Articles

Found 8 Documents
Search

Politik Hukum Kebebasan Beragama di Indonesia

Pandecta: Research Law Journal Vol 6, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.269 KB)

Abstract

Tulisan ini merupakan kajian tentang politik hukum kebebasan beragama di Indonesia. Sebagai bangsa yang multi-etnik tentu saja kajian seputar politik hukum kebebasan beragama di Indonesia menjadi penting. Kajian dengan menggunakan metode perbandingan dan sejarah hukum ini menggambarkan dan menganalisis sikap dasar negara terhadap kebebasan beragama, perkembangan politik hukum hak asasi manusia, dan substansi pengakuan kebebasan beragama dalam konstitusi Indonesia. Perkembangan politik hukum kebebasan beragama di Indonesia berjalan tidak linear, namun penuh dinamika sebagaimana pengalaman historis relasi antara negara dan agama yang terjadi selama ini. Relasi antara negara dengan Nahdlatul Ulama (NU) dijadikan model kajian bagaimana dinamika relasi antara negara dan agama terjadi di Indonesia. Kajian ini menemukan bahwa perkembangan politik hukum kebebasan beragama di Indonesia tidak terlepas dari pandangan (persepsi/pemahaman) negara dan masyarakat, dan antar warga masyarakat. Oleh karena itu, kajian ini merekomendasikan bahwa untuk meredam konflik yang potensial melanggar kebebasan beragama di Indonesia, strategi yang tidak dapat dielakkan adalah membangun kesepahaman antara para pihak dalam negara dan masyarakat.This article is a study on legal-policy of religious freedom in Indonesia. As a multi-ethnic nation of course becomes important to the study surrounding the legal-policy of religious freedom in Indonesia. The study using comparative and history of law methods is to describe and analyze the state’s attitude toward religious freedom, the legal-policy development of human rights, and the substance of the constitutional recognition of religious freedom in Indonesia. Legal-policy development on religious freedom in Indonesia is running not linear, but dynamics as the historical experiences of relations between state and religion that occurred during this time. Relation between the state and Nahdlatul Ulama (NU) used as a model of study how the dynamics relations between state and religion in Indonesia. This study finds that the legal-policy development of religious freedom in Indonesia is inseparable from view (perception/understanding) between the state and society, and between citizens. Therefore, this study recommends that in order to reduce potential conflicts violate religious freedom in Indonesia, the inevitable strategy is to build understanding between the parties in the state and society.

Speed Bumb sebagai Pembangkit Listrik Ramah Lingkungan dan Terbarukan

Semantik Vol 3, No 1 (2013): Semantik 2013
Publisher : Semantik

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.632 KB)

Abstract

Kemajuan teknologi dapat membantu masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan, hal ini terlihat banyaknya masyarakat bergantung pada teknologi. Kondisi demikian mengakibatkan  meningkatnya permintaan energi listrik oleh masyarakat ke perusahaan listrik negara, untuk mencegah terjadinya overload maka penambahan pembangkit listrik dengan energi primer berasal dari batubara yang saat ini dikenal dengan program 10.000 MW. Pembangkit  tersebut berkategori pembangkit konvensional dan tidak ramah lingkungan. Melihat cadangan batubara yang dimiliki Indonesia hanya mampu sekitar 35 tahun kedepan maka perlu adanya sebuah penelitian yang memanfaatkan sumber energi terbarukan, murah, dan rama h lingkungan, sehingga penelitian ini bertujuan untuk merencanakan speed bump  yang  dapat digunakan sebagai sumber  energi pembangkit listrik.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah  pemanfaatan polisi tidur  atau speed bump  untuk  membangkitkan energi  listrik  dengan menggunakan sistem tuas.  Sistem pembangkit ini memanfaatkan  alternator  magnet permanen 2 kutubkeluaran AC  sebagai pembangkit listrik, poros tuas dihubungkan dengan rotor alternator tersebut dengan media gear box. Hasil penelitian ini menunjukkan dengan gaya pijakan speed bump sebesar 608.2 Newton mampu menghasilkan putaran 650 rpm pada pole alternator, dengan dibebani lampu LED 240 mA/12V  dapat menghasilkan tegangan rata-rata sebesar 11.26 volt  DC, sedangkan  saat terhubung dengan  accu dengan kapasitas 12 volt  DC  10  Ah, alternator menghasilkan arus rata-rata  sebesar 1.68 Ampere.

DESAIN PEMIPIL JAGUNG DENGAN SUMBER ENERGI TENAGA SURYA DAN ENERGI LISTRIK PLN

Emitor Vol.15 No.02 September 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.298 KB)

Abstract

Energi listrik merupakan salah satu kebutuhan yang dibutuhkan oleh seluruh negara di dunia. Hal ini mengingat energi listrik merupakan salah satu faktor utama bagi terjadinya pertumbuhan ekonomi  suatu negara. Permasalahan energi listrik  menjadi semakin kompleks ketika kebutuhan yang meningkat akan energi dari seluruh negara di dunia untuk menopang pertumbuhan ekonominya justru membuat persediaan cadangan energi konvensional menjadi semakin sedikit. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat desain pemipil jagung dengan energi tenaga surya dan energi listrik PLN.Penelitian dimulai dari pembuatan mesin pemipil jagungdan pemasangan komponen-komponen seperti panel surya, konverter dan motor DC pada pemipil jagung yang telah dirancang sebelumnya. Kemudian pengecekan komponen yang telah terpasang sudah berfungsi secara normal. Energi listrik yang dihasilkan oleh panel surya akan digunakan sebagai sumber energi untuk menjalankan mesin pemipil jagung. Energi listrik PLN digunakan sebagai energi tambahan jika daya yang dihasilkan panel surya kurang. Cara pengamatan yang dilakukan adalah pengambilan data terkait nilai tegangan dan arus yang dihasilkan oleh panel suya,kecepatan putar mesin pemipil dan lama waktu pemipilan. Peralatan yang digunakan antara lain: luxmeter, Amperemeter, tachometer dan stopwatch.Hasi lpercobaan pertama dilakukan pada intensitas cahaya 103700 lux tegangan 19 V dan arus 2 A menghasilkan  kecepatan putar 1705 Rpm sehingga mesin pemipil jagung bekerja dengan sangat baik dengan waktu pemipilan 0,10 menit per jagung. Begitu seterusnya dengan intensitas yang berbeda sampai ke intensitas terendah yaitu 29300 lux tegangan 8,2 V dan arus 1 A menghasilkan kecepatan putar 402,4 Rpm sehingga mesin pemipil jagung tidak mampu lagi bekerja dengan baik (tidak dapat memipil jagung lagi). percobaan selanjutnya untuk melakukan pemipilan dengan energi listrik PLN disaat mesin pemipil jagung tidak mendapatkan suplai energi yang cukup dari panel surya karena intensitas cahaya yang rendah maka mesin dapat berpindah kesumber energi lain dengan memindahkan sumber energi ke listrik PLN. Pada penelitian ini didapati hasil setelah listrik PLN dikonversikan dengan konverter menunjukkan tegangan 11,2 V, arus 1,5 A dan kecepatan putar 910,2 Rpm sehingga didapati waktu pemipilan adalah 0,19 menit per jagung.

DESAIN SISTEM MONITORING KELUARAN GENERATOR MAGENT PERMANEN PADA SEPEDA STATIS DENGAN MIKROKONTROLER

Emitor Vol.15 No.01 Maret 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.815 KB)

Abstract

Perkembangan industri dan meningkatnya jumlah penduduk dunia memberikan efek yang sangat signifikan, berupa peningkatan permintaan energi listrik oleh masyarakat industri dan rumah tangga. Peningkatan permintaan tersebut harus dibarengi dengan penambahan jumlah pembangkit agar tidak terjadi overload. Pembangunan pembangkit yang menggunakan bahan bakar primer berupa gas dan batubara akan menyebabkan semakin menipisnya cadangan minyak mentah dan juga cadangan batubara, dari permasalahan tersebut perlu adanya kajian pemanfaatan energi terbarukan dan energi alternative, sebagai contoh saat ini masyarakat semakin banyak memanfaatkan alat fitnes center untuk berolahraga agar senantiasa kondisi tubuh senantiasa segar dan bugar, namun pemanfaatan alat fitnes tersebut sebatas untuk menjaga kondisi kesehatan tubuh. Jika dilihat alat sepeda statis maka ada potensi untuk menghasilkan energi listrik sehingga selain menjaga kondisi tubuh dapat juga memproduksi energi listrik.Penelitian ini bertujuan untuk merancang pembaca RPM dan tegangan yang dihasilkan oleh generator magnet permanen yang dipasang pada sepeda statis. Sehingga pada saat mengkayuh sepeda statis maka roda sepeda akan bergerak atau berputar, perputaran roda tersebut dihubungkan dengan rotor generator magnet permanen sehingga rotor tersebut akan berputar pula, perputaran tersebut mengakibatkan adanya tegangan keluaran pada generator magnet permanen, agar pengguna sepeda status mudah memantai keluaran generator magnet tersebut maka dilakukan pengukuran berupa kecepatan putar rotor PMG dan juga tegangan keluaran dengan memanfaatkan sensor infrared, sensor photodioda, dan sensor pembagi tegangan yang outpunya akan diolah oleh minimum sistem Atmega16. Alat ini juga dilengkapi baterai yang berguna untuk menyalakan alat ketika alat digunakan pada suatu tempat yang belum ada listrik PLN.Hasil penelitian ini adalah sebuah alat pembaca RPM dan tegangan generator magnet permanen yang penggerak utama adalah kayuhan user. Pembacaan nilai RPM ini diperoleh dari pembacaan sensor photodioda yang dirangkai dengan sensor infrared, sedangkan pada tegangan ini dibaca nilainya dari sensor pembagi tegangan. Alat ini memiliki kapasitas maksimal tegangan yang dapat dibaca yaitu 20 volt DC. Baterai 9V dapat digunakan ketika listrik PLN sedang padam atau ketika tidak tersedia energi listrik PLN. Hasil nilai dari alat ini dibadingkan dengan nilai dari alat multimeter dan tachometer infrared, yang menghasilkan nilai perbandingan pada alat yang dibuat untuk mengukur tegangan 13,04V, sedangkan pada multimeter menujukkan nilai tegangan 12,80V dengan selisih perbadingan 1,87%, alat yang dibuat selalu lebih tinggi nilainya. Pada pengukuran RPM alat yang dibuat menujukkan nilai 1249,25 RPM, sedangkan pada tachometer digital infrared 1262,64 RPM dengan selisih perbandingan 1,10%, alat yang dibuat perhitungannya selalu lebih tinggi dari alat yang ada.

DESAIN SISTEM MONITORING KELUARAN GENERATOR MAGENT PERMANEN PADA SEPEDA STATIS DENGAN MIKROKONTROLER

Emitor: Jurnal Teknik Elektro Vol.15 No.01 Maret 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.815 KB)

Abstract

Perkembangan industri dan meningkatnya jumlah penduduk dunia memberikan efek yang sangat signifikan, berupa peningkatan permintaan energi listrik oleh masyarakat industri dan rumah tangga. Peningkatan permintaan tersebut harus dibarengi dengan penambahan jumlah pembangkit agar tidak terjadi overload. Pembangunan pembangkit yang menggunakan bahan bakar primer berupa gas dan batubara akan menyebabkan semakin menipisnya cadangan minyak mentah dan juga cadangan batubara, dari permasalahan tersebut perlu adanya kajian pemanfaatan energi terbarukan dan energi alternative, sebagai contoh saat ini masyarakat semakin banyak memanfaatkan alat fitnes center untuk berolahraga agar senantiasa kondisi tubuh senantiasa segar dan bugar, namun pemanfaatan alat fitnes tersebut sebatas untuk menjaga kondisi kesehatan tubuh. Jika dilihat alat sepeda statis maka ada potensi untuk menghasilkan energi listrik sehingga selain menjaga kondisi tubuh dapat juga memproduksi energi listrik.Penelitian ini bertujuan untuk merancang pembaca RPM dan tegangan yang dihasilkan oleh generator magnet permanen yang dipasang pada sepeda statis. Sehingga pada saat mengkayuh sepeda statis maka roda sepeda akan bergerak atau berputar, perputaran roda tersebut dihubungkan dengan rotor generator magnet permanen sehingga rotor tersebut akan berputar pula, perputaran tersebut mengakibatkan adanya tegangan keluaran pada generator magnet permanen, agar pengguna sepeda status mudah memantai keluaran generator magnet tersebut maka dilakukan pengukuran berupa kecepatan putar rotor PMG dan juga tegangan keluaran dengan memanfaatkan sensor infrared, sensor photodioda, dan sensor pembagi tegangan yang outpunya akan diolah oleh minimum sistem Atmega16. Alat ini juga dilengkapi baterai yang berguna untuk menyalakan alat ketika alat digunakan pada suatu tempat yang belum ada listrik PLN.Hasil penelitian ini adalah sebuah alat pembaca RPM dan tegangan generator magnet permanen yang penggerak utama adalah kayuhan user. Pembacaan nilai RPM ini diperoleh dari pembacaan sensor photodioda yang dirangkai dengan sensor infrared, sedangkan pada tegangan ini dibaca nilainya dari sensor pembagi tegangan. Alat ini memiliki kapasitas maksimal tegangan yang dapat dibaca yaitu 20 volt DC. Baterai 9V dapat digunakan ketika listrik PLN sedang padam atau ketika tidak tersedia energi listrik PLN. Hasil nilai dari alat ini dibadingkan dengan nilai dari alat multimeter dan tachometer infrared, yang menghasilkan nilai perbandingan pada alat yang dibuat untuk mengukur tegangan 13,04V, sedangkan pada multimeter menujukkan nilai tegangan 12,80V dengan selisih perbadingan 1,87%, alat yang dibuat selalu lebih tinggi nilainya. Pada pengukuran RPM alat yang dibuat menujukkan nilai 1249,25 RPM, sedangkan pada tachometer digital infrared 1262,64 RPM dengan selisih perbandingan 1,10%, alat yang dibuat perhitungannya selalu lebih tinggi dari alat yang ada.

DESAIN PEMIPIL JAGUNG DENGAN SUMBER ENERGI TENAGA SURYA DAN ENERGI LISTRIK PLN

Emitor: Jurnal Teknik Elektro Vol.15 No.02 September 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.298 KB)

Abstract

Energi listrik merupakan salah satu kebutuhan yang dibutuhkan oleh seluruh negara di dunia. Hal ini mengingat energi listrik merupakan salah satu faktor utama bagi terjadinya pertumbuhan ekonomi  suatu negara. Permasalahan energi listrik  menjadi semakin kompleks ketika kebutuhan yang meningkat akan energi dari seluruh negara di dunia untuk menopang pertumbuhan ekonominya justru membuat persediaan cadangan energi konvensional menjadi semakin sedikit. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat desain pemipil jagung dengan energi tenaga surya dan energi listrik PLN.Penelitian dimulai dari pembuatan mesin pemipil jagungdan pemasangan komponen-komponen seperti panel surya, konverter dan motor DC pada pemipil jagung yang telah dirancang sebelumnya. Kemudian pengecekan komponen yang telah terpasang sudah berfungsi secara normal. Energi listrik yang dihasilkan oleh panel surya akan digunakan sebagai sumber energi untuk menjalankan mesin pemipil jagung. Energi listrik PLN digunakan sebagai energi tambahan jika daya yang dihasilkan panel surya kurang. Cara pengamatan yang dilakukan adalah pengambilan data terkait nilai tegangan dan arus yang dihasilkan oleh panel suya,kecepatan putar mesin pemipil dan lama waktu pemipilan. Peralatan yang digunakan antara lain: luxmeter, Amperemeter, tachometer dan stopwatch.Hasi lpercobaan pertama dilakukan pada intensitas cahaya 103700 lux tegangan 19 V dan arus 2 A menghasilkan  kecepatan putar 1705 Rpm sehingga mesin pemipil jagung bekerja dengan sangat baik dengan waktu pemipilan 0,10 menit per jagung. Begitu seterusnya dengan intensitas yang berbeda sampai ke intensitas terendah yaitu 29300 lux tegangan 8,2 V dan arus 1 A menghasilkan kecepatan putar 402,4 Rpm sehingga mesin pemipil jagung tidak mampu lagi bekerja dengan baik (tidak dapat memipil jagung lagi). percobaan selanjutnya untuk melakukan pemipilan dengan energi listrik PLN disaat mesin pemipil jagung tidak mendapatkan suplai energi yang cukup dari panel surya karena intensitas cahaya yang rendah maka mesin dapat berpindah kesumber energi lain dengan memindahkan sumber energi ke listrik PLN. Pada penelitian ini didapati hasil setelah listrik PLN dikonversikan dengan konverter menunjukkan tegangan 11,2 V, arus 1,5 A dan kecepatan putar 910,2 Rpm sehingga didapati waktu pemipilan adalah 0,19 menit per jagung.

Keistimewaan Bahasa Arab Sebagai Bahasa Al-Qur’an

Nidhomul Haq : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 1 No 1 (2016): Islamic Education of Management
Publisher : Prodi Manajemen Pendidikan Islam Institut Pesantren KH Chalim Mojokerto

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam teori bahasa modern, tidak ada satu bahasa yang lebih unggul dari bahasa yang lain. Akan tetapi bahasa dapat lebih unggul dari bahasa lain sebab historis dan transformasi pemikiran dan budaya. Bahasa arab mempunyai keistimewaan, karena bahasa arab menjadi bahasa Al-Qur’an. Dengan memahami bahasa arab maka dapat mengerti isi kitab suci yang pedoman orang islam. Keunggulan bahasa arab dengan bahasa  tidak  hanya  terletak  sebagai  bahasa  agama,  akan  tetapi  bahasa  arab mempunyai keistimewaan dalam segi ilmu kebahasaannya. Dengan   mengkaji ilmu kebahasaannya akan dapat menikmati keindahan tata bahasa Al-Qur’an yang merupakan unsur kemukjizatan AL-Qur’an. Dengan kesempurnaan tata bahasa Al- Qur’an tidak akanada yang bisa meniru Al-Qur’an. Studi pustaka adalah metode penelitian yang cocok digunakan dalam mengupas keindahan struktur dan gaya bahasa Al-Qur’an.  Membaca  referensi  tentang  keilmuan  bahasa  arab  lalu  menerapkan teorinya teks-teks AL-Qur’an. Temuan dalam penelitian ini mencakup 5 hal: fonologi, kosakata, morfologi, sintaksis, semantik dalam bahasa arab. Fonologi, pengucapan suara huruf arab (hija’iyah) mempunyai karakter dan rumus yang unik, dimana pengucapan hurufnya ada yang di kedua bibir, di tenggorokan, dan langit-langit mulut. Dan beberrapa hurufnya tidak dapat dituliskan dengan abjad, terutama huruf dhot. Kosakata, bahasa arab kaya akan kosakata. Kosakata yang sama bisa mempunyai arti 2 bahkan lebih. Pemaknaannya bisa dilihat dari susunan bahasanya, atau hubungannya dengan huruf jer. Morfologi, sebaran kata dalam bahasa arab bisa berasal dari kata yang huruf dan artinya sama   dan masih saling berhubungan. Sintaksis, perubahan harokat akhir kata mempengaruhi posisi kata dalam struktur bahasa. Prinsip keseuaian sangat penting dalam penyusunan kalimat. Semantik, merubah posisi kata dengan mendahulukan dan mengakhirkan, mengucapkan kata jamak dimaksudkan satu, mengucapkan tempat dimaksudkan orangnya itu sudah biasa terjadi dalam bahasa arab.

Khasais al-lughah al-Arabiyyah al-Fusha wa Makaniha fi al-Din al-Islamiy

Jurnal Al Bayan : Jurnal Jurusan Pendidikan Bahasa Arab Jurnal Al Bayan Vol.10 No.1 Th.2018
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.992 KB)

Abstract

ملخص : اللغة العربية أفضل اللغات وأوسمها. لها الخصائص والمميزات تميزت بها عن غيرها من اللغة الأخرى. وقد تميزت اللغة العربية بميزات وخصائص انفردت بها عن سائر اللغات فى النواحي التاريخية والدينية والثقافة، فضلا عن النواحي اللغوية من أصوات وصرف ونحو ودلالة وبلاغة. من النواحي التاريخية  تعد اللغة العربية من اللغات العريقة، الموغلة فى القدم، بل إنها أم اللغات وأقدمها. ومن النواحي الدينية والثقافية أن اللغة العربية لغة مقدسة فى الأديان السماوية السابقة لدين الإسلام. ومن اللغوية خصائص كثيرة مثل الخصائص الصوتية، الخصائص الصرفية، الخصائص النحوية، الخصائص المعجمية والدلالية. واللغة العربية الفصحى تميزت من اللغة المولدة هو الإعراب. والعربية الفصحى تغدو لغة الأدب والثقافة. اللغة العربية الفصحى هي اللغة القرأن الكريم الذى انزل إلى نبينا محمد صلى الله عليه وسلم هدى للناس، وهي أفصح اللغة العربية. واللغة العربية هيالوسيلة لحفظ التراث العقائدي والثقافي للأمة العربية الإسـلامية.الكلمات المفتاحية : العربية الفصحى، خصائص اللغة العربية، مكانة