urai edi suryadi, urai edi
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

STUDI SIFAT FISIKA TANAH OXISOLS PADA BERBAGAI UMUR PENGELOLAAN BUDIDAYA LADA (Piper nigrum Linn) DI DESA SEBUBUS KECAMATAN PALOH KABUPATEN SAMBAS

Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lada merupakan tanaman tropis sehingga hanya dapat dikembangkan di daerah tropis. Lada sangat peka terhadap genangan air yang berkepanjangan.  Lada akan mulai berproduksi pada kurun waktu 3 – 3,5 tahun. Tanah Oxisols adalah tanah yang telah mengalami pelapukan tingkat lanjut di daerah-daerah subtropis dan tropis.  Kandungan tanah ini didominasi oleh mineral-mineral dengan aktivitas rendah, seperti kwarsa, kaolin, dan besi oksida. Penelitian ini dilakukan pada lahan budidaya lada dengan umur pengelolaan tanah selama 3 tahun (L1), 6 tahun (L2), dan 11 tahun (L3). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan dan hubungan sifat-sifat fisika tanah Oxisols. Metode analisis yang digunakan yaitu uji F dan korelasi regresi linear. Parameter yang diamati meliputi tekstur tanah, kemantapan agregat tanah (%), kadar air kapasitas lapangan (% vol), bobot isi (gr/cm3), bobot jenis partikel (gr/cm3), porositas tanah (%), bahan organik (%). Berdasarkan hasil penelitian tekstur tanah dengan fraksi pasir tertinggi pada L1 kedalaman 0-30 cm (43,04 %) dan terendah L1 0-30 cm (33,19 %), kemantapan agregat tanah berpengaruh nyata pada kedalaman 30-60 cm dengan L2 terhadap L3, kadar air kapasitas lapangan berpengaruh nyata pada kedalaman 0-30 cm dengan L2 terhadap L3, bobot isi tanah berpengaruh sangat nyata pada kedalaman 30-60 cm L2 terhadap L3, bobot jenis partikel tidak terdapat hubungan dan perbedaan yang nyata, porositas tanah berpengaruh nyata pada kedalaman 30-60 cm L2 terhadap L3, bahan organik berpengaruh nyata pada kedalaman 0-30 cm dengan L1 terhadap L2 dan L3. Kata-kata kunci : Tanaman lada, sifat fisika tanah Oxisols.

STUDI SIFAT FISIKA TANAH PADA BEBERAPA PENGGUNAAN LAHAN DI GUNUNG SEHAK DESA AUR SAMPUK KECAMATAN SENGAH TEMILA KABUPATEN LANDAK

Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 3: DESEMBER 2015
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

STUDI SIFAT FISIKA TANAH PADA BEBERAPA PENGGUNAAN LAHAN DI GUNUNG SEHAK DESA AUR SAMPUK KECAMATAN SENGAH TEMILA KABUPATEN LANDAK   Aly Mustofa(1), Urai Edi Suryadi(2), Bambang Widiarso(2) (1)Mahasiswa Fakultas Pertanian dan (2)Staf Pengajar Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan beberapa sifat fisika tanah pada beberapa penggunaan lahan. Penelitian ini dilaksanakan di Gunung Sehak, Desa Aur Sampuk, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak. Tahap pertama penelitian dilakukan dengan mengukur panjang dan kemiringan lereng. Metode yang digunakan dengan mengambil sampel langsung di lapangan, pengambilan sampel 4 penggunaan lahan yaitu lahan kelapa sawit, karet, semak belukar dan hutan sekunder masing-masing 4 titik pengamatan dan 2 kedalaman, kedalaman 0-30 cm dan 30-60 cm. Parameter pengamatan terdiri dari sifat fisika: konsistensi, warna tanah, struktur tanah, tekstur, bobot isi, bobot jenis partikel, kadar air kapasitas lapangan, porositas total, kemantapan agregat; sifat kimia: C-Organik, N-Total, C/N rasio, pH tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sifat fisika: konsistensi tanah pada kedalaman 0-30 cm didominasi oleh lepas dan pada kedalaman 30-60 cm didominasi oleh teguh, warna tanah pada setiap penggunaan lahan didominasi oleh tanah 7,5 yr 4/4, 7,5 yr 5/6 pada kedalaman 0-30 cm dan 7,5 yr 6/8, 7,5 yr 7/8 pada kedalaman 30-60 cm, struktur tanah didominasi oleh granular, gumpal membulat, gumpal bersudut, bobot isi pada penggunan lahan kelapa sawit kedalaman 0-30 dan hutan sekunder kedalaman 30-60 cm memiliki bobot isi yang paling rendah dari penggunaan lahan lainnya, kadar air kapasitas lapangan pada penggunaan lahan semak belukar pada kedalaman 0-30 cm dan 30-60 cm memiliki kadar air kapasitas lapangan yang paling rendah dari penggunaan lahan lainnya, porositas total pada penggunaan lahan semak belukar pada kedalaman 0-30 cm dan 30-60 cm memiliki persentase porositas total yang paling rendah dari penggunaan lahan lainnya, persentase kemantapan agregat pada penggunaan lahan kelapa sawit, karet dan hutan sekunder termasuk dalam kriteria sangat mantap dan pada penggunaan lahan semak belukar termasuk dalam kriteria mantap ; Sifat kimia: C-Organik pada penggunaan lahan semak belukar pada kedalaman 0-30 cm dan 30-60 cm memiliki kandungan C-Organik yang paling rendah dari penggunaan lahan lainnya, N-Total pada penggunaan lahan semak belukar pada kedalaman 30-60 cm memiliki kandungan N-Total yang paling rendah dari penggunaan lahan lainnya, C/N rasio pada seluruh penggunaan lahan tergolong rendah, pH tanah pada seluruh penggunaan lahan termasuk dalam kriteria masam.     Kata kunci : penggunaan lahan, sifat fisika tanah.

Karakter Fisika Tanah Entisols Pada Dua Sistem Pengelolaan Lahan Budidaya Tanaman Jeruk Siam Di Desa Tebing Batu Kabupaten Sambas

Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman jeruk siam (Citrus nobilis L. var microcarpa) merupakan salah satu komoditas holtikultura andalan Kalimantan barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan karakter fisika tanah Entisols pada penggunaan lahan lokasi A (terumbuk dengan sistem tumpangsari tanaman cabai, dan lada) dan lokasi B (terumbuk kosong) di Desa Tebing Batu Kabupaten Sambas. Lokasi penelitian terdiri dari 2 lokasi pnelitian yaitu lokasi A luas  1 ha dan lokasi B 2 ha. Parameter penelitian meliputi: parameter lapangan ( profil tanah, dan kedalaman muka air tanah) sifat fisika tanah (warna tanah, tekstur, struktur, kemantapan agregat, bobot isi, porositas total, kadar air kapasitas lapangan, dan konduktivitas hidraulik) serta kimia tanah (reaksi tanah, C-organik, N-total dan C/N ratio tanah ). Hasil pengamatan warna tanah di lapangan pada lokasi A coklat (7,5 YR 5/2) abu–abu (7,5 YR 6/1), dan abu-abu sangat gelap (10 YR 3/1) dan pada lokasi B coklat (7,5 YR 5/2), abu-abu (7,5 YR 6/1), dan abu-abu gelap (7,5 YR 4/1). Tekstur tanah pada lokasi A lempung berdebu dan lempung liat berdebu, sedangkan pada lokasi B lempung liat berdebu, debu dan lempung berdebu. Struktur tanah pada kedua lokasi tergolong masif. Kemantapan agregat tanah pada kedua lokasi penelitian tergolong kuat, Bobot isi tanah kedua lokasi tergolong sedang. Porositas total tanah pada lokasi A tergolong kurang baik dan lokasi B tergolong baik. Kadar air kapasitas lapangan lokasi A 61,20% dan lokasi B 63,80 %. Permeabilitas tanah pada kedua lokasi tergolong cepat. Kedalaman muka air tanah pada lokasi A dan B tergolong dalam. Reaksi tanah (pH) pada kedua lokasi termasuk sangat masam. C-Organik tanah pada lokasi A dan B dan tergolong tinggi.  N-total pada lokasi A dan B tergolong sedang. C/N Ratio tanah pada lokasi A dan B tergolong rendah. Kata Kunci: Budidaya Jeruk, Tanah Entisols     

PENGUATAN UKM MELALUI INKUBATOR BISNIS DAN TEKNOLOGI PEMASARAN ONLINE BERBASIS KULINER KHAS DAERAH

Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) Vol 3, No 1 (2017): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 3 NO. 1 OKTOBER 2017
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan Pengabdian yang berjudul Penguatan UKM Melalui Inkubator Bisnis dan Teknologi Pemasaran Online Berbasis Kuliner Khas Daerah bertujuan untuk: 1). Pemberdayaan usaha skala mikro untuk meningkatkan pendapatan masyarakat yang bergerak dalam kegiatan usaha ekonomi di sektor informal yang berskala usaha mikro (UKM Tempe Annisa, UKM Kerupuk Udang dan UKM Tahu Pong); 2). Bersama LPM WRJ membentuk Inkubator Bisnis, memberikan pelatihan, dan keberlanjutan program Inkubator Bisnis setelah Program KKN PPM ini selesai; 3). Transfer teknologi pemasaran sistem online (pembuatan web, instagram); 4) Teknologi mendesign label dan kemasan yang menarik; 5). Pelatihan pembukuan yang baik dan benar dalam mencatat keuntungan dari pemasaran aneka olahan kuliner; 6). Legalitas produk olahan makanan melalui Label PIRT pada produk. Kegiatan ini dilaksanakan di Kabupaten Kubu Raya, dimana kegiatan transportasi menuju lokasi KKN PPM sangat mudah dan bisa menggunakan kendaraan bermotor. Kegiatan Pengabdian ini berlangsung selama 2 bulan dimulai dari kegiatan persiapan, pelaksanaan kegiatan, pemasaran dan pada akhir kegiatan, dilakukan evaluasi terhadap program-program yang telah dilakukan oleh Tim dosen. Evaluasi dilakukan untuk mengetahui hambatan/kesulitan yang dihadapi selama proses kegiatan, dan kemudian didiskusikan untuk diselesaikan dilanjutkan dengan pameran usaha produk yang telah jadi. Masing-masing mahasiswa dibagi menjadi tiga kelompok yang masing-masing kelompok beranggotakan 10 orang, dan didampingi oleh masing-masing 1 dosen pendamping lapangan. Diharapkan ketiga UKM binaan mampu menghasilkan produk-produk olahan kuliner yang mempunyai kualitas yang baik, sehingga mampu bersaing ekspor di Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) tahun 2016. Selain itu Inkubator Bisnis yang terbentuk mampu untuk berkembang dan tetap eksis berperan membentuk tenan-tenan yang baru, dan mampu berproduksi dan semakin berkembang menjadi lebih besar berperan dalam Perekonomian Indonesia di masa-masa mendatang.Kata kunci: Inkubator Bisnis, Kuliner, UKM, Tenan, MEA.