Articles

Found 15 Documents
Search

Kajian Pembuatan Minuman Herbal Celup Kayu Sepang dengan Penambahan Jahe dan Daun Jeruk Purut Sebagai Minuman Fungsional rizki, rizki; Lestari, Retno Budi; Hartanti, Lucky
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh formula minuman herbal celup kayu sepang dengan penambahan jahe dan daun jeruk purut sebagai minuman fungsional yang tepat dengan sifat fisikokimia terbaik dan sensori yang dapat diterima masyarakat. Metode penelitian  menggunakan rancangan acak lengkap dengan 1 faktor perlakuan yang terdiri dari 6 taraf perlakuan.Taraf perlakuannya adalah: t0 (1g kayu sepang : 0g jahe : 0g daun jeruk purut), t1 (1 g kayu sepang : 0 g jahe : 1 g daun jeruk purut), t2 (1g kayu sepang : 0,25g jahe : 0,75g daun jeruk purut), t3 (1g kayu sepang : 0,50g jahe : 0,50g daun jeruk purut), t4 (1g kayu sepang : 0,75g jahe  : 0,25g daun jeruk purut), t5 (1 kayu sepang : 1g jahe : 0 g daun jeruk purut), masing-masing perlakuan diulang 4 kali. parameter pengamatan meliputi: sifat fisikokimia minuman herbal celup kayu sepang , yaitu: kadar air (serbuk), kadar abu (serbuk), pH (serbuk dan seduhan), vitamin C (serbuk dan seduhan), total fenol (serbuk dan seduhan), jika perlakuan berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji BNJ 5%. Uji sensori menggunakan metode Kruskal-Wallis selanjutnya untuk mendapatkan perlakuan terbaik dilakukan uji indeks efektifitas. Hasil penelitian menunjukkan dengan penambahan jahe dan daun jeruk purut berpengaruh nyata terhadap vitamin C serbuk dan seduhan, pH serbuk dan seduhan, kadar air dan kadar abu serbuk, total fenol serbuk dan seduhan, rasa, aroma, warna, dan kesukaan. Perlakuan minuman herbal celup kayu sepang dengan penambahan jahe dan daun jeruk purut terbaik adalah formula t3 (1g kayu sepang: 0,50g jahe : 0,50g daun jeruk purut) dengan karakter fisikokimia vitamin C 35,5 mg/100g (serbuk); 23 mg/100g (seduhan), pH 6,44 (serbuk); 6,26 (seduhan), kadar air 9,69% (serbuk), kadar abu 1,33(serbuk), total fenol 1,26% (serbuk); 0,97% (seduhan), total asam 2,44% (serbuk); 1,70% (seduhan), dengan karkter sensori aroma 3,28 (agak wangi), warna 3,07 (agak jingga), rasa 3,17 (agak pedas jahe), dan kesukaan 3,79 (suka).
KAJIAN PENAMBAHAN JAMUR TEMPE PADA FERMENTASI KRIM SANTAN TERHADAP KUALITAS VIRGIN COCONUT OIL (VCO) Rina, -; Priyono, Suko; Hartanti, Lucky
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 2: Agustus 2015
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan jumlah  jamur tempe yang tepat dalam fermentasi krim santan pada pembuatan VCO. Penelitian ini dilaksanakan di labolatorium teknologi hasil pertanian Universitas Tanjungpura. Penelitian dilakukan mulai Januari 2015 sampai dengan April 2015. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 7 perlakuan 4 ulangan yaitu r0= 0g, r1= 1 g, r2= 3g, r3= 5g, r4=7g, r5= 9g, r6= 11g. Variabel yang diamati adalah karakter fisikokimia dan sensori, hasil penelitian menunjukkan bahwa fermentasi minyak VCO menghasilkan Rendemen 23,35%, ALB 0,21%, pH 4,09, Bilangan Iod 10,78%, dan kadar air 0,35%. Fermentasi minyak VCO berpengaruh nyata terhadap rendemen dan asam lemak bebas, namun tidak berpengaruh nyata terhadap pH, bilangan iod dan kadar air berdasarkan uji fisikokimia dan sensori fermentasi minyak VCO 5g jamur tempe menghasilkan nilai terbaik (NP) :  3,34 Hasil analisis sensori terbaik yaitu  3,77 (suka), warna 3,70 (jernih), rasa 4,00 (khas kelapa), dan butir air 4,80 (sangat sedikit butir air).
KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN ORGANOLEPTIK COOKIES DENGAN PENAMBAHAN PUREE LABU KUNING DAN TEPUNG CANGKANG TELUR AYAM Suryati, Suryati; Maherawati, Maherawati; Hartanti, Lucky
FoodTech: Jurnal Teknologi Pangan Vol 2, No 1 (2019): Mei (2019)
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (682.507 KB) | DOI: 10.26418/jft.v2i1.38020

Abstract

Cookies are a popular snack for people. Additional of plk (pumkin puree) and tct (eggshell flour) will increase the nutritional value of cookies. The aims of this study is to determine the chemical and organoleptic characteristics of cookies made from pumpkin puree and chicken eggshell flour. The research using a Complete Randomized Block Design (CRBD) with singel factor that was the addition of eggshell flour and pumpkin puree (5:55, 7:53, 9:51, 11:49, 13:47, 15:45) and each treatment repeated 4 times so that 24 treatment combinations obtained. Data was analyzed statistically by using the ANOVA test, continued by HSD test. Organoleptic data was analyzed by Kruskall Walis test. The addition of pumpkin puree and chicken eggshell flour did not affect the water content, color, taste and overall preference level of the cookies produced, but did affect ash content, calcium levels and texture of cookies. Based on the effectiveness test (De Garmo), the best cookies are produced from a ratio of 7% chicken eggshell flour and 53% pumpkin puree with chemical characteristics : water content 4.206%, ash content 0.865%, calcium content 3.767%, texture 0.607 Kg Force, color 3.433 (likes), taste 3,533 (likes) and an overall average value of 3,600 (likes).
KAJIAN SUBSTITUSI TEPUNG TERIGU DENGAN PASTA JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata sturt) PADA PEMBUATAN KUE BINGKE Imanuel, Riko; Priyono, Suko; Hartanti, Lucky
FoodTech: Jurnal Teknologi Pangan Vol 2, No 1 (2019): Mei (2019)
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (691.467 KB) | DOI: 10.26418/jft.v2i1.38022

Abstract

Bingke was a traditional cake that resembles a kue lumpur that was made of wheat flour, sugar, milk, coconut milk, egg, and salt. The purposes of this research were to know the best substitution of wheat flour and sweetcorn pasta in the making of Bingke cake and to find out the product of sweetcorn composition that the most preferred of consumers. This research used a randomized complete block design (RCBD) one factor that was the ratio of formulation between wheat flour and sweetcorn pasta was repeated four times by six levels. The observing parameters were measured of water content, developmental power and sensory. The data obtained were analyzed by the ANOVA test of a 5% test level. The results showed the best treatment for Bingke 15 g sweetcorn and 10 g wheat flour, water content 63.53% and developmental power 8.75%. The sensory characteristics of sweetcorn Bingke were the taste 4.0 (like), sweetness level 4.1 (like), texture 4.3 (like), and preference 4.4 (like). 
KAJIAN PENAMBAHAN JAHE PADA KUALITAS MANISAN KERING BIJI KARET rabayani, astuti; rahayuni, tri; hartanti, lucky
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 5, No 3 (2016): Desember 2016
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (35.565 KB)

Abstract

Manisan kering biji karet merupakan salah satu inovasi hasil olahan pangan fungsional. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan perlakuan terbaik dari penambahan jahe pada kualitas manisan biji karet yang dihasilkan. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) menggunakan 1 faktor  perlakuan yaitu penggunaan penambahan jahe dengan 6 taraf perlakuan yaitu 0, 20,40,60, 80 dan 100 g jahe. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak empat kali. Variabel pengamatan meliputi sifat fisikokimia dan organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan jahe berpengaruh nyata terhadap lemak, karbohidrat,  dan Total Padatan Terlarut serta berpengaruh tidak nyata terhadap kadar air, kadar abu, protein serta vitamin C. Perlakuan penambahan jahe terbaik adalah 80 g jahe dengan karakter fisikokimia berupa kadar air (7,80 %), kadar abu (4,18 %),protein (5,67 %),  lemak (19,36 %), karbohidrat (61,94 %), Total Padatan Terlarut (40,50 0Brix) dan vitamin C (8,58 %) dengan karakter organoleptik terbaik yaitu rasa 3,86 (sangat pedas jahe), aroma 4,08 (wangi), tekstur 4,24 (renyah) dan kesukaan 3,9 (suka).
KARAKTERISTIK GIZI MAKANAN FERMENTASI TRADISIONAL KABUPATEN SANGGAU surianto, surianto; purwayanti, sulvi; hartanti, lucky
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (46.968 KB)

Abstract

Tujuan  penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik  dan gizi makanan fermentasi tradisional Kabupaten Sanggau yaitu pekasam ikan, peje ikan, jeruk rebung dan jeruk sawi. Variabel pengamatan meliputi pH, total asam, kadar garam, kadar air, kadar abu, protein, lemak dan kadar karbohidrat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik produk fermentasi perikanan (pH, total asam, dan kadar garam) pekasam ikan dan peje ikan (pH 5,20-5,83, total asam 0,39-0,63, total garam 3,95-6,03%) lebih tinggi dibandingkan produk fermentasi sayuran jeruk rebung dan jeruk sawi (pH 4,20-5,63, total asam 0,14-0,24%, total garam 2,95-5,11%). Hasil komposisi gizi menunjukan kadar air produk fermentasi perikanan pekasam ikan dan peje ikan (kadar air 58,36-59,40%) lebih rendah dibandingkan kadar air produk fermentasi sayuran jeruk rebung dan jeruk sawi (kadar air 65,75-90,55%) sedangkan kadar abu, protein, lemak dan karbohidrat produk fermentasi perikanan pekasam ikan dan peje ikan (kadar abu 16,35-18,13%, protein 4,02-4,46%, lemak 2,13-2,44%, karbohidrat 17,05-17,66%) lebih tinggi dibandingkan kadar abu, protein, lemak dan karbohidrat produk fermentasi sayuran jeruk rebung dan jeruk sawi (kadar abu 2,25-16,52%, protein 1,66-1,75%, lemak 0,09-0,17%, karbohidrat 5,38-15,90%). Dengan demikian, hasil penelitian ini dapat dijadikan dasar labeling makanan fermentasi tradisional Kabupaten Sanggau. Kata kunci : fermentasi, gizi, karakteristik, tradisional
KAJIAN LIDAH BUAYA (ALOE VERA) DAN JERUK SAMBAL (CITRUS MICOCARPA) PADA PEMBUATAN PERMEN JELLY Nurhayati, Nurhayati; Kusuma Dewi, Yohana Sutiknyawati; Hartanti, Lucky
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.636 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan komposisi lidah buaya dan jeruk sambal untuk menghasilkan karakteristik fisikokimia dan sensori dari permen jelly terbaik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor yang terdiri dari enam perlakuan lidah buaya : jeruk sambal yaitu 100 : 0 %, 90 : 10 %, 80 : 20 %, 70 : 30 %, 60 : 40 %, dan 50 : 50 %. Setiap perlakuan diulang sebanyak empat kali. Variabel pengamatan meliputi kadar abu, total asam, tingkat kekerasan dan uji sensori yang meliputi kekenyalan, rasa, dan warna. Hasil penelitian terbaik permen jelly lidah buaya dan jeruk sambal adalah lidah buaya 80 % dan jeruk sambal 20 % dengan hasil analisis kadar abu (0,49 %), total asam (0,12 %), dan tingkat kekerasan (0,17 kg force). Hasil uji organoleptik terbaik yaitu kekenyalan 3,24 (kenyal), rasa 2,64 (asam), dan warna 3,04 (kuning).
FORMULASI SIRUP JERUK SAMBAL (Citrus amblycarpa) DENGAN PENAMBAHAN BUAH NANAS (Ananas comosus (L.) Merr) GUSTINI, GUSTINI; PRIYONO, SUKO; HARTANTI, LUCKY
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan komposisi sari buah jeruksambal dan nanas dalam pembuatan sirup yang menghasilkan sifat fisikokimiadan sensori terbaik. Rancangan penelitian yang digunakan adalah RancanganAcak Kelompok (RAK) dengan satu perlakuan yaitu formulasi jeruk sambaldengan penambahan buah nanas yang terdiri dari enam taraf yaitu 100ml : 0ml,80ml : 20ml, 60ml : 40ml, 40ml : 60ml, 20ml : 80ml dan 0ml : 100ml. Variabelyang diamati adalah karakter fisikokimia dan sensori. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa sirup jeruk sambal dengan penambahan buah nanas yangdihasilkan memiliki kandungan vitamin C berkisar antara 27,5-38,5 mg/100g, pH2,97-4,7, total asam 6,65-52,25%, total padatan terlarut 66,37-67,95 0Brix.Formulasi sirup jeruk sambal dengan penambahan buah nanas berpengaruh nyataterhadap vitamin C, pH, total asam sirup, namun berpengaruh tidak nyata terhadaptotal padatan terlarut sirup yang dihasilkan. Berdasarkkan uji fisikokimia dansensori, formulasi sirup 80ml : 20ml menghasilkan nilai perlakuan (NP): 1,02sebagai perlakuan terbaik dengan karakter fisikokimia yaitu vitamin C36,3mg/100g, pH 3,07, total padatan terlarut 66,5 0Brix, dan total asam 52,25%,dan karakter sensori adalah aroma 3,83 (wangi jeruk), rasa 3,9 (manis) dan warna3,06 (agak kuning).Kata kunci : formulasi, fisikokimia, jeruk sambal, nanas, sensori, sirup
Kelompok Nelayan dan Wanita Nelayan di Selakau dan Pemangkat dalam Pengolahan Udang Rebon Menjadi Bubuk Terasi Kering Nurliza, Nurliza; Dolorosa, Eva; Hartanti, Lucky
Jurnal Pengabdi Vol 1, No 1 (2018): APRIL 2018
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (44.382 KB) | DOI: 10.26418/jpa.v1i1.25468

Abstract

In Selakau and Pemangkat, Sambas district, has the largest shrimp carts, particularly as Togok season, February to May. Everyday, each group of fishermen caught the shrimp for 50 kg to 1 tons. However, they faced some obstacles. In the rainy season, the catch was quickly decompose due to the absence of cool storage so that the shrimp are processed into solid pasta and pack it in a piece of newspaper, leaves or ordinary plastic. As the result, the durability and the quality of products are limited and had poor quality. Thus, the stakeholders, especially the local government be worried about the miss an opportunity to get added value in shrimp processed into a solid paste which could be taken by stakeholders of other regions through the innovation of a package which made the products more attractive with specific brands. This IbM tried to improve the self-sufficient and capable of group of fisherman and their women in solid paste of shrimp processing into powder which had the longer durability to get more added value. IbM was designed with training and practice. The results shown that solid paste of shrimp was processed into powder; polypropylene plastic packaging was used to get safety, durable, and hygienic products; the product had a label with an attractive design; certificate of training; PIRT license; some tool aids, i.e. The cool storage, impulse sealer power pack, vacuum sealer, digital scales, drying oven, hand plastic sealer, sieving, the lighters, seals, labels, cutting board, apron, etc.
ANALISIS PEMANFAATAN ROSELLA SEBAGI BAHAN PENGGUMPAL TAHU Hartanti, Lucky; Lestari, Oke Anandika
Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 16, No 1 (2018): Edukasi: Jurnal Pendidikan
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.906 KB)

Abstract

Ekstrak rosella berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan penggumpal alami protein kedelai sekaligus sebagai pewarna dan pengawet alami, serta meningkatkan nilai gizi tahu karena mengandung antioksidan alami. Penelitian bertujuan membuat tahu dengan menggunakan kelopak bunga rosella sebagai penggumpalnya. Ekstrak bunga rosella dengan jumlah dan konsentrasi tertentu dicampurkan dengan susu kedelai pada suhu yang berbeda yaitu pada suhu mendidih 100oC, suhu 65oC dan suhu 55oC selanjutnya diendapkan dan dipress dalam waktu tertentu. Tahu yang diperolah diukur  rendemannya, protein, kadar air, kandungan vitamin c dan total asamnya. Tahu rosella yang dihasilkan memiliki rendemen yaitu pada kisaran 26,25% - 30% dari berat larutan sari kedelai. Kandungan vitamin C tertinggi terdapat pada tahu yang menggunakan suhu pencampuran terendah 55oC yaitu sebesar 30,8 mg/100 gr bahan, kadar protein tertinggi (4,2%) dan kadar air (80,65%) dimiliki oleh perlakuan pada suhu 65oC. Sedangkan total asam berada pada kisaran 0,22 - 0,38.Kata Kunci: penggumpal, protein, rosella, suhu, tahu.