
Publisher : Jurnal Pena Ilmiah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (865.103 KB)

Abstract

The result of study at fourth grade in SDN 2 Sadapaingan, Ciamis to the matter of distribution natural resources at region is still low. It was because of learning process did not use media. One of solution to solve problem is used media as “Kuartet Cerdas” for improve of students school grades. The research uses the methodology of action grade folks by Kemmis and MC. Taggart. From preliminary data study result of students from 19 people just seven people (37%) completed in archived a score of above 70 as KKM, the standard proportion for completing the material. On the cycle I students who completed about 11 people (58%), cycles II students who completed 14 people (74%), and the cycle III students who completed 16 people (84%). The act of buttoning that “Kuartet Cerdas” media can improve outcomes in the subject matter distribution IPS natural resources at the region nation.
STRATEGIIPEMBELAJARANPINKUIRIIUNTUKKMENINGKATKANN KEMAMPUANNBERPIKIRRKRITISSDAN KEMANDIRIAN BELAJARRSISWA Darusman, Hera Haerunisa; Gusrayani, Diah
Jurnal Pena Ilmiah Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Pena Ilmiah
Publisher : Jurnal Pena Ilmiah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (828.204 KB)

Abstract

Thissresearch aimssto knowwtheeincreased critical thinking abilityyand independence studentt learningg by using inquiryylearninggstrategies,  tooknowwtheddifference increase in theeabilityoof critical thinking and independence student learning from the class that uses inquiry learning strategies with the use of conventional learning. Method usediissnon-equivalentccontrolggroup design. Theppopulationiintthis study are studentoofffiveegradeelementaryyschool from Pamulihan districts. The selected sample  were students of class VAAasstheeexperimental class anddstudents of classsVB asstheecontrol class at SDN Sukalilah. Instruments used is test critical thinking ability, question form independence study, observation sheet performance teacher and student activities, anecdotal records, and interview. Research results indicates that the increased in the ability of critical thinkinggand independence studenttlearningbbyuusingginquiry learning strategies. There is an increasing difference in the ability of critical thinking from the class that uses inquiry learning strategies with the use of conventional learning. There is no difference in the increase independence student learning from the class that uses inquiry learning strategies with the use of conventional learning.