SUSI PURWIYANTI, SUSI
Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Jalan Tentara Pelajar 3, Bogor 16111

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

STABILITAS HASIL DAN MUTU ENAM GENOTIPE HARAPAN JAHE PUTIH KECIL (Zingiber officinale Rosc. var amarum) PADA BEBERAPA AGROEKOLOGI BERMAWIE, NURLIANI; SYAHID, SITTI FATIMAH; AJIJAH, NUR; PURWIYANTI, SUSI; MARTONO, BUDI
853-8212
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.899 KB)

Abstract

ABSTRAKPeningkatan produktivitas dan mutu jahe putih kecil memerlukanbahan tanaman unggul. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuistabilitas hasil dan mutu enam genotipe jahe putih kecil pada berbagaikondisi agroekologi. Enam genotipe harapan jahe putih kecil dan duagenotipe lokal sebagai pembanding diuji selama dua musim tanam diempat lokasi (Sukabumi, Sumedang, Majalengka, dan Garut) pada tahun2004 sampai 2006. Rancangan percobaan dilakukan mengikuti rancanganacak kelompok (RAK) dengan tiga ulangan. Jarak tanam 60 x 40 cmdengan populasi per plot sebanyak 100 tanaman. Parameter yang diamatiadalah hasil (bobot rimpang per rumpun) dan mutu (kadar minyak atsiri,fenol total, sari larut air, dan sari larut alkohol). Analisis stabilitas hasilmenggunakan metoda Yau dan Hamblin. Hasil pengujian menunjukkangenotipe ZIOF-0049 dan ZIOF-0050 menghasilkan rimpang dengan rataanbobot aktual cukup tinggi serta stabil pada berbagai kondisi agroeokologi.Kadar minyak atsiri genotipe ZIOF-0049 sedang (2,92%), sedangkanZIOF-0050 tinggi (3,28%). Genotipe ZIOF-0046 memiliki kadar minyakatsiri cukup tinggi (3,91%), dan stabil di seluruh unit pengujian. Selainkadar minyak atsiri genotipe ZIOF-0046 juga memiliki kadar fenol(3,04%) dan kadar sari larut air (24,40%) yang cukup tinggi. GenotipeZIOF-0008 memiliki kadar minyak atsiri yang tinggi (3,64%) dan stabilpada berbagai unit pengujian. Empat genotipe ZIOF-0049, ZIOF-0050,ZIOF-0046, dan ZIOF-0008 menunjukkan karakter stabil pada sifat hasildan mutu rimpang sehingga layak untuk direkomendasikan sebagaigenotipe unggul dan beradaptasi luas.Kata kunci: Zingiber officinale var. amarum, jahe putih kecil, interaksigenetik dan lingkungan, hasil, mutuABSTRACTThe provision of superior genotype having stable yield andquality is a prerequisite for the productivity and quality improvement ofsmall white ginger. Research to study stability of yield and quality wasundertaken on six promising genotypes with two control variety by multienvironmental tests in four locations (Sukabumi, Sumedang, Majalengka,and Garut) for two growing seasons from 2004-2006. The experimentused a randomized block design with three replicates, 60 cm x 40 cm plantspacing, 100 plants per plot. Parameters observed were fresh rhizomeyield and quality (essential oil content, total phenolic content, watersoluble extract, and alcohol soluble extract). Stability analysis wasundertaken based on Yau and Hamblin method. Genotype ZIOF-0049 andZIOF-0050 produced the high rhizome weight and considered to berelatively stable at four locations. Essential oils content of ZIOF-0049were medium (2,92%) and ZIOF-0050 were high (3,28%). Genotypes thathave high content of essential oil (3,91%) and stable in various testing unitwas ZIOF-0046. In addition to the essential oil content, genotypes ZIOF-0046 also had phenol (3,04%) and water-soluble extract (24,40%) contentwere high. Genotype ZIOF-0008 has a high volatile oil content (3,64%)and stable in various testing unit. Four genotypes ZIOF-0049, ZIOF-0050,ZIOF-0046 and ZIOF-0008 showed stable in rhizome yield and qualitycharacters. That were deserves to be recommended as superior genotypesand wide adaptation.Key words: Zingiber officinale var. amarum, small white ginger, geneticand environment interaction, yield, quality
STABILITAS HASIL DAN MUTU ENAM GENOTIPE HARAPAN JAHE PUTIH KECIL (Zingiber officinale Rosc. var amarum) PADA BEBERAPA AGROEKOLOGI BERMAWIE, NURLIANI; SYAHID, SITTI FATIMAH; AJIJAH, NUR; PURWIYANTI, SUSI; MARTONO, BUDI
Jurnal Penelitian Tanaman Industri Vol 19, No 2 (2013): Juni 2013
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.899 KB) | DOI: 10.21082/littri.v19n2.2013.58 - 65

Abstract

ABSTRAKPeningkatan produktivitas dan mutu jahe putih kecil memerlukanbahan tanaman unggul. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuistabilitas hasil dan mutu enam genotipe jahe putih kecil pada berbagaikondisi agroekologi. Enam genotipe harapan jahe putih kecil dan duagenotipe lokal sebagai pembanding diuji selama dua musim tanam diempat lokasi (Sukabumi, Sumedang, Majalengka, dan Garut) pada tahun2004 sampai 2006. Rancangan percobaan dilakukan mengikuti rancanganacak kelompok (RAK) dengan tiga ulangan. Jarak tanam 60 x 40 cmdengan populasi per plot sebanyak 100 tanaman. Parameter yang diamatiadalah hasil (bobot rimpang per rumpun) dan mutu (kadar minyak atsiri,fenol total, sari larut air, dan sari larut alkohol). Analisis stabilitas hasilmenggunakan metoda Yau dan Hamblin. Hasil pengujian menunjukkangenotipe ZIOF-0049 dan ZIOF-0050 menghasilkan rimpang dengan rataanbobot aktual cukup tinggi serta stabil pada berbagai kondisi agroeokologi.Kadar minyak atsiri genotipe ZIOF-0049 sedang (2,92%), sedangkanZIOF-0050 tinggi (3,28%). Genotipe ZIOF-0046 memiliki kadar minyakatsiri cukup tinggi (3,91%), dan stabil di seluruh unit pengujian. Selainkadar minyak atsiri genotipe ZIOF-0046 juga memiliki kadar fenol(3,04%) dan kadar sari larut air (24,40%) yang cukup tinggi. GenotipeZIOF-0008 memiliki kadar minyak atsiri yang tinggi (3,64%) dan stabilpada berbagai unit pengujian. Empat genotipe ZIOF-0049, ZIOF-0050,ZIOF-0046, dan ZIOF-0008 menunjukkan karakter stabil pada sifat hasildan mutu rimpang sehingga layak untuk direkomendasikan sebagaigenotipe unggul dan beradaptasi luas.Kata kunci: Zingiber officinale var. amarum, jahe putih kecil, interaksigenetik dan lingkungan, hasil, mutuABSTRACTThe provision of superior genotype having stable yield andquality is a prerequisite for the productivity and quality improvement ofsmall white ginger. Research to study stability of yield and quality wasundertaken on six promising genotypes with two control variety by multienvironmental tests in four locations (Sukabumi, Sumedang, Majalengka,and Garut) for two growing seasons from 2004-2006. The experimentused a randomized block design with three replicates, 60 cm x 40 cm plantspacing, 100 plants per plot. Parameters observed were fresh rhizomeyield and quality (essential oil content, total phenolic content, watersoluble extract, and alcohol soluble extract). Stability analysis wasundertaken based on Yau and Hamblin method. Genotype ZIOF-0049 andZIOF-0050 produced the high rhizome weight and considered to berelatively stable at four locations. Essential oils content of ZIOF-0049were medium (2,92%) and ZIOF-0050 were high (3,28%). Genotypes thathave high content of essential oil (3,91%) and stable in various testing unitwas ZIOF-0046. In addition to the essential oil content, genotypes ZIOF-0046 also had phenol (3,04%) and water-soluble extract (24,40%) contentwere high. Genotype ZIOF-0008 has a high volatile oil content (3,64%)and stable in various testing unit. Four genotypes ZIOF-0049, ZIOF-0050,ZIOF-0046 and ZIOF-0008 showed stable in rhizome yield and qualitycharacters. That were deserves to be recommended as superior genotypesand wide adaptation.Key words: Zingiber officinale var. amarum, small white ginger, geneticand environment interaction, yield, quality
KERAGAAN SIFAT MORFOLOGI, HASIL DAN MUTU PLASMA NUTFAH PEGAGAN (Centella asiatica (L.) Urban.) Bermawie, Nurliani; Purwiyanti, Susi; Mardiana, Mardiana
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 19, No 1 (2008): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.231 KB) | DOI: 10.21082/bullittro.v19n1.2008.%p

Abstract

Karakterisasi dan evaluasi dilakukan untuk mendapatkan data karakter morfologi, hasil dan mutu dari 16 nomor aksesi pegagan yang berasal dari Sumatra, Jawa, Bali dan Papua. Penelitian dilakukan di KP. Cicurug, Sukabumi pada ketinggian 550 m dpl, sejak Januari sampai Desember 2006. Rancangan percobaan yang digunakan adalah acak ke-lompok dengan 16 perlakuan dan tiga ulangan, jarak tanam 20 cm x 20 cm, populasi 100 tanaman/petak. Kultur teknis mengacu kepada SOP (Standar Operasional Prosedur), dengan dosis pupuk kandang 20 ton/ha, Urea SP-36 dan KCl masing-masing 200 kg/ha. Pengamat-an dilakukan pada 10 tanaman per petak pada saat panen (umur 3,5 BST) terhadap sifat morfologi kuantitatif dan kualitatif, hasil herba basah dan kering serta mutu. Perbedaan antar aksesi dianalisis, menggunakan Uji Jarak Ber-ganda Duncan (UJBD). Hasil analisis statistik menunjukkan ada keragaman pada sifat mor-fologi kualitatif dan kuantitatif, antara lain ukuran, warna dan bentuk daun, jumlah, ukur-an dan warna geragih, jumlah bunga per gera-gih, panjang dan warna buku, warna batang, berat segar dan berat kering. Aksesi CASI 002 memiliki tangkai dan daun lebih besar dari aksesi lainnya. Sebaliknya aksesi dari Irian Jaya Barat memiliki daun kecil, pendek dan sangat berbeda dari aksesi lainnya. Bobot ba-sah per tanaman dan produktivitas segar ter-tinggi diperoleh dari aksesi CASI 011 dan CASI 016, sedangkan bobot kering per tanam-an dan produktivitas terna kering tertinggi di-peroleh dari aksesi CASI 011. Kadar asiatiko-sida berkisar antara 0,15-1,49 %. Senyawa alkaloid, saponin, tanin, flavonoid, steroid dan glikosida terdeteksi sangat kuat (4+), sedang-kan triterpenoid lemah sampai agak kuat (1+-2+). Informasi yang dihasilkan diharapkan da-pat dijadikan sebagai bahan pertimbangan da-lam memilih bahan pemuliaan untuk meng-hasilkan varietas unggul.