Ria Ceriana, Ria
Bagian Klinik Hewan, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana, Bali

Published : 5 Documents
Articles

Found 5 Documents
Search

Efek Toksik Pemberian Ekstrak Batang Sipatah-patah (Cissus quadrangula Salisb.) Terhadap Gambaran Histologi Hati dan Ginjal Mencit Sari, Widya; Fitri, Saslina; Ceriana, Ria; Sunarti, Sunarti
Journal of BioLeuser Vol 1, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Syiah Ku

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.269 KB)

Abstract

Tanaman sipatah-patah (Cissus quadrangula Salisb.) berpotensi dalam proliferasi tulang secara in vivo dan in vitro. Penelitian ini bertujuan mengamati efek toksisitas ekstrak etanol batang sipatah-patah (Cissus quadrangula Salisb.) terhadap gambaran histologi hati dan ginjal mencit. dilakukan menggunakan 20 ekor mencit jantan berumur 2 bulan dengan rata-rata berat badan 27.8 g ± 2.042 g. Metode penelitian adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas empat perlakuan lima kali ulangan. Perlakuan terdiri atas pemberian ekstrak etanol batang sipatah-patah dengan dosis 0 mg/kg bb (kontrol), 105 mg/kg bb, 210 mg/kg bb, dan 315 mg/kg bb yang diberikan secara oral satu kali sehari selama 14 hari. Analisis data menggunakan analisis varians (ANAVA) dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etanol batang sipatah-patah berpengaruh nyata terhadap degenerasi dan nekrosis pada sel hati  dan sel tubulus ginjal seiring dengan.  peningkatan dosis ekstrak etanol batang sipatah-patah yang diberikan.
Struktur Mikroskopis Hati Ikan Seurukan (Osteochilus vittatus) dari Sungai Krueng Sabee Kabupaten Aceh Jaya yang Tercemar Limbah Penggilingan Bijih Emas Sari, Widya; Okavia, Intan Wulan; Ceriana, Ria; Sunarti, Sunarti
Biotik Vol 4, No 1 (2016): JURNAL BIOTIK
Publisher : UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.137 KB)

Abstract

This research is to observe the Seurukan (Osteochilus vittatus) fish liver microscopic structure in Krueng Sabee river, Aceh Jaya Regency. Fish and river water samples were taken from May to June 2015. Histological techniques and research parameters was conducted in FMIPA Microtechnic Laboratory, Syiah Kuala University, while river water and Seurukan fish mercury level was analyzed in Balai Riset dan Standarisasi Industri, Banda Aceh. Completely Randomized Design was applied of the research with three treatments. The treatments were location of fish sample taken through the lenght of Krueng Sabee river that were Panggong village (location I), Paya Seumantok village (location II), and Mon Mata village (location III). Each treatment consisted of six repetition (six fishes). Microscopic structure of Seurukan fish liver was observed with paraffin method histological techniques. The parameters calculated were amount of fish hepatocytes with degeneration and necrose. The data was analyzed using Analysis of Variance followed by Tukeys test. Mercury level of river water in location I is 0,0001047 ppm, location II and III are
Pemanfaatan Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) sebagai Pewarna Alami Kosmetik Pemerah Pipi (Blush On) Ramadani, Febri Rizki; Saisa, Saisa; Ceriana, Ria; Andayani, Thursina
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 4, No 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.455 KB)

Abstract

Kulit dari buah naga merah merupakan limbah yang jarang dimanfaatkan. Kebanyakan hanya dibuang tanpa diolah menjadi bahan yang memiliki manfaat, sehingga perlu adanya alternatif untuk memanfaatkan kulit buah naga. Pemanfaatan yang dapat dilakukan adalah dengan mengekstraknya sehingga akan diperoleh ekstrak yang dapat dimanfaatkan sebagai pewarna makanan, kosmetik, dan tekstil. Tujuan penelitian ini untuk memanfaatkan limbah kulit buah naga sebagai pewarna alami kosmetik pemerah pipi. Ekstrak diperoleh dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 96%, formulasi pewarna pipi yang dibuat yaitu menggunakan zat warna dari ekstrak kulit buah naga dengan kosentrasi 15 %, 20%, 25% dengan bahan talkum, zink oksida, kaolin dan nipagin. Pengujian yang dilakukan antara lain: uji stabilitas, uji pH, uji keretakan dan uji kesukaan. Formulasi dengan konsentrasi 15 %, 20%, dan 25% masing-masing dari sediaan mengalami perubahan warna pada hari kedua. semua sediaan tidak retak dijatuhkan pada ketinggian 8-10cm. pH dari setiap sediaan stabil, formula dengan konsentrasi 15% memiliki pH 7, 20% 6, dan 25% 6.
Perubahan Berat Organ Hati, Ginjal, Limfa, Otak, Lambung, Testis, Jantung dan Paru-paru Mencit yang Diberi Ekstrak Batang Sipatah-patah (Cissus quadrangula Salisb.) Ceriana, Ria; Fitri, Saslina; Sari, Widya
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 4, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.374 KB)

Abstract

Masyarakat Aceh telah lama menggunakan tumbuh-tumbuhan sebagai obat-obatan. Tumbuhan-tumbuhan tersebut digunakan untuk berbagai penyakit seperti sakit perut, demam, batuk, patah tulang dan lain sebagainya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek toksik melalui berat organ hati, ginjal, limpa dan otak mencit yang diberikan ekstrak batang Sipatah-patah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Penelitian ini menggunakan empat perlakuan dan lima ulangan. Perlakuan berupa empat tingkatan dosis ekstrak batang Sipatah-patah yaitu 0 mg/kgbb, 750 mg/kgbb, 1500 mg/kgbb dan 3000 mg/kgbb. Data dianalisis menggunakan analisis varian (ANAVA) yang diuji lanjut dengan uji lanjut Duncan taraf keprcayaan 95% apabila berpengaruh terhadap perlakuan. Hasil penelitian ini ialah ekstrak batang Sipatah-patah berpengaruh terhadap berat organ hati dan limpa tetapi tidak pada organ ginjal dan otak.
Degenerasi Dan Nekrosis Pada Hati Mencit Diabetes yang Diberi Ekstrak Kulit Buah Rambai (Baccaurea motleyana Muell. Arg) Ceriana, Ria; Putri, Nova Zarmi
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 4, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.573 KB)

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit gangguan metabolik menahun akibat penurunan fungsi pankreas. Salah satu bagian tumbuhan yang diketahui unutk menurunkan kadar gula darah yaitu kulit buah rambai. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keamanan dalam penggunaan tumbuhan sebagai obat herbal agar tidak menimbulkan efek berbahaya yang tidak diinginkan, maka perlu dilakukan uji toksisitas pada hati mencit dengan mengamati degenerasi dan nekrosis. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan  6 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan terdiri kontrol negatif (akuades), kontrol positif (Glibenklamid), dan ekstrak etanol kulit buah rambai dengan dosis bertingkat 200 mg/kgBB, 400 mg/kgBB, 800 mg/kgBB, 1600 mg/kgBB yang diberikan secara oral. Data dianalisis menggunakan analisis varians (ANAVA) dan apabila perlakuan berpengaruh maka diuji lanjut menggunakan uji jarak berganda Duncan dengan taraf kepercayaan 5%. Hasil pengamatan menunjukkan pemberian ekstrak etanol kulit buah rambai berpengaruh nyata terhadap kerusakan pada sel-sel hati mencit diabetes.  Kerusakan yang disebabkan degenerasi dan nekrosis pada sel hati.  Dosis aman ekstrak etanol kulit buah rambai ialah 1600 mg/kg BB yang dapat dijadikan obat antidiabetes dikarenakan rerata sel degenerasi dan nekrosis sel hati lebih rendah dibandingkan kontrol positif  (glibenklamid).Kata Kunci:  Diabetes melitus, Baccaurea motleyana, hati, degenerasi, nekrosis