Pulung Nurtantio Andono, Pulung Nurtantio
Jurusan Teknik Informatika, Universitas Dian Nuswantoro Semarang

Published : 9 Documents
Articles

Found 9 Documents
Search

Deteksi Api dengan MultiColorFeatures, Background Subtraction dan Morphology Shidik, Guruh Fajar; Adnan, Fajrian Nur; Pramunendar, Ricardus Anggi; Supriyanto, Catur; Andono, Pulung Nurtantio
Semantik Vol 3, No 1 (2013): Semantik 2013
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (671.742 KB)

Abstract

Pentingnya  deteksi  api secara dini dapat membantu memberikan peringatan  serta  menghindari bencana yang menyebabkan kerugian ekonomi dan kehilangan nyawa manusia.  Teknik deteksi api dengan sensor konvensional  masih  memiliki keterbatasan, yakni  memerlukan waktu yang cukup lama dalam mendeteksi api pada ruangan yang besar serta tidak dapat bekerja di ruangan terbuka. Penelitian ini mengusulkan metode deteksi  api secara visual yang dapat digunakan pada  camera surveillance dengan  menggunakankombinasi  Multicolorfeatures  sepertiRGB,  HSV,YCbCr  dan  Background Subtraction  serta morphologyuntuk pendeteksian  pergerakan  api.  Evaluasi penelitian  dilakukan dengan menghitung tingkat error deteksi  area api.
Background Subtraction Berbasis Algorithma K-Means Klastering untuk Deteksi Objek Bergerak Soeleman, Moch Arief; Anggi P, Ricardus; Andono, Pulung Nurtantio
Semantik Vol 4, No 1 (2014): Semantik 2014
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background subtraction menjadi bagian yang sangat penting dari deteksi objek bergerak di video. Problem utamanya adalahketepatan dalam proses menentukan objek bergerak. Makalah ini mengusulkan metode klastering dengan k-means padabackground subtraction dalam mendeteksi objek bergerak. Untuk mengevaluasi performa dari k-means digunakan MeanSquare Error (MSE) dan Peak Signal Noise Ratio (PSNR). Hasil eksperimen menunjukkan bahwa k-means mampu untukmelakukan klasifikasi piksel latar depan atau latar belakang dalam mendeteksi objek.Keyword : k-means, background subtraction, objek bergerak
Identifikasi Sidik Jari Menggunakan Akurasi POC dan SIFT Wiyanto, Tendi Tri; Andono, Pulung Nurtantio
Journal of Applied Intelligent System Vol 1, No 1 (2015): Februari 2015 (Hal. 1-69)
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Dian Nuswantoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu cara pengenalan sidik jari adalah dengan identifikasi sidik jari. Umumnya identifikasi yang dilakukan mengacu pada proses tingkat akurasi citra sidik jari. Penelitian ini mengajukan suatu metode identifikasi sidik jari yang sederhana tanpa melakukan pengenalan melainkan langsung pada proses pencocokan dan tingkat akurasi. Ada banyak metode untuk mengatasi masalah tersebut. Dalam penelitian ini digunakan teknik Scale Invariant Transform Feature (SIFT) dan Phase Colleration Only (POC) sebagai fitur ekstraksi yang dapat mengatasi masalah perbedaan tingkat akurasi sidik jari. Penelitian ini juga meneliti perbandingan antara metode SIFT dengan metode POC. Dalam simulasi pengujian ini digunakan 50 citra sidik jari. Hasil tingkat akurasi algoritma SIFT sebesar 84,5%. Sedangkan POC tingkat akurasinya sebesar 78%. Metode penerapan SIFT dapat mendeteksi gambar fingerprint dengan berbagai rotasi dan Algoritma POC dapat memberikan nilai puncak runcing yang jelas jika kedua citra finger print mirip sedangkan jika kedua citra fingerprint tidak mirip maka nilai puncak akan turun secara signifikan. Dari data tersebut menunjukkan bahwa metode SIFT  lebih baik dan akurat dibandingkan POC. Kata kunci— identifikasi, sidik jari, akurasi SIFT dan POC, gambar.
ENHANCEMENT OF 3D SURFACE RECONSTRUCTION OF UNDERWATER CORAL REEF BASE ON SIFT IMAGE MATCHING USING CONTRAST LIMITED ADAPTIVE HISTOGRAM EQUALIZATION AND OUTLIER REMOVAL Andono, Pulung Nurtantio; Pramunendar, Ricardus Anggi; Supriyanto, Catur; Shidik, Guruh Fajar; Purnama, I Ketut Eddy; Hariadi, Mochamad
Kursor Vol 7, No 1 (2013)
Publisher : University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3843.221 KB)

Abstract

ENHANCEMENT OF 3D SURFACE RECONSTRUCTION OF UNDERWATER CORAL REEF BASE ON SIFT IMAGE MATCHING USING CONTRAST LIMITED ADAPTIVE HISTOGRAM EQUALIZATION AND OUTLIER REMOVAL aPulung Nurtantio Andono, bRicardus Anggi Pramunendar, cCatur Supriyanto, dGuruh Fajar Shidik,e I Ketut Eddy Purnama, fMochamad Hariadi a,b,c,dFaculty of Computer Science, Dian Nuswantoro University Jalan Imam Bonjol, No. 207, Semarang 50131, Indonesia e,fFaculty of Industrial Technology, Dept. of Electrical Engineering, ITS, Surabaya, Indonesia Email: a pulung@research.dinus.ac.id Abstrak Penelitian ini menggambarkan peningkatan kualitas rekonstruksi 3D permukaan terumbu karang bawah laut menggunakan sistem kamera stereo. Algoritma Contrast Limited Adaptive Histogram image Equalization (CLAHE) diusulkan untuk meningkatkan kualitas citra bawah laut tersebut, karena menurunnya kualitas citra bawah laut dapat disebabkan oleh penyerapan dan hamburan sinar matahari. Dalam mengembangkan rekonstruksi 3D permukaan bawah laut, pasangan citra stereo diekstrak secara manual dari rekaman video yang diperoleh, yang kemudian dilakukan proses pencocokan citra stereo menggunakan algoritma SIFT. Kelebihan algoritma SIFT tersebut adalah tahan terhadap perubahan skala, transformasi, dan rotasi dari sepasang citra tersebut. Banyaknya matching point antar 2 citra stereo dijadikan ukuran untuk mengetahui kinerja CLAHE terhadap algoritma SIFT. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan CLAHE dan outlier removal mampu meningkatkan jumlah matching point sebesar 56%. Keberhasilan CLAHE tersebut perlu diujikan ke beberapa algoritma matching point yang lain. Perbandingan beberapa algoritma matching point yang menerapkan CLAHE dapat membuktikan bahwa CLAHE sangat cocok dalam meningkatkan kinerja algoritma matching point dan rekonstruksi permukaan 3D citra bawah laut. Kata kunci: Rekonstruksi 3D, Citra Bawah Laut, SIFT, CLAHE. Abstract This research describes an enhancement of 3D Reconstruction coral reef images using stereo camera system. Contrast Limited Adaptive Histogram image Equalization (CLAHE) algorithm was proposed to enhance the image quality in preprocessing area, since the quality of underwater images degrades by the absorption and scattering of light. To develop a 3D-representation of the seafloor, image-pairs were first extracted from the video footage manually, then corresponding points are automatically extracted from the stereo-pairs by SIFT matching algorithm, which is invariant to scale, translation, and rotation. Number of matching points is used to evaluate the performance of SIFT with and without CLAHE. As a result, the promising techniques provides better 3D reconstruction details of coral reef imagesin total, the combination of CLAHE and outlier removal performs the enhancement for 56%. For further, CLAHE need to be performed to other image matching techniques. The comparison of different image matching techniques with and without CLAHE can prove that CLAHE is appropriate as image enhancement method for image matching and 3D surface reconstruction. Key words: 3D Reconstruction, Underwater Image, SIFT, CLAHE.
ENHANCEMENT OF 3D SURFACE RECONSTRUCTION OF UNDERWATER CORAL REEF BASE ON SIFT IMAGE MATCHING USING CONTRAST LIMITED ADAPTIVE HISTOGRAM EQUALIZATION AND OUTLIER REMOVAL Andono, Pulung Nurtantio; Pramunendar, Ricardus Anggi; Supriyanto, Catur; Shidik, Guruh Fajar; Purnama, I Ketut Eddy; Hariadi, Mochamad
Kursor Vol 7, No 1 (2013)
Publisher : University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/kursor.v7i1.1074

Abstract

ENHANCEMENT OF 3D SURFACE RECONSTRUCTION OF UNDERWATER CORAL REEF BASE ON SIFT IMAGE MATCHING USING CONTRAST LIMITED ADAPTIVE HISTOGRAM EQUALIZATION AND OUTLIER REMOVAL aPulung Nurtantio Andono, bRicardus Anggi Pramunendar, cCatur Supriyanto, dGuruh Fajar Shidik,e I Ketut Eddy Purnama, fMochamad Hariadi a,b,c,dFaculty of Computer Science, Dian Nuswantoro University Jalan Imam Bonjol, No. 207, Semarang 50131, Indonesia e,fFaculty of Industrial Technology, Dept. of Electrical Engineering, ITS, Surabaya, Indonesia Email: a pulung@research.dinus.ac.id Abstrak Penelitian ini menggambarkan peningkatan kualitas rekonstruksi 3D permukaan terumbu karang bawah laut menggunakan sistem kamera stereo. Algoritma Contrast Limited Adaptive Histogram image Equalization (CLAHE) diusulkan untuk meningkatkan kualitas citra bawah laut tersebut, karena menurunnya kualitas citra bawah laut dapat disebabkan oleh penyerapan dan hamburan sinar matahari. Dalam mengembangkan rekonstruksi 3D permukaan bawah laut, pasangan citra stereo diekstrak secara manual dari rekaman video yang diperoleh, yang kemudian dilakukan proses pencocokan citra stereo menggunakan algoritma SIFT. Kelebihan algoritma SIFT tersebut adalah tahan terhadap perubahan skala, transformasi, dan rotasi dari sepasang citra tersebut. Banyaknya matching point antar 2 citra stereo dijadikan ukuran untuk mengetahui kinerja CLAHE terhadap algoritma SIFT. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan CLAHE dan outlier removal mampu meningkatkan jumlah matching point sebesar 56%. Keberhasilan CLAHE tersebut perlu diujikan ke beberapa algoritma matching point yang lain. Perbandingan beberapa algoritma matching point yang menerapkan CLAHE dapat membuktikan bahwa CLAHE sangat cocok dalam meningkatkan kinerja algoritma matching point dan rekonstruksi permukaan 3D citra bawah laut. Kata kunci: Rekonstruksi 3D, Citra Bawah Laut, SIFT, CLAHE. Abstract This research describes an enhancement of 3D Reconstruction coral reef images using stereo camera system. Contrast Limited Adaptive Histogram image Equalization (CLAHE) algorithm was proposed to enhance the image quality in preprocessing area, since the quality of underwater images degrades by the absorption and scattering of light. To develop a 3D-representation of the seafloor, image-pairs were first extracted from the video footage manually, then corresponding points are automatically extracted from the stereo-pairs by SIFT matching algorithm, which is invariant to scale, translation, and rotation. Number of matching points is used to evaluate the performance of SIFT with and without CLAHE. As a result, the promising techniques provides better 3D reconstruction details of coral reef imagesin total, the combination of CLAHE and outlier removal performs the enhancement for 56%. For further, CLAHE need to be performed to other image matching techniques. The comparison of different image matching techniques with and without CLAHE can prove that CLAHE is appropriate as image enhancement method for image matching and 3D surface reconstruction. Key words: 3D Reconstruction, Underwater Image, SIFT, CLAHE.
ANALISA PENINGKATAN KUALITAS CITRA BAWAH AIR BERBASIS KOREKSI GAMMA dan HISTOGRAM EQUALIZATION Hendrawan, Aria; Andono, Pulung Nurtantio; Susanto, Susanto
Jurnal Transformatika Vol 14, No 1 (2016): July 2016
Publisher : Jurusan Teknologi Informasi Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (587.643 KB) | DOI: 10.26623/transformatika.v14i1.384

Abstract

Underwater image of water quality in the dark, it depends on the depth of water at the time of image acquisition or image. The results of the image quality is adversely affecting the results matching the image pairs underwater with SIFT algorithm. This research aims to use the method of image preprocessing and Histogram Equalization Gamma Correction that works to improve the quality of images underwater. The results showed 27.76% increase using image preprocessing Gamma Correction and Histogram Equalization compared with no increase in image quality. Results of paired t-test has the null hypothesis is rejected so that there is a significant difference between the application of Gamma Correction Histogram Equalization with and without image enhancement.
ENHANCEMENT OF 3D SURFACE RECONSTRUCTION OF UNDERWATER CORAL REEF BASE ON SIFT IMAGE MATCHING USING CONTRAST LIMITED ADAPTIVE HISTOGRAM EQUALIZATION AND OUTLIER REMOVAL Andono, Pulung Nurtantio; Pramunendar, Ricardus Anggi; Supriyanto, Catur; Shidik, Guruh Fajar; Purnama, I Ketut Eddy; Hariadi, Mochamad
Kursor Vol 7, No 1 (2013)
Publisher : University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/kursor.v7i1.1072

Abstract

ENHANCEMENT OF 3D SURFACE RECONSTRUCTION OF UNDERWATER CORAL REEF BASE ON SIFT IMAGE MATCHING USING CONTRAST LIMITED ADAPTIVE HISTOGRAM EQUALIZATION AND OUTLIER REMOVAL aPulung Nurtantio Andono, bRicardus Anggi Pramunendar, cCatur Supriyanto, dGuruh Fajar Shidik,e I Ketut Eddy Purnama, fMochamad Hariadi a,b,c,dFaculty of Computer Science, Dian Nuswantoro University Jalan Imam Bonjol, No. 207, Semarang 50131, Indonesia e,fFaculty of Industrial Technology, Dept. of Electrical Engineering, ITS, Surabaya, Indonesia Email: a pulung@research.dinus.ac.id Abstrak Penelitian ini menggambarkan peningkatan kualitas rekonstruksi 3D permukaan terumbu karang bawah laut menggunakan sistem kamera stereo. Algoritma Contrast Limited Adaptive Histogram image Equalization (CLAHE) diusulkan untuk meningkatkan kualitas citra bawah laut tersebut, karena menurunnya kualitas citra bawah laut dapat disebabkan oleh penyerapan dan hamburan sinar matahari. Dalam mengembangkan rekonstruksi 3D permukaan bawah laut, pasangan citra stereo diekstrak secara manual dari rekaman video yang diperoleh, yang kemudian dilakukan proses pencocokan citra stereo menggunakan algoritma SIFT. Kelebihan algoritma SIFT tersebut adalah tahan terhadap perubahan skala, transformasi, dan rotasi dari sepasang citra tersebut. Banyaknya matching point antar 2 citra stereo dijadikan ukuran untuk mengetahui kinerja CLAHE terhadap algoritma SIFT. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan CLAHE dan outlier removal mampu meningkatkan jumlah matching point sebesar 56%. Keberhasilan CLAHE tersebut perlu diujikan ke beberapa algoritma matching point yang lain. Perbandingan beberapa algoritma matching point yang menerapkan CLAHE dapat membuktikan bahwa CLAHE sangat cocok dalam meningkatkan kinerja algoritma matching point dan rekonstruksi permukaan 3D citra bawah laut. Kata kunci: Rekonstruksi 3D, Citra Bawah Laut, SIFT, CLAHE. Abstract This research describes an enhancement of 3D Reconstruction coral reef images using stereo camera system. Contrast Limited Adaptive Histogram image Equalization (CLAHE) algorithm was proposed to enhance the image quality in preprocessing area, since the quality of underwater images degrades by the absorption and scattering of light. To develop a 3D-representation of the seafloor, image-pairs were first extracted from the video footage manually, then corresponding points are automatically extracted from the stereo-pairs by SIFT matching algorithm, which is invariant to scale, translation, and rotation. Number of matching points is used to evaluate the performance of SIFT with and without CLAHE. As a result, the promising techniques provides better 3D reconstruction details of coral reef imagesin total, the combination of CLAHE and outlier removal performs the enhancement for 56%. For further, CLAHE need to be performed to other image matching techniques. The comparison of different image matching techniques with and without CLAHE can prove that CLAHE is appropriate as image enhancement method for image matching and 3D surface reconstruction. Key words: 3D Reconstruction, Underwater Image, SIFT, CLAHE
Analisa Perbandingan Adaptif Median Filter Dan Median Filter Dalam Reduksi Noise Salt & Pepper Maulana, Ivan; Andono, Pulung Nurtantio
CogITo Smart Journal Vol 2, No 2 (2016): CogITo Smart Journal
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (676.635 KB) | DOI: 10.31154/cogito.v2i2.26.157-166

Abstract

Suatu data atau informasi disajikan tidak hanya berupa data teks tetapi juga dapat berupa audio, video, dan gambar. Pada zaman sekarang informasi sangatlah penting dan diperlukan, begitu juga informasi yang terdapat pada citra. Citra (image) atau istilah lain untuk gambar merupakan salah satu komponen multimedia yang berperan penting sebagai bentuk informasi visual. Dibandingkan dengan data teks, citra memiliki banyak informasi. Namun terkadang citra juga dapat mengalami penurunan yaitu degradasi atau penurunan kualitas yang disebabkan oleh derau / noise, warna terlalu kontras, kabur, dan lain-lain. Ada beberapa jenis noise dalam pengolahan citra salah satunya yaitu Salt & Pepper noise. Noise Salt & Pepper berbentuk seperti bintik hitam dan putih pada citra. Untuk mengurangi noise ini dibutuhkan suatu metode, salah satunya yaitu median filter. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah median filter dan adaptif median filter. Perbedaan mendasar antara kedua metode ini yaitu pada besarnya windows pada adaptif median filter adalah variabel. Dari hasil penelitian, citra yang menggunakan metode adaptif median filter lebih baik daripada median filter. Dari perhitungan Peak Signal to Noise Ratio (PSNR) citra yang menggunakan adaptif median filter mendapatkan 29,2495 dB sedangkan median filter mendapatkan 23,8181 dB.Kata Kunci: Median filter, Adaptif Median filter, Noise salt & pepper, PSNR
Perspektif Baru Enterprise Architecture Pemerintahan Kota Mataram Berbasis TOGAF ADM Husain, Husain; Andono, Pulung Nurtantio; Soeleman, M. Arif
MATRIK : Jurnal Manajemen, Teknik Informatika dan Rekayasa Komputer Vol 16 No 2 (2017)
Publisher : STMIK Bumigora Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1673.214 KB) | DOI: 10.30812/matrik.v16i2.6

Abstract

TIK salah satu penentu keberhasilan sebuah organisasi dalam mencapai visi dan misinya. Terpilihnya pemimpin yang baru, terbentuknya SKPD baru dengan visi misi baru sehingga master plan yang lama di anggap sudah tidak relevan lagi, sehingga persoalan yang muncul diselesaikan dengan cara reaktif dan memungkinkan persoalan yang sama akan muncul kembali pada masa yang akan datang. Arsitektur enterprise adalah cara untuk membangun arsitektur TIK dari sebuah organisasi yang berfokus pada arsitektur bisnis, arsitektur data, arsitektur aplikasi dan arsitektur teknologi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Metodologi yang digunakan adalah Enterprise Architecture TOGAF ADM sebagai kerangka acuan untuk perencanaan strategis TIK Pemerintahan Kota Mataram. Subyek pada penelitian ini adalah responden yang memiliki kewenangan dalam pengambilan keputusan terkait TIK dan pengguna TIK di Dinas Komunikasi dan Informatika (DISKOMINFO). Kebutuhan bisnis yang terdiri dari Arsitektur Data, Aplikasi dan Teknologi diidentifikasi dan diusulkan untuk mendukung aktivitas bisnis demi pencapaian tujuan organisasi. Hasil dari penelitian ini dengan menganalisa penggunaan penerapan teknologi informasi dan komunikasi(TIK) Seperti Sumber daya Manusia yang terlibat, kebutuhan aplikasi dan infrastruktur jaringan komputer dalam untuk mendukung proses bisnis dalam pelaksanaan roda pemerintahan Kota Mataram, dengan menggunakan metode scorecard uji kelayakan dengan rata-rata perolehan 76%.