p-Index From 2014 - 2019
2.286
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Semantik FON
Asep Jejen Jaelani, Asep Jejen
Unknown Affiliation

Published : 18 Documents
Articles

Found 18 Documents
Search

PERBANDINGAN SK DAN KD DALAM STANDAR ISI KURIKULUM 2006 DENGAN KI DAN KD DALAM STANDAR ISI KURIKULUM 2013 MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA SMP KELAS VIII DILIHAT DARI TAKSONOMI TUJUAN PEMBELAJARAN, CAKUPAN ILMU KETERAMPILAN BERBAHASA, ILMU KEBAHASAAN, DAN ILMU KESASTRAAN Sugiantomas, Aan; Jaelani, Asep Jejen; Handiyanti, Lia
FON : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9, No 2 (2016): JURNAL FON
Publisher : Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Judul penelitian ini adalahperbandingan SK dan KD dalam standar isi kurikulum 2006 dengan KI dan KD dalam standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran Bahasa Indonesia SMP kelas VIII dilihat dari taksonomi tujuan pembelajaran, keterampilan berbahasa, ilmu kebahasaan dan ilmu kesastraan. Rumusan masalah: 1) bagaimanakah taksonomi tujuan pembelajaran pada SK dan KD dalam standar isi kurikulum 2006 mata pelajaran bahasa Indonesia SMP kelas VIII?; 2) bagaimanakah taksonomi tujuan pembelajaran pada KI dan KD dalam standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SMP kelas VIII?; 3) bagaimanakah perbandingan taksonomi tujuan pembelajaran pada SK dan KD dalam standar isi kurikulum 2006 dengan KI dan KD dalam standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SMP kelas VIII?; 4) bagaimanakah cakupan ilmu keterampilan berbahasa pada KI dan KD dalam standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SMP kelas VIII?; 5) bagaimanakah perbandingan antara SK dan KD dalam standar isi kurikulum 2006 dengan KI dan KD dalam standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SMP kelas VIII dilihat dari cakupan ilmu keterampilan berbahasa?; 6) bagaimanakah cakupan ilmu kebahasaan pada KI dan KD dalam standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SMP kelas VIII?;7) bagaimanakah perbandingan antara SK dan KD dalam standar isi kurikulum 2006 dengan KI dan KD dalam standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SMP kelas VIII dilihat dari cakupan ilmu kebahasaan?; 8) bagaimanakah cakupan ilmu kesastraan pada KI dan KD dalam standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SMP kelas VIII?; 9) bagaimanakah perbandingan antara SK dan KD dalam standar isi kurikulum 2006 dengan KI dan KD dalam standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SMP kelas VIII dilihat dari cakupan ilmu kesastraan?.Tujuan penelitian:1) ingin mengetahui taksonomi tujuan pembelajaran pada SK dan KD dalam standar isi kurikulum 2006 mata pelajaran bahasa Indonesia SMP kelas VIII.; 2) ingin mengetahui taksonomi tujuan pembelajaran pada KI dan KD dalam standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SMP kelas VIII.; 3) ingin mengetahui perbandingan taksonomi tujuan pembelajaran pada SK dan KD dalam standar isi kurikulum 2006 dengan KI dan KD dalam standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SMP kelas VIII.; 4) ingin mengetahui cakupan ilmu keterampilan berbahasa pada KI dan KD dalam standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SMP kelas VIII.; 5) ingin mengetahui perbandingan antara SK dan KD dalam standar isi kurikulum 2006 dengan KI dan KD dalam standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SMP kelas VIII dilihat dari cakupan ilmu keterampilan berbahasa.; 6) ingin mengetahui cakupan ilmu kebahasaan pada KI dan KD dalam standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SMP kelas VIII.; 7) ingin mengetahui perbandingan antara SK dan KD dalam standar isi kurikulum 2006 dengan KI dan KD dalam standar isi kurikulum 2013 mata2pelajaran bahasa Indonesia SMP kelas VIII dilihat dari cakupan ilmu kebahasaan.; 8) ingin mengetahui cakupan ilmu kesastraan pada KI dan KD dalam standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SMP kelas VIII.; 9) ingin mengetahui perbandingan antara SK dan KD dalam standar isi kurikulum 2006 dengan KI dan KD dalam standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SMP kelas VIII dilihat dari cakupan ilmu kesastraan. Metode: deskriptif analitis.Simpulan: 1)Taksonomi tujuan pembelajaran yang mencakup dalam SK dan KD standar isi kurikulum 2006 mata pelajaran bahasa IndonesiaSMP kelas VIII urutannya adalah kognitif, psikomotor, dan afektif. 2) Taksonomi tujuan pembelajaran yang mencakup dalam KI dan KD standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SMP kelas VIII urutannya adalah kognitif, afektif, dan psikomotor. 3) Taksonomi tujuan pembelajaran pada SK dan KD standar isi kurikulum 2006 lebih didominasi oleh ranah kognitif begitupun pada KI dan KD dalam standar isi kurikulum 2013 didominasi oleh ranah kognitif. 4) Ilmu keterampilan berbahasa yang mencakup dalam KI dan KD standar isi kurikulum 2013 urutannya adalah menyimak, membaca, berbicara, dan menulis. 5) Ilmu keterampilan berbahasadalam SK dan KD standar isi kurikulum 2006yang mendominasi adalah ilmu keterampilan berbicara. Sedangkan, pada KI dan KD dalam standar isi kurikulum 2013 yang mendominasi adalah ilmu keterampilan menyimak. 6) Ilmu kebahasaan yang mencakup dalam KI dan KDstandar isi kurikulum 2013 urutannya adalah semantik, sintaksis, morfologi, dan terakhir fonologi. 7) Ilmu kebahasaanpada SK dan KD standar isi kurikulum 2006 yang mendominasi adalah sintaksis. Sedangkan, pada KI dan KD standar isi kurikulum 2013 yang mendominasi adalah semantik. 8) Ilmu kesastraan yang mencakup dalam KI dan KD adalah puisi, prosa fiksi dan drama. Ketiga ilmu kesastraan tersebut hanya sebagai media penunjang pembelajaran. 9) Ilmu kesastraan pada SK dan KD standar isi kurikulum 2006 yang mendominasi adalah prosa fiksi. Sedangkan, pada KI dan KD standar isi kurikulum 2013 ilmu kesastraan tidak ada yang lebih mendominasi. Kata kunci : Perbandingan, Kurikulum 2006, Kurikulum 2013, Bahasa Indonesia SMP
LOYALITAS BERBAHASA INDONESIA SISWA KELAS X MA MAARIF KADUGEDE TAHUN AJARAN 2013/2014 DILIHAT DARI INTERFERENSI BAHASA DAERAH PADA KARANGAN NARASI SISWA Jaelani, Asep Jejen; Indriyani, Ani
Jurnal Fon Vol 3, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertolak pada beberapa rumusan masalah yang telah dirumuskan, diantaranya: 1) Bagaimanakah loyalitas berbahasa Indonesia siswa kelas X MA Maarif Kadugede tahun ajaran 2013/2014 dilihat dari interferensi fonologis bahasa daerah yang terdapat pada karangan narasi siswa?; 2) Bagaimanakah loyalitas berbahasa Indonesia siswa kelas X MA Maarif Kadugede tahun ajaran 2013/2014 dilihat dari interferensi morfologis bahasa daerah yang terdapat pada karangan narasi siswa?; 3) Bagaimanakah loyalitas berbahasa Indonesia siswa kelas X MA Maarif Kadugede tahun ajaran 2013/2014 dilihat dari interferensi sintaksis bahasa daerah yang terdapat pada karangan narasi siswa?; 4) Bagaimanakah loyalitas berbahasa Indonesia siswa kelas X MA Maarif Kadugede tahun ajaran 2013/2014 dilihat dari interferensi semantis bahasa daerah yang terdapat pada karangan narasi siswa?; 5) Bagaimanakah loyalitas berbahasa Indonesia siswa kelas X MA Maarif Kadugede tahun ajaran 2013/2014 dilihat dari jumlah interferensi bahasa daerah yang terdapat pada karangan narasi siswa? Metode yang digunakan dalam penelitian ini bersifat deskriptif analitis dengan pendekatan di dalamnya, yaitu kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan di dalamnya berupa studi pustaka, pengisian angket terbuka, dan recording. Data yang sudah terkumpul kemudian diolah dengan cara mendeskripsi/menganalisis seluruh data interferensi bahasa daerah (fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik) yang terdapat pada karangan narasi siswa ke dalam tabel analisis, kemudian masing-masing dihitung angka loyalitas berbahasanya berdasarkan pada rumus yang telah ditentukan. Jumlah sampel dalam penelitian ini sama halnya dengan jumlah populasi yang ada, yaitu sebanyak 22 siswa, terdiri dari 10 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan. Berdasarkan hasil pengolahan data yang diperoleh, penulis menarik beberapa kesimpulan, diantaranya: 1) Loyalitas berbahasa Indonesia siswa kelas X MA Maarif Kadugede tahun ajaran 2013/2014 dilihat dari interferensi fonologis bahasa daerah yang terdapat pada karangan narasi siswa tersebut sangat tinggi; 2) Loyalitas berbahasa Indonesia siswa kelas X MA Maarif Kadugede tahun ajaran 2013/2014 dilihat dari interferensi morfologis bahasa daerah yang terdapat pada karangan narasi siswa tersebut sangat tinggi; 3) Loyalitas berbahasa Indonesia siswa kelas X MA Maarif Kadugede tahun ajaran 2013/2014 dilihat dari interferensi sintaksis bahasa daerah yang terdapat pada karangan narasi siswa tersebut sangat tinggi; 4) Loyalitas berbahasa Indonesia siswa kelas X MA Maarif Kadugede tahun ajaran 2013/2014 dilihat dari interferensi semantis bahasa daerah yang terdapat pada karangan narasi siswa tersebut tinggi; 5) Loyalitas berbahasa Indonesia siswa kelas X MA Maarif Kadugede tahun ajaran 2013/2014 dilihat dari jumlah interferensi bahasa daerah pada karangan narasi siswa tersebut rendah.Kata kunci : loyalitas berbahasa Indonesia, siswa MA, interferensi bahasa daerah, karangan narasi.
ANALISIS ALIH KODE DAN KATA SAPAAN DALAM NOVEL „RONGGENG DUKUH PARUK‟ KARYA AHMAD TOHARI Jaelani, Asep Jejen; Rustini, Rustini
Jurnal Fon Vol 5, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian mengenai alih kode dan kata sapaan dalam novel „Ronggeng Dukuh Paruk‟ karya Ahmad Tohari merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimana alih kode dan kata sapaan dalam novel „Ronggeng Dukuh Paruk‟ karya Ahmad Tohari. Tujuan yang ingin dicapai yakni ingin mengetahui alih kode dan kata sapaan dalam novel „Ronggeng Dukuh Paruk‟ karya Ahmad Tohari. Data adalah data tulis berupa tuturan tokoh dalam novel „Ronggeng Dukuh Paruk‟ karya Ahmad Tohari. Pengumpulan data dilakukan dengan metode simak. Teknik dasar yang digunakan adalah telaah pustaka dan teknik lanjutan teknik catat. Analisis data menggunakan metode distribusional. Metode distribusional digunakan untuk menganalisis alih kode dan kata sapaan dalam tuturan tokoh, dengan teknik dasar bagi unsur langsung (BUL) dan teknik lanjutan berupa teknik ganti. Metode padan digunakan untuk menganalisis penyebab alih kode dan kata sapaan dengan teknik dasar teknik pilah unsur penentu (PUP). Berdasarkan hasil analisis data diperoleh dua simpulan. Pertama, alih kode dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari berjumlah 8 alih kode, yaitu alih kode dari bahasa Indonesia ke bahasa jawa. Kedua, kata sapaan dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari berjumlah 26 kata sapaan, kata sapaan dalam kekerabatan terdapat 10 data, kata sapaan dalam jabatan terdapat 7 data, kata sapaan dalam adat terdapat 6 data, dan kata sapaan dalam agama terdapat 3 data.Kata kunci: Analisis, alih kode, kata sapaan
PERBANDINGAN TEMA, SETTING, DAN TITIK PENGISAHAN CERITA PENDEKKARYA SISWA KELAS XII SMANEGERI I CIWARU KABUPATEN KUNINGAN DENGAN TEMA, SETTING, DAN TITIK PENGISAHAN CERITA PENDEK KARYA SISWA KELAS XII SMANEGERI 1 KUNINGAN TAHUN AJARAN 2012/2013 Jaelani, Asep Jejen
Jurnal Fon Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul Perbandingan tema, setting, dan titik pengisahan cerita pendek karya siswa kelas XII SMA Negeri 1 Ciwaru Kabupaten Kuningan dengan Tema, Setting, dan Titik Pengisahan Cerita Pendek karya siswa kelas XII SMA Negeri 1 Kuningan tahun pelajaran 2012/2013. Rumusan masalah: 1) bagaimana tema, setting, dan titik pengisahan cerita pendek karya siswa kelas XII SMA Negeri 1 Ciwaru tahun pelajaran 2012/2013? 2) bagaimana tema, setting, dan titik pengisahan cerita pendek karya siswa kelas XII SMA Negeri 1 Kuningan tahun pelajaran 2012/2013? 3) bagaimanakah perbandingan tema, setting, dan titik pengisahan cerita pendek karya siswa kelas XII SMA Negeri 1 Ciwaru dengan tema, setting, dan titik pengisahan cerita pendek karya siswa kelas XII SMA Negeri 1 Kuningan? Tujuanpenelitian: 1) ingin mengetahui tema, setting, dan titik pengisahan cerita pendek karya siswa SMA Negeri 1 Ciwaru.2) ingin mengetahui tema, setting, dan titik pengisahan cerita pendek karya siswa SMA Negri 1 Kuningan. 3) untuk mengetahui perbandingan tema, setting, dan titik pengisahan cerita pendek karya siswa SMA Negeri 1 Ciwaru dengan tema, setting, dan titik pengisahan cerita pendek karya siswa SMA Negri 1 kuningan. Metode : deskriptif kualitatif. Teknik:teknikperolehan data (studi kepustakaan, observasi, penugasan) danteknikpengolahan data (analisis). Populasi : yaitu seluruh cerpen karya siswa kelas XII SMA Negeri 1 Kuningan dengan dengan cerita pendek karya siswa kelas XII SMA Negri 1 Ciwaru tahun pelajaran 2012/2013 jumlah keseluruhan sebanyak 204  siswa. Sampel : adalah 20% dari keseluruhan  jumlah populasi yaitu 40 cerpen. Simpulan: 1) Tema yang diangkat dalam cerita pendek kerya siswa kelas XII SMA Negeri 1 Ciwaru yaitu tentang percintaan, penyesalan, persahabatan, kehidupan, keindahan alam, pengalaman, perjuangan, dan keluarga. Dari cerita pendek karya siswa kelas XII SMA Negeri 1 CiwaruTernyatatema tentang percintaan dan persahabatan lebih mendominasi. 2) Tema yang diangkat dalam cerita pendek kerya siswa kelas XII SMA Negeri 1 Kuningan yaitu tentang kehidupan, pengalaman, perjuangan, persahabatan, percintaan, dan cita-cita. Dan tema tentang kehidupan lebih mendominasi. Perbandingan tema cerita pendek kerya siswa kelas XII SMA Negeri 1 kuningan dengan tema cerita pendek karya siswa kelas XII SMA Negeri 1 Ciwaru di atas yaitu bervariasi. Hal ini membuktikan bahwa pokok persoalan yang ingin disampaikan atau diungkapkan siswa sebagai pengarang sangat dipengaruhi oleh perkembangan intelektual dan pengalaman pendidikan di samping tingkat kepekaan terhadap gejala-gejala sosial yang ada di lingkungannya. Sehingga tema percintaan dan persahabatan muncul mendominasi pada cerita pendek karya siswa kelas XII SMA Negeri 1 Ciwaru sebagai tanda dimulainya proses pencarian identitas diri. Begitu juga pada cerita pendek kerya siswa kelas XII SMA Negeri 1 Kuningan tema kehidupan muncul mendominasi sebagai tanda pencapaian pendewasaan yang matang. 3) setting yang diangkat dalam cerita pendek kerya siswa kelas XII SMA Negeri 1 Ciwaru yaitu untuk setting tempat lebih banyak menggunakan setting kota, kampus, kelas, candi, jalan, panti asuhan, pedesaan, pasar, rumah. Setting tentang perkotaan lebih mendominasiini artinya meskipun berada di daerah pedesaan tetapi mereka mampu bersaing dengan daerah perkotaan. Untuk setting waktu banyak menggunakan setting tahun, bulan, hari. Untuk setting suasana banyak menggunakan setting suasana sedih, dan bahagia. 4) setting yang diangkat dalam cerita pendek kerya siswa kelas XII SMA Negeri 1 Kuningan yaitu untuk setting tempat lebih banyak menggunakan setting seperti kampus, sekolah, kelas, mesjid, rumah sakit, pabrik, cafe, angkot, desa, jalan, gunung, lapangan, puncak, kebun, taman, rumah, meja belajar, duduk di bangku, sudut kamar, dan tempat tidur. Dan setting tentang pedesaan dan pegunungan lebih mendominasi ini artinya dikarenakan kehidupan sehari-hari mereka di wilayah kota sehingga mereka beralih dan lebih merasa sejuk mengambil pedesaan.Untuk setting waktu banyak menggunakan setting tahun, bulan, hari.Untuk setting suasana banyak menggunakan setting suasana suasana sedih, bahagia, dan haru. 5) titik pengisahanyang diangkat dalam cerita pendek kerya siswa kelas XII SMA Negeri 1 Ciwaru yaitu untuk titik pengisahan sebagai pengamat sebanyak 14 cerpen. Titik pengisahan sebagai tokoh bawahan sebanyak 1 cerpen. Ttik pengisahan sebagai tokoh utama sebanyak 21 cerpen.titik pengisahan yang diangkat dalam cerita pendek kerya siswa kelas XII SMA Negeri 1 Kuningan yaitu untuk titik pengisahan sebagai pengamat sebanyak 15 cerpen. pengisahan sebagai tokoh bawahan sebanyak 3 cerpen. Ttik pengisahan sebagai tokoh utama sebanyak 18 cerpen.Perbandingan titik pengisahan cerita pendek kerya siswa kelas XII SMA Negeri 1 kuningan dengan titik pengisahan cerita pendek karya siswa kelas XII SMA Negeri 1 Ciwaru di atas yaitu bervariasi. Hal ini menunjukan bahwa pengalaman yang mereka alami secara langsung mereka sampaikan tanpa perantara orang lain, sedangkan untuk siswa yang memposisikan diri sebagai pengamat mereka lebih suka meninjau pengalaman yang mereka alami agar lebih bisa menikmati diri mereka sebagai pengarang yang memegang jalan cerita. Dalam penggunaan titik pengisahan sebagai tokoh utama tidak ada perbedaan hanya saja untuk cerita pendek karya siswa kelas XII SMA Negeri 1 Kuningan pengarang sebagi pengamat banyak pula digunakan, hal ini membuktikan bahwa sikap pengarang terhadap objek atau pokok persoalannya sangat dipengaruhi oleh tingkat kepekaan individu tersebut terhadap keinginan masing-masing sesuai imajinasi yang mereka harapkan untuk terjun secara langsung maupun hanya mengamati dan mengatur jalan cerita.Kata kunci : perbandingan tema, setting, dan titik pengisahan, cerita pendek, siswa SMA Negeri 1 Ciwaru siswa SMA Negeri 1 Kuningan.
KAJIAN VARIASI BAHASA PADA STATUS YANG DIBUAT OLEH PENGGUNA TWITTER YANG BERGABUNG DENGAN AKUN TWITTER SAQINAA MELISA PERIODE JANUARI 2014 Jaelani, Asep Jejen; Melisa, Saqina
Jurnal Fon Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahasa nasional di Indonesia adalah bahasa Indonesia, munculnya variasi bahasa yang digunakan dalam status pengguna twitter ini jelas merusak bahasa nasional. Untuk itu peneliti merasa terdorong untuk melakukan penelitian tentang “Kajian Variasi Bahasa pada Status yang Dibuat oleh Pengguna Twitter yang Bergabung dengan Akun Twitter Saqinaa Melisa Periode Januari 2014”. Berdasarkan latar belakang tersebut maka permasalahan penelitian ini adalah 1) Variasi bahasa apa yang digunakan pada status yang dibuat oleh pengguna twitter yang bergabung dengan akun twitter Saqina Melisa periode Januari 2014? 2) Variasi bahasa apa yang paling banyak digunakan pada status yang dibuat oleh pengguna twitter yang bergabung dengan akun twitter Saqinaa Melisa periode Januari 2014? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik pemerolehan data menggunakan studi pustaka, dan teknik dokumentasi. Populasi dalam penelitian ini adalah status yang dibuat oleh pengguna twitter yang bergabung dengan akun twitter Saqinaa Melisa periode Januari 2014 yang berjumlah 477 buah. Sampel yang diambil dalam penelitian ini hanya 114 buah status, peneliti menggunakan teknik pengambilan sampel berdasarkan tujuan, yaitu sampel bertujuan atau purposive sampel. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan 1) Variasi bahasa yang digunakan pada status yang dibuat oleh pengguna twitter yang bergabung dengan akun twitter Saqinaa Melisa periode Januari 2014 adalah variasi bahasa Slang / Prokem dan Akrolek. 2) Variasi bahasa yang paling banyak digunakan pada status yang dibuat oleh pengguna twitter yang bergabung dengan akun twitter Saqinaa Melisa periode Januari 2014 adalah variasi bahasa Slang / Prokem. Dari 114 status yang dijadikan sampel penelitian, 74 status termasuk kedalam variasi bahasa Slang / Prokem, dan 40 status lainnya termasuk kedalam variasi bahasa akrolek.Kata kunci : variasi bahasa, akun twitter
ANALISIS KARAKTER DAN KONFLIK PADA TOKOH UTAMA DALAM NOVEL”SURAT KECIL UNTUK TUHAN” KARYA AGNES DAVONAR SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN PEMBELAJARAN DI SMP Jaelani, Asep Jejen
Jurnal Fon Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Purpose of this study 1) To find out who the characters in the novel "Surat Kecil untuk Tuhan” by Agnes Davonar 2) To determine how the main character of the novel "Surat Kecil untuk Tuhan” by Agnes Davonar 3) To find out how the conflict in the novel "Surat Kecil untuk Tuhan" by Agnes Davonar 4) To determine whether the novel "Surat Kecil untuk Tuhan" by Agnes Davonar can be used as learning materials junior. This research method is descriptive analytical research methods. As the implementation is using library research techniques and documentation that is by collecting data about the theories that support this research, and then performed the data classification and then analyze the data that has been classified the next step is to interpret the data analysis according to the purpose of the study is an evaluation of the last checks on the results of data analysis to investigate the truth. From the research that has been done can be summarized as follows. 1) People on the Novel "Surat Kecil untuk Tuhan " by Agnes Davonar Keke as the main character, the father, Chika kak, kak Kiki, Andi, sir Iyus, friends Keke, Prof As with additional figures or figures helper 2) Character Keke figures is a girl who is strong, patient and do not give up 3) conflict that occurred in hardness when Keke must fight against terminal cancer and struggles with sacrifice and patient, 4) Novel "Surat Kecil untuk Tuhan" by Agnes Davonar can be used as an alternative learning materials in junior high, because it meets the criteria for the selection of instructional materials in the literature.Keyword : character, conflict, prose, alternative materials learning
HUMOR JUI PURWOTO, CAK LONTONG, PANDJI PRAGIWAKSONO, DAN ERNEST PRAKAS DALAM STAND UP COMEDY (ANALISIS MAKNA KONTEKSTUAL, MAKNA KONSEPTUAL, DAN TEORI HUMOR DALAM KALIMAT HUMOR) Sugiantomas, Aan; Jaelani, Asep Jejen; Supriatna, Ayya Natashya
FON : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 1 (2017): JURNAL FON
Publisher : Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Judul penelitian ini adalah Humor Jui Purwoto, Cak Lontong, Pandji Pragiwaksono dan Ernest Prakasa Dalam Stand Up Comedy.Rumusan Masalah: 1)bagaimana kalimat humor Jui Purwoto pada penampilannya di stand up comedy? 2) bagaimana makna kontekstual, makna konseptual dan teori humor dalam kalimat humor Jui Purwoto pada penampilannya di stand up comedy? 3) bagaimana kalimat humor Cak Lontong pada penampilannya di stand up comedy? 4) bagaimana makna kontekstual, makna konseptual dan teori humor dalam kalimat humor Cak Lontong pada penampilannya di stand up comedy? 5) bagaimana kalimat humor Pandji Pragiwaksono pada penampilannya di stand up comedy? 6) bagaimana makna kontekstual, makna konseptual dan teori humor dalam kalimat humor Pandji Pragiwaksono pada penampilannya di stand up comedy? 7) bagaimana kalimat humor Ernest Prakasa pada penampilannya di stand up comedy? 8) bagaimana makna kontekstual, makna konseptual dan teori humor dalam kalimat humor Ernest Prakasa pada penampilannya di stand up comedy? Tujuan penelitian: 1) ingin mengetahui kalimat humor Jui Purwoto pada penampilannya di stand up comedy; 2) ingin mengetahui makna kontekstual, makna konseptual dan teori humor dalam kalimat humor yang digunakan Jui Purwoto pada penampilannya di stand up comedy; 3) ingin mengetahui kalimat humor Cak Lontong pada penampilannya di stand up comedy; 4) ingin mengetahui makna kontekstual, makna konspetual dan teori humor dalam kalimat humor Cak Lontong pada penampilannya di stand up comedy; 5) ingin mengetahui kalimat humor Pandji Pragiwaksono pada penampilannya di stand up comedy; 6) Ingin mengetahui makna kontekstual, makna konseptual dan teori humor dalam kalimat humor Pandji Pragiwaksono pada penampilannya di stand up comedy; 7) Ingin mengetahui kalimat humor Ernest Prakasa pada penampilannya di stand up comedy; 8) Ingin mengetahui makna kontekstual, makna konseptual dan teori humor dalam kalimat humor Ernest Prakasa pada penampilannya di stand up comedy. Metode: deskriftif analitik. Simpulan: 1) kalimat humor Jui Purwoto pada penampilannya di stand up comedy terdapat pada monolog humornya. Yang telah dianalisis pada sudut pandang makna kontekstual, makna konseptual, dan teori humor. Dan menceritakan tentang kejadian pembunuhan gadis belia oleh mantan kekasihnya hingga ramainya tauran yang berawal dari tidak adanya kegiatan setalah pulang sekolah; 2)Makna kontekstual, makna konseptual dan teori humor dalam kalimat humor yang digunakan Jui Purwoto pada penampilannya di stand up comedy adalah kalimat humor yang dilihat pada makna kontekstual sangat berpengaruh terhadap situasi, kondisi, dan peristiwa dimana kalimat humor terucap. Pada kalimat humor Jui ini yang didalamnya tentang pembunuhan gadis belia oleh mantan kekasihnya sampai permasalahan tentang tauran yang sering terjadi. Kalimat humor Jui Purwoto yang dilihat pada makna konseptual ini tidak perlu adanya pengaruh diluar bahasa, situasi, kondisi, dan peristiwa. Tanpa mengetahui situasi, kondisi, dan peritiwa, kita dapat memahami makna yang terkandung, karena maknanya sudah terlihat pada konsep kalimatnya.Teori humor pada kalimat humor Jui Purwoto lebih banyak menggunakan teori ketidaksesuaian atau ketidakseimbangan. Selanjutnya teori kelegaan atau kebebasan, dan teori superioritas dan meremehkan; 3) kalimat humor Cak Lontong padapenampilannya di stand up comedy terdapat pada monolog humornya yang menceritakan tentang miskin dan sederhana menurut Cak Lontong; 4) makna kontekstual, makna konseptual dan teori humor dalam kalimat humor Cak Lontong pada penampilannya di stand up comedy adalah kalimat humor yang dilihat ada makna kontekstual ini sangat dipengaruhi oleh situasi, kondisi, dan peristiwa pada saat kalimat humor diucapkan oleh Cak Lontong. Dan kalimat ini diucapkan pada saat Cak melakukan stand up comedyyang didalamnya menceritakan tentang miskin dan sederhana. Sedangkan pada kalimat humor Cak Lontong yang dilihat pada makna konseptual tidak ada pengaruhnya oleh situasi, kondisi, dan peristiwa. Sebagai pembaca tanpa mengetahui pengaruh luar kebahasaan tetap akan memahami makna kalimat tersebut sesuai konsep kalimatnya. Dan pada teori humor dalam kalimat humor Cak lontong yang lebih unggul digunakannya adalah teori ketidaksesuaia, atau ketidakseimbangan; 5) kalimat humor Pandji Pragiwaksono pada penampilannya di stand up comedy terdapat pada monolog humornya yang berisikan tentang Sea Games, dan kemenangan Indonesia dalam ajang Sea Games, serta adanya umpatan Pandji tentang Jakarta yang nyatanya terdapat kemunduruan; 6) makna kontekstual, makna konseptual dan teori humor dalam kalimat humor Pandji Pragiwaksono pada penampilannya di stand up comedy adalah kalimat yang dianalisis pada makna kontekstual sangat berpengaruh terhadap luar kebahasaan yakni situasi, kondisi, dan peristiwa diman akalimat tersebut diucapkan. Danpada kalimat humor Pandji yang diucapkan saat penampilannya berstand up comedy di depan penonton yang menceritakan kedalam bentuk humor. Dan pada makna konseptual kalimat dapat dipahami tanpa adanya pengaruh dari situasi, kondisi, dan peristiwa. Kalimat humor pada teori humor yang digunakan Pandji lebih unggul dengan teori kelegaan dan kebebasan karena dalam kalimat humornya banyak sindiran dan umpatan yang dikeluarkan Pnadji dengan cara berhumornya; 7) kalimat humor Ernesr Prakasa pada penampilannya di stand up comedy terdapat pada monolog humor Ernest Prakasa yang berisikan tentang cerita saat dirinya membeli televisi, dan kisah tentang pembantu rumah tangganya yang memliki bahasa yang aneh; 8) makna kontekstual, makna konseptual dan teori humor dalam kalimat humor Ernest Prakasa pada penampilannya di stand up comedy adalah kalimat humor yang dianalisis pada makna kontekstual sangat berpengaruh terhadap situasi, kondisi, dan peritiwa dimana kalimat humor tersebut di ucapkan oleh Ernest. Dan pada saat itu, kalimat diucapkan pada saat Ernest berstand up comedy yang menceritakan tentang pengalamannya membeli televisi dan menceritakan pula pembantunya yang memiliki keunikan dalam berbahasa. Sedangkan pada makna konseptual, hanya dilihat dari konsep kalimat humornya itu sendiri, dan maknanya tidak akan berpengaruh dari situasi, kondisi, dan peristiwa. Dan kalimat humor Ernest yang lebih unggul dalam teori humor yang digunakan adalah teori ketidaksesuaia atau ketidakseimbangan.Kata kunci : makna kontekstual, makna konseptual, dan teori humor.
NILAI PSIKIS DALAM NOVEL BAIT SURAU KARYA RAKHA WAHYU (sebagai upaya alternatif pemilihan bahan ajar Bahasa Indonesia pada kurikulum 2013 di SMA) Jaelani, Asep Jejen; Sabani, Vini Rianti
FON : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9, No 2 (2016): JURNAL FON
Publisher : Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PERBANDINGAN SK DAN KD PADA STANDAR ISI KURIKULUM 2006 DENGAN KI DAN KD PADA STANDAR ISI KURIKULUM 2013 MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA SMP KELAS VII DILIHAT DARI TAKSONOMI TUJUAN PEMBELAJARAN, CAKUPAN ILMU KETERAMPILAN BERBAHASA, ILMU KEBAHASAAN, DAN ILMU KESASTRAAN Sugiantomas, Aan; Jaelani, Asep Jejen; Maesaroh, Emay
FON : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9, No 2 (2016): JURNAL FON
Publisher : Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Judul penelitian ini adalah Perbandingan SK dan KD pada standar isi kurikulum 2006 dengan KI dan KD pada Standar Isi Kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SMPKelas VII dilihat dari taksonomi tujuan pembelajaran, cakupan ilmu keterampilan berbahasa, ilmu kebahasaan, dan ilmu kesastraan.Rumusanmasalah:1)bagaimanakah Taksonomi Tujuan Pembelajaran dalam SK dan KD pada Standar Isi Kurikulum 2006 mata pelajaran bahasa Indonesia SMP kelas VII?;2) bagaimanakah Taksonomi Tujuan Pembelajaran dalam KI dan KD pada Standar Isi Kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SMP kelas VII?;3) bagaimanakah perbandingan Taksonomi Tujuan Pembelajaran dalam SK dan KD pada Standar Isi Kurikulum 2006 dengan KI dan KD pada standar Isi Kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SMP Kelas VII?;4) bagaimanakah cakupan ilmu keterampilan berbahasa dalam KI dan KD pada Standar Isi Kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa IndonesiaSMP Kelas VII?;5) bagaimanakah perbandingan SK dan KD pada Standar Isi Kurikulum 2006 dengan KI dan KD pada Standar Isi Kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SMP Kelas VII dilihat dari cakupan ilmu keterampilan berbahasa?;6) bagaimanakah cakupan ilmu kebahasaan dalam KI dan KD pada Standar Isi Kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa IndonesiaSMP Kelas VII?;7) bagaimanakah perbandingan SK dan KD pada Standar Isi Kurikulum 2006 dengan KI dan KD pada Standar Isi Kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SMP Kelas VII dilihat dari cakupan ilmu kebahasaan?; 8) Bagaimanakah cakupan ilmu kesastraan dalam KI dan KD pada Standar Isi Kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa IndonesiaSMP Kelas VII?;9) bagaimanakah perbandingan SK dan KD pada Standar Isi Kurikulum 2006 dengan KI dan KD pada Standar Isi Kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SMP Kelas VII dilihat dari cakupan ilmu kesastraan?Tujuan Penelitian: 1) untuk mengetahui Taksonomi Tujuan Pembelajaran dalam SK dan KD pada Standar Isi Kurikulum 2006 mata pelajaranbahasa Indonesia SMP kelas VII;2) untuk mengetahui Taksonomi Tujuan Pembelajaran dalam KI dan KD pada Standar Isi Kurikulum 2013 mata pelajaranbahasa Indonesia SMP kelas VII;3) untuk mengetahui perbandingan Taksonomi Tujuan Pembelajaran dalam SK dan KD pada Standar Isi Kurikulum 2006 dengan KI dan KD pada standar Isi Kurikulum 2013 mata pelajaranbahasa Indonesia SMP Kelas VII;4) untuk mengetahui cakupan ilmu keterampilan berbahasa dalam KI dan KD pada Standar Isi Kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa IndonesiaSMP Kelas VII;5) untuk mengetahui perbandingan SK dan KD pada Standar Isi Kurikulum 2006 dengan KI dan KD pada Standar Isi Kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SMP Kelas VII dilihat dari cakupan ilmu keterampilan berbahasa;6) untuk mengetahui cakupan ilmu kebahasaan dalam KI dan KD pada Standar Isi Kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa IndonesiaSMP Kelas VII; 7) untuk mengetahui perbandingan SK dan KD pada Standar Isi Kurikulum 2006 dengan KI dan KD pada Standar Isi Kurikulum 2013 mata pelajaranbahasa Indonesia SMP Kelas VII dilihat dari cakupan ilmu kebahasaan;8) untuk mengetahui cakupan ilmu kesastraan dalam KI dan KD pada Standar Isi Kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa IndonesiaSMP Kelas VII;9) untuk mengetahui perbandingan SK dan KD pada Standar Isi Kurikulum 2006 dengan KI dan KD pada Standar Isi Kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SMP Kelas VII dilihat dari cakupan ilmu kesastraan.Metode Penelitian: metode penelitian deskriptif kualitatif. Simpulan: 1)setelah dianalisis berdasarkan persepsi peneliti isi SK dan KD pada standar isi SMP/MtsKelas VII mata pelajaran bahasa Indonesia kurikulum 2006 tentang taksonomi tujuan pembelajaran yang lebih mendominasi adalah ranah kognitif K2 (memahami), selanjutnya psikomotor P3 (tanggapan terpadu), dan afektif A2 (menanggapi); 2) taksonomi tujuan pembelajaran terdapat pada KI dan KD SMP/MtsKelas VII mata pelajaran bahasa Indonesia kurikulum 2013 yang lebih mendominasi adalah ranah Kognitif K2 (memahami), selanjutnya ranah Afektif A2 (menanggapi) danPsikomotor P7 (organisasi); 3) perbandingan taksonomi tujuan pembelajaran antara SK dan KD pada standar isi SMP/MtsKelas VII mata pelajaran bahasa Indonesia kurikulum 2006 serta KI dan KD pada standar isi SMP/MtsKelas VII mata pelajaran bahasa Indonesia kurikulum 2013 yakni sama-sama lebih mendominasi pada ranah Kognitif K2 (memahami). Adapun perbedaannya terletak pada ranah selanjutnya yang mana SK dan KD dalam standar isi SMP/Mts Kelas VII mata pelajaran bahasa Indonesia Kurikulum 2006 (KTSP) ranah selanjutnya yaitu ranah Psikomotor P3 (tanggapan terpadu), dan Afektif A2 (menanggapi), sedangkan dalam KI dan KD dalam standar isi SMP/Mts Kelas VII mata pelajaran bahasa Indonesia Kurikulum 2013 ranah selanjutnya yaitu ranah Afektif A2 (menanggapi) dan Psikomotor P7 (organisasi); 4) keterampilan berbahasa yang terdapat pada KI dan KD Kurikulum 2013 urutannya adalahberbicara, menulis, membaca, dan menyimak; 5) perbandingan keterampilan berbahasa antara SK dan KD serta KI dan KD adalah sama-sama lebih banyak mempelajari tentang berbicara. Bisa dilihat dari keterampilan berbahasa pada SK dan KD kurikulum 2006 urutannya adalah berbicara, menulis, membaca, dan mendengarkan sedangkan urutan pada KI dan KD kurikulum 2013 yaitu berbicara, menulis, membaca, dan menyimak;6) ilmu kebahasaan yang lebih mendominasi pada KI dan KD Kurikulum 2013 adalah sintaksis/kalimat, selanjutnya semantik/makna, morfologi/kata dan fonologi/bunyi segmental dan bunyi suprasegmental; 7) perbandingan cakupan ilmu kebahasaan pada SK dan KD yaitu sama-sama lebih banyak mempelajari tentang sintaksis/kalimat. Hal tersebut dapat dilihat dari urutan cakupan kebahasaan pada SK dan KD yaitu Ilmu kebahasaan yang mencakup dalam SK dan KD urutannya adalah sintaksis/kalimat,semantik/makna, fonologi/bunyi suprasegmental (intonasi, volume suara, tekanan),dan morfologi/kata dengan perbandingan yang cukup jauh antar kebahasaanya. Sedangkan pada KI dan KD urutannya adalah sintaksis/kalimat, semantik/makna, morfologi/kata dan fonologi/bunyi segmental dan bunyi suprasegmental dengan perbandingan tidak terlalu jauh antar kebahasannaya; 8) cakupan ilmu kesastraan yang terdapat pada KI dan KD urutannya adalah prosa fiksi/cerpen, puisi, dan drama;9) perbandingan cakupan ilmu kesastraan pada SK dan KD dengan KI dan KD yakni sama-sama lebih banyak mempelajari tentang prosa fiksi. Akan tetapi pada SK dan KD ilmu kesastraan dipelajari secara jelas beda halnya dengan KI dan KD yang ilmu kesastraannya tersebut tidak terlalu dipelajari secara mendalam kebanyakan hanya digunakan sebagai media untuk menyampaikan saja. Urutan cakupan kesastraan pada SK dan KD adalah prosafiksi/dongeng/cerpen/ceritaanak/novel,dan puisi.Kata kunci: perbandingan, kurikulum 2006, kurikulum 2013.
PERBANDINGAN BUKU TEKS BAHASA INDONESIA TERBITAN ERLANGGA UNTUK SISWA SMP KELAS VII KURIKULUM 2006 DALAM MENJABARKAN SK DAN KD DENGAN BUKU TEKS MAHIR BERBAHASA INDONESIA TERBITAN ERLANGGA UNTUK SISWA SMP KELAS VII KURIKULUM 2013 DALAM MENJABARKAN KI DAN KD DILIHAT DARI PROPORSI ILMU KETERAMPILAN BERBAHASA, ILMU KEBAHASAAN, DAN ILMU KESASTRAAN Sugiantomas, Aan; Jaelani, Asep Jejen; Ramadhan, Ridha
FON : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9, No 2 (2016): JURNAL FON
Publisher : Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Judul penelitian ini adalah Perbandingan Buku Teks Bahasa Indonesia Terbitan Erlangga untuk Siswa SMP Kelas VII Kurikulum 2006 Dalam Menjabarkan SK dan KD dengan Buku Teks Mahir Berbahasa Indonesia Terbitan Erlangga untuk Siswa SMP Kelas VII Kurikulum 2013 dalam Menjabarkan KI Dan KD dilihat dari Proporsi Ilmu Keterampilan Berbahasa, Ilmu Kebahasaan, Dan Ilmu Kesastraan. Rumusan masalah: (1) Bagaimana buku teks Bahasa Indonesia Erlangga SMP kelas VII kurikulum 2006 dalam menjabarkan SK dan KD; (2) Bagaimana buku teks Mahir Bahasa Indonesia Erlangga siswa SMP kelas VII kurikulum 2006 dalam menjabarkan SK dan KD dilihat dari proporsi ilmu keterampilan berbahasa, ilmu kebahasaan, dan ilmu kesastraan; (3) Bagaimana perbandingan buku teks Bahasa Indonesia Erlangga SMP kelas VII kurikulum 2006 dalam menjabarkan SK dan KD dengan buku teks Mahir Bahasa Indonesia Erlangga SMP kelas VII kurikulum 2013 dalam menjabarkan KI dan KD; (4) Bagaimana perbandingan buku teks Bahasa Indonesia Erlangga SMP kelas VII kurikulum 2006 dalam menjabarkan SK dan KD dengan buku teks Mahir Bahasa Indonesia Erlangga SMP kelas VII kurikulum 2013 dalam menjabarkan KI dan KD dilihat dari proporsi ilmu keterampilan berbahasa, ilmu kebahasaan, dan ilmu kesastraan. Tujuan: ingin mengetahui kelengkapan dan perbandingan buku teks Bahasa Indonesia Erlangga SMP kelas VII kurikulum 2006 dengan buku teks Mahir Bahasa Indonesia Erlangga SMP kelas VII kurikulum 2013. Metode: deskriftif kualitatif. Simpulan: perbandingan perbandingan buku teks Bahasa Indonesia Erlangga SMP kelas VII kurikulum 2006 dalam menjabarkan SK dan KD dengan buku teks Mahir Bahasa Indonesia Erlangga SMP kelas VII kurikulum 2013 sebagai berikut: keilmuan Berbicara, Sintaksis3 (kalimat), dan Puisi mendominasi penjabaran buku teks Bahasa Indonesia Erlangga SMP kelas VII kurikulum 2006. Sementara keilmuan Membaca, Sintaksis3 (kalimat), dan Cerpen mendominasi penjabaran buku teks Mahir Bahasa Indonesia Erlangga SMP kelas VII kurikulum 2013.Kata kunci: perbandingan, buku teks bahasa Indonesia kelas VII SMP, kurikulum 2006, kurikulum 2013, ilmu keterampilan berbahasa, ilmu kebahasaan, dan ilmu kesastraan.