Articles

Found 8 Documents
Search

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATIONDENGAN PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 5 PALU Suhaemi, Suhaemi; Werdhiana, I Komang; Hatibe, H. Amiruddin
Ejurnal Pendidikan Fisika Tadulako Vol 3, No 1 (2015): E-Jurnal Pend. Fisika Tadulako
Publisher : Ejurnal Pendidikan Fisika Tadulako

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif tipe group investigationdengan pendekatan pemecahan masalah terhadap hasil belajar siswa pada kelas XI SMA Negeri 5Palu. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen kuasi dengan desain “The Non Equivalen Pretest-Posttest Design”. Sampel dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Sampel penelitian kelas XI IPA2 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPA4 sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan berupates hasil belajar dalam bentuk pilihan ganda. Berdasarkan hasil pengolahan data, untuk kelas eksperimen diperoleh rerata skor tes awal adalah 7,23 dan untuk tes akhir adalah 15,57. Untuk kelas kontrol diperoleh rerata skor tes awal5,9 dan untuk tes akhir adalah 12,6. Hasil pengujian hipotesis diperoleh nilai thitung = 3,55 dan ttabel = 1,67. Ini berarti bahwa nilai thitung berada di luar daerah penerimaan H0. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa, Model Pembelajaran Kooperatif tipe group investigationdengan pendekatan pemecahan masalah dapat mempengaruhi hasil belajar fisika. Kata Kunci: Kooperatif Tipe group investigation, Pemecahan Masalah, Hasil Belajar
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION DENGAN PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 5 PALU Suhaemi, Suhaemi; Werdhiana, I Komang; Hatibe, H . Amiruddin
JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online) Vol 3, No 1 (2015): E-Jurnal Pend. Fisika Tadulako
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.879 KB)

Abstract

Abastrak - Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif tipe group investigationdengan pendekatan pemecahan masalah terhadap hasil belajar siswa pada kelas XI SMA Negeri 5Palu. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen kuasi dengan desain “The Non Equivalen Pretest-Posttest Design”. Sampel dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Sampel penelitian kelas XI IPA2 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPA4 sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan berupates hasil belajar dalam bentuk pilihan ganda. Berdasarkan hasil pengolahan data, untuk kelas eksperimen diperoleh rerata skor tes awal adalah 7,23 dan untuk tes akhir adalah 15,57. Untuk kelas kontrol diperoleh rerata skor tes awal5,9 dan untuk tes akhir adalah 12,6. Hasil pengujian hipotesis diperoleh nilai thitung = 3,55 dan ttabel = 1,67. Ini berarti bahwa nilai thitung berada di luar daerah penerimaan H0. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa, Model Pembelajaran Kooperatif tipe group investigationdengan pendekatan pemecahan masalah dapat mempengaruhi hasil belajar fisika. Kata Kunci: Kooperatif Tipe group investigation, Pemecahan Masalah, Hasil Belajar
Biological Aspect and Mapping Fishing Ground of Lobster (Panulirus spp) In Akudiomi Village Of District Yaur - Nabire Pranata, Bayu; Sabariah, Vera; Suhaemi, Suhaemi
JURNAL SUMBERDAYA AKUATIK INDOPASIFIK Volume 1, Number 1, May 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Papua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1284.085 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret sampai April 2014 di kampung Akudiomi yang dikenal sebagai  perairan Kwatisore Kabupaten Nabire Provinsi Papua. Tujuan dari penelitian ini, untuk mengetahui komposisi jenis, mengukur panjang-berat, meng-iventarisasi nelayan lokal dan memetakan daerah penangkapan lobster. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan teknik observasi, pengambilan sampling dan wawancara. Pemetaan dan identifikasi hubungan parameter oseanografi perairan (suhu, salinitas, kedalaman dan pH) di daerah penangkapan lobster untuk mengetahui pengaruhnya terhadap ketersediaan sumberdaya lobster. Hasil identifikasi diperoleh 3 jenis lobster yang tertangkap oleh nelayan di perairan kampung Akudiomi yaitu P. versicolor berjumlah 111 ekor, P. longipes dan Thenus spp masing-masing berjumlah 1 ekor. Pendugaan pola pertumbuhan lobster dilakukan hanya pada P. versicolor yang merupakan spesies dominan tertangkap oleh nelayan. Panjang karapas P. versicolor berkisar 8-13 cm dan berat berkisar 250-1,097 gr/ekor. Pola hubungan panjang karapas dan berat lobster P.versicolor menunjukkan nilai korelasi positif atau searah terhadap pertumbuhan dengan nilai korelasi 0.8636, koefisien ini bernilai positif (mendekati 1). Berdasarkan analisis pola pertumbuhan P. versicolor diperoleh persamaan , maka pola pertumbuhan relative bernilai  yang berarti allometrik negatif artinya pertumbuhan panjang lebih cepat dari pada pertumbuhan berat.  Analisis regresi menunjukan bahwa suhu, kedalaman, salinitas dan pH berpengaruh nyata terhadap variasi hasil tangkapan lobster di perairan kampung Akudiomi. Faktor oseanografi yang berpengaruh signifikan terhadap hasil tangkapan lobster adalah suhu, salinitas dan pH.
Penerapan Metode Ekspository Learning dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas V pada Mata Pelajaran IPA Sumiadi, Raden; Suhaemi, Suhaemi
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 2, No 2 (2018): JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.38 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan menerapkan metode Ekspository learning di SD Negeri I Genggelang. Desain penelitian menggunakan desain tindakan kelas dengan dua siklus yang terdiri dari 4 (empat) tahapan yaitu, tahap perencanaan, tahap pelaksanaan tindakan, tahap observasi, dan tahap refleksi. Tahap perencanaan adalah tahap persiapan komponen yang mendukung pembelajaran  di kelas seperti menyusun RPP, menentukan metode yang tepat, dan menyusun instrumen penilaian. Tahap pelaksanaan adalah tahap dimana peneliti menerapakan RPP, media, dan instrumen penilaian yang telah dibuat pada tahap perencanaan. Tahap observasi merupakan tahapan proses mengamati pelksanaan pembelajaran. Objek pengamatan adalah peneliti dan siswa. Tahap refleksi adalah tahapan peneliti dalam mengevaluasi kekurangan proses pembelajaran sebagai bahan kajian untuk menyempurnaakan pembelajaran ditahap berikutnya. Dalam penelitian ini, instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes hasil belajar, lembar observasi, dan wawancara, selanjutnya data yang diperoleh dianalisis dengan rumus ketuntasan individu dan klasikal. Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan bahwa hasil belajar yang siswa pada siklus I dengan jumlah siswa yang tuntas adalah 14 orang (77,8%) dan yang tidak tuntas 4 orang (22,2%), nilai rata-rata 70,28. Sedangkan pada siklus II jumlah siswa tuntas 16 orang (88,9%) dan yang tidak tuntas 2 orang (11,1%) dengan nilai rata-rata 73,89. Sehingga dalam penelitian ini, metode Ekspositori dapat meningkatkan hasil belajar siswa dengan nilai rata-rata 73,89 pada siklus II atau ada peningkatan 11,1%
Total nitrogen dan fosfat di perairan Teluk Doreri, Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat, Indonesia (Total nitrogen and phosphorus in the Doreri Bay, Manokwari Regency, West Papua Province, Indonesia) Alianto, Alianto; Hendri, Hendri; Suhaemi, Suhaemi
DEPIK Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir dan Perikanan Vol 5, No 3 (2016): December 2016
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Syiah Kuala University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.18 KB)

Abstract

Total Nitrogen (TN) and Phosphate (TP) are the two bio-elements essential that determine the source of life in the waters, including marine waters. This study aims to determine the concentration of TN and TP in the Doreri Bay. The study was conducted from January to March 2012. The sampling of seawater in situ performed three times in the six research stations. Measurement of sea water samples also carried out ex-situ by using method persulphate and peroxidisulphate for each concentration of TN and TP. The measurement results obtained an average TN concentration ranging from 0.053 to 0.165 mg/L with a higher tendency at station 1, 2 and 5 respectively of 0.102 mg/L; 0.100 mg/L; and 0.165 mg/L. While TP concentrations ranged from 0.017 to 0.038 mg/L with a value equal concentrations tended at each station observations. The results showed the value of the concentration of TN tend to vary and TP relatively stable or not varies.Total Nitrogen (TN) dan Fosfat (TP) merupakan dua unsur bioelemen penting yang menentukan sumber kehidupan di perairan termasuk perairan laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi TN dan TP di perairan Teluk Doreri. Penelitian dilaksanakan pada Januari 2012 sampai Maret 2012. Pengambilan contoh air laut dilakukan secara in situ sebanyak tiga kali pada enam stasiun penelitian. Pengukuran contoh air laut dilakukan secara eks situ, konsentrasi TN diukur  dengan metode persulphate dan TP dengan metode peroxodisulphate. Hasil pengukuran diperoleh rata-rata konsentrasi TN berkisar dari 0,053 – 0,165 mg/L dengan kecenderungan lebih tinggi pada stasiun 1, 2 dan 5 dengan nilai konsentrasi secara berturut-turut sebesar 0,102 mg/L; 0,100 mg/L; dan 0,165 mg/L.  Konsentasi TP berkisar dari  0,017 – 0,038 mg/L dengan nilai konsentrasi yang cenderung sama pada setiap stasiun pengamatan.  Hasil yang diperoleh menunjukkan nilai konsentrasi TN cenderung  bervariasi dan TP relatif stabil atau tidak bervariasi. 
KAJI ULANG PRODUKSI ALAT BERAT PADA PEMBANGUNAN RUANG TERBUKA HIJAU KAWASAN SUMUR KABUPATEN PANDEGLANG Hariyanto, Bambang; Soedarsono, Soedarsono; Suhaemi, Suhaemi
JURNALIS: Jurnal Lingkungan dan Sipil Vol 1 No 1 (2018): civil and environmental
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.378 KB)

Abstract

: Proyek Pembangunan Satker Penataan Bangunan dan Lingkungan merupakan salah satu proyek yang besar dengan bentuk permukaan yang kurang rata, dimana pada pelaksanaan pematangan didominasi oleh penggunaan alat berat. Permasalah yang timbul  dalam penggunaan alat berat ini  yaitu pengoperasian dan pengkombinasian alat-alat berat  yang salah dengan kondisi alat yang 100% . Penurunan produktivitas alat berat ini juga disebabkan oleh kondisi peralatan, keterampilan operator, waktu siklus, jenis material, kondisi kerja, tata laksana dan kondisi cuaca. Sehingga diperlukan pemilihan dan penentuan komposisi alat yang tepat agar alat berat tersebut dapat bekerja secara optimal dan pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu dengan biaya sehemat mungkin. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu besarnya Harga sewa Alat berat perjam Exavator  Rp.449.335,88, Bulldozer Rp.790.967,22, Vibration Roller Rp.329.051,95, Dump Truck Rp.687.021,62, Motor Grader Rp.444.448,48, Wheel Loader Rp.405.483,61 dan harga satuan pekerjaan pada masing-masing alat berat. Exavator Rp. 30.837,00/m3, Bulldozer Rp. 31.296,00/m3, Vibration Roller Rp. 27.882,00/m3, Dump Truck Rp. 55.026,00/m3, Motor Grader Rp. 22.981,00/m3, Wheel Loader Rp.  29.054,00/m3. jumlah keseluruhan harga satuan per m3 adalah Rp.197.016,00. sementara besarnya produktivitas alat berat dengan biaya dan waktu paling efektif dan efisien menggunakan komposisi alat alternatif ke-3 yaitu 3 unit excavator 163,30 m3/jam, 2 unit bulldozer 163,154 m3/jam, 2 unit vibration roller 201,29m3/jam, 9 unit dump truck 171,08m3/jam, 1 unit motor grader 987,84 m2/jam dan 3 unit wheel loader191,20 m3/jam dengan biaya total  Rp1.323.120.000,00 dan total waktu pelaksanaan 322 jam atau 40 hari .
Penentuan Tipe Pasang Surut Perairan Pada alur Pelayaran Manokwari Denganmenggunakan Metode Admiralty Suhaemi, Suhaemi; Raharjo, Syafrudin; Marhan, Marhan
JURNAL SUMBERDAYA AKUATIK INDOPASIFIK Volume 2, Number 1, Mei 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Papua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.559 KB)

Abstract

Komponen pasang surut perairan sangat penting bagi kepentingan pelabuhan, transportasi laut, industri perikanan, rekayasa pantai dan mitigasi kawasan pesisir. Ketinggian pasang surut yang terbentuk merupakan superposisi dari amplitudo komponen pasang surut akibat gaya tarik gravitasi matahari, bulan dan bumi terhadap massa air lautan. Komponen pasang surut yaitu K1, O1, P1, S2, M2, K2, M4, MS4. Penelitian ini bertujuan menentukan komponen dan tipe pasang surut pada alur pelayaran Manokwari-Papua Barat menggunakan metode admiralty. Bilangan Formzahl yang diperoleh yaitu 0.732 yang berarti bahwa perairan memiliki pasang surut Campuran Condong ke Harian Ganda  (mixed tide prevailing semidiurnal) yang berarti bahwa pasang surut yang terbentuk terjadi dua kali pasang dan dua kali surut dalam sehari dan antara pasang pertama dan pasang kedua memiliki ketinggian hampir sama dan kadang terjadi dua kali pasang dan satu kali surut atau sebaliknya dua kali surut satu kali pasang dalam sehari. Perubahan kedudukan air rata-rata MSL berbeda-beda disebabkan selain kondisi perairan baik garis pantai dan batimetri adalah akibat gaya gravitasi bulan dan matahari terhadap bumi. Tinggi muka laut rata-rata (Mean Sea Level) diperoleh  98 cm. Kisaran pasut besar terjadi pada kondisi purnama dan pasang surut rendah terjadi pada kondisi perbani. Level permukaan laut pada kondisi air pasang rata-rata (Mean High Water Level) amplitudo mencapai 279 cm dan pada kondisi air surut rata-rta (Mean Low Water Level) mencapai amplitudo -83 cm.
Dinamika Garis Pantai Sanur Bali Akibat Adanya Struktur Sejajar Pantai Suhaemi, Suhaemi; Riandini, Fitri
JURNAL TEKNIK HIDRAULIK Vol 4, No 1 (2013): JURNAL TEKNIK HIDRAULIK
Publisher : Pusat Litbang Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1498.549 KB)

Abstract

Dalam rekayasa pantai, ada banyak metode yang dapat digunakan untuk mengetahui perubahan garis pantai. Salah satu cara yang dianggap efektif untuk menghitung perubahan garis pantai adalah dengan model numerik, terutama jika perhitungan dilakukan dalam jangka panjang. LITPACK adalah suatu model numerik di dalam paket MIKE 21 yang dikembangkan oleh Danish Hydraulic Institute (DHI). Penerapan model LITPACK telah dilakukan untuk mengetahui perubahan garis pantai, akibat adanya struktur sejajar pantai di pantai Sanur, Bali. Hasil simulasi menunjukkan bahwa rata-rata penambahan garis pantai selama periode 2005-2007 mencapai 1,49 m, sedangkan lebar maksimum penambahan garis pantai berdasarkan hasil simulasi mencapai 11,86 m. Analisis kesalahan terhadap perbandingan simulasi dan pengukuran menunjukkan tingkat kesalahan yang relatif kecil, dengan persentase kesalahan RMS berkisar antara 1,1 2,6% atau rata-rata perbedaan mencapai 0,6 m. Berdasarkan hasil analisis geometri breakwater, tombolo tidak akan terbentuk di pantai Sanur karena rasio B/S adalah 0,90 sementara rasio B/S mensyaratkan tombolo terbentuk jika rasio B/S adalah lebih besar 0,97. Hasil simulasi memperlihatkan bahwa model telah cukup baik menggambarkan perubahan garis pantai.