Articles

Found 26 Documents
Search

PENERAPAN MODEL PROBLEM SOLVING LABORATORY TERHADAP PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP KALOR PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 4 PALU Nurbaya, Nurbaya; Nurjannah, Nurjannah; Werdhiana, I Komang
JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online) Vol 3, No 2 (2015): E-Jurnal Pend. Fisika Tadulako
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.032 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan pemahaman konsep kalor melalui penerapan model pembelajaran problem solving laboratory pada siswa kelas X SMA Negeri 4 Palu. Metode yang digunakan adalah eksperimen kuasi dengan the non-equivalent pretest-posttest design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 4 Palu. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Kelas X MIA 5 sebagai kelas eksperimen dan kelas X MIA 6 sebagai kelas kontrol. Instrumen pemahaman konsep berupa tes esai yang telah divalidasi oleh validator. Peningkatan rata-rata N-gain yang mengikuti model pembelajaran problem solving laboratory adalah 27,17% yang berkriteria rendah dan peningkatan rata-rata yang mengikuti model konvensional menggunakan metode eksperimen dan demonstrasi adalah 4,15%. Peningkatan pemahaman konsep kalor berdasarkan kategori kelompok kemampuan rendah, sedang dan tinggi untuk kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran problem solving laboratory adalah 13,89 % kategori tinggi, 31.08 % kategori sedang dan 40 % kategori rendah. Hasil perhitungan statistik dari pengujian hipotesis menggunakan uji-t didapatkan harga t hitung sebesar 8,10 dan t tabel pada taraf signifikansi 5% dan dk = 58 adalah 1,67. Disimpulkan bahwa terdapat peningkatan pemahaman konsep kalor melalui penerapan model pembelajaran problem solving laboratory pada siswa kelas X SMA Negeri 4 Palu. Kata Kunci: Problem Solving Laboratory, Pemahaman Konsep Kalor
CD TO GS (CHANGING DOLLAR TO GOLD AND SILVER) SEBAGAI NILAI TUKAR ISLAMI MENUJU W2C (WORLD WITHOUT CRISIS) Pratama, Sandi; Nurbaya, Nurbaya; Fitriani, Ida
JURNAL PENA Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.13 KB)

Abstract

Ketidakstabilan nilai tukar juga menyulitkan untuk menarik investor dari luar negeri karena hal itu merupakan risiko bagi calon investor. Dampak negatif lainnya adalah meningkatnya inflasi dan terpukulnya dunia usaha, terutama industri yang banyak menggunakan bahan baku impor, tetapi pasarnya domestik. Dengan kata lain, baik pada tataran mikro maupun makro. Jenis tulisan dalam karya tulis ini menggunakan jenis tulisan penelitian pustaka. Objek tulisan dalam karya ini adalah mengatasi krisis global melalui “CD to GS”(Changing dollar to gold and silver) sebagai nilai tukar islami menuju “W2C” (Word without crisis). kami menggunakan beberapa refrensi dari buku-buku dan internet. Adapun teknik analisis data yang digunakan yaitu Deskriptif kualitatif. Pendayagunaan dinar dan dirham secara fantastik akan mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS. Makna reflektifnya adalah akan semakin kecilnya kemungkinan Negara-negara pengguna dinar dan dirham digoyang oleh produsen AS setiap saat, juga ancaman find manager yang sejauh ini terus melakukan ketergantungan terhadap dolar AS akan berkolerasi positif terhadap upaya stabilisasi ekonom makro dan mikro.Kata Kunci : Krisis global, Dollar, Emas dan Perak, Nilai Tukar Islami
Eksplorasi FusariumSpp yang Berasosiasi Dengan Aquillaria Spp di Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara Nurbaya, Nurbaya
Prosiding Seminar Biologi 2015: Prosiding Seminar Nasional Mikrobiologi Kesehatan dan Lingkungan
Publisher : Prosiding Seminar Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fusariumspp adalah salah satu isolat cendawan yang berasosiasi dengan tanamanAquillariaspp untuk menghasilkan gaharu sebagai hasil hutan bukan kayu. Penelitian ini mengambil sampel dari batangAquillaria spp yang menunjukkan gejala pembentukan gaharu yang tumbuh secara alami pada ketinggian yang berbeda, mulai dari ketinggian 0-2000 mdpl, yang ada pada empat Kecamatan yaitu: Kecamatan Nunukan Selatan (0-100 mdpl), Lumbis (100-500 mdpl), Krayan Induk (1000-1500 mdpl), Krayan Selatan (1000-2000 mdpl) di Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan informasi mengenai isolat-isolat Fusarium pembentuk gaharu dari batang Aquillaria spp. Isolat Fusarium diperoleh dengan mengamati pertumbuhan morfologi cendawan pada media PDA. Hasil yang diperoleh diidentifikasi secara molekuler menggunakan jenis primer LSU. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada batang Aquillaria spp yang tumbuh pada ketinggian 0-100 mdpl terinfeksi oleh F. solani, ketinggian 100-500 mdpl terinfeksi oleh Fusarium sp, F. fujikuroi dan F. oxysporum, ketinggian 1000-1500 mdpl terinfeksi oleh F. solani, sedangkan Aquillariaspp yang tumbuh pada ketinggian 1000-2000 mdpl terinfeksi olehF. solani, F. oxysporum danF. ambrosiumKata Kunci:Aquillariaspp, cendawan, eksplorasi, Fusarium
PENGARUH MODEL INFORMATION SEARCH TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN EKSPOSITIF Ramodhona, Siti; Nurhayati, Nurhayati; Nurbaya, Nurbaya
Seminar Nasional Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 1, No 1 (2017): SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh model information search terhadap kemampuan menulis karangan ekspositif siswa. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen Simple random sampling dengan desain Control Group Pretest Post-test. Sampel penelitian ini terdiri dari dua kelas, yaitu X.2 dan X.5 Jumlah sampel penelitian seluruhnya 58 siswa. Untuk menggolongkan siswa ke dalam kelas kontrol dan eksperimen, peneliti menggunakan sampel random sehingga didapatlah rincian kelas 33 siswa kelas X.2 sebagai kelas eksperimen dan 25 siswa kelas X.5 sebagai kelompok kontrol. Data diperoleh dari hasil tes kemampuan menulis karangan ekspositif. Teknik penganalisisan data menggunakan SPSS 20. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil tes antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Nilai ratarata tes awal menulis karangan ekspositif 63,8438 dan kelas kontrol 63,5556. Nilai rata-rata tes akhir kelas eksperimen 84,6250 dan kelas kontrol 75,9259. Hal ini menujukkan bahwa adanya peningkatan yang signifikan terhadap keterampilan menulis karangan ekspositif pada siswa kelas X SMA Srijaya Negara Palembang, pada kelas eksperimen sebesar 84,625 dan kelas kontrol sebesar 12,3703. Hasil analisis data dengan uji t membuktikan (thitung) > (ttabel) atau (6,539) > (2) dengan df= 57 pada tingkat signifikasi 95% (α=0,025). Oleh sebab itu, Ha yang berbunyi “Ada pengaruh terhadap kemampuan menulis karangan ekspositif antara siswa yang diajarkan menggunakan model information search dan siswa yang tidak menggunakan model information search
USE OF DIFFERENT PROBIOTICS FOR PREVENTION OF VIBRIOSIS DISEASE ON TIGER SHRIMP LARVAE REARED IN FIBERGLASS TANKSUSE OF DIFFERENT PROBIOTICS FOR PREVENTION OF VIBRIOSIS DISEASE ON TIGER SHRIMP LARVAE REARED IN FIBERGLASS TANKS Nurbaya, Nurbaya; Atmomarsono, Muharijadi
Indonesian Aquaculture Journal Vol 13, No 2 (2018): (December, 2018)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.064 KB) | DOI: 10.15578/iaj.13.2.2018.95-101

Abstract

To counter disease problems caused by vibriosis in shrimp hatchery, this recent study used three different probiotics to be tested on tiger shrimp (Penaeus monodon) postlarvae. The study arranged four treatments as follows: A: a combination of three liquid-form probiotics Brevibacillus laterosporus BT951, Bacillus subtilis BM12, and B. licheniformis BM58; B: a combination of three powder-form probiotics Brevibacillus laterosporus BT951, Bacillus subtilis BM12, and B. licheniformis BM58; C: a commercial powder probiotic containing Bacillus subtilis; and D: control (without probiotic), each treatment with three replications. This study was set up in a completely randomized design experiment using twelve fiberglass tanks filled with 750 L sterile sea water and stocked with 30,000 nauplii in the Awarange shrimp hatchery of the Research Institute for Brackishwater Aquaculture and Fisheries Extension Installation in Barru. Variables observed in this study were the survival rate of the shrimp postlarvae at the end of the experiment, total vibrio count (TBV) and total plate count of common bacteria (TPC) in the culture water. The results showed that the survival rate of tiger shrimp applied either in liquid (A: 61.5±4.7%) or powder form (B: 48.6±6.8%), and control (without probiotic) (D: 51.2±4.4%) were not significantly different (P>0.05). However, survival rates in these three treatments differed (P<0.05) with that of the commercial probiotic (C: 21.7±9.9%). TBV/TPC ratio in the tank waters treated with the commercial probiotic (2.26-37.52%) was much higher than that of the liquid form probiotic (0.86-1.98%), powder form probiotic (1.25-8.37%), and control (1.93-2.84%). Ammonia-nitrogen in treatment C (1.462-2.989 mg/L) was relatively higher than that of in treatment A (1.595-2.435 mg/L), treatment B (1.644-2.115 mg/L), and treatment D (1.051-1.858 mg/L).
ALTERNATE USE OF DIFFERENT RICA PROBIOTIC BACTERIA ON SURVIVAL RATE AND PRODUCTION OF CULTURED TIGER SHRIMP IN SEMI-INTENSIVE PONDS Atmomarsono, Muharijadi; Nurbaya, Nurbaya
Indonesian Aquaculture Journal Vol 9, No 2 (2014): (December 2014)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.732 KB) | DOI: 10.15578/iaj.9.2.2014.155-164

Abstract

Tiger shrimp diseases have occured in Indonesian shrimp ponds for more than two decades. In order to overcome this problem, five types of the RICA probiotic bacteria were tested in nine 250 m2 semi-intensive ponds of the Research and Development Institute for Coastal Aquaculture Marana Station. In the present study three different alternate use of the RICA probiotics were tested for tiger shrimp culture incompletely randomized design experiment. There were three treatments here namely: A) alternate use of probiotic bacteria RICA-1, RICA-2, RICA-3; B) alternate use of probiotic bacteria RICA-4, RICA-5, RICA-3, and C) control (without probiotic bacteria); each treatment were applied in three replications. The results showed that survival rate and production of tiger shrimp in treatment A (55.8% and 14.9 kg/pond) and B (52.7% and 16.7 kg/pond) were significantly better (P<0.05) than those of in control ponds (37.4% and 10.9 kg/pond). However, survival rate and production of tiger shrimp between treatment A and B were not significantly different (P>0.05). The average total bacteria population in the cultured water media of treatment A (4.32 x 104 cfu/mL) and B (5.18 x 104 cfu/mL) were relatively higher than control (1.46 x 104 cfu/mL). However the percentage ratio of Vibrio spp. and total bacteria population in the cultured water media of treatment A and B were relatively lower than control. The lower survival rate and production of tiger shrimp in control (C) compared to probiotic treatments (A and B) were not just affected by the increase of Vibrio spp. ratio, but also affected by the increase of total organic matter and nitrite concentrations in the control ponds that were relatively higher than treatment A and B.
TEKNIK APLIKASI BAKTERI PROBIOTIK PADA PEMELIHARAAN UDANG WINDU (Penaeus monodon) DI LABORATORIUM Muliani, Muliani; Nurbaya, Nurbaya; Madeali, Mun Imah
Jurnal Riset Akuakultur Vol 6, No 1 (2011): (April 2011)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.01 KB) | DOI: 10.15578/jra.6.1.2011.81-92

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui teknik pemberian bakteri probiotik pada pemeliharaan pascalarva udang windu dalam skala laboratorium. Penelitian ini dilakukan menggunakan 21 buah akuarium yang berukuran 40 cm x 30 cm x 27 cm yang diisi air tambak salinitas 28 ppt sebanyak 15 L dan tanah dasar tambak setebal 10 cm, dan ditebari benur windu PL 22 sebanyak 30 ekor/wadah. Penelitian diset dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola faktorial yang terdiri atas dua faktor yaitu I) jenis bakteri probiotik dan II) teknik pemberian probiotik. Perlakuan yang dicobakan adalah A1 (BL542 melalui media air); B1 (BT950 melalui media air); A2 (L542 melalui tanah dasar); B2 (BT950 melalui media tanah dasar); A3 (BL542 melalui pakan); B3 (BT950 melalui pakan); K (kontrol/tanpa probiotik), dan masing-masing dengan 3 ulangan dengan lama pemeliharaan 3 bulan. Pengamatan parameter kualitas air yang meliputi, BOT, NH3-N, NO2-N, NO3-N, PO4-P, dan total bakteri dalam air dan sedimen serta total Vibrio sp. dalam air dan sedimen diamati setiap 2 minggu. Sedangkan pengamatan sintasan udang windu dilakukan pada akhir penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi BOT pada perlakuan A1 selama penelitian relatif lebih rendah dibanding perlakuan lainnya. Sintasan udang windu tertinggi pada perlakuan A1 (BL542 melalui media air) yaitu 61,11% dan terdapat perbedaan yang nyata (P<0,05) dengan sintasan udang windu pada perlakuan B1, A2, dan kontrol. Penggunaan probiotik BL542 lebih baik jika melalui media air, sedangkan penggunaan probiotik BT950 dapat digunakan melalui media air, tanah dasar, maupun pakan
PENGGUNAAN BAKTERI PROBIOTIK DENGAN KOMPOSISI BERBEDA UNTUK PERBAIKAN KUALITAS AIR DAN SINTASAN PASCALARVA UDANG WINDU Atmomarsono, Muharijadi; Muliani, Muliani; Nurbaya, Nurbaya
Jurnal Riset Akuakultur Vol 4, No 1 (2009): (April 2009)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.019 KB) | DOI: 10.15578/jra.4.1.2009.73-83

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi jenis bakteri probiotik terhadap perbaikan kualitas air dan sintasan pascalarva udang windu pada skala laboratorium. Rancangan acak lengkap (RAL) dengan menggunakan 24 akuarium yang masing-masing diisi 10 L air bersalinitas 28 ppt dan 200 ekor benur windu PL-15 telah diaplikasikan pada percobaan di Laboratorium Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau (BRPBAP) Maros. Delapan perlakuan yang dicobakan adalah A) Bakteri probiotik asal laut (BL536+BL542+BL548); B) Bakteri asal mangrove (PK446+BR883+BR931+MY1112); C) Bakteri probiotik asal tambak (MR55+BT950+BT951+PR1080+BN2067); D) Bakteri laut+mangrove; E) Bakteri laut+tambak; F) Bakteri mangrove+tambak; G) Bakteri laut+mangrove+tambak; H) Kontrol (tanpa bakteri probiotik). Masing-masing perlakuan diulang tiga kali. Setelah 96 jam aplikasi didapatkan bahwa kombinasi bakteri probiotik asal mangrove dan tambak mampu mengendalikan kandungan bahan organik secara signifikan (P<0,05). Bakteri asal laut dan mangrove secara tunggal maupun kombinasinya dapat menekan peningkatan amoniak dalam air (P>0,05). Walaupun konsentrasinya masih aman (0,0136—0,0184 mg/L), peningkatan kandungan nitrit kurang mampu dikendalikan oleh bakteri probiotik yang diaplikasikan (P>0,05). Sintasan pascalarva udang windu pada perlakuan bakteri probiotik asal laut (97,5%) nyata lebih tinggi (P<0,05) daripada kontrol (82,0%). Secara keseluruhan, peningkatan populasi bakteri Vibrio spp. dalam air telah menyebabkan menurunnya sintasan pascalarva udang windu (r = -0,834; P<0,01).The objective of this study was to know the effect of different probiotic bacteria compositions on water quality improvement and survival rate of tiger shrimp postlarvae. This experiment was carried out in completely randomized design using 24 aquaria filled with 10 L of 28 ppt water and 200 pcs of tiger shrimp PL15 at the RICA laboratory. Eight treatments tested here were A) Sea bacteria (BL536+BL542+BL548); B) Mangrove bacteria (PK446+BR883+BR931+MY1112); C) Brackishwater pond bacteria (MR55+BT950+BT951+PR1080+BN2067); D) Bacteria of A+B; E) Bacteria of A+C; F) Bacteria of B+C; G) Bacteria of A+B+C; and H) Control (without probiotic bacteria). After 96-h of application, the results showed that the combination of probiotic bacteria from brackishwater pond and mangrove (treatment F) were able to decrease total organic matter in the water media significantly (P<0.05). Probiotic bacteria either from the sea (A), from mangrove (B), or combination of these two sources (D) are appropriate in controlling ammonia concentration (P<0.05). Although nitrite concentrations in the water media are quite low (0.0136--0.0184 mg/L), the increase of nitrite could not be controlled by any probiotic bacteria in this experiment. The survival rate of tiger shrimp postlarvae using sea source bacteria (97.5%) was significantly higher (P<0.05) than that of in control (82.0%). There were inversely correlated (r = - 0.834; P<0.01) between population of Vibrio spp. and the survival rate of tiger shrimp postlarvae.
PENGARUH PERBEDAAN WAKTU APLIKASI PROBIOTIK TERHADAP KUALITAS AIR DAN SINTASAN PASCA LARVA UDANG WINDU (Penaeus monodon) Muliani, Muliani; Nurbaya, Nurbaya; Atmomarsono, Muharijadi
Jurnal Riset Akuakultur Vol 5, No 1 (2010): (April 2010)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.691 KB) | DOI: 10.15578/jra.5.1.2010.91-102

Abstract

Penelitian ditujukan untuk mengetahui pengaruh waktu pemberian probiotik yang berbeda terhadap perubahan kualitas air dan sintasan udang windu dalam skala laboratorium. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Basah Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau (BRPBAP), Maros menggunakan 21 buah akuarium berukuran 40 cm x 30 cm x 27 cm yang diisi tanah tambak setebal 10 cm dan air laut salinitas 28 ppt sebanyak 15 L serta 30 ekor pascalarva udang windu. Probiotik yang digunakan adalah kombinasi BL542+BT951+MY1112 dengan perlakuan; (A) aplikasi probiotik pada awal sampai akhir penelitian; (B) aplikasi probiotik pada minggu ke-II sampai akhir penelitian; (C) aplikasi probiotik pada minggu ke-IV sampai akhir penelitian; (D) aplikasi probiotik pada minggu ke-VI sampai akhir penelitian; (E) aplikasi probiotik pada minggu ke-VIII sampai akhir penelitian; (F) aplikasi probiotik pada minggu ke X sampai akhir penelitian; (G) kontrol (tanpa probiotik), masing-masing diulang 3 kali. Penelitian berlangsung selama 12 minggu. Pengamatan parameter kualitas air dilakukan setiap 2 minggu yang meliputi; total bakteri, total Vibrio spp., BOT, NH3-N, NO2-N, NO3-N, PO4-P. Sedangkan pengamatan sintasan udang windu dilakukan pada akhir penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi probiotik pada minggu ke-IV dapat menekan konsentrasi BOT dan NH3-N, menurunkan total Vibrio sp. sehingga berdampak kepada peningkatan sintasan udang windu
PENGARUH PERGILIRAN JENIS BAKTERI PROBIOTIK BERBEDA TERHADAP SINTASAN DAN PRODUKSI UDANG WINDU DI TAMBAK INTENSIF Atmomarsono, Muharijadi; Nurbaya, Nurbaya
Media Akuakultur Vol 9, No 1 (2014): (Juni 2014)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (692.406 KB) | DOI: 10.15578/ma.9.1.2014.37-42

Abstract

Abstrak lengkap dapat dilihat pada Full PDF Penelitian pergiliran jenis bakteri probiotik RICA berbeda ditujukan untuk mengetahui pergiliran jenis bakteri probiotik yang terbaik dalam peningkatan sintasan dan produksi udang windu di tambak ekstensif.