Wisman Hadi, Wisman
Unknown Affiliation

Published : 31 Documents
Articles

Found 31 Documents
Search

PHONOLOGY OF KAUR LANGUAGE IN GENERATIVE THEORY

e-Journal of Linguistics Vol. 6. Januari 2012 No. 1
Publisher : Doctoral Studies Program of Linguistics of Udayana University Postgraduate Program

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kaur language (abbreviated to KL) is one of the varieties of Central Malay, which is spoken by the people living in Kaur Regency, Bengkulu Province. This study focuses on three problems; they are (1) how the segments of sounds in KL were represented and what features distinguished them; (2) how the syllabic structures, phonetic symbols, and the patterns of stress in KL were represented; and (3) how and why the phonological processes in KL took place; and what its phonological rules were like? The general objective of this study was to analyze the phonological system of Kaur language, and the specific objective was to explain the sound segments, syllabic structure, phonotactic system, and phonological processes and rules of KL using the Generative Theory. Descriptive-qualitative approach was used in this study. The data were collected using interview and documentation methods and were analyzed and presented formally and informally. The results of the study showed that there were 23 phonological processes in Kaur language represented by /a, ?, i, u, p, b, t, d, c, ?, k, g, ?, m, n, ?, ?, s, ?, h, l, w, j/. These segments were  phonetically realized by [a, ?, ?, ?, i, ?, e, ?, u, ?, o, ?, a), ?), ?), ?), i), ?), e), ?), u), ?), o), ?), p, p>, b, b>, t, t>, d, c, ?, k, k>, g, g>, ?, m, n, ?, ?, s, z, Ä, ?, h, h), l, w, j, w, j]. Every segment was described by using 17 distinctive features, which were [syllabic, son., cons., cont., nas., lat., ant., cor., gut., plosives stops, voiced, high, front, back, low, ATR, round.]. In addition, it was found that there were 3 diphthongs, 9 series of vowels, 14 clusters of consonants, 22 series of consonants, and several unique series of vowel-consonants, 36 syllabic structures of bases, 5 basic patterns of syllabic structures of affixes, and 4 structures of mixed affixes. The phonological processes are described in 49 phonological rules. Of these 49 rules, there are several ordered phonological rules.

PENGARUH PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS BERITA OLEH SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 17 MEDAN TAHUN PEMBELAJARAN 2014/2015

Basastra Vol 4, No 2 (2015): Jurnal Basastra
Publisher : Basastra

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran berbasis masalah terhadap kemampuan menulis teks berita.Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas VIII SMP Negeri 17 Medan yang terdiri dari 9kelas yang berjumlah 302 orang, dan yang menjadi sampel dalam penelitian ini sebanyak 67 orang, 34 orang untuk kelas eksperimen dan 33 orang untuk kelas kontrol yang diambil secara acak. Metode penelitian ini adalah metode eksperimen.Instrumen yang digunakan adalah tes menulis teks berita dalam bentuk essai.Hasil analisis data menunjukkan ada perbedaan hasil kemampuan menulis teks berita pada kelas eksperimen dan pada kelas kontrol. Pada kelas eksperimen nilai rata-rata = 76,32,  Standar Deviasi = 7,60, dan Standar Error = 1,32. Pada kelas kontrol nilai rata-rata = 70,15, Standar Deviasi = 9,16 , dan Standar Error = 1,62.Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji “t”. Dari perhitungan uji hipotesis diperoleh  = 2,96, selanjutnya dikonsultasikan dengan tabel t pada taraf signifikan 5% dengan dk = (N1 + N2 – 2) = (34 + 32 – 2) = 65. Pada tabel t dengan dk 65 dengan taraf 5%  = 1,99. Karena  yang diperoleh lebih besar dari  yaitu 2,96> 1,99, maka hipotesis nihil ) ditolak dan hipotesis alternatif ) diterima. Hal ini berarti bahwa model pembelajaran berbasis masalah memberikan pengaruh yang lebih baik daripada model pembelajaran ekspositori terhadap kemampuan menulis teks berita. Kata kunci :kemampuan menulis teks berita, model pembelajaran berbasis   masalah,

HUBUNGAN PENGUASAAN DIKSI DENGAN KEMAMPUAN MENULIS NASKAH DRAMA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 15 MEDAN TAHUN PEMBELAJARAN 2014/2015

Basastra Vol 4, No 3 (2015): Jurnal Basastra
Publisher : Basastra

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hubungan penguasaan diksi dengan kemampuan menulis naskah drama. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 15 Medan Tahun Pembelajaran 2014/2015 yang berjumlah 420 orang siswa terbagi atas 11 kelas. Sampel diambil secara acak kelas yaitu kelas XI-IPA 1 yang berjumlah 32 orang. Instrumen yang digunakan adalah tes objektif pilihan berganda serta penugasan. Dari pengolahan data diperoleh hasil penguasaan diksi dengan rata-rata 75,47, standard deviasi = 8,74 dan termasuk 18,8% dari kategori sangat baik, 46,9% dari kategori baik, 21,8% dari kategori cukup, dan 12,5% dari kategori kurang. Hasil kemampuan menulis naskah drama dengan rata-rata = 71,87, standard deviasi 9,16 dengan 12,5% dari kategori sangat baik, 34,4% dari kategori baik, 40,6% dari kategori cukup, 9,4% dari kategori kurang, dan 3,1% dari kategori sangat kurang. Dari uji data hasil penguasaan diksi dan kemampuan menulis naskah drama didapat kedua hasil berdistribusi normal. Dan dalam uji linearitas data penelititan tersebut juga dinyatakan linear. Setelah melakukan uji persyaratan, yaitu uji normalitas dan uji linearitas maka dilakukan uji analisis data. Untuk mengetahui tingkat hubungan variabel X dan Y digunakan rumus korelasi Product Moment (rxy) dari Carl Pearson. Diperoleh harga rxy = 0,696 yang lebih besar dari harga r pada tabel product Moment pada taraf signifikansi 5% (0,349) dan taraf signifikansi 1% (0,449). Maka persyaratan rxy > rtabel = (0,696>0,349) sehingga hipotesis dapat diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara penguasaan diksi dengan kemampuan menulis naskah drama siswa kelas XI SMA Negeri 15 Medan Tahun Pembelajaran 2014/2015.   Kata kunci: penguasaan diksi, menulis naskah drama.

KONSTRUKSI KAUSATIF BAHASA SERAWAI

BAHAS Vol 17, No 1 (2008): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Serawai Ethnic language causative construction in this paper is investigated through parameters of semantics and morphosyntactics. This construction is produced by combination of clause and conjunction ‘sebap’ or ‘kernau’; using analytic causative verb ‘nganuka’, ‘njadika’, ‘ngajung’, morphological causative affixes ‘-ka, ‘-i’, ‘ng-ka’, and ‘ng-i’ and using certain lexical choices in which have causative meaning. Konstruksi kausatif bahasa Serawai dapat dihasilkan melalui penggabungan klausa dengan konjungsi sebap/kernau, penggunaan kausatif analitik dengan verba nganuka, njadika, ngajung; penggunaan kausatif morfologis dengan afiks –ka, -i, ng-ka, dan ng-i; dan pemilihan verba kausatif leksikal tertentu yang sudah bermakna kausatif. Konstruksi kausatif BS dapat dijelaskan melalui parameter morfosintaksis dan parameter semantik

PENGGUNAAN JARGON OLEH NARAPIDANA DI LAPAS WANITA KELAS IIA MEDAN

Asas: Jurnal Sastra Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Asas: Jurnal Sastra

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk jargon, pola pembentukan jargon, dan makna jargon yang digunakan oleh narapidana di Lapas Wanita Kelas IIA Medan.Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif.Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan catat.Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan 70 jargon yang digunakan oleh narapidana di Lapas Wanita Kelas IIA Medan, terdapat lima pola pembentukan jargon, yaitu jargon berbentuk singkatan (5 jargon), jargon berbentuk akronim (10 jargon), jargon berbentuk pemenggalan kata (3 jargon), jargon berbentuk perumpamaan (40 jargon), dan jargon berbentuk perubahaan bunyi (12 jargon). Jargon-jargon yang digunakan narapidana di Lapas Wanita Kelas IIA Medan sepertiSH‘Seumur Hidup’,BD‘Bandar’, pahe‘paket hemat’, upal‘uang palsu’, sajam‘senjata tajam’, palkam ‘kepala kamar’, kesper ‘kawan seperkara’, Saripe‘Sari penipu’, tele‘telepon’, kenjiro‘keten jarak jauh’, mendesah ‘sex by phone’, sentul ‘sesama perempuan yang melakukan hubungan seksual’, nasi contoh ‘memberikan contoh menjatah makanan’, wak odah ‘penyakit HIV’, naik kereng ‘jadi sidang’, undur kereng ‘batal sidang’, ikan indosiar ‘ikan asin’, buah ‘sabu’, kayu ‘ganja’, batu ‘sabu’, ompreng ‘tempat makan’, tali air ‘kasus pencabulan’, becak ‘anak buah dari bandar sabu’, tikus ‘pegawai datang’, bebek baru ‘tahanan baru’, mati lampu ‘kasus penggelapan’,amfibi ‘perempuan yang memiliki kelainan sex’, blue bird ‘pegawai lapas’, penjerong ‘penjara’, siapose ‘siapa’, endang ‘enak’, capcai ‘capek’, mawar ‘mau’,endes ‘enak’, ines ‘iya’, sempurnis ‘sempurna’, danton ‘tahun’. Kata Kunci : jargon, narapidana, lapas wanita

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INQUIRI TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS ESKPLANASI SISWA KELAS XI SMA SWASTA BUDISATRYA MEDAN TAHUN PEMBELAJARAN 2015/2016

Asas: Jurnal Sastra Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Asas: Jurnal Sastra

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran Inquiri terhadap kemampuan menulis teks eksplanasi. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa  kelas XI SMA Swasta Budisatrya Medan tahun ajaran 2015/2016 yang berjumlah 129 siswa. Sampel diambil secara acak kelas yaitu kelas XI IPA 2 yang berjumlah 30 orang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Instrument yang digunakan adalah essay test. Dari pengolahan data diperoleh hasil pre-test dengan rata-rata = 62,83, standart deviasi = 9,10 dan termasuk pada kategori sangat baik 0%, kategori baik 26,67%, kategori cukup 56,66%, kategori kurang 16,67%, dan kategori sangat kurang 0%. Sedangkan hasil post-test diperoleh rata-rata = 79,50, standart deviasi = 7,57 dengan kategori sangat baik 36,67%, kategori baik 56,66%, kategori cukup 6,67%, kategori kurang 0% dan kategori sangat kurang 0%. Dari uji data hasil pre-test dan post-test didapat kedua hasil berdistribusi normal. Dari uji homogenitas, di dapatlah  sebesar 7,58. Selanjutnya setelah  diketahui, kemudian dikonsultasikan dengan tabel t pada taraf signifikan 5% dengan df=N-1=30-1=29 dari df = 30 diperoleh taraf signifikan 5%=2,04, karena  yang diperoleh lebih besar dari tabel yaitu 7,58 > 2,04, maka hipotesis diterima. Akhirnya dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh atas penerapan metode pembelajaran inquiri terhadap kemampuan menulis teks eksplanasi di SMA Swasta Budisatrya Medan tahun ajaran 2015/2016. Kata kunci : Model Inquiri, Teks Eksplanasi

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP KEMAMPUAN MEREVISI TEKS EKSPOSISI SISWA KELAS VII MTS AL-KAUTSAR AL-AKBAR MEDAN TAHUN PEMBELAJARAN 2014/2015

JURNAL SASINDO (Program Studi Sastra Indonesia FBS UNIMED) Vol 4, No 3 (2015): JURNAL SASINDO
Publisher : JURNAL SASINDO (Program Studi Sastra Indonesia FBS UNIMED)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran berbasis masalah terhadap kemampuan merevisi teks eksposisi siswa kelas VII MTS Al-kautsar Al-akbar Medan. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII MTS Al-kautsar Al-akbar Medan Tahun Pembelajaran 2014/2015 yang berjumlah 135 orang siswa. Sampel diambil secara acak yaitu kelas VII C yang berjumlah 31 orang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Instrumen yang digunakan adalah tes merevisi teks. Dari pengelolaan data diperoleh hasil pre test dengan rata-rata = 64,52 sedangankan data dari hasil post test 73,7. Dari pengolahan data diperoleh rata-rata pre test = 64,52 standar deviasi = 6,26 standart eror 1,14 pada post test diperoleh rata-rata 73,7 standart deviasi = 8,32 standar eror = 1,52 berdasarkan uji normalitas hasil pre test dan post test berdistribusi normal. Harga F di dapat dari tabel dengan taraf nyata = 0,05 atau F0 (n1-1n2-1) Fhitung ttabel yakni 4,83>2,04. Dengan demikian H0 (hipotesis nihil) ditolak dan Ha (hipotesis alternatif) diterima. Hal ini membuktikan bahwa ada pengaruh penggunaan model berbasis masalah dalam kemampuan merevisi teks eksposisi.   Kata Kunci: Model Berbasis Masalah, Merevisi Teks Eksposisi.

KEMAMPUAN BERBICARA ANAK TUNAGRAHITA: STUDI KASUS DI SLB C SANTA LUSIA MEDAN

JURNAL SASINDO (Program Studi Sastra Indonesia FBS UNIMED) Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Sasindo
Publisher : JURNAL SASINDO (Program Studi Sastra Indonesia FBS UNIMED)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

KEMAMPUAN BERBICARA ANAK TUNAGRAHITA: STUDI KASUS DI SLB C SANTA LUSIA MEDAN  Oleh Melda Agustina Nainggolan (meldanainggolan31@gmail.com) Dr. Wisman Hadi, M.Hum.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelancaran, kejelasan, kesesuaian isi, dan ketepatan waktu anak tunagrahita mampu didik tingkat ringan kelas IX di SLB C Santa Lusia Medan dalam menceritakan kembali peristiwa yang terdapat pada cerita yang didengarnya. Populasi penelitian ini berjumlah 17 siswa tunagrahita kelas IX. Sampel diambil secara sampling bertujuan (purposive sampling) yaitu 2 orang siswa tunagrahita mampu didik tingkat ringan. Metode dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Instrumen yang digunakan adalah dokumentasi, kemudian untuk mengetahui hasil kemampuan bercerita anak tunagrhaita tersebut digunakan alat daftar cocok atau ceklis berupa indikator penilaian kemampuan bercerita khusus untuk anak tunagrahita. Dari pemerolehan data diketahui bahwa jumlah nilai siswa bernama Renaldi sebesar 75, sedangkan nilai Nurlina sebesar 50. Dengan demikian hasil rata-rata kemampuan bercerita siswa tunagrahita mampu didik tingkat ringan di SLB C Santa Lusia Medan adalah sebesar 62,5. Berdasarkan rentangan nilai tersebut siswa tunagrahita mampu didik tingkat ringan berada pada kategori cukup dalam kemampuan bercerita. Kata Kunci: Kemampuan, Bercerita, Tunagrahita 

PENGGUNAAN JARGON OLEH NARAPIDANA DI LAPAS WANITA KELAS IIA MEDAN

JURNAL SASINDO (Program Studi Sastra Indonesia FBS UNIMED) Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Sasindo
Publisher : JURNAL SASINDO (Program Studi Sastra Indonesia FBS UNIMED)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGGUNAAN JARGON OLEH NARAPIDANA DI LAPAS WANITA KELAS IIA MEDANOleh Dini Wahyu PertiwiDr. Wisman Hadi, M.Hum.  AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk jargon, pola pembentukan jargon, dan makna jargon yang digunakan oleh narapidana di Lapas Wanita Kelas IIA Medan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan catat. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan 70 jargon yang digunakan oleh narapidana di Lapas Wanita Kelas IIA Medan, terdapat lima pola pembentukan jargon, yaitu jargon berbentuk singkatan (5 jargon), jargon berbentuk akronim (10 jargon), jargon berbentuk pemenggalan kata (3 jargon), jargon berbentuk perumpamaan (40 jargon), dan jargon berbentuk perubahaan bunyi (12 jargon). Jargon-jargon yang digunakan narapidana di Lapas Wanita Kelas IIA Medan seperti SH ‘Seumur Hidup’, BD ‘Bandar’, pahe ‘paket hemat’, upal ‘uang palsu’, sajam ‘senjata tajam’, palkam ‘kepala kamar’, kesper ‘kawan seperkara’, Saripe ‘Sari penipu’, tele ‘telepon’, kenjiro ‘keten jarak jauh’, mendesah ‘sex by phone’, sentul ‘sesama perempuan yang melakukan hubungan seksual’, nasi contoh ‘memberikan contoh menjatah makanan’, wak odah ‘penyakit HIV’, naik kereng ‘jadi sidang’, undur kereng ‘batal sidang’, ikan indosiar ‘ikan asin’, buah ‘sabu’, kayu ‘ganja’, batu ‘sabu’, ompreng ‘tempat makan’, tali air ‘kasus pencabulan’, becak ‘anak buah dari bandar sabu’, tikus ‘pegawai datang’, bebek baru ‘tahanan baru’, mati lampu ‘kasus penggelapan’, amfibi ‘perempuan yang memiliki kelainan sex’, blue bird ‘pegawai lapas’, penjerong ‘penjara’, siapose ‘siapa’, endang ‘enak’, capcai ‘capek’, mawar ‘mau’, endes ‘enak’, ines ‘iya’, sempurnis ‘sempurna’, dan ton ‘tahun’. Kata Kunci: jargon, narapidana, lapas wanita

EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS BERITA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 6 MEDAN TAHUN PEMBELAJARAN 2014/2015

Kode: Jurnal Bahasa Vol 4, No 3 (2015): KODE
Publisher : Kode: Jurnal Bahasa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan menulis teks berita siswa kelas eksperimen setelah diajarkan menggunakan model pembelajaran student facilitator and explaining diperoleh rata-rata nilai sebesar 86,13 dengan standar deviasi sebesar 9,11 dan hasil uji normalitas diperoleh nilai Lhitung < Ltabel yaitu 0,0734 < 0,1610 (normal). Sedangkan kemampuan menulis teks berita siswa kelas kontrol setelah diajarkan menggunakan model demonstration diperoleh rata-rata nilai sebesar 79,33 dengan standar deviasi sebesar 9,18 dan hasil uji normalitas diperoleh Lhitung < Ltabel yaitu 0,1050 < 0,1610 (normal). Hasil uji homogenitas data kedua kelas diperoleh nilai Fhitung < Ftabel yaitu 1,02 < 1,85 (homogen). Hasil pengujian hipotesis menggunakan uji-t, diperoleh thitung > ttabel yaitu 2,83 > 1,67 sehingga Ho ditolak atau terima Ha. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran student facilitator and explaining efektif digunakan terhadap kemampuan menulis teks berita pada siswa kelas VIII SMP Negeri 6 Medan tahun ajaran 2014/2015.   Kata Kunci:  Model Pembelajaran Student Facilitator and Explaining, Kemampuan Menulis Teks Berita