Valentina Widya Suryaningtyas, Valentina Widya
Universitas Dian Nuswantoro

Published : 7 Documents
Articles

Found 7 Documents
Search

Piranti Puitis dalam Apresiasi Puisi Berbahasa Inggris Rifqi, Muhammad; Suryaningtyas, Valentina Widya
Semantik Vol 3, No 1 (2013): Semantik 2013
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.976 KB)

Abstract

Makalah ini  membahas  piranti  puitis  untuk  peningkatan  kemampuan  mahasiswa Sastra Inggris  dalam  mengapresiasi  puisi berbahasa Inggris.  Penelitian ini  bertujuan  untuk mengatasi  kesuitan mahasiswa  dalam apresiasi puisi.  Subyek penelitian  ini adalah mahasiswa semester 3 (angkatan 2011) Jurusan Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Budaya,  Universitas Dian Nuswantoro Semarang yang berjumlah 42  orang.  Ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan untuk mengetahui peranan penguasaan piranti puitis pada kemampuan subyek dalam mengapresiasi karya sastra puisi berbahasa Inggris. PTK ini  dilaksanakan dalam 3 siklus dan setiap  siklus terdiri atas 3 pertemuan  membahas piranti puitis secara mendalam melalui metode ceramah, diskusi kelompok dan diskusi kelas sehingga    subyek  penelitian benar-benar memahami jenis serta fungsi piranti puitis dalam analisis puisi. Di setiap akhir siklus diadakan evaluasi  yang berupa tes  untuk mengetahui kemajuan pemahaman subyek. Umpan balik diberikan untuk mengatasi permasalahan yang timbul dalam siklus sebelumnya.Dari hasil tes ternyata ada peningkatan pemahaman subyek dengan  ditandai meningkatnya persentase jumlah respon yang diberikan dan jenis piranti puitis secara berturut-turut dari  prates  sampai akhir siklus 3 adalah 15,8%, 22,7%, 49,1%,   dan 63,0%.
EVALUASI APRAISAL TEKS DAN SEMIOTIKA VISUAL PADA BROSUR PROMOSI DAERAH TUJUAN WISATA BILINGUAL Suryaningtyas, Valentina Widya; Nugroho, Raden Arief; Cahyono, Setyo Prasiyanto; Nababan, Mangatur Rudolf; Santosa, Riyadi
ANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia Vol 5, No 02 (2019): August 2019
Publisher : Dian Nuswantoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/andharupa.v5i2.2571

Abstract

AbstrakSebagai sebuah teks, brosur promosi daerah tujuan wisata memiliki informasi linguistik dan visual. Dalam artikel ini, informasi linguistik dalam sebuah teks promosi pariwisata dikaitkan dengan unsur apresiasi yang diambil dari teori apraisal, sedangkan informasi visual dihubungkan dengan fungsi gambar berdasarkan teori semiotika visual. Aspek linguistik dan visual dalam sebuah teks promosi daerah tujuan wisata jelas tidak bisa dipisahkan, oleh karenanya, artikel ini juga membahas hubungan sintagmatik keduanya. Berangkat dari itu, keselarasan antara aspek linguistik dan visual dapat terlihat. Dengan menggunakan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif, data brosur bilingual pariwisata Jogjakarta tahun 2017 dianalisis dengan menggunakan lima tahapan analisis data ciptaan Echtner. Dari hasil analisis yang dilakukan, para penulis mengidentifikasi bahwa brosur bilingual tersebut didominasi oleh tema wisata alam. Unsur apresiasi yang seharusnya digunakan untuk memberikan evaluasi positif terhadap gambaran daya tarik wisata ternyata tidak banyak digunakan di dalam brosur. Yang mengejutkan, ketidakselarasan antara informasi linguistik dan visual banyak ditemukan di dalam brosur bilingual. Melalui artikel ini, para penulis merekomendasikan pembuat brosur untuk tidak mengabaikan keselarasan antara informasi linguistik dengan representasi visualnya serta menambahkan aspek apresiasi linguistik untuk menambah kesan positif daerah tujuan wisata. Kata Kunci: Apraisal, Apresiasi, Brosur Pariwisata Bilingual, Semiotika AbstractAs a text, tourist brochure possesses linguistic and visual information. In this article, linguistic information is associated with appreciation aspect, meanwhile, visual information is affiliated with its visual function. Therefore, this article also discusses the syntagmatic relationship between them. Departing from this point of discussion, the authors are able to identify the congruity of linguistic and visual aspects. Using descriptive qualitative approach, Jogjakarta Bilingual Tourist Brochure 2017 edition served as the data of the research is analyzed using Echtner’s five steps of data analysis. The findings reveal that nature tourism positions as the dominating theme of the bilingual brochure. Despite its function to give positive evaluation to tourism destinations, appreciation aspect is rarely used in the brochure. Surprisingly, the incongruity between linguistic and visual information appears in numerous occasions. From the findings appear in the study, we recommend tourist brochure creator to incorporate the congruity of linguistic information with its visual representation and improve the use of linguistic appreciation in describing a tourism destinantion to create a greater persuasive impact. Keywords: Appraisal, Appreciation, Bilingual Tourism Brochure, Semiotics
PEMANFAATAN TEORI APPRAISAL DI MEDIA INFORMASI PARIWISATA BILINGUAL: UPAYA UNTUK MEMBANGUN MODEL PENERJEMAHAN BERBASIS LSF Suryaningtyas, Valentina Widya
Proceeding SENDI_U 2018: SEMINAR NASIONAL MULTI DISIPLIN ILMU DAN CALL FOR PAPERS
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (897.548 KB)

Abstract

Media Informasi Pariwisata bertujuan memberikan informasi yang positive terhadap wisatawan mancanegara. Dalam kajian linguistik, khususnya linguistik fungsional sistemik atau LFS mampu menciptakan pandangan positif ataupun negative dari sebuah teks yang dipelajari dalam kajian teori appraisal. Teori tersebut menekankan pada posisi seorang penulis dan pembaca dalam sebuah teks. Akan tetapi, pada saat berhubungan dengan teks bilingual, pergeseran makna dapat terjadi karena dalam menerjemahkan Bahasa sumber mungkintidak memiliki ciri ciri appraisal yang sama seperti attitude, engagement dan graduation. Oleh karena itu, dalam pembuatan model penerjemahan berbasis LFS ini penulis membutuhkan landasan terori appraisal agar dalam proses penerjemahan sesorang mampu membuat terjemahan yang memiliki makna sesuai dengan Bahasa sumber yang diterjemahkan.
Individual with Visual Impairment and Translation: A Case Study of Visually Impaired Translator in Translating News Text of TVKU Suryaningtyas, Valentina Widya; Cahyono, Setyo Prasiyanto
ASIAN TEFL ASIAN TEFL, VOL 3(2), 2018
Publisher : PPRPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.737 KB) | DOI: 10.21462/asiantefl.v3i2.64

Abstract

This article is of specialized translation study. It discusses a translation activity conducted by a visually impaired translator. The study focuses on the translation techniques, methods, and ideology which are carried out by the translator. Using qualitative descriptive method, the authors are able to identify that the translator uses five translation techniques. Four (addition, reduction, adaptation, and generalization) are target-language-oriented techniques and one technique is source-language-oriented one (borrowing). In translating TVKU news text, the subject of the study applies four translation steps. To conclude, the translator’s cognitive concept affects his decision to translate the text.
Appraisal in Bilingual Tourism Information Media: Developing an SFL-Based Translation Model Suryaningtyas, Valentina Widya; Nugroho, Raden Arief; Cahyono, Setyo Prasiyanto; Nababan, Mangatur Rudolf; Santosa, Riyadi
ASIAN TEFL ASIAN TEFL, VOL 4(1), 2019
Publisher : Lecturer Association of Linguistics, Language Teaching, and Literature Studies in Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.387 KB) | DOI: 10.21462/asiantefl.v4i1.65

Abstract

Tourism information media is aimed at giving positive image of Indonesian tourism to international tourists. In linguistics, especially in systemic functional linguistics, herewith SFL, the attempt to create positive or negative image of a text is studied through appraisal theory. It deals with how the authors position themselves and how the readers are positioned in the text. However, when dealing with bilingual texts, the meaning shift is highly likely because the translation of the source language may not have the same appraisal features, i.e. attitude, engagement, and graduation. Therefore, an SFL-based translation model is needed to accommodate this issue. As far as the authors observe, there is no SFL-based translation model accommodating tourism texts (Nugroho, Septemuryantoro, and Lewa, 2017). The purpose of this paper is to develop an SFL-based translation model by intertwining appraisal theory (Martin and Rose, 2013), translation techniques (Molina and Albir, 2002), and translation quality assessment (Nababan et al, 2012). By applying critical literature review, the authors analyzed the application of these theories in sample data taken from four information media, namely brochure, booklet, website, and book. Furthermore, by using Flesch readability test, the authors were able to select some parts of the media which are considered “hard to read”. The result of this study reveals that there is a minimum shift of appraisal features found in the bilingual tourism media. It happens because the translators mostly employ established equivalent technique to translate the texts. However, the positive result mentioned previously does not go hand in hand with the quality of the translation. Therefore, to bridge the outcome between the appraisal features of source and target languages reflected through the use of translation techniques and the assessment result of their translation quality, the authors need to generate a holistic SFL-based translation model. 
Multiculturalism in Javanese Humor (A Case in 'Sing Lucu' Rubric of Panjebar Semangat Magazine) Suryaningtyas, Valentina Widya; Setyaningsih, Nina
Lensa: Kajian Kebahasaan, Kesusastraan, dan Budaya Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Bahasa dan Budaya Asing (FBBA), Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/lensa.8.1.2018.102-116

Abstract

Crystal (1998) points out everyone plays with language or responds to language. We play with language when we manipulate it as a source of enjoyment, either for ourselves or for the benefit of others. We take some words, phrases, sentences, and other linguistic features and make them do things that they do not normally do. This language manipulation can result in humor. Humor has formed a substantial part of Javanese culture. Some jokes in Javanese contain local wisdom and this, according to Bascom (in Wijana, 2003) plays an important role to maintain the social and cultural norms. This paper examines the humor used in Sing Lucu rubric which contains jokes in Panjebar Semangat magazine. In Indonesia, there are only a few printed media that specialize in Javanese language and culture. One of them is Panjebar Semangat. It is a magazine that maintains Javanese culture, especially by the use of Javanese language and Javanese related contents. This paper aims to identify the types of humor and to explore the multiculturalism through the Javanese language expression. This study is framed by drawing on theories on humor, language play, and ambiguity. The result shows that there are three types of humor used in Sing Lucu: positive, negative, and neutral. Positive and neutral jokes have entertaining contents, while negatives jokes contain stereotyping of certain races. Some jokes are not based on facts and therefore they do not always represent certain races stereotyped in such jokes.
PEMANFAATAN TEORI APPRAISAL DI MEDIA INFORMASI PARIWISATA BILINGUAL: UPAYA UNTUK MEMBANGUN MODEL PENERJEMAHAN BERBASIS LSF Suryaningtyas, Valentina Widya
Proceeding SENDI_U 2018: SEMINAR NASIONAL MULTI DISIPLIN ILMU DAN CALL FOR PAPERS
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media Informasi Pariwisata bertujuan memberikan informasi yang positive terhadap wisatawan mancanegara. Dalam kajian linguistik, khususnya linguistik fungsional sistemik atau LFS mampu menciptakan pandangan positif ataupun negative dari sebuah teks yang dipelajari dalam kajian teori appraisal. Teori tersebut menekankan pada posisi seorang penulis dan pembaca dalam sebuah teks. Akan tetapi, pada saat berhubungan dengan teks bilingual, pergeseran makna dapat terjadi karena dalam menerjemahkan Bahasa sumber mungkintidak memiliki ciri ciri appraisal yang sama seperti attitude, engagement dan graduation. Oleh karena itu, dalam pembuatan model penerjemahan berbasis LFS ini penulis membutuhkan landasan terori appraisal agar dalam proses penerjemahan sesorang mampu membuat terjemahan yang memiliki makna sesuai dengan Bahasa sumber yang diterjemahkan.