Articles

Found 8 Documents
Search

STRATEGI PENGEMBANGAN LEMBAGA KEUANGAN MIKRO AGRIBISNIS (LKMA) DI KABUPATEN PANDEGLANG Hilal, Syamsul; Sarma, Ma'mun; Baga, Lukman M
Jurnal Manajemen Pembangunan Daerah Vol 6, No 1 (2014)
Publisher : Program Studi Manajemen Pembangunan Daerah. Fakultas Ekonomi dan Manajemen. IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.943 KB) | DOI: 10.29244/jurnal mpd.6.1.%p

Abstract

ABSTRACTGabungan Kelompok Tani (Gapoktan) is institutional economics in rural area in which the combined number of farmers' group. Based on the Regulation of the Minister of Agriculture, Gapoktan can perform economic functions. To more effectively manage the funds of PUAP, Gapoktan directed to develop Agribusiness Microfinance Institutions (AMFI). Growth and expansion in Gapoktan PUAP AMFIis strategic step to resolve the question of the financing of small farmers and agricultural laborers during this difficult to get financial services through formal financial institutions and banking. Therefore, the formation AMFI purpose is to; (1) provide assurance services and farmers easier access to financing facilities, (2) a simple and fast procedure, (3) the proximity of the location of the service with the efforts of farmers, (4) operator of AMFI very understanding of the character of farmers as customers. Central government and local government continued to encourage the formation of AMFI on Gapoktan PUAP. The existence AMFI certainly to be hoped by poor farmers in Pandeglang District.The Sum ofGapoktan that has been gained PUAP program until 2012 is 257 Gapoktan. This amount is equivalent to 76.72 percent of the total village in Pandeglang District. However, the number of successful AMFIuntil 2012 only 16 AMFI (6.23%). Total AMFI is certainly not expected. Therefore, this study discusses the performance Gapoktan PUAP, evaluate the process of the formation of the AMFI on  Gapoktan PUAP, and analyze the performance of AMFI. The study and analysis of the material to formulate a development strategy AMFI in Pandeglang District.Keywords: Gapoktan, PUAP, LKMAABSTRAKGapoktan adalah kelembagaan ekonomi di pedesaan yang di dalamnya bergabung beberapa kelompok tani.  Berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian, Gapoktan dapat melakukan fungsi-fungsi ekonomi. Untuk lebih mengefektifkan pegelolaan dana PUAP, Gapoktan membentuk Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKMA). Penumbuhan dan pengembangan LKMA di dalam Gapoktan PUAP merupakan langkah strategis untuk menyelesaikan persoalan pembiayaan petani kecil dan buruh tani yang selama ini sulit mendapatkan pelayanan keuangan melalui lembaga keuangan formal dan perbankan. Oleh karena itu, tujuan pembentukan LKMA adalah untuk; (1) memberikan kepastian pelayanan serta kemudahan akses petani terhadap fasilitas pembiayaan; (2) prosedur yang sederhana dan cepat; (3) kedekatan lokasi pelayanan dengan tempat usaha petani; (4) pengelola LKMA sangat memahami karakter petani sebagai nasabah. Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah terus mendorong terbentuknya LKMA pada Gapoktan PUAP. Keberadaan LKMA tentu sangat diharapkan oleh petani miskin di Kabupaten Pandeglang. Jumlah Gapoktan yang telah mendapatkan program PUAP hingga tahun 2012 sebanyak 257 Gapoktan. Jumlah ini setara dengan 76,72 persen dari jumlah desa dan kelurahan di Kabupaten Pandeglang. Namun demikian, jumlah LKMA yang berhasil dibentuk hingga tahun 2012 sebanyak 16 LKMA (6,23%). Jumlah LKMA tersebut tentu tidak sesuai harapan. Oleh karena itu, kajian ini membahas tentang kinerja Gapoktan PUAP, mengevaluasi proses pembentukan LKMA pada Gapoktan PUAP, dan menganalisis kinerja LKMA. Hasil kajian dan analisis tersebut menjadi bahan untuk merumuskan strategi pengembangan LKMA di Kabupaten Pandeglang.Kata kunci: Gapoktan, PUAP, LKMA 
Employee Engagement, Lingkungan Sosial dan Kinerja Karyawan di PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, Kantor Cabang Bogor Dewi Sartika Putri, Minkhaya Silviana; Baga, Lukman M; Sunarti, Euis
MANAJEMEN IKM: Jurnal Manajemen Pengembangan Industri Kecil Menengah Vol 10, No 2 (2015): MANAJEMEN IKM
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.211 KB) | DOI: 10.29244/mikm.10.2.123-130

Abstract

Employee engagement influence the change of think pattern and behavior which supported by requirement, motivation and work satisfaction. This research aimed to study the influence of employee engagement, social environment on the employee performance in PT Bank Rakyat Indonesia (BRI). The sampling technique used in this study is a probability sampling , the number of respondents used is 83. The method use multiple regression analysis. The result show of based on employee engagement and social environment the temporary employee have the higher performance than permanent employee. The woman temporary employee have the higher performance than man temporary employee. The component  of employee engagement and social environment influenced performance is camaraderie that is employee relationship, team cooperation and motivation. Therefore, PT BRI must took care of good relationship inter employee and increase team cooperation
Analisis Situasional Kompetensi Praktisi Sumber Daya Manusia Indonesia Menghadapi MEA 2015 Triyonggo, Yunus; Maarif, M. Syamsul; Sukmawati, Anggraini; Baga, Lukman M
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 14, No 1 (2015)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12695/jmt.2015.14.1.7

Abstract

Abstrak. Pelaksanaan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akan dimulai pada awal 2016 sesuai dengan kesepakatan yang ditandatangai oleh semua Kepala Negara ASEAN. Salah satu kesepakatan dalam MEA adalah aliran bebas tenaga kerja ahli dan trampil termasuk di bidang jasa Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM). Praktisi MSDM di Indonesia tidak sepenuhnya siap menghadapi persaingan yang semakin terbuka ini. Kompetensi praktisi Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) di Indonesia perlu diteliti secara mendalam untuk mengetahui keberadaannya dilihat dari sisi praktisi MSDM. Penelitian ini menggunakan metoda statistik deskriptif untuk memetakan pendapat, persepsi, dan opini praktisi MSDM tentang kompetensinya. Responden yang dilibatkan dalam penelitian ini meliputi praktisi MSDM di Jabodetabek serta kota-kota besar di pulau Jawa, sesuai dengan lokasi utama organisasi/perusahaan swasta. Kerangka sampling yang dipergunakan adalah purposive non random sampling yang ditujukan pada anggota Perhimpunan Manajemen Sumber Daya Manusia (PMSM) Indonesia melalui studi kuisioner secara online. Responden yang telah mengisi kuisioner secara lengkap sebanyak 250 orang. Temuan penelitian menunjukkan bahwa latar belakang pendidikan yang berkarir di MSDM beragam dari berbagai lulusan dan didominasi dari Jurusan Manajemen, kemudian disusul Psikologi, Teknik, dan Hukum. Evolusi profesi MSDM di Indonesia menunjukkan bahwa sebagian besar praktisi MSDM Indonesia (35%) masih terlibat dalam aktivitas administrasi dan Hubungan Industrial, sebanyak 21% sudah terlibat dalam pengambilan keputusan yang strategis, dan 20% sudah bertindak sebagai mitra strategis dan agen perubahan. Standar kompetensi praktisi MSDM beserta program pengembangan dan sertifikasinya dipersepsikan sangat penting serta memiliki urgensi yang tinggi untuk dikembangkan, walaupun pemerataan kesempatan untuk mengembangkan kompetensi tersebut tidak merata di seluruh Indonesia. Organisasi/perusahaan telah memberikan penghargaan yang signifikan pada profesi MSDM dengan 34,8% posisi tertingginya berada di level direktur, 14% berada di posisi general manager, dan 32,4% di posisi manajer. Lebih dari setengah responden menyatakan kurang siap menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), sehingga proses percepatan pengembangan kompetensi praktisi MSDM di Indonesia perlu dilakukan untuk meningkatkan daya saingnya dalam kompetisi regional dan global.Kata kunci: Masyarakat Ekonomi ASEAN, kompetensi, praktisi Manajemen Sumber Daya Manusia Indonesia, purposive non random sampling, statistik deskriptif.Abstract. ASEAN Economic Community (AEC) will be implemented at the early 2016 referred to the agreement signed by all ASEAN countries leaders. One of the agreement content is the free flow of skilled labor including Human Resources (HR) professional. Indonesias HR practitioners are not fully ready to face this upcoming more open competition. HR professional competency in Indonesia needs to be examined deeply to find its existence to be seen from HR practitioners point of view. This research uses descriptive statistic method to map ideas, perceptions, and opinions from HR practitioners pertaining their competencies. Respondents come from Jabodetabek area and the big cities in Java Island due to the main location of private companies. Sampling frame is purposive non random sampling to cover members of Indonesia HR Management Association via online questionnaire study. There are 250 respondents who filled the questionnaries completely. Research findings show that the educational background of Indonesias HR practitioners is various and dominated by Management, then followed by Psychology, Technic, and Law. HR evolution in Indonesia indicates mostly being exposed in administration dan industrial relations (35%), 21% has been involved in strategic decision making process, and 20% has demonstrated as strategic partner and change agent. HR competency standard and its development and certification programs are perceived very important and urgent to be developed further, although the uqualization of development opportunity is not well distributed across Indonesia areas. Organization/company has already showed significant recognition to HR profession by giving the highest position at director level (34,8%), General Manager (14%), and Manager (32,4%). More than half respondent stated not ready to face the ASEAN Economic Community (AEC), however the acceleration process of HR practitioners competency development program needs to be done in order to enhance the competitiveness in regional and global competition.Keywords: ASEAN Economic Community, competency, descriptive statistic, Indonesias Human Resources practitioner, purposive non random sampling.
Kinerja Usahatani dan Motivasi Petani dalam Penerapan Inovasi Varietas Jagung Hibrida padaLahan Kering di Kabupaten Lombok Timur Widiyanti, Ni Made Nike Zeamita; Baga, Lukman M; Suwarsinah, Heny K
Jurnal Penyuluhan Vol 12, No 1 (2016): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Program Pascasarjana Ilmu Penyuluhan Pembangunan, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.107 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v12i1.11317

Abstract

Beberapa kendala petani pada lahan kering yaitu keterbatasan air, pendidikan rendah, dan pendapatan yang rendah. Kendala tersebut tidak menghilangkan keinginan petani untuk mengadopsi inovasi varietas jagung hibrida. Kondisi ini diduga karena motivasi petani yang tinggi. Motivasi merupakan salah satu aspek penting yang mempengaruhi keputusan petani untuk mengadopsi inovasi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis perbedaan kinerja usahatani antara petani hibrida dan non hibrida, untuk menganalisis tingkat motivasi dan faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi petani dalam penerapan inovasi varietas jagung hibrida. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis uji beda (uji-t), uji mann-whitney dan uji korelasi rank spearman. Hasil menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kinerja usahatani antara petani hibrida dan non hibrida. Pada kondisi normal, petani hibrida dapat memproduksi rata-rata 11,45 ton per hektar, sedangkan petani non hibrida dapat memproduksi rata-rata 7,43 ton per hektar. Terdapat perbedaan tingkat motivasi antara petani hibrida mayoritas awal dan mayoritas akhir. Motivasi petani hibrida mayoritas akhir lebih tinggi dibandingkan mayoritas awal. Faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi petani dalam penerapan inovasi varietas jagung hibrida yaitu, pengalaman berusahatani, jumlah tanggungan keluarga, luas lahan garapan, sifat kosmopolit dan ketersediaan modal.Kata kunci : jagung hibrida, kinerja usahatani, inovasi, motivasi
ANALISIS KEUNTUNGAN FINANSIAL USAHA PENGGEMUKAN SAPI POTONG DI KABUPATEN BOJONEGORO Lestari, Retna D; Baga, Lukman M; Nurmalina, Rita
SEPA: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 11, No 2 (2015): February 2015
Publisher : Sebelas Maret University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jsepa.11.2.14180.207-215

Abstract

Cattle  farm  agribusiness  in  Indonesia  is  still  a  sector  that  needs  to  be developed,  given  the  increasing  demand  for  meat,  but  has  not  met  from  domestic meat  production.  One  of  the  efforts  to  achieve  stability  availability  of  beef  that  is through  an  increase  in  beef  cattle  fattening  which  have  long-term  prospects.  This study  aims  to  identify  and  analyze  the  financial  benefits  fattening  beef  cattle  in Bojonegoro  which  is  one  of  the  central  areas  of  the  cow  kind  Peranakan  Ongole (PO)  in  the  province  of  East  Java.  Data  were  analyzed  quantitatively  by  using indicators  of  profitability  and  feasibility  ie  B  /  C  Ratio,  Break  Even  Point,  Net Present Value, Internal Rate of Return, and Payback Period. The research location in  the  village  Napis,  District  Tambakrejo  with  30  respondents  breeders  who  do fattening for 4 months. The results showed the average value of B / C ratio of 1.23, NPV of USD 481 110, 59, IRR 11.30%, and PBP for 2 years and 9 months. Based on the research results can be suggested to the Government of Bojonegoro in order to provide  guidance  and  directs  farmers  to  conduct  fattening  cattle  given  the  small number of farmers who cultivate the cow on a large scale.
STRATEGI PENGEMBANGAN KELEMBAGAAN KOPERASI PERTANIAN BERBASIS JAGUNG DI PROVINSI GORONTALO Baga, Lukman M
Jurnal Manajemen Pembangunan Daerah Vol 1, No 1 (2009)
Publisher : Program Studi Manajemen Pembangunan Daerah. Fakultas Ekonomi dan Manajemen. IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1371.079 KB) | DOI: 10.29244/jurnal mpd.1.1.%p

Abstract

success of an integrate agribusiness system of a commodity must be followed by the increase of farmers’ bargain position, especially the small scale agribusiness runs by farmers. Otherwise, farmer will continue to be marginalized, and sustainable production is hard to be achieved. Farmer organization in Indonesia is relatively has weak position and cannot improve farmers’ bargain position since it is still in social institution form (i.e. farmer group), and yet become a socio-economic institution (cooperative). In many countries, farmers’ cooperative not only improves the production, productivity and product quality, but also lead to increase in welfare and life quality of its members. This study specifically aimed to develop corn farmer co-operative in Gorontalo Province. SWOT analysis was being used to formulate the strategy, followed by strategy mapping in road-map as guidance for local government to develop corn farmer co-operative that suitable with its character.Keyword: agribusiness, corn, farmer group, farmer co-operative, Gorontalo.
Strategi Perencanaan Model Bisnis Perusahaan Jasa Konsultan Arsitektur dan Jasa Kontraktor PT Architectaria Media Cipta Amin, Amirullah Muh; Baga, Lukman M; Tinaprilla, Netti
MANAJEMEN IKM: Jurnal Manajemen Pengembangan Industri Kecil Menengah Vol 13, No 1 (2018): Manajemen IKM
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1224.93 KB) | DOI: 10.29244/mikm.13.1.55-65

Abstract

PT Architectaria Media Cipta is an architectural consulting and contractor company.The purpose of this research is to describe and improve the business model used by PT Architectaria Media Cipta based on Business Model Canvas (BMC) approach and SWOT analysis, and then develop a new business model prototype for PT Architectaria Media Cipta using Blue Ocean Strategy (BOS).BMC consist of customer segments, value propositions, channels, customer relationships, revenue streams, key resources, key activities, key partnerships, and cost structures. The data collected bystructured interview.There are seven unsurts that need to be improved in a major way, and the two unsurts are remedied in a minor.The new business model prototype is created with a new value proposition that makes home and office furnishings products with unique designs, fixed size, light weight that can be sold massively through webstores and marketplace. Innovative products made by utilizing waste materials with the concept of re-use and re-cycle, therefore) the selling price of the product remains affordable.
Pengaruh Motivasi, Lingkungan Kerja dan Kepemimpinan terhadap Kinerja Karyawan PT Satu Visi Edukasi Manikottama, Ramya Inggita; Baga, Lukman M; Hubeis, Aida Vitayala S
Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM) Vol 5, No 2 (2019): JABM Vol. 5 No. 2, Mei 2019
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17358/jabm.5.2.242

Abstract

This research aimed to determine the effect of motivation, work environment, and leadership on employee performance in PT Satu Visi Edukasi. The methods utilized in this research were SEM (Structural Equation Model). The results of this research showed that motivation has a positive and significant relation to employee performance. Work environment has a negative and significant relation to independent variable of employee performance. Leadership has a positive and insignificant relation to employee performance. Motivation has the highest effect followed by the work environment and leadership. The best suggestion to improve employee performance is to increase employee motivation in obtaining achievements by giving rewards based on the employees? length of time in the company and work results in the company?s upcoming programs.Keywords: employee performance, leadership, motivation, work environment, SEMAbstrak: Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh motivasi, lingkungan kerja dan kepemimpinan terhadap kinerja karyawan pada PT Satu Visi Edukasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah SEM (Structural Equation Model). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa motivasi memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Lingkungan kerja memiliki hubungan negatif dan signifikan terhadap variabel bebas yaitu kinerja karyawan. Kepemimpinan memiliki hubungan positif dan tidak signifikan terhadap kinerja karyawan. Motivasi memiliki pengaruh tertinggi yang diikuti oleh lingkungan kerja dan kepemimpinan. Saran terbaik untuk meningkatkan kinerja karyawan adalah meningkatkan motivasi karyawan untuk berprestasi melalui pemberian penghargaan berdasarkan lama karyawan bekerja dan hasil kerja karyawan di dalam program perusahaan kedepannya.Kata kunci: kepemimpinan, kinerja karyawan, lingkungan kerja, motivasi, SEM