Bertoka Fajar SP Negara, Bertoka Fajar SP
Program Studi Ilmu Kelautan. Universitas Bengkulu, Bengkulu

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

Potential Marine Fungi Hypocreaceae sp. as Agarase Enzyme to Hydrolyze Macroalgae Gelidium latifolium (Potensi Jamur Hypocreaceae sp. sebagai Enzim Agarase untuk menghidrolisis Makroalga Gelidium latifolium) Kawaroe, Mujizat; Setyaningsih, Dwi; Negara, Bertoka Fajar SP; Augustine, Dina
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 20, No 1 (2015): Jurnal Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.08 KB)

Abstract

Agarase dapat mendegradasi agar ke oligosakarida dan memiliki banyak manfaat untuk makanan, kosmetik, dan lain-lain. Banyak spesies pendegradasi agar adalah organismelaut. Beberapa agarase telah diisolasi dari genera yang berbeda dari mikroorganisme yang ditemukan di air dan sedimen laut. Hypocreaceae sp. diisolasi dari air laut Pulau Pari, Kepulauan Seribu, Jakarta, Indonesia. Berdasarkan hasil identifikasi gen 16S rDNA dari 500 basis pasangan, isolat A10 memiliki 99% kesamaan dengan Hypocreaceae sp. Enzim agarase ekstraseluler dari Hypocreaceae sp. memiliki pH dan suhu optimum pada 8 TrisHCl (0,148 μ.mL-1) dan 50°C (0,182 μ.mL-1), masing-masing. Enzim Agarase dari Hypocreaceae sp. mencapai kondisi optimum pada aktivitas enzim tertinggi selama inkubasi dalam 24 jam (0,323 μ.mL-1). SDS page mengungkapkan bahwa ada dua band dari protein yang dihasilkan oleh agarase dari Hypocreaceae sp. yang berada di berat molekul 39 kDa dan 44 kDa dan hidrolisis Gelidium latifolium diperoleh 0,88% etanol. Kata kunci: enzim agarase, Hypocreaceae sp., hidrolisis, fungi, rDNA. Agarase can degradedagarto oligosaccharide and has a lot of benefits for food, cosmetics, and others. Many species of agar- degrader are marine-organism. Several agarases have been isolated from different genera of microorganisms found in seawater and marine sediments. Hypocreaceae sp. was isolated from sea water of Pari Islands, Seribu Islands, Jakarta, Indonesia. Based on the results of the 16S rDNA gene identification of 500 base pairs, A10 isolates had 99 % similarity toHypocreaceae sp. The extracellular agarase enzyme from Hypocreaceae sp. have optimum pH and temperature at 8 TrisHCl (0.148 µ.mL-1) and 50 °C (0.182 µ.mL-1), respectively. Agarase enzyme of Hypocreaceae sp. reach an optimum condition at the highest enzyme activity during incubation in 24 hours (0.323 µ.mL-1). SDS Page revealed that there are two bands of protein produced by agarase of Hypocreaceae sp. which are at molecular weight of 39 kDa and 44 kDa and hydrolisis of Gelidium latifolium obtained 0,88% ethanol. Key words: agarase enzym, Hypocreaceae sp., hydrolysis, marine fungi, rDNA 
IDENTIFIKASI POTENSI ENZIM AGARASE YANG DIHASILKAN OLEH KAPANG HASIL ISOLASI DARI Caulerpa sp. Negara, Bertoka Fajar SP; Kawaroe, Mujizat Kawaroe; Setyaningsih, Dwi Setyaningsih
JURNAL ENGGANO Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Enggano
Publisher : University of Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.209 KB) | DOI: 10.31186/jenggano.1.1.1-7

Abstract

Kapang adalah mikroorganisme yang dapat diisolasi dari beberapa sumber seperti sedimen, air, serasah, rumput laut dan masih banyak lagi. Kapang dapat menghasilkan enzim yang memiliki banyak fungsi dan keuntungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengisolasi kapang dari sedimen, serasah, dan air yang berasal dari sekitar lingkungan Caulerpa sp. Dan mengidentifikasi potensi enzim agarase yang dihasilkan. Sebanyak 41 isolat berhasil diisolasi. 5 isolat memiliki aktivitas enzim yang potensial (A10, A11, A13, SUC 7 dan SEC 8). Isolat A13 adalah isolat terbaik karena memiliki aktivitas agarase tertinggi dan waktu pertumbuhan yang lebih cepat daripada yang lain.
STRUKTUR KOMUNITAS HUTAN MANGROVE DI PULAU BAAI KOTA BENGKULU Febriansyah, Febriansyah; Hartono, Dede; Negara, Bertoka Fajar SP; Renta, Person Pesona; Sari, Yenni Putri
JURNAL ENGGANO Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Enggano
Publisher : University of Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.577 KB) | DOI: 10.31186/jenggano.3.1.112-128

Abstract

Penelitian dilaksanakan di Pulau Baai Kota Bengkulu pada bulan Oktober – November 2017. Dari penelitian kondisi ekosistem mangrove di Pulau Baai kota Bengkulu, didapatkan 5 spesies dari 4 Family mangrove terdiri dari Family Rhizoporaceae (Rhizophora mucronata dan Bruguiera cylindrica), Family Avicenniaceae (Avicennia marina), Family Lythraceae (Sonneratia alba)dan Family Combretaceae (Lumnitzera littoreae). Indeks Nilai Penting (INP) mangrove menunjukkan peran penting mangrove untuk Pulau Baai kota Bengkulutergolong sedang untuk tingkat pohon berkisar antara 105,42 – 150,11. Nilai indeks keanekaragaman (H’) untuk tingkat pohon, anakan, semai untuk stasiun 1 termasuk dalam kategori rendah dalam seluruh kategori, sedangkan stasiun 2 termsuk dalam kategori rendah dalam seluruh kategori. Untuk stasiun 3 termasuk dalam kategori sedang untuk pohon, sedang untuk anakan dan rendah untuk semai. Nilai indeks dominansi (D) untuk tingkat pohon, anakan, dan semai untuk stasiun 1 berturut-turut dalam kategori tinggi untuk seluruh kategori, sedangkan untuk stasiun 2 yaitu tinggi untuk seluruh kategori dan untuk stasiun 3 yaitu sedang untuk pohon, sedang untuk anakan, dan tinggi untuk semai. Hal ini menunjukan bahwa terdapat jenis yang mendominasi jenis lainnya pada ekosistem mangrove di Pulau Baai kota Bengkulu atau komunitas berada pada kondisi kurang stabil. Hasil pengamatan parameter kualitas air seperti suhu, salinitas dan pH menunjukkan bahwa kondisi lingkungan yang ada di Pulau Baai kota Bengkulu tergolong baik untuk pertumbuhan ekosistem mangrove.
APLIKASI VARIASI LAMA MASERASI BUAH MANGROVE Avicennia marina SEBAGAI BAHAN PENGAWET ALAMI IKAN NILA (Oreochromis sp.) Utari, Fenny; Herliany, Nurlaila Ervina; Negara, Bertoka Fajar SP; Kusuma, Aradea Bujana; Utami, Maya Angraini Fajar
JURNAL ENGGANO Vol 3, No 2 (2018): Jurnal Enggano
Publisher : University of Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.057 KB) | DOI: 10.31186/jenggano.3.2.164-177

Abstract

Pengawetan merupakan salah satu proses untuk mempertahankan kesegaran mutu pada ikan.  Penyebab utama proses kemunduran mutu pada ikan adalah aktivitas mikroba yang terdapat pada tubuh ikan. Penelitian ini bertujuan untuk memperolehlama maserasi buah mangrove Avicennia marina yang optimal sebagai pengawet ikan nila.  Penelitian ini dilakukan dengan tiga tahap, yaitu tahap persiapan, tahap maserasi dan tahap aplikasi menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan : tidak diaplikasikan dengan maserat buah mangrove A. marina (K) dan diaplikasikan dengan maserat buah mangrove A. marina yang direndam selama 12 (A), 24 (B) dan 36 (C) jam.  Analisis yang digunakan adalah Analisis sidik ragam (ANOVA) pada tingkat kepercayaan 95%, dan jika terjadi beda nyata maka dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar pH, kadar protein dan uji organoleptik pada ikan menunjukkan bahwa ikan nila yang tidak direndam dalam maserat buah mangrove (kontrol) menghasilkan nilai yang lebih rendah dibandingkan dengan ikan nila yang diaplikasikan dengan maserat buah mangrove. Berdasarkan analisis sidik ragam (ANOVA) perlakuan memberikan pengaruh beda nyata terhadap kadar pH, kadar protein, dan nilai organoleptik ikan.  Secara umum, kadar pH, kadar protein, dan nilai organoleptik menunjukkan nilai optimal pada perlakuan pemberian maserat hasil maserasi 12 jam.