Articles

Found 37 Documents
Search

nventarisasi Jenis-Jenis Nyamuk Di Desa Alindau, Donggala, Sulawesi Tengah Sabir, Moh.; Annawaty, Annawaty; Fahri, Fahri
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 6, No 3 (2017): Volume 6 Number 3 (December 2017)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui jenis-jenis nyamuk yang terdapat di Desa Alindau Kecamatan Sindue Tobata Kabupaten Donggala Provinsi Sulawesi Tengah. Koleksi sampel dilakukan pada bulan Februari sampai Maret 2015menggunakan metode landing collection technique. Lokasi sampling dibagi menjadi 4 habitat yang berbeda yaitu sawah, kebun, pantai dan pemukiman yang berada di Desa Alindau.Berdasarkan koleksi spesimen nyamuk sebanyak 232 individu, diperoleh 11 jenis yang tergolong kedalam 4 genus yaitu Aedes, Anopheles, Armigeres, dan Culex. Genus Aedesyang ditemukan terdiri dari 2 spesies yaitu Ae.albopictusdanAe.vexans sedangkangenus Anopheles sebanyak 3 spesies yaitu Anopheles indefinitus, An. peditaeniatus, dan An. vagus. Genus Armigeres ditemukan sebanyak 2 spesies yaitu Ar. kuchingensis dan Ar. subalbatus dan genus yang anggotanya paling banyak ditemukan adalah genus Culex sebanyak 4 jenis yaitu Cx. gellidus, Cx. hutchinsoni, Cx. qunquefasciatus dan Cx. vishnui.
Udang Air Tawar Genus Atyoida Di Sungai Pondo, Palu, Sulawesi Tengah, Indonesia Pratiwi, Yayuk; Fahri, Fahri; Annawaty, Annawaty
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 5, No 2 (2016): Volume 5 Number 2 (August 2016)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisir spesies udang air tawar genus Atyoida di sungai Pondo Kecamatan Palu Timur Provinsi Sulawesi Tengah. Koleksi dilakukan menggunakan jaring, dan tangan kosong. Sampel spesimen diawetkan dengan ethanol 96% dan disimpan di Laboratorium Biologi dasar Universitas Tadulako dan Laboratorium Crustacea Museum Zoologi LIPI Cibinong. Hasil identifikasi sampel menunjukan bahwa terdapat satu spesies udang air tawar genus Atyoida di Sungai Pondo yaitu Atyoida pilipes (Newport, 1847). Berdasarkan habitatnya Atyoida pilipes ditemukan di bagian sungai yang alirannya deras dengan substrat berpasir dan berbatu serta terdapat banyak perdu di bagian tepi sungai.
Kumbang Antena Panjang Genus Sybra (Coleoptera: Cerambycidae) Dari Cagar Alam Pangi Binangga Sulawesi Tengah Rafil, Mohamad; Annawaty, Annawaty; Fahri, Fahri
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 7, No 3 (2018): Volume 7 Number 3 (December 2018)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kumbang Cerambycid genus Sybra dideskripsi oleh Pascoe pada tahun 1865. Genus Sybra yang telah dilaporkan di Indonesia sebanyak 8 spesies. Pada penelitian ini, spesifik pada spesies Sybra alternans dari Cagar Alam Pangi Binangga Sulawesi Tengah. Deskripsi singkat dari spesies disajiakan dalam tulisan ini beserta habitat tempat dikoleksi dan distribusinya.
ASOSIASI JENIS BURUNG DI TAMAN WISATA ALAM WERA KECAMATAN DOLO BARAT KABUPATEN SIGI BIROMARU SULAWESI TENGAH Denda, Abd Manan Al Raja; Annawaty, Annawaty; Ihsan, Moh; Pitopang, Ramadhanil
Biocelebes Vol 12, No 3 (2018)
Publisher : Biocelebes

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/j25805991.2018.v12.i3.11561

Abstract

Association of bird species in Wera Nature Park, had been done from March to April 2016. This research aimed to discover the association among bird species existing in  Wera Nature Park of West Dolo Sub-District of Sigi Regency of Central Sulawesi. The method used was transect method, which was by making plots measuring 20x20 m totaling 15 plots and were placed along the transect line with a length of 50 m. To find the relationship among the species, the researcher used association analysis which were counted based on the 2x2 contingency table. The result was then confirmed by using X² Chi-square table. Based on the analysis result, it can be found that there are seven associations formed, namely tricoloured munia (Lonchura malacca) and the lemon-bellied white-eye (Zosterops chloris) bird species, collared kingfisher (Halcyon chloris) and yellow-billed malkoha (Phaenicophaeus calyorhinchus), sooty-headed bulbul (Pynonotus aurigaster) and lemon-bellied white-eye (Zosterop schloris), lemon-bellied white-eye (Zosterops chloris) and rusty-breasted cuckoo (Cacomantis sepulclaris), yellow-billed malkoha (Phaenicophaeus calyorhinchus) and uniform Swiftlet (Colacalia vanikorensis), white-necked myna (Streptocitta albicollis) and brahminy kite (Haliastur indus), tricoloured munia (Lonchura malacca) and rusty-breasted cuckoo (Cacomantis sepulclaris).
Karakteristik Sarang Tarsius wallacei di Lebanu, Sigi, Sulawesi Tengah Alferi, Alferi; fahri, fahri; annawaty, annawaty
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 6, No 3 (2017): Volume 6 Number 3 (December 2017)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tarsius wallacei Merker et al., 2010 adalah primata endemik Sulawesi yang penyebarannya terbatas di Sulawesi Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik sarang T. wallacei di habitat alaminya di Lebanu, Sigi, Sulawesi Tengah. Penelitian menggunakan metode observasi dengan variable utama berupa jenis pohon sarang, bentuk sarang, lingkaran pohon dan serta suhu dan kelembaban sarang, sedangkan variabel penunjang berupa vegetasi di sekitar sarang. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa sarang T. wallacei di Desa Lebanu adalah pohon Ficus spp dengan karakter pohon berongga, relatif gelap dan memiliki akar gantung yang banyak. Ketinggian sarang dari permukaan tanah bervariasi  antara 4 m sampai 7 m. Suhu sarang tarsius pada pagi hari berkisar antara 23,120C-24,120C dan pada malam hari berkisar antara 24,960C?25,160C sedangkan kelembaban berkisar antara 86%-90,2% pada pagi hari dan 80,8%-81% pada malam hari. Jenis tumbuhan di sekitar sarang tarsius di dominasi oleh Leea indica dari Famili Vitaceae.
Distribusi kelompok Macaca hecki (Matschie, 1901) dan Macaca tonkeana (Meyer, 1899) di Hutan Lindung dan Cagar Alam Pangi Binangga Sulawesi Tengah Gunawan, M. Sarif Indra; Annawaty, Annawaty; Fahri, Fahri
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 7, No 2 (2018): Volume 7 Number 2 (August 2018)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilakukan pada bulan Mei 2017 yang bertujuan untuk mengetahui distribusi kelompok M. hecki dan M. tonkeana di Hutan lindung dan Cagar Alam Pangi Binangga sebagai upaya konservasi sumber daya hayati. Pengamatan dilakukan di 9 titik pada dua kawasan tersebut dengan menggunakan metode scanning sampling, yaitu mencatat setiap kategori pada waktu yang singkat. Terdapat 4 kelompok Macaca tidak bercampur dan 1 kelompok Macaca bercampur yang ditemukan di kawasan Hutan Lindung, serta terdapat 4 kelompok Macaca bercampur pada kawasan Cagar Alam Pangi Binangga.
IDENTIFIKASI DAN POPULASICACING TANAH DI EKITAR LUBANG RESAPAN BIOPORI (LRB) YANG DIISI MEDIA LIMBAH KULIT BUAH KAKAO Hasmah, Hasmah; Annawaty, Annawaty; Fahri, Fahri
Biocelebes Vol 11, No 2 (2017)
Publisher : Biocelebes

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study is to identify the earthworm and how population earthworm in Biopore Absortion Holesfilled with cocoa pod waste. The study was conducted from April to August 2015 in the Sibonu Village, Sigi District Central Sulawesi province. Samples are preserved into alcohol series i.e 30%, 50%, and 70% before stored into alcohol 70 % for the pickling and identification process. Sample identification was executed at Laboratory of Biology, Faculty of Basic Sciences, Tadulako  University, Palu using identification key by Sims and Easton (1972) and Easton (1979). There are only one species found in the field namely Planapheretima sp. and earthworm juvenile which is belongs to family Megascolecidae. The result showed that there was one species is Planapheretima sp. and other individual are still in the juvenile phase of the family Megascolecidae of subgenus Planaheretima. The highest population density of earthworm is the biopore absortion holes 3 (cocoa pod waste), compared to the biopore absortion holes 1-2 (cocoa pod waste), K+ (without cocoa pod waste) and K- (without biopore absortion holes).
Keanekaragaman Jenis Fauna Amphibia di Taman Nasional Lore Lindu Annawaty, Annawaty; Asri Pirade, Paserang
Biocelebes Vol 3, No 2 (2009)
Publisher : Biocelebes

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this research was to know the diversity of amphibians in Lore Lindu National Park. The research was used survey methods which was located at the conservation area of Kulawi section in the Lore Lindu National Park Central Sulawesi. The result of the research showed that there were five (5) species of amphibians collected which were found and belonged order Anura. These species were Bufo melanostictus, Bufo celebensis, Fejervarya cancrivora, Rana (Hylarana) erythraea, and Kaloula baleata Muller.
EFEKTIVITAS PERANGKAP YANG DIGUNAKAN DALAM KOLEKSI MAMALIA KECIL RODENSIA DAN EULIPOTYPHLA Irsaf, Zulkurnia; Annawaty, Annawaty; Achmadi, Anang Setiawan
Biocelebes Vol 12, No 3 (2018)
Publisher : Biocelebes

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/j25805991.2018.v12.i3.11569

Abstract

Ecological studies of small mammals often use several methods with various traps. Effective use of traps can increase the number of catches in this study. Small mammal samples were taken using the method of removal sampling for species diversity and set the traps using random purposive sampling method. In this case we use three types of traps, i.e. snap traps with roasted coconut bait smeared with peanut butter, pitfall traps with drift fence and rat snare with fruit as bait. Collection and installation of bait done at 07.00 WITA in the morning. From this study it is known that the use of traps falls very effectively in the study of small mammals, especially those living in terrestrial. This report provides information on common methods and effective traps are used in studying the diversity of small mammals.
Inventarisasi Udang Air Tawar Genus Caridina Di Sungai Poboya Palu, Sulawesi Tengah Mulyati, Tri; Fahri, Fahri; Annawaty, Annawaty
Online Journal of Natural Science FMIPA Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 Number 1 (March 2016)
Publisher : Online Journal of Natural Science FMIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2012/

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisir spesies udang air tawar genusCaridina disungai Poboya,Palu, Sulawesi Tengah.Koleksi dilakukan menggunakan jaring tangan, dan tangan kosong. Hasil identifikasi sampel di Laboratorium Biologi Dasar Universitas Tadulako menunjukan bahwa terdapat tiga spesies udang air tawar genusCaridina diSungai Poboya, yaitu Caridina sulawesi Cai & Ng, 2009, Caridina laoagensis Blanco, 1939, dan Caridina villadolidi Blanco, 1939. Berdasarkan siklus hidupnya, Caridinasulawesi merupakan spesies udang air tawar yang bersifat land lock species (tidak membutuhkan air payau/air laut), sedangkan spesies Caridina laoagensisdan Caridinavilladolidi masih membutuhkan air payau/air laut dalam menyelesaikan proses siklus hidupnya. Saat ini kondisi lingkungan Sungai Poboya sangat memprihatinkan, karena debit air yang mulai berkurang dan daerah resapan semakin luas, disebabkan oleh tingkat eksploitasi sungai yang sangat tinggi.Hal tersebut mengakibatkan air sungai tidak mengalir sampai ke laut secara kontinyu sehingga dapat mengancam kelangsungan hidup udang air tawar spesies Caridina laoagensis dan Caridina villadolidi, karena dapat mengurangi bahkan menghilangkan akses telur Caridina untuk mencapai air payau/air laut. Apabilakondisi ini terus terjadi dan kedua spesies tersebut tidak mampu menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan yang ada, maka dalam jangka panjang, kedua spesies Caridinaini dikhawatirkan akan terancam punah dari Sungai Poboya untuk selamanya.