Wiwik Heny Winarsih, Wiwik Heny
Research and Development Agency, East Java Government
Articles
9
Documents
An Electronic Traceability System for an Indonesian Fresh Fruit Supply Chain

IPTEK Journal of Proceedings Series Vol 1 (2014): International Seminar on Applied Technology, Science, and Arts (APTECS) 2013
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nowdays, traceability system for agriculture comodity is mandatory requirements in some countries such as Japan, United States, and all European countries. All export agricultural companies must applied traceability system to fulfill the mandates of goverments market requirements. Traceability system also has beneficials to reduce products return and improve efficiencies and effectiveness their inventory. Electronic traceability system is relatively new and is believed by many experts to have the advantages than paper-based traceability system such as: integration of data to multiple users, the accuracy of data input and control and monitoring easier and faster. Although the recent problems of traceability becomes the important issues in food and agriculture supply chain, but a few researchers to design and implement electronic traceability system especially to integrate multi-user and in supply chain contex. This paper develop the electronic traceability system products including software for electronic traceability system and barcode technology. Unified Modelling Language (UML) is used to design traceabilty system model that was described a usecase, state and sequence diagram. Based on these models, electronic traceability system was developed by adopting XAMPP control panel. Indonesian mangosteen and manggo fruits were chosen as a case study in order to validate electronic traceability system. The results showed that the electronic traceability system product is relatif support to helps members of supply chain to complete their traceability system capabilities for the benefit of mangosteen and mango exports

PENGEMBANGAN BUDIDAYA NILA SKALA RUMAH TANGGA UNTUK KETAHANAN PANGAN

CAKRAWALA Vol 4, No 2: Juni 2010
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Jawa Timur

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2172.061 KB)

Abstract

Pengembangan budidaya Nila skala rumah tangga diarahkan untuk memenuhi gizi keluarga, memupuk hobi, menambah penghasilan sekaligus memperdayakan seluruh naggota keluarga untuk berperan aktif dalam kegiatan budidaya perikanan. Pengembangan budidaya Nila skala rumah tangga adalah alternatif usaha yang dapat dilakukan di perkotaan dengan melibatkan seluruh anggota keluarga. Dengan memelihara ikan Nila di kolan sekitar rumah maka bisa tersedia stock pangan dari ikan yang jika di lakukan secara kelompok dapat meningkatkan ketahanan pangan.

Simbiose Usaha Tahu-ternak Ruminansia Besar di Kabupaten Pacitan

CAKRAWALA Vol 7, No 1: Desember 2012
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Jawa Timur

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3353.882 KB)

Abstract

Usaha pembuatan tahu yang berbahan baku utama kedelai menghasilkan tahu serta limbah ikutan berupa ampas tahu dan air sisa cucian yang berbau menyengat mengandung cuka; usaha ternak rumansia menghasilkan sapi gemuk,sapi induk, anak sapi (pedet), dan susu serta limbah ikutan berupa feses dan urine. Kedua usaha tersebut jika dijalankan dan dikelola dengan baik dapat bersifat saling menguntungkan sehingga terjadi simbiosis secara berkesinambungan. Limbah tahu yang berupa ampas dapat dijadikan pakan ternak dicampur dengan bahan lain berupa hijauan dan konsentrat; sedangkan limbah cair dialirkan pada lahan yang ditanami rumput dapat digunakan sebagai pupuk cair. Sapi yang dicombor dengan ampas tahu dan air cucian kedelai menunjukkan pertumbuhan lebih cepat gemuk sehingga dalam waktu sekitar tiga atau empat bulan pemeliharaan sapi bakalan dapat dijual sebagai sapi potong.

PERANAN SUMBERDAYA GENETIK DALAM MENUNJANG KETAHANAN PANGAN DAN MENGGERAKKAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT

CAKRAWALA Vol 3, No 2: Juni 2009
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Jawa Timur

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2241.401 KB)

Abstract

Wilayah jawa timur yang subur dapat dikembangkan sebagai kawasan produksi tanaman pangan yang bernilai ekonomi tinggi. Dengan pusat-pusat produksi yang tersebar, diperlukan pasar induk berstandar internasional agar para petani dapat menikmati keuntungan dan memiliki posisi tawar yang tinggi. Imtensifikasi budidaya sistem organik perlu dikembangkan untuk menghasilkan produk berkualitas tinggi. Keberhasilan usaha budidaya ditentukan oleh benih yang berkualitas bagus sehingga pengembangan breeding centre mutlak diperlukan agar tidak tergantung pada benih impor. Apalagi, Jawa Timur dikena sebagai wilayah yang memiliki tingkat biodiversitas tinggi, yang menjamin tingkat ketersediaan dan keanekaragaman varietas-varietas yang berpotensi sebagai bahan pangan.

Gerakan Nasional Beternak Ayam Buras dalam Rangka Membangun Ketahanan Pangan Sumber Protein Hewani

CAKRAWALA Vol 8, No 1: Juni 2014
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Jawa Timur

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4889.672 KB)

Abstract

Ayam buras adalah hewan piaraan yang menyenangkan dan menguntungkan karena bisa menghasilkan telur dan daging yang bergizi tinggi dan rasanya enak. Keberadaan ayam buras telah menyebar di seluruh nusantara, berkembang seiring, mengikuti penyebaran penduduk.potensi ternak ayam buras untuk dikembangkan ke skala industri berbasis masyarakat sangat tinggi. Dukungan pemerintah dalam berbagai bentuk riset dan pengmbanagan telah banyak dilakukan.ahli di bidang budidaya, pakan, dan perbibitan ternak ayam buras tersedia. Perdagangan ayam buras telah masuk ke pasar swalayan dan rumah makan. Hasil survei pada berbagai lapisan masyarakat produsen, pedagang,dan konsumenbahwa prevalensi masyarakat dalam mengkonsumsi telur dan daging ayam buras semakin tinggi seiring dengan peningkatan pendapatan dan pemahaman pentingnya mengkonsumsi sumber protein hewani yang aman, sehat utuh, dan halal (ASUH), serat rendah kandungan lemaknya. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji kebijakan yang perlu ditempuh dalam rangka mensukseskan terwujudnya gerakan nasional beternak ayam buras serta menentukan waktu ideal pencanangan gerakan beternak ayam buras menuju terciptanya ketahanan pangan sumber protein hewani. 

Penyakit Ternak yang Perlu Diwaspadai Terkait Keamanan Pangan

CAKRAWALA Vol 12, No 2: Desember 2018
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Jawa Timur

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (786.43 KB)

Abstract

Tujuan kajian ini adalah: (1) jenis penyakit ternakdan patologi yang terjadi di Jawa Timur; (2) menemukan cara mencegah dan menanggulangi berbagai penyakit agar produksi pangan asal ternak tidak terganggu dan aman dikonsumsi. Metode kajian bersifat deskriptif dengan mencermati data-data sekunder, kejadian terkini terkait penyakit ternak dan kemanan pangan asal ternak. Kesimpulan: (1) Dari 25 jenis penyakit hewan menular strategis yang teridentifikasi, terdapat beberapa jenis diantaranya yang dapat menimbulkan bahaya bagi kesehatan manusia yang terpapar baik melalui kontak langsung dengan penderita, melalui makanan yang dikonsumsi, atau melalui udara yang terhirup dan/atau kontak langsung dengan hewan yang sakit, terinfeksi atau mati. Selama kurun waktu 2016-2017 dilaporkan terdapat limajenis kejadian PHMS; yaitu antraks, brucellosis, IBR, leptospirosis, dan paratubercullosis; dan dua jenis kejadian penyakit parasiter. Selain itu terdapat residu dua jenis obat golongan Tetracyclin pada daging sapi dan Aminoglikosida pada daging ayam; (2) Cara mencegah dan menanggulangi berbagai penyakit agar produksi pangan asal ternak aman dikonsumsi adalah senantiasa menggunakan bibit unggul bersertifikat (kalau ada) serta menerapkan cara beternak yang baik, menggukan pakan yang sehat, dan menerapkan biosekuriti secara ketat agar produknya aman dikonsumsi.

PENGEMBANGAN BUDIDAYA DAN TEKNOLOGI PENGOLAHAN BANDENG SERTA DISTRIBUSINYA SEBAGAI SUMBER EKONOMI MASYARAKAT DI JAWA TIMUR

CAKRAWALA Vol 5, No 2: Juni 2011
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Jawa Timur

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3193.061 KB)

Abstract

Budidaya berperan penting dalam sektor perikanan nasional. Kebutuhan ikan dari tahun ke tahun terus meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk; disisi lain, hasil tangkap nelayan cenderung turun sehingga ketergantungan pada usaha budidaya ikan semakin tinggi. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji: perkembangan budidaya bandeng di Jawa Timur; penanganan bandeng pasca panen,prosessing dan teknik pengolahan bandeng yang dilakukan oleh petambak maupun pengusaha bandeng olah di Jawa Timur; pola pemasaran dan distribusi bandeng di JawaTimur; sistem kemitraan yang terbangun antara Pembudidayaan-Tengkulak-Pengusaha dan Pemerintah.

PENGELOLAAN PLASMA NUTFAH PERIKANAN DI JAWA TIMUR

CAKRAWALA Vol 4, No 1: Desember 2009
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Jawa Timur

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2409.157 KB)

Abstract

Kekayaan plasma nutfah perikanan yang tersebat di laut, pantai, tambak, kolam, danau, waduk, sungai dan perairan umum sangat beragam. Berbagai organisme tersebut jika dibudidayakan akan menjadi sumber ekonomi baru dan membuka lapangan kerja. Berkembangnya hatchery skala rumah tangga ikan hias terbukti mampu menggairahkan perekonomian desa. Penelitian pengelolaan plasma nutfah perikanan ini dimaksudkan untuk mengkaji jenis-jenis ikan dan udang yang potensial serta fauna endemik dan pola-pola pengelolaan dan budidaya yang dilakukan oleh masyarakat terutama di wilayah tiga kabupaten, yaitu : Sumenep, Kediri, dan Trenggalek. Dari kajian empiris banyak ditemukan spesies endemik yang potensial untuk dikembangkan menjadi unggulan daerah. Potensi perikanan tangkap dan budidaya di Kabupaten Sumenep  dan Trenggalek masih terbuka lebar untuk dikembangkan. Budidaya ikan karang dan lobster perlu diimbangi dengan sistem perbenihan yang handal dan berkesinambungan. Budidaya rumput laut perlu didukung dengan sitem pemasaran. Ikan karang dan lobster diperdagangkan sebagian besar masih berasal dari tangkapan di alam. Budidaya kerapu dan lobster yang dilakukan di kepulauan juga masih mengandalkan benih dari alam dan sebagian keil saja yang menggunakan benih dari hatchery. Pola pengelolaan plasma nutfah perikanan bersifat spesies spesifik. Teknologi perbenihan ikan karang dan lobster belum banyak dikuasai masyarakat. Kesimpulannya adalah sumenep dan wilayah kepulauannya adalah gudang aneka ikan karang, lobster, rumput laut dan teri nasi. Trenggalek merupakan penghasil aneka ikan pelagis seperti tongkol, tuna, cakalang, tengiri dan teri galer. Kediri adalah gudang ikan hias terutama cupang dn koi serta benih aneka ikan air tawar. Potensi perikanan tangkap dan budidaya di kabupaten Sumenep dan Trenggalek masih terbuka lebar untuk dikembangkan.

Antisipasi Fluktuasi Musim Dan Ketersediaan Air Selama Musim Kemarau Dalam Rangka Menjaga Kesinambungan Usaha Budidaya Perikanan

CAKRAWALA Vol 6, No 1: Desember 2011
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Jawa Timur

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6821.11 KB)

Abstract

Dalam budidaya perikanan,kualitas dan kuantitas air yang digunakan sebagai media sangat berpengaruh terhadap keberhasilan suatu usaha budidaya perikanan. Kualitas air berkaitan dengan mutu air yang digunakan. Sedangkan untuk kuantitas air sangat dipengaruhi adanya fluktuasi musim. Pada saat penghujan, sumber air berlimpah. Yang menjadi permasalahan adalah saat terjadi kemarau panjang seperti yang terjadi saat ini. Untuk mengatasinya perlu dilakukan budidaya ikan dengan sistem budidaya senggal pada lahan kering yang berdasarkan pada CBIB. Altenatif sistem yang bisa digunakan adalah sistem resirkulasi dan aquaponik.kedua sistem ini lebih mengutamakan pemanfaatan kembali air kolam terpakai.